Connect with us

Bener Nggak SIH

Cegah Penyebaran Konten Hoax, WhatsApp Terapkan Label “forwarded”

Avatar

Published

on

G & O : Cegah penyebaran pesan berantai yang terkadang sering berisi kontent Hoax WhatsApp akan memberi label khusus untuk pesan berantai yang diteruskan dari pengguna lain (forwarded).

Penyedia layanan pesan instan terbesar di dunia itu menyatakan telah mulai menerapkan label dimaksud untuk semua penggunanya. Pesan yang diteruskan dari pengguna lain bakal dilabeli dengan tulisan “forwarded” di bagian atas gelembung percakapan.

Tujuan dari pemberian label tersebut, seperti dikutip dari laman KompasTekno, tak lain adalah mengurangi penyebaran spam dan hoaks, yang biasanya memang diteruskan secara berantai dari satu pengguna ke pengguna lain.

Dengan diberi label, harapannya pengguna bakal langsung mengetahui bahwa pesan yang bersangkutan mungkin diteruskan secara berantai sehingga bisa lebih hati-hati menyikapinya.

Label forwarded untuk pesan yang diteruskan dari pengguna lain di WhatsApp.(WhatsApp)

“Kami menyarankan Anda untuk berpikir kembali sebelum menyebarkan pesan yang diteruskan dari pengguna lain,” sebut WhatsApp dalam sebuah posting blog berisi pengumuman.

Selain memberi label untuk pesan berantai, WhatsApp juga menyediakan cara mudah untuk melaporkan spam. Cukup dengan membuka profil lawan bicara atau grup di jendela percakapan, lalu gulir ke bagian paling bawah.

Di sana akan ditampilkan opsi untuk melaporkan spam berikut blokir pengguna atau keluar dari grup. Selengkapnya, WhatsApp menyediakan aneka saran sekuriti di laman berikut.

Sumber : Kompas Tekno
Editor : Putra

Continue Reading
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Bener Nggak SIH

Digigit Ular Berbisa Disiram Air Keras, Kapolres Lamsel Tetap Sehat

Avatar

Published

on

Lampung Selatan : Puncak HUT Bhayangkara Ke-72, Kapolres Lampung Selatan, AKBP. M. Syarhan melakukan atraksi yang cukup ekstrim.

Orang nomor satu dikepolisian Lamsel ini disiram air keras dan digigit ular berbisa, usai upacara peringatan HUT Bhayangara ke-72 di lapangan Korpri Kalianda, Rabu (11/07/2017).

Pantauan media ini, saat atraksi berlangaung tangan M. Syarhan yang disiram air keras dan digigit ular belang yang berbisa itu baik-baik saja. Tidak ada reaksi fatal usai kejadian tersebut.

Para polisi dan warga yang menonton sempat tegang menanti apa yang terjadi setelah air keras disiram dan bisa ular masuk ke tubuh sang Kapolres.

Sekitar 15 menit paska kejadian, para penonton dan sejumlah personil polres bertepuk tangan tanda takjub.

“Alhamdulillah semua atas izin Allah SWT, semua atraksi dapat berlajan lancar, aman dan terkendali. Atraksi tersebut bukan untuk menyombongkan diri, tetapi semata-mata memeriahkan HUT Bhayangkara ke 72,” ujar Syarhan.

Selain atraksi yang dipragakan kapolres Lamsel, berbagai atraksi lainnya ditunjukkan oleh Polres Lamsel usai upacara, diantaranya pengaturan lalu lintas padat, pemeriksaan narkoba di pintu masuk pelabuhan Bakauheni, penangkapan Begal.

Kemudian aksi anggota Shabara melindas anggota, kemudian atraksi pecah batako dan pemukulan batang tebu ditubuh anggota Shabara.

Berbagai atraksi yang diperagakan oleh Polres Lamsel ini mendapat banyak pujian dari penonton. “Baru pertama kayak gini, sebelumnya gak ada, mantaf pokoknya,” pungkas salah satu warga Kalianda yang menonton.

Reporter : Eko

Editor : Putra

Continue Reading

Bener Nggak SIH

Panglima Adat Paksi Pak Skala Brak Lampung ‘Mengutuk’ Seno Aji

Avatar

Published

on

KABAR INDONESIA (LAMPUNG) – Para Panglima Adat Paksi Pak Skala Brak Lampung Wilayah Selatan Wayhandak dan Wilayah Tanggamus “Mengutuk” keras Seno Aji terkait ucapan yang diduga Melecehkan Salah satu simbol Lampung.

Maka untuk itu, para panglima Adat Lampung meminta kepada penegak hukum untuk memproses Seno Aji sesuai hukum dan undang-undang yang berlaku karena dinilai telah menghina dan melecehkan Adat Lampung.

Hal tersebut dikatakan Panglima Tapak Belang kepada newskabarindonesia.com melalui telfon selulernya. Selasa (10/7/2018).

Panglima Tapak Belang mengulas pengertian yang dilecehkan yakni “Hanuang Bani” dimana dalam Ulasan Tentang Tukkus atau kikat Hanuang Bani yang asalnya dari Kerajaan Adat Paksi Pak Skala Brak Lampung di Barat Lampung yang mempunyai nilai dan filsafat yang luhur.

Tukkus Hanuang Bani mempunyai nilai Kesetiaan : Sumpah setia terhadap Saibatin juga menjaga serta menjunjung tinggi kehormatan adat Lampung.

Keberanian : Semua Panglima, Bahattur, Hulubalang, kesemua Punggawa berani mempertaruhkan nyawa menjaga Sultan Paksi Pak Skala Brak maupun para Saibatin Marga / Kebandakhan yang merupakan pemilik adat, pemilik batu khayat, pemilik ulayat serta pemilik harkat dan Martabat.

Cerdas dan Lincah : Dibutuhkan kecerdasan dan kelincahan para Punggawa adat dalam menjalankan Titah maupun Lapahan Kawal Saibatin agar tujuan sesuai dengan harapan.

Tidak semua daerah memiliki hewan Hanuang, yang hidupnya ditebing tebing yang terjal, makanannyapun dedauan yang terpilih. Di Lampung Barat tepatnya di Gunung Pasagi disitulah hewan Hanuang hidup bisa kita temukan.

Hanuang bukanlah Kambing Hutan, hampir sama bentuknya tapi berbeda, dari situlah muncul simbol kehangguman dan kemulian dikenal “Hanuang Bani” Mak Makisit Anjak Penetokhan atau tidak akan pernah sedikitpun untuk mundur dalam membela Para Saibatin maupun Adatnya.

Sehingga kata Panglima Tapak Belang, sangat disayangkan ucapan yang dilontarkan sdr. Seno Aji yang mengatakan bahwa Topi anggun nan penuh makna yang dikenakan Amir Faisal Shanjaya tersebut dikomentari Seno Aji seperti jin pencabut nyawa “Foto ini kenapa sudah ada tanduknya? Mirip jin pencabut nyawa,” kata Seno Aji dalam percakapan grup whatsApp Ini Lampung, Senin (09/07/2018).

Komentar ini sengaja atau tidak sengaja jelas merupakan penghinaan, pelecahan terhadap salah satu simbol Adat kami khususnya Pesisir Wayhandak yang berdiri kokoh tugu Hanuang Bani.

Dalam percakapan itu, ucapan Seno Aji mendapatkan tanggapan, mungkin tidak berlebihan kalau dijawab “Ya … saudara seno aji ,, semoga jin yang anda maksud tidak mencabut nyawa anda”.

Untuk diketahui, Kami Masyarakat Adat Lampung Saibatin dan adat Lampung Pepadun yang sudah ratusan tahun selalu hidup berdampingan dengan damai dikarenakan keturunan kami asal muasal yang sama yaitu dari Gunung Pesagi Lampung Barat.

Sehingga kami sangat menghargai perbedaan nilai-nilai, costum dan pernik Adat kami dan disitulah kami dilahirkan menjadi Sang Bumi Khuwa Jukhai.

Kami terbuka dengan adat budaya manapun (uniteral) dan selalu menjaga kerukunan karena kami saling menghargai perbedaan tradisi budaya yang ada.

Tapi kenapa saudara Seno Aji lancang dengan angkuhnya melecehkan simbol Hanuang Bani ? Jari tanganmu adalah harimaumu.

Kami Para Panglima Adat Paksi Pak Skala Brak Lampung dari Wilayah Selatan Wayhandak maupun Wilayah Tanggamus ‘MENGUTUK’ tegas tulisan saudara Seno Aji dan meminta harus bertanggung jawab pada masyarakat adat lampung khususnya adat Saibatin.

Selanjutnya proses hukum sebagaimana di atur dalam Perundang undangan ITE No 11 /2008 sebagaimana perubahan No. 19/2016. (Panglima Tapak Belang).

Wayhandak 10.07.2018
PANGLIMA ADAT PAKSI PAK SKALA BRAK LAMPUNG. (Panglima Tapak Belang, Panglima Elang Berantai, Panglima Sindang Kunyayan, Panglima Alif Jaya dan Panglima Pimitokh Alam). (Aan).

Continue Reading

Trending

%d blogger menyukai ini: