Connect with us

Bandar Lampung

PWI Lampung Ingatkan Anggotanya Agar Cuti Saat Maju di Legislatif

Published

on

Bandar Lampung : Pertsatuan wartawan Indonesia Provinsi Lampung melalui Wakil Ketua PWI Lampung Bidang Pembelaan Wartawan, Juniardi SIP MH ajak wartawan mengedepankan profesionalisme dengan menyatakan cuti secara resmi bila ingin mengikuti konstestasi calon legislatif 2018.

Terkait wartawan yang memutuskan menjadi calon anggota legislatif, calon DPD, atau tim sukses, di himbau segera mengajukan cuti, non aktif atau mengundurkan diri.

Perintah tersebut tertulis dalam seruan Dewan pers dan ditandatangani sejak Ketua Prof Bagir Manan lalu, yang dikeluarkan dalam rangka menjamin kemerdekaan pers dan untuk memenuhi hak masyarakat mendapatkan kembali informasi yang berkualitas dan adil.

Menurut Juniardi, bahwa dalam seruan bernomor 02/2014 tersebut tertulis, Pers Indonesia harus menjadi wasit dan pembimbing yang adil dan menjadi pengawas yang teliti dan seksama terhadap pelaksanaan pemilu, bukan sebaliknya menjadi pemain yang menyalahgunakan ketergantungan masyarakat terhadap media.

“Hal itu tertuang dalam Butir 4 Deklarasi Hari Pers Nasional tahun 2014 di Bengkulu,” kata mantan Ketua KI Lampung pertama itu, di Bandar Lampung.

Selain itu, dalam edaran tersebut juga terungkap perusahaan pers juga harus memiliki “pagar api” yang tegas dalam menayangkan iklan politik.

Sebelum memuat iklan politik peserta pemilu atau pilgub, perusahaan pers harus memperhatikan bahwa pemuatan iklan harus sesuai dengan ketentuan dalam UU Pemilu, UU Pers, Peraturan KPU, dan etika pariwara Indonesia.

“Perusahaan pers juga harus tegas membedakan antara berita ataupun iklan yang ditulis dengan menggunakan model dan struktur berita atau advertorial,” katanya.

Alumni Magister Hukum Unila itu menegaskan penegakan prinsip tersebut penting, karena menjadi upaya serius untuk menjaga integritas pers dan independensi ruang redaksi sel nama proses Pilkada termasuk pemilu, sekaligus sikap jujur pers kepada publik yang berhak mendapatkan informasi yang benar.

Terkait Ketua PWI Lampung yang juga dikabarkan masuk bursa Bakal Caleg, dan diajukan oleh partai Golkar, maka bahwa Ketua PWI Supriyadi Alfian, bukan menjadi pengurus partai politik, akan tetapi di calonkan sebagai Caleg.

“Ketua PWI bisa mengajukan cuti sebagai Caleg, sesuai mekanisme organisasi, dilakukan dalam pleno pengurus harian, ” tegasnya

Dalam aturan PD, PRT, PWI jelas juga diatur bahwa tidak boleh anggota PWI menjadi pengurus parpol atau organisasi wartawan lainnya. “Karena ini baru Bacaleg, dan setelah ditetapkan jadi caleg saat masa sosialisasi dan kampanye, kita yakin ketua PWI yang patuh dan paham aturan organisasi pasti akan non aktif.”

Termasuk, sebagai profesi wartawan, maka jelas harus non aktif dari media tempatnya bernaung, dan sebagai wartawan.

“Non aktif sebagai wartawan, jabatan di news room, termasuk jika Pimred. Seperti priode lalu, ada Pimred Harian Pilar, yang menjadi Tim sukses Pilkada Kabupaten, dia menyatakan non aktif, dan di umumkan kepada publik, ” katanya.(*)

Continue Reading
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Apa Kabar Lampung

IKBL Sosialisasikan Bahaya Narkoba kepada Anak – Anak Karyawan

Redaksi LT

Published

on

Bandar Lampung : Ikatan Keluarga Bank Lampung (IKBL) bersama Badan Narkotika Nasional Provinsi Lampung melaksanakan sosialisasi bahaya narkoba untuk anak-anak karyawan di Ruang Serbaguna Bank Lampung, Minggu (17/2/2019).

Ketua panitia Ny. Rizal Effendi mengatakan, dampak negatif dari penggunaan narkoba adalah gangguan kesehatan pada sistem saraf, jantung dan pembuluh darah.

“Kemudian kulit, paru-paru, sakit kepala, kesehatan reproduksi, dan overdosis,” katanya Minggu (17/2/2019).

Ketua IKBL Sylviawati Eria Desomsoni menambahkan cara untuk menghindari narkoba adalah jangan pernah mencobanya. Ia juga meminta anak-anak untuk menguatkan iman, jangan menghindar dari problematika hidup.

“Anak-anak harus memilih pergaulan yang aman dan kegiatan yang sehat. Sehingga generasi bangsa terus sehat tanpa narkoba,” ujarnya.

Sementara Direktur Utama Bank Lampung Eria Desomsoni mengapresiasi sosialisasi bahaya narkoba yang bertujuan mewujudkan generasi bangsa yang bebas dan bersih dari barang haram tersebut.

“Dengan adanya acara ini, para remaja putra dan putri diharapkan dapat mengetahui dan menghindari bahaya narkoba serta dapat menerapkan ilmu yang didapat dari sosialisasi ini,” ujarnya. (ril).

Continue Reading

Apa Kabar Lampung

Gubernur Lampung Buka “Lampung Hotel Great Sale 2019”

Redaksi LT

Published

on

BANDARLAMPUNG : Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo membuka secara langsung “Lampung Hotel Great Sale 2019” dan “Lampung Food Festival 2019”, di Tugu Adipura, Jalan Ahmad Yani, Bandar Lampung, Minggu (17/02/2019) pagi. Pembukaan ditandai dengan pelepasan balon ke udara oleh Gubernur.

Acara ini merupakan langkah strategis Gubernur untuk memulihkan perekonomian masyarakat Lampung yang terkena dampak bencana tsunami yang terjadi akhir 2018 lalu.

Akibat bencana itu, tidak hanya sektor perekonomian, sektor pariwisata yang menjadi salah satu program strategis Provisi Lampung pun turut terkena dampaknya. Di antaranya adalah dengan menurunnya kunjungan wisatawan dan okupansi hotel di Bandar Lampung sekitar 10-20 persen dari biasanya.

Mengatasi hal tersebut, Gubenur Ridho Ficardo bekerja sama dengan Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) Lampung menggelar Lampung Hotel Great Sale 2019 dan Lampung Food Festival 2019. Kegiatan tersebut diikuti oleh 20 Hotel anggota IHGMA Lampung.

“Saya beserta jajaran Pemerintah Provinsi Lampung sangat menyambut baik adanya kegiatan ini, dan memberikan dukungan sepenuhnya agar sektor industri pariwisata Lampung dapat bangkit kembali,” ujar Gubernur.

Pada kesempatan tersebut Gubernur Ridho Ficardo juga menyatakan terimakasih kepada IHGMA yang turut berpartisipasi dalam membangun pariwisata di Lampung.
“Bicara pariwisata tidak hanya bicara destinasi tapi tapi juga menyangkut hal lainnya seperti transportasi dan akomodasi, dan yang paling penting adalah konten wisatanya.

Salah satunya adalah kuliner, bagaimana caranya mengangkat wisata kuliner Lampung yang sangat banyak ini menjadi bagian utama dari pariwisata Lampung. Untuk itu saya juga ucapkan terimakasih kepada IHGMA Lampung yang menjadikan kuliner sebagai bagian dari promosi pariwisata Lampung,” papar Gubernur.

Ketua IHGMA Lampung Budi Rahman, mengatakan kegiatan Lampung Hotel Great Sale 2019 ini tidak hanya bertujuan untuk mengangkat kembali geliat pariwisata Lampung paska tsunami, tapi juga sebagai ajang berbagi dengan para korban tsunami melalui donasi.

“Lampung Great Sale ini merupakan bagian dari promosi pariwisata Lampung untuk membangkitkan geliat pariwisata Lampung. Selain itu, melalui kegiatan ini kami berharap dapat membantu masyarakat dan sekaligus mendukung pemerintah dalam proses pemulihan paska tsunami,” ucap Budi Rahman.

Melalui Lampung Hotel Great Sale 2019, beberapa hotel di Lampung akan memberikan potongan harga mulai dari 10% hingga 70% bagi wisatawan yang menginap di 20 Hotel anggota IHGMA Lampung. Adapun persentasi potongan harga tiap hotel berbeda-beda bergantung pada kebijakan masing-masing.

Diantaranya yakni, Hotel Novotel Lampung diskon 40 persen, Emersia Hotel and Resort Bandar Lampung diskon 50 persen, Hotel Kurnia Perdana diskon 42 persen, Hotel Bukit Randu diskon 41 persen, Grand Elty Krakatoa diskon 40 persen.

Selanjutnya, Pelangi Hotel diskon 40 persen, Whiz Prime diskon 40 persen, Kridawisata diskon 10 persen, De Green Hotel diskon 30 persen, Hotel Horison Lampung diskon 62 persen, Yunna Hotel diskon 50 persen, Batiqa Hotel diskon 30 persen, Swiss-Belhotel Lampung diskon 55 persen, Pop Hotel diskon 15 persen, dan Sahid Hotel diskon 50 persen.

Lampung Hotel Great Sale 2019 sendiri akan berlangsung hingga 4 bulan kedepan. Mulai dari 1 februari 2019 sampai dengan 31 mei 2019.

Sementara itu, untuk kegiatan Lampung Food Festival 2019, IHGMA Lampung menyuguhkan kurang Lebih 25 menu khas Lampung berjumlah 1000 porsi dan 1000 cup kopi yang disajikan oleh Chef Hotel yang bisa dinikmati oleh masyarakat Umum dengan donasi mulai dari Rp5000,-.

Dimana semua donasi yang terkumpul akan digunakan untuk kegiatan kemanusian korban tsunami selat sunda di Provinsi Lampung

IHGMA Lampung juga memberikan bantuan berupa alat-alat kebersihan kepada Pemerintah Provinsi Lampung untuk dipergunakan di Lampung Elephant Park.

Selain itu Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Pariwisata juga meluncurkan Kalendar Event Lampung tahun 2019. Di dalamnya terdapat daftar jadwal event pariwisata yang akan digelar di Provinsi Lampung sepanjang tahun 2019. (Humas Prov Lampung)

Continue Reading

Apa Kabar Lampung

Gubernur Ridho Resmikan Lampung Elephant Park

Redaksi LT

Published

on

BANDAR LAMPUNG : Gubernur Lampung, Muhammad Ridho Ficardo meresmikan Taman Bermain Anak Elephant Park, di Lampung Elephant Park, Enggal Saburai Pusat Kota Bandar Lampung, Minggu (17/2/2019) Sore. Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti, dilanjutkan dengan pelepasan balon ke udara.

Gubernur Ridho didampingi sang istri, Yustin Ridho Ficardo dan juga ketiga putra putrinya.
Pada tahun lalu, tepat di bulan Februari 2018, Ruang Terbuka Hijau (RTH) Elephant Park ini untuk tahap pertama telah diresmikan Gubernur Ridho.

Kini, pada bulan yang sama di tahun 2019, Taman Bermain Anak pun diresmikan.
Ada banyak fasilitas yang bisa dinikmati di Taman ini. Tidak hanya untuk kaula muda tetapi juga semua kalangan usia.

Fasilitas tersebut di antaranya Lapangan MuItifungsi (basket dan futsal), Lapangan Skateboard, Mushala, Air Mancur, Spot Foto Lukisan 3D, lampu bertuliskan Love dan lainnya.

Terkadang Lampung Elephant Park ini juga dijadikan tempat penyelenggaraan live musik yang bisa dinikmati oleh seluruh warga kota Bandar Lampung.

Elephant Park digagas Gubernur Ridho Ficardo pada tahun 2017 silam. Ridho berinisiatif merevitalisasi Lapangan Merah dan Pasar Seni Enggal yang merupakan lahan milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung untuk dijadikan RTH yang diberi nama Lampung Elephant Park seluas 15 ribu meter persegi.

Ridho menyadari kawasan kota harus memiliki ruang terbuka hijau sebagai paru-paru kota dan tempat aktualisasi diri masyarakat. Saat itu, kondisi Kota Bandar Lampung belum memiliki RTH yang ditata dengan baik.

Lampung Elephant Park bertujuan untuk memberikan rasa nyaman untuk berkumpul bersama keluarga bagi masyarakat dengan berbagai kalangan usia di Bandar Lampung sebagai ibu kota Provinsi Lampung.

“Kita ketahui bahwa dari penilaian Indeks Kebahagiaan Provinsi Lampung yang diukur melalui kota Bandar Lampung ternyata cenderung kurang bahagia. Nyatanya variablenya adalah kurangnya ruang terbuka publik atau RTH untuk masyarakat Lampung khususnya kota Bandar Lampung,” ujar Ridho saat peresmian.

Ridho mengatakan sebenarnya bukan kewenangan Pemprov Lampung untuk menyediakan area RTH tersebut. Tetapi dengan bentuk kepedulian akan penilaian Indeks Kebahagian yang dinilai kurang, maka Gubernur Ridho menginisiasi pembangunan RTH tersebut.

“Sebenarnya bukan tugas dari Pemprov Lampung untuk menyediakan ini melainkan Kabupaten/Kota, tetapi tidak salah bila Pemprov Lampung membahagiakan warga masyarakat dengan menyediakan RTH ini dari aset Pemprov Lampung.

Kita memiliki lahan untuk memberikan manfaat baik pemerintah dan juga masyarakat baik langsung maupun tidak langsung,” katanya.

Ridho menyampaikan berangkat dari ide iseng namun untuk bermanfaat, nyatanya antusiasme masyarakat akan hadirnya Lampung Elephant Park sangat tinggi.

“Jadi sekalian saja kita teruskan pembangunannya, karena melihat masyarakat sangat haus akan RTH dan langsung direspon oleh Pemprov Lampung. Ketika Pemprov Lampung membuat suatu kebiajakan harapannya memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Selain menyiapkan kenyamanan di RTH, Ridho juga menuturkan area tersebut harus juga dilengkapi dengan fasilitas kesehatan.

“Kita juga harus bisa menjaga warga masyarakat seperti penyediaan layanan kesehatan disini. Untuk itu mari kita jaga sama-sama area ini,” ucapnya.

Tidak hanya itu, dari antusiasme masyarakat terhadap hadirnya RTH di Lampung Elephant Park, Ridho berkeinginan untuk mereplikasi juga ditempat umum lainnya.

“Kita tidak berhenti sampai di taman gajah ini saja tapi masih ada progres lebih lanjut. Taman-taman ruang terbuka publik juga kita akan bangun di halaman Museum Lampung, Perpustakaan Modern, PKOR Way Halim, dan juga Teropong Bintang/Lampung Astronomical Observatory (LAO). Kita akan lakukan modifikasi untuk masyarakat khususnya kota Bandar Lampung untuk bisa digunakan dengan kenyamanan bagi seluruh kalangan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Cipta Karya dan Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Lampung, Ali Subaidi mengatakan pembangunan Lampung Elephant Park ini sudah berjalan pada tahap ketiga.

“Tahap pertama telah dimulai pembangunan tahun 2017 dengan dibangun yakni taman terbuka, lapangan basket, skateboard, air mancur dan mushala yang mana pada tahun lalu telah diresmikan,” ujarnya.

Masih kata Ali, pada tahap kedua di tahun anggaran 2018, meliputi pembangunan yang saat ini akan diresmikan yakni area permainan anak-anak. “Lalu, di Lampung Elephant Park ini juga akan dibangun panggung terbuka dan untuk penjualan souvenir. Pada tahap ketiga pada tahun anggaran 2019 akan dilaksanakannya pembangunan area parkir, dan taman terbuka hijau,” katanya.

Pada acara peresmian Taman Bermain Anak tersebut, juga dilakukan pemberian hadiah oleh Yustin Ridho Ficardo kepada para pemenang lomba mewarnai taman kanak-kanak. (Humas Prov Lampung)

Continue Reading

Trending

%d blogger menyukai ini: