Connect with us

Bandar Lampung

Putusan Sidang Gakkumdu Dugaan Money Tidak Terbukti

Published

on

Bandar Lampung : Majelis hakim persidangan menyatakan laporan M Ridho Ficardo – Bachtiar Basri terkait pemberian uang secara terstruktur, sistematis, dan masif (TSM) yang dilakukan Arinal Djunaidi – Chusnunia tidak terbukti.

Pembacaan putusan dilakukan oleh Majelis hakim secara bergantian dengan diketuai Fatikhatul Khoiriyah, serta dua anggotanya Adek Asyari dan Iskardo P Panggar. Sidang yang dimulai pukul 10.16 WIB ini dilakukan secara terbuka untuk umum dalam penjagaan kepolisian.

Fatikhatul Khoiriyah menyatakan laporan pelapor satu tidak terbukti memenuhi unsur, pelapor tidak dapat membuktikan secara terstruktur, sistematis, dan masif. “Tidak terbukti secara sah dan meyakinkan terlapor terbukti melakukan pemberian uang secara terstruktur, sistematis, dan masif. Maka laporan pelapor ditolak dan terlapor dinyatakan tidak terbukti memenuhi melakukan tindakan pemberian uang secara terstruktur, sistematis, dan masif,” ucapnya.

Khoir biasa dia disapa melanjutkan pembacaan putusannya bahwa terlapor Arinal Djunaidi – Chusnunia tidak terbukti melakukan pemberian uang secara terstruktur, sistematis, dan masif. “Ir Arinal Djunaidi dan Chusnunia tidak terbukti secara sah dan meyakinkan menjanjikan uang untuk mempengaruhi pemilih secara terstruktur, sistematis, dan masif,” jelasnya.

Pembacaan putusan pun dilanjutkan dengan pelapor dua Herman HN – Sutono. Kembali majelis hakim membacakan putusan secara bergantian.

Dalam fakta persidangan pelapor M Ridho Ficardo – Bachtiar Basri adanya saksi tidak diketahui identitasnya dan syarat laporan tidak terpenuhi secara formil dan materil. Hingga kini pembacaan putusan sedang berlangsung sementara di luar massa KRLUPB terus melakukan aksi penolakan pilgub 2018.

Sumber : Release
Editor : Putra

Continue Reading
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Apa Kabar Lampung

Pagelaran Musik Kemanusiaan, Gubernur Ridho Siap Sumbangkan Lagu

Redaksi LT

Published

on

BANDAR LAMPUNG : Berempati pada ratusan nelayan yang kehilangan perahu karena dihantam gelombang tsunami Selat Sunda 22 Desember 2018 lalu, Gubernur Ridho dijadwalkan menyumbangkan suara dalam Pagelaran Musik Kemanusiaan Peduli Korban Tsunami yang digelar pada Sabtu malam (23/2/2019) di Elephant Park Enggal Bandar Lampung.

Aksi tarik suara Ridho akan terdengar bersama sederet artis kenamaan seperti Andika Mahesa, Kiki The Potters, Rizy Amasta, Fatur Feat Norman, Andika DP, Novrie Solo Gambus, Talullah Band, Sekolah Alam Lampung, B Band, Humanity band dan KMJL. Acara akan dipandu oleh Rafika Trisha, WD Muchsin dan Risma Borthon.

Acara ini diadakan Pemprov Lampung bekerjasama dengan Global Wakaf – Aksi Cepat Tanggap (ACT) Lampung.

Menurut Ketua Penyelenggara Fajar Yusuf Dirgantara, pagelaran musik ini bertujuan memberikan apresiasi kepada element masyarakat yang peduli terhadap kejadian tsunami di Lampung Selatan.

“Kepedulian itu terus mengalir hingga memasuki dua bulan pasca tsunami. Namun berdasarkan hasil pendataan, masih ada ratusan nelayan yang belum bisa melaut akibat rusaknya perahu dihantam tsunami,” ujar Fajar Yusuf.

Saat ini, di samping masih ada korban yang bertahan ditenda pengungsian ataupun menumpang dirumah warga, para nelayan itu belum mendapatkan penghasilan untuk bertahan hidup. “Pak Gubernur akan memberikan apresiasi langsung kepada donatur yang sudah menyalurkan donasi kemanusiaan melalui Aksi Cepat Tanggap (ACT) Lampung, rencananya Gubernur juga akan melelang sebuah lagu,” ucap Fajar.

Menurut pria yang akrab dipanggil Genta ini, pagelaran juga akan dimeriahkan oleh bazar UKM kuliner, fashion maupun produk halal lainya. Pengunjung juga bisa membeli buku kemanusiaan “Suara Rindu” yang ditulis 15 pelajar asal Lampung.

“Alhamdulillah dukungan dari berbagai pihak terus mengalir. Semoga ini makin menggerakan kepedulian masyarakat Lampung untuk peduli dan berbagi,” jelasnya.

Senada dengan itu, Kepala Cabang ACT Lampung Dian Eka Darma Wahyuni mengatakan kegiatan tersebut dalam rangka mengedukasi masyarakat untuk berwakaf tunai.

Hasil pengumpulan wakaf tunai akan digunakan untuk membangun perahu wakaf. Nantinya Perahu akan diserahkan kepada penerima manfaat di Desa Way Muli, Kunjir dan sekitarnya. “Hingga saat ini kami beriktiar membangkitkan kembali ekonomi masyarakat terdampak tsunami melalui program recovery. Harapanya warga terdampak pulih kembali,” pungkasnya. (Humas Prov Lampung)

Continue Reading

Apa Kabar Lampung

Ridho Ficardo Dikukuhkan sebagai Keluarga Kehormatan Polisi Militer Angkatan Laut

Redaksi LT

Published

on

JAKARTA : Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo secara resmi dikukuhkan menjadi keluarga kehormatan Polisi Militer Angakatan Laut.

Pengukuhan ditandai dengan penyematan lencana Polisi Militer Angkatan Laut oleh Komandan Pusat Polisi Militer Angkatan Laut Laksamana Pertama TNI Nazali Lempo dalam Upacara Peringatan Hari Jadi Polisi Militer Angkatan Laut ke-73, Rabu (20/2/2019) di Markas Komando Polisi MiliterAngkatan Laut, Kelapa Gading Jakarta.

Selain kepada Gubernur Lampung lencana juga diberikan kepada seluruh Panglima Komando Armada , Danseskoal, Pangkolinlamil, Gubernur Akademi Angkatan Laut, Dankodilklatal, Kapushidrosal, Danpuspenerbal, dan seluruh para Danlatamal 1 – 14 dari masing-masing daerah di Indonesia.

Pada perayaan Hari Ulang Tahun Polisi Militer Angkatan Laut ke 73 kali ini, Gubernur Lampung berkesempatan memberikan bantuan secara simbolik untuk rehabilitasi dan pembangunan Asrama Pangakalan Angkatan Laut Lampung serta rehabilitasi bangunan kantor Polisi Militer Angkatan Laut di Provinsi Lampung.

Dalam pengantarnya, Komandan Pusat Polisi Militer Angkatan Laut Laksamana Pertama TNI Nazali Lempo menjelaskan Pemberian penghargaan ini dikarenkan Gubernur Lampung Ridho telah berdedikasi dan mempunyai loyalitas dalam memberikan semangat serta mendukung kemajuan Polisi Militer Angkatan Laut.

Komandan Pusat Polisi Militer Angkatan Laut juga mengucapkan rasa terima kasihnya. “Kami atas pribadi dan kedinasan mengucapkan terima kasih, ini merupakan kehormatan dan kebanggaan atas perhatian yang besar dari Pemerintah Provinsi Lampung bagi Polisi Militer Angkatan Laut,” ujar Nazali Lempo.

Nazali juga menaruh harapan atas hubungan yang sudah terjalin. “Saya berharap ke depan hubungan antara Pemprov Lampung dengan Pomal terjalin baik, dapat terus bekerja sama guna pembangunan di Provinsi Lampung di masa-masa yang akan datang,” ujarnya. (Humas Prov Lampung)

Continue Reading

Apa Kabar Lampung

SPDB Pangeran Edward Syah Pernong Kukuhkan Raja Jukkuan Paksi

Redaksi LT

Published

on

Lampung : Sultan Sekala Brak Yang Dipertuan Ke 23 Saibatin Puniakan Dalom Beliau Pangeran Edward Syah Pernong mengukuhkan M. Noverdi Adhitama Putra diangkat sebagai Khaja dengan Adok/Gelar Adat Khaja Penyimbang Alam yang berkedudukan sebagai Kepala Jukkuan Paksi Perwakilan Lamban Banjakh Agung Pekon Kekhang Batu Bekhak Lampung Barat di Pekon Suka Jaya, Kec. Way Khilau, Pesawaran dan Istrinya yang bernama Fajriani Marwah dengan Adok/Gelar Adat Khadin Ayu Kesuma hari ini, Senin (18/2/2019).

Prosesi yang berlangsung dengan khidmat tersebut dihadiri oleh Bupati Pesawaran yang juga kerabat dekat Gedung Dalom Kepaksian Pernong H. Dendi Ramadhona, ST, Pengikhan Faksi Makhga Beserta Istri, Nanda Indiria Dendi, SE, Khatu Kesuma Enton. Dr. Iskandar Zulkarnain, Raden Kiemas Panji Utama, Kombes Pol. Subekti, S.IK, Dirkrimsus Polda Lampung, AKP. Edi Qorinas, SH, Pengiran Kepala Mega, Kasatreskrim Polres Tanggamus yang juga salah satu penyimbang Sungkai serta Pemuka Agung, Bustami, SP, Ketua Kesatuan Penyimbang Marga Putuh Waylima.

Dalam amanah adatnya, Pangeran Edward Syah Pernong mengatakan bahwa untuk menjaga adat diperlukan kesetiaan dan pengorbanan.

“Kita bisa melihat para punyimbang dan banyak masyarakat dapat mengikuti prosesi adat ini dengan khidmat. Bahkan ada bapak Bupati dan Bapak Dirkrimsus yang mewakili Kapolda tetap hadir sampai saat ini. Ini butuh pengorbanan dari kita semua karena tentu banyak kesibukan yang harus ditinggalkan untuk bisa hadir di tempat ini. Begitu juga dengan para bahatur, punggawa, panglima baik yang dari Lampung Barat, Lampung Selatan maupun wilayah Tanggamus Pringsewu.
Hanibung pekon tuha, Tanno khadu kebun kahua, Kik kutti temon setia, Sai batin kuwawa bella” Sampai Pangeran Edward Syah Pernong.

Sebagai warisan luhur nenek moyang kita, Adat Istiadat harus kita jaga agar tetap lestari dan eksis apalagi diera globalisasi saat ini, Dunia semakin maju.

“Diera globalisasi saat ini dunia semakin maju, Tidak menutup kemungkinan ini akan berpengaruh terhadap eksistensi dan kelestarian adat istiadat yang diwariskan nenek moyang kita sejak dahulu kala” Tambah Pangeran Edward Syah Pernong.(*)

Continue Reading

Trending

%d blogger menyukai ini: