Connect with us

Tulang Bawang

Curhat Ke Jokowi, Winatri Minta Pemerintah Beri Perhatian Lebih Soal Jalan di Tulangbawang

Avatar

Published

on

Tulangbawang : Bupati Tulangbawang Winarti secara resmi mendapatkan undangan Presiden Joko Widodo ke Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Undangna tersebut dalam rangka silahturahmi dan memberikan kesempatan untuk menyampaikan berbagai masalah yang dihadapi pemkab Tulangbawang saat ini.

Dihadapan Presiden Jokowi yang didampingi Menteri Sekretariat Negara (Mensesneg), bupati gotong royong itu menyampaikan sejumlah masalah kondisi jalan negara, antara lain jalan Simpang Penawar – Rawajitu, dan juga mengusulkan Pangkalan Udara Lanud Pangeran M Bunyamin dapat segera menjadi Bandara komersil agar investor dapat mudah masuk, sehingga pertumbahan ekonomi Tulangbawang ataupun enam kabupaten terdekat lainnya kian sejalan dengan pusat.

“Ya kalo Daerah maju, tentu kesejahteraan rakyat meningkat, itu inti hal yang saya sampaikan kepada Pak Jokowi, dan Alhamdulillah mengenai jalan tahun ini akan langsung direalisasikan,” ungkap Winarti usai menghadap presiden.

Selain itu, Bupati Winarti juga meminta ke presiden agar pusat dapat lebih lagi memberikan perhatian kepada Kabupaten Tulangbawang, hal ini supaya dalam bergerak melayani warga dapat terus berjalan berikut dengan merealisasikan program-program.

“Potensi ekonomi masyarakat Rawajitu dalam hal ini masyarakat petambak sangat besar, tetapi terkendala fasilitas jalan sehingga masyarakat seakan merasa dianaktirikan oleh Pemerintah,” tambahnya.

Continue Reading
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Apa Kabar Lampung

Ketua DPRD Tuba : Soal Nama Gerbang Tol Tubabarat Harus Ingat Sejarah

Redaksi LT

Published

on

Tulangbawang : Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tulangbawang, memberi apresiasi terhadap pihak pengelola jalan tol Trans Sumatra, yang mana telah memberikan nama pintu keluar exit tol menuju Kabupaten Tulangbawang dan Tulangbawang Barat (Tubaba) dengan nama Gerbang Tol Menggala.

Pasalnya, pemberian nama Gerbang Tol Menggala merupakan sebuah hadiah dari Pemerintah Pusat kepada Kota Tua yang penuh dengan sejarah, dimana nama Menggala sudah ada sejak sebelum Kabupaten Tulangbawang dan Tubaba lahir.

“Pemberian nama Gerbang Tol Menggala merupakan pilihan nama yang tepat, karena memang tujuan keluarnya akan melintasi Kota Menggala, baik yang akan menuju Kabupaten Mesuji ataupun ke arah Palembang,” terang Ketua DPRD Tulangbawang Sopi’i Ashari SH, kepada media melalui telpon, Kamis (16/05/2019).

Selain itu, dalam hal ini, DPRD Tulangbawang mendukung proses selesainya pembangunan jalan tol ini, dengan harapan saat mudik lebaran, para pengendara mudik lebaran dapat melintasinya.

“Kita mensuport apa yang telah di programkan Pemerintah Pusat, sehingga bilamana ada pihak-pihak yang ingin menghambat proses pembangunan, diharapkan tidak melakukannya, karena dapat mencoreng nama baik Kabupaten,” tegasnya.

Sebab dengan adanya pintu exit tol menuju Kecamatan Menggala, nilai strategis wilayah Kota Tua ini, dalam hal geliat perekonomiannya akan kian meningkat, seperti pada masa kejayaanya sebagai wilayah lalulintas perdagangan pada zaman dahulu.

“Dalam setiap pembangunan disuatu wilayah, nilai historis sejarahnya tidak bisa dihilangkan, karena dari situlah kita tau tempat dan asal muasal berdiri dan berkembangnya suatu wilayah, maka dari itu DPRD Tulangbawang menyambut baik pemberian nama Gerbang Tol Menggala,” tutur Sopi’i.

Ditinjau dari aspek sisi historis peranan Kota Menggala dalam berbagai jaringan hubungan baik regional maupun nasional sudah berlangsung sejak zaman Kerajaan Sriwijaya hingga Banten.

“Keberadaan Kota Menggala berawal dari abad ke-19. Saat itu Lampung menjadi daerah protektorat, yaitu dibawah kerajaan Banten. Akan tetapi, sejak Kerajaan Banten dikuasai Belanda, Pemerintahan Menggala pun diatur dengan cara-cara Belanda. Jadi otoritas Lampung menjadi jajahan Belanda,” terang Sopi’i.

Ulasan catatan sejarah tersebut menunjukan betapa centralnya Kota Menggala, karena sebelum menjadi Kota Kecamatan, wilayah Menggala sudah menjadi pusat Kota yang ramai dari kegiatan perekonomian Tulangbawang sejak zaman penjajahan Belanda.

Mengingat Kota Menggala dijadikan tempat transit perekonomian dari aktivitas perdagangan dan hasil perkebunan, yang didukung oleh sarana transportasi sungai yang ramai sehingga menjadikan Kota Menggala semakin berjaya.

“Hingga terbentuknya kabupaten Tulangbawang berdasarkan undang-undang RI No. 2 Tahun 1997 Kecamatan Menggala dimekarkan menjadi 7 (tujuh kecamatan) yakni Kecamatan Menggala, Kecamatan Gedung Aji, Kecamatan Banjar Agung, Kecamatan Penawar Tama, Kecamatan Rawa Jitu Utara, Kecamatan Rawa Jitu Selatan, dan Kecamatan Gedung Meneng, hingga terbentuk Kabupaten Tulangbawang,” bebernya.

Sementara saat itu Kabupaten Tulangbawang Barat dan Kabupaten Mesuji Lampung masih menjadi satu (belum di memarkan) dengan Kabupaten Tulangbawang.

“Artinya dalam hal ini tentu bila ditinjau dari asfek sosial, ekonomi dan sejarah, tentu sudah bijak Pemerintah Pusat atau pengelola jalan tol, memberikan nama Gerbang Tol Menggala, karena melihat dan mempertimbangkan aspek aspek tersebut,” papar Ketua DPRD Tulangbawang dari Praksi Partai PDI-P tersebut.

Reporter : Arek
Editor : Red

Continue Reading

Apa Kabar Lampung

Komunitas “Punk” Unit II Salurkan Sembako

Redaksi LT

Published

on

Tulangbawang : Puluhan remaja yang mengatasnamakan komunitas anak “Punk” dari berbagai daerah menggelar bakti sosial dengan membagukan dan menyalurkan bantuan sembako untuk masyarakat kurang mampu melalui Rumah Sedekah yang berada di Unit II Tulangbawang Senin (29/04/2019).

Sembako yang di bagikan berupa, mie instan, beras, gula, telur dan bahan kebutuhan pokok lainnya.

Eko Prabowo salah satu panitia penyaluran bantuan sembako mengatakan, kegiatan ini merupakan kegiatan rutin agar satu sama lain bisa merasakan indahnya bukan suci Ramadan yang tinggal menghitung hari.

Selain itu Eko menambahkan, kegiatan ini di lakukan untuk menepis anggapan miris orang-orang yang menilai anak “Punk” sebagai sampah masyarakat dan terkesan tidak mendapatkan tempat dan status sosial di masyarakat.

Ia juga menegaskan, kegiatan ini di lakukan agar kedeoan tak ada lagi tanggapan “nyinyir” tentang kehidupan dan perilaku anak “Punk”.

“Ini sengaja kami lakuin supaya orang tau anak punk itu bukan sampah masyarakat”. Ujar Eko Prabowo Senin (29/04/2019).

Eko Prabowo menegaskan, sembako yang mereka beli bukan dari hasil meminta, mencuri atau mengemis, melainkan hasil jerih payah mereka dari hasil mengamen.

Sebelumnya di beberapa media sosial sempat viral terkait adanya tanggapan “nyinyir” dari salah satu pengguna medsos yang menilai dan terkesan anak “punk” tak patut di beri perhatian dan semua kegiatan yang dilakukan remaja berkabut pirang dan bertato itu salah.

Reporter : Fitriyanto
Editor : Red

Continue Reading

Apa Kabar Lampung

Dua Wartawan Kuasai Dapil VI Provinsi Lampung

Redaksi LT

Published

on

TULANGBAWANG : Sebanyak dua wartawan menguasai daerah pemilihan (Dapil) VI Provinsi Lampung pada Piileg 17 April 2019.

Berdasarkan hasil survei Rakata Institute Rabu (17-4) lalu calon legislatif (Caleg) Partai Golkar Supriyadi Alfian meraih 4,71 persen dan Caleg PAN Suprapto mendapatkan 2,53 persen.

Keduanya meraih suara tertinggi pada masing-masing partainya di Dapil VI wilayah Kabupaten Tulangbawang, Tulangbawang Barat dan Mesuji.

Menanggapi hasil hitung cepat, Supriyadi Alfian mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah memberikan pilihan dan dukungannya.

“Alhamdulillah. Saya sangat berterima kasih atas semua dukungan dan pilihan masyarakat di dapil 6. Saya siap menjalankan amanah masyarakat ini,” ujar Caleg Dapil VI wilayah Kabupaten Tulangbawang, Tulangbawang Barat dan Mesuji itu.

Dia juga mohon doa masyarakat agar perhitungan manual atau hasil pleno di Komisi Pemiliham Umum (KPU) Lampung tidak berubah. “Meski ada hitung cepat, kita juga harus menghormati hasil pleno dari penyelenggara,” katanya.

Mengenai program kerja, Supriyadi menegaskan untuk mengabdikan diri bagi masyarakat. “Saya akan memastikan program pemerintah seperti Kartu Tani Berjaya dapat dirasakan oleh masyarakat di Dapil VI,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Caleg Partai Amanat Nasional (PAN) Suprapto. Incumbent (petahana) itu mengapresiasi lembaga survei yang telah melaksanakan riset untuk hasil Pemilu beberapa hari lalu.

“Alhamdulillah, saya juga menyukuri apa yang telah dilaksanakan lembaga survei dan terima kasih kepada masyarakat yang masih memberikan kepercayaan untuk tetap menjadi wakil di DPRD Lampung,” paparnya.

Dia juga menyebutkan siap memberikan yang terbaik bagi masyarakat di tiga kabupaten se dapil VI. “Saya akan berkoordinasi dengan seluruh anggota DPRD yang terpilih dari dapil 6 untuk membantu masyarakat di wilayah setempat,” ujarnya.

Jadi, dia berharap penyelenggara dapat berlaku jujur sehingga suara rakyat pada Pemilu lalu dapat dijaga.(awn)

Berikut perolehan kursi DPRD Lampung di Dapil VI (Tulangbawang, Tulangbawang Barat, Mesuji) versi Rakata Institute dan Lembaga Survei Quadran :
1. Ketua Romeo – PDIP
2. Veri Agusli HTB – Gerindra
3. Supriyadi Alfian – Golkar
4. Maulidah Zauroh – PKB
5. Budi Yuhanda – Nasdem
6. Suprapto – PAN
7. Hanifal – Demokrat
8. Budhi Condrowati – PDIP
9. Mikdar Ilyas – Gerindra
10. Ismet Roni – Golkar

Data Masuk 97,33 persen

Continue Reading

Trending

%d blogger menyukai ini: