Connect with us

Advetorial

Dewan Lamteng Gelar Paripurna Dua Raperda

Published

on

Lampung Tengah : Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lampung Tengah menggelar Sidang Paripurna Pengesahan Dua Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Perubahan atas Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Lampung Tengah Nomor 06 Tahun 2015 tentang Pemilihan Kepala Kampung dan Raperda tentang Penataan Kampung, di gedung DPRD setempat, Rabu 06 Juni 2018.

Dipimpin Ketua DPRD Lamteng, Achmad Junaedi Sunardi, Sidang Paripurna tersebut juga dihadiri oleh Pelaksana tugas (Plt) Bupati Lamteng, Loekman Djoyosoemarto, serta jajaran Forkompinda, dan 39 dari 50 anggota DPRD Lamteng.

Dalam sambutannya, Plt Bupati Lamteng menyampaikan ucapkan terima kasih, kepada seluruh jajaran DPRD Kabupaten Lamteng, terkhusus kepada Badan Pembentukan Perda (Bapemperda), yang telah membahas Raperda usulan Pemkab Lamteng, dan juga kepada masing-masing fraksi yang telah menyampaikan pandangan umum terhadap Raperda tersebut.

“Sehubungan dengan ke dua Raperda tersebut, secara garis besar kami sampaikan hal -hal sebagai berikut, terhadap Raperda tentang Perubahan Atas Perda Nomor 06 Tahun 2015 tentang Pemilihan Kepala Kampung sebagai tindaklanjut Keputusan Mahkamah Konstitusi Nomor : 128/PUU-XlIl/2015 tanggal 2 Agustus 2016 tentang Pembatalan Pasal 33 huruf g dan Pasal 50 ayat (1) huruf 0 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 20l4 tentang Desa, yaitu penghapusan persyaratan calon kepala kampung dan perangkat kampung tentang domisili calon di kampung setempat paling kurang satu (1) tahun sebelum pendaftaran”, papar Loekman Djoyosoemarto.

 

 

Raperda tersebut, lanjut Loekman Djoyosoemarto, nantinya akan menjadi pedoman dalam pelaksanaan pemilihan kepala kampung ke depan. Dan semua warga negara Indonesia yang berdomisili di Indonesia, dapat mencalonkan diri sebagai kepala kampung di manapun, termasuk di Kabupaten Lampung Tengah.

“Dengan adanya penambahan pasal- pasal terkait kepala kampung terpilih yang terkena masalah hukum sebelum pelantikan, ini akan menambah jelas bagaimana langkah-langkah yang diambil Pemerintah Daerah seandainya terjadi kepala kampung terpilih terkena masalah hukum sebelum pelantikan”, terangnya.

Lanjutnya, terkait Raperda tentang Penataan Kampung, Raperda tersebut sebagai pengganti Perda Nomor 16 Tahun 2006 tentang Pembentukan, Penghapusan, Penggabungan Kampung dan Perubahan Status Kampung menjadi Kelurahan. “Perda tersebut disesuaikan dengan peraturan baru yaitu Undang-Undang Nomor 06 Tahun 2014 tentang Desa beserta petunjuk umumnya”, jelas Loekman Djoyosoemarto.

“Raperda Penataan Kampung ini diharapkan ke depan merupakan pedoman bagi Pemerintah Daerah dalam melakukan Parama Kampung, yaitu berupa Pembentukan, Penghapusan, Perubahan Status dan Penetapan Kampung berdasarkan hasil evaluasi perkembangan kampung dengan tetap memperhatikan kearifan lokal kampung”. ( ADV ).

Continue Reading
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Advetorial

Bupati Loekman Resmikan Penggilingan Padi

Redaksi LT

Published

on

Lampung Tengah : Bupati Loekman resmikan penggilingan padi dan produksi Padi Sehat Gasera binaan PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) bersama Lembaga Amil Zakat (Laznas) BSM Umat

Bupati Lampung Tengah menjelaskan adanya program ini tentunya sangat menguntungkan Pemerintah daerah dan para Petani di Kampung Rejo Asri Seputih Raman sehingga dengan adanya padi Sehat ini akan meningkat kan kesejahteraan masyarakat Kampung Rejo Asri ujarnya. (18/2/2019).

Adanya produk padi sehat tanpa bahan Kimia,bisa menjadi contoh para petani lainya agar bisa melakukan nya,dengan adanya padi tanpa Bahan kimia,ini lebih baik untuk kesehatan.

“Loekman juga pinta dedak hasil penggilingan Beras Sehat jangan di jual tempat Lain,kita akan ambil untuk pembuatan pakan ikan,nanti kordinasi dengan dinas Perikanan dan Peternakan kita punya program pembuatan pakan ikan ,dengan memakai dedak dari Padi Sehat pasti akan baik untuk budidaya ikan. Bebernya.

Direktur Mandiri Syariah Putu Rahwidhiyasah menjelaskan dengan peluncuran Desa Berdaya Sejahtera Mandiri di Desa Rejo Asri, desa BSM merupakan program yang dilakukan dalam upaya penguatan ekonomi, sosial dan lingkungan melalui pengembangan sumberdaya lokal.

“Desa Berdaya Sejahtera Mandiri juga merupakan salah satu kontribusi Mandiri Syariah sebagai upaya mendukung pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional,” jelas Putu.

Mandiri Syariah senantiasa berusaha menyelaraskan antara kepentingan ekonomi (profit), sosial, dan lingkungan hidup (planet) sehingga mampu mendorong terciptanya pertumbuhan yang berkelanjutan.

“Semoga keberadaan Desa Berdaya Sejahtera Mandiri ini memberi manfaat bagi petani, dan apa yang kami lakukan menjadi berkah bagi negeri,” tambah Putu.

Program Desa Berdaya Sejahtera Mandiri pada tahun ini menyasar sektor pertanian dengan memberdayakan kelompok-kelompok tani melalui pengembangan klaster usaha agribisnis (hulu-hilir).

Ada 100 orang petani sebagai pemetik manfaat (mustahik) di Desa Rejo Asri ini dengan luas lahan 25 Ha dari total luas lahan pertanian di lokasi program seluas 670 Ha.

Adapun total biaya yang dikeluarkan untuk program ini sekitar Rp3,7 miliar dengan jangka waktu selama dua tahun.

Penguatan usaha pertanian yang akan dilakukan, yaitu mengembangkan pola pertanian ramah lingkungan (pertanian sehat) sebagai upaya menjaga sistem pertanian yang berkelanjutan.

Secara umum konsep pertanian sehat saat ini terus didorong pengembangannya di seluruh dunia yang dilakukan melalui pendekatan “Good Agricultural Practices” (GAP).

Secara mendasar konsep pertanian sehat merupakan sebuah proses dalam budidaya tanaman yang memprioritaskan pada penggunaan bahan-bahan alami yang ramah lingkungan, efisien (mudah-murah) namun tetap dapat menjaga produktivitas serta kualitas hasil pertanian.

Sekretaris Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Lampung Tengah, Edi Daryanto menyambut baik program Desa BSM yang diluncurkan Mandiri Syariah, karena bisa mendorong peningkatan kesejahteraan petani untuk menghasilkan pangan sehat.

Ia menjelaskan, Kabupaten Lampung Tengah merupakan daerah yang mempunyai areal tanam padi cukup luas mencapai 82.000 ha, dan yang terbesar berada di Kecamatan Seputih Raman seluas 7.025 ha.

Pihaknya terus mendorong petani untuk melaksanakan budidaya padi sehat, yang telah dilakukan di beberapa titik di Lampung Tengah, salah satunya di Desa Rejo Asri.

“Kami harapkan apa yang telak dilakukan oleh Gapoktan Subur Asri bersama Syariah Mandiri bisa dicontoh oleh petani atau kelompok petani lainnya untuk mengembangkan pertanian sehat.ujarnya (ADV).

Continue Reading

Advetorial

Bupati Lampung Tengah Tinjau Korban Banjir

Redaksi LT

Published

on

Bupati Lampung Tengah : Bupati Loekman Djoyosoemarto meninjau korban banjir di Kampung Negara Aji Tua dan Selagai Lingga, Minggu (17/2/2019).

Bupati Lampung Tengah Tinjau Korban Banjir .

Loekman berjanji akan terus memonitor banjir di Kecamatan Anak Tuha, Padang Ratu, dan Selagai Lingga.

“Meski dari peninjauan hari ini sudah sedikit surut dan tidak mengkhawatirkan. Besok saya tetap akan rapat dengan seluruh OPD membahas musibah ini. Saya juga khawatir di daerah hulu ada air kiriman. Meski disini tidak hujan tetapi di atas hujan jelas banjir,” jelasnya.

Menurutnya, di Lampung Tengah Kecamatan Pubian menjadi daerah rawan banjir. Musibah kali ini telah merusak tiga jembatan dan rumah warga terendam banjir sampai pada ketinggian 2 meter.

“Selain itu, pemerintah daerah masih menunggu hasil data dari pihak kecamatan, serta upaya untuk tanggul yang jebol dan jembatan yang putus segera mungkin diperbaiki. Setelah dari Anak Aji Tua, saya juga akan meninjau ke pubian, Padang Ratu.

Untuk korban banjir dari Dinas Sosial melalui bupati memberikan bantuan secara simbolis dan bantuan tahap pertama karna bantuan untuk tahap kedua akan dikirim segera mungkin mengingat kejadian ini merupakan musibah,”Bebernya.

Kita sudah perintahkan camat dan opd untuk stanbay 24 Jam, khusus daerah daerah yang Rawan Banjir,agar saling Kordinasi , sehingga bila ada daerah Kecamatan yang terkena banjir susulan kita bisa Langsung Tangani, minimal bantuan sementara dan persiapan Pengungsi akan kita Siapkan ujarnya. (ADV).

Continue Reading

Advetorial

Bupati Loekman Hibahkan Mobil Kepada Polres Lamteng

Redaksi LT

Published

on

Lampung Tengah : Pemkab Lampung Tengah melalui Bupati Loekman dan sekda menghibahkan Satu unit mobil ke Polres Lampung Tengah Rabu (13/2/2019).

Penyerahan langsung dari Bupati Loekman di Terima Kapolres Lampung Tengah AKBP I Made Rasma di polres Lampung Tengah.

Bupati Lampung Tengah Loakman Djoyosoemitro Hibahkan 1 Unit Mobil Kepada Polres Lampung Tengah.

“Loekman menjelaskan, bantuan mobil itu sebagai bentuk partisipasi Pemkab Lamteng dalam mendukung pengamanan wilayah di kabupaten Lampung Tengah
Mudah-mudahan kendaraan ini dapat membantu sarana dan prasana operasional kepolisian untuk menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat Kita”.

Ini adalah bentuk sinergi kita dengan polres,satu sisi polres sebagai Keamanan dan kita pemerintah daerah yang membantu segala kegiatan .

Bupati Lampung Tengah Loakman Djoyosoemitro Tandatangani Hibah 1 Unit Mobil Kepada Polres Lampung Tengah.

Kapolres Lampung Tengah AKBP I Made Rasma, mengapresiasi perhatian dan dukungan Pemkab Lampung Tengah, kepada pihaknya. Kita akan terus berupaya meningkatkan pelayanan publik, demi Kenyamanan Masyarakat Lampung tengah bebernya.

Kita juga akan selalu bersinergi dengan Pemkab dalam melaksanakan program pemerintah daerah.(ADV) Candra

Continue Reading

Trending

%d blogger menyukai ini: