Connect with us

Lampung Utara

Waktu Singkat Kerja Cepat, Anggota Polres Lampura Ungkap 20 Kasusnarkoba dengan 24 Tersangka

Avatar

Published

on

Lampung Utara : Keseriusan anggota polisi Lampung Utara dalam memerangi peredaran narkoba di wilayah hukumnya tak perlu diragukan lagu. Tak tanggung-tanggung, dalam kurun waktu 14 hari, terhitung hingga hari ini, Polisi berhasil memecahkan 20 kasus narkoba dengan membekuk 24 tersangka baik itu pengedar maupun penggunanya. Bahkan, diantaranya tersangka ada yang berstatus pelajar, mahasiswa hingga petani.

Kapolres Lampung Utara, Ajun Komisaris Besar Eka Mulyana, S.Ik. mengungkapkan dari 24 tersangka diantaranya 14 pengedar dan 10 orang pengguna. Dengan barang bukti yang diamankan, narkoba jenis sabu sebanyak 8.69 gram, ganja 82,71 gram, ekstasi 2 butir, uang tunai sekitar 847 ribu rupiah dan psikotropika 1 butir.

” 14 pengedar yang kita tangkap ada yang merupakan wajah baru dan wajah lama yang sudah sering keluar masuk penjara (residivis) karena merupakan pekerjaannya,” kata Eka Mulyana dalam press releasenya yang digelar di depan pintu utama Mapolres Lampung Utara, Jalan Tjoekoel Soebroto, Kelapa Tujuh, Sabtu (28/07/2018).

Diteruskan Eka Mulyana, para pelaku rata-rata berprofesi pelajar 2 orang, mahasiswa 3 orang, wiraswasta 8 orang, swasta 5 orang, petani 3 orang, sopir 1 orang, dan buruh 2 orang.

” Untuk kategori anak yang masih dibawah umur ada 2 orang, tetap dilanjutkan proses hukum dengan mengacu kepada undang-undang tahun 2012 tentang sistem peradilan anak,” ucapnya.

Perwira tinggi di Resort Lampung Utara itu juga menegaskan Polisi akan menjerat para pengedar dengan pasal 114 atau 112 no. 35 tahun 2009, dengan ancaman hukuman narkotika minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun. Sedangkan, untuk pengguna diterapkan pasal 112 UU no. 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman minimal dan maksimal 12 tahun dan atau pasal 127 UU no. 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun.

Masih kata Eka Mulyana, Polisi dalam memerangi peredaran narkoba tidak hanya dengan penindakan tapi ada tindakan preventif dengan melakukan sosialisasi bahaya penyalahgunaan narkoba disekolah, pemasangan banner dan lainnya.

” Tidak hanya itu, Polisi juga gencar  sosialisai melalui media penyiaran seperti radio yang kita miliki, radio bhayangkara. Setiap hari, kita sosialisasikan bahayanya narkoba bagi masyarakat khususnya generasi-generasi penerus bangsa,” tukasnya.

Reporter : Alex BW

Editor : Putra

Continue Reading
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Apa Kabar Lampung

TMMD 2019 Pengerjaan Fisik di Batunangkop Mencapai 40 Persen Lebih

Redaksi LT

Published

on

Lampung Utara : Perwira Seksi Teritorial (Pasi Ter)

Kodim 0412/LU, Kapten Inf Harpian Sari menyampaikan bahwa pengerjaan pembangunan fisik dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) 105 di Desa Batunangkop, Kecamatan Sungkai Tengah, sudah mencapai 40 persen.

Pembangunan fisik ini meliputi jalan baru, gorong-gorong, rehabilitasi sarana ibadah, dan saluran drainase.

“ (Pengerjaannya) Ya sudah mencapai‎ lebih dari 40 persen,” katanya, Senin (22/7/2019).

Jelas Harpian, pembangunan fisik yang pengerjaannya telah mencapai 40 persen itu, yakni pembangunan jalan baru sepanjang 2,2 KM dengan lebar 6 meter (41 %), Pemasangan keramik dan Pengecatan gereja GKSBS (40 %), Pembuatan MCK dan tempat wudhu masjid Mambaul Huda ukuran 4 x 5 M (45%), Rehab masjid Al-Istiqomah ukuran 10 x 12 M (44%)‎,

‎Selain itu, terus dia, masih ada pembangunan box culvert (gorong-gorong) berukuran 2 x 6 M (36%), ‎pembangunan gorong-gorong Buis Beton 7 unit (38%), ‎pembangunan talud sepanjang 80 M (10%), Cor plat Ukuran 1×6 (10%).

“ Para prajurit TNI dan pihak lainnya terus bahu-membahu untuk segera menyelesaikannya,” ujarnya.

Menurut Harpian, TMMD 105 melibatkan prajurit TNI dari tiga Matra (AD, AL dan AU) , Polri, Pemerintah, dan masyarakat sekitar.

” Total yang terlibat mencapai 235 orang. 124 prajurit TNI AD, AL dan AU, 10 anggota Polri, 16 orang unsur Pemerintah, dan 85 warga sekitar.

Antusiasme warga cukup tinggi dan semangat gotong royongnya luar biasa, dan ini membuat kami (TNI) bangga,” tukasnya.

Continue Reading

Apa Kabar Lampung

Kadisdik Lampura : Mudah-mudahan DAK 2019 Tidak Dipihak Ketiga kan…?

Redaksi LT

Published

on

Lampung Utara : Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung Utara, Toto Sumedi, mengklaim pelaksanaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Pendidikan Tahun 2019 di Lampung Utara dikerjakan secara swakelola.

” DAK Bidang Pendidikan wajib Swakelola, tidak melalui pihak ketiga,” kata dia, kepada awak media, diruang kerjanya, baru-baru ini.

Disebutkan Toto, pelaksanaan DAK secara Swakelola sudah disosialisasikan ke satuan pendidikan yang menerima bantuan itu. Jadi, tidak dibenarkan jika pelaksanaan DAK nantinya melalui pihak ketiga.

” (Pelaksanaan DAK) Mudah-mudahan tidak ada melalui pihak ketiga. Ikuti petunjuk pelaksanaan dan petunjuk tekhnis (Juklak dan Juknis) tentang pelaksanaan DAK serta Permendikbud nomor 1 tahun 2019. Ikuti ini, jangan menyimpang dari aturan,” ucapnya normatif.

Pelaksanaan DAK tahun 2019, lanjut Dia, juga melibatkan Dinas Pekerjaan umum dan Penataan Ruang (PUPR) sesuai dengan aturan perundang-undangan. Hal ini diperlukan, untuk Harga Perkiraan Sendiri (HPS), Provisional Hand Over ( PHO ) atau serah terima pertama dan Final Hand Over ( FHO ) atau Serah Terima Akhir.

” Terlibatnya Dinas PU sesuai dengan petunjuk tekhnis dalam Permendikbud nomor 1 tahun 2019. Sedangkan perencanaannya, melibatkan Tim Fasilitator,” kata Toto yang pernah menjabat Kadispenda Kabupaten Pesawaran.

Menurutnya, DAK Bidang Pendidikan Lampung Utara tahun 2019 nilainya mencapai Rp. 21 Miliar. Dengan jumlah satuan pendidikan yang menerima DAK itu sebanyak 85 Sekolah dengan rincian Taman Kanak-Kanak (6), Sekolah Dasar (70), Sekolah Menengah Pertama (8) dan Sanggar Kegiatan Belajar (1).

” (21M) ini diperuntukkan pembangunan ruang kelas baru (rkb)+meubelair, rehabilitasi+meubelair dan pengadaan buku melalui e-katalog. Untuk satuan pendidikan nilai DAKnya bervariasi, saya nggak hapal, kalau yang tertinggi ada yang mencapai 500 juta, dan yang terendah 88 juta. Pencairan dilakukan secara bertahap,” ulas Toto.

Ditambahkan dia, penerima DAK bidang pendidikan sesuai berdasarkan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) yang meliputi Sarana/Prasarana, Siswa, dan Pendidik dan Tenaga Pendidikan (PTK). Dapodik adalah sistem pendataan skala nasional yang terpadu, dan merupakan sumber data utama pendidikan nasional, yang merupakan bagian dari Program perancanaan pendidikan nasional dalam mewujudkan insan Indonesia yang Cerdas dan Kompetitif.

” Dapodik ini langsung diverifikasi Kemendikbud, untuk mendapatkan skala prioritas. Dan yang menentukan satuan pendidikan yang menerima DAK adalah dari Kementerian,” imbuhnya.

Disinggung, kapan pelaksanaan DAK Bidang Pendidikan tahun 2019 mulai dikerjakan? Toto mengatakan, pelaksanaan DAK tinggal menunggu MoU satuan pendidikan.

” Insyaallah, pelaksanaan DAK diawal agustus inilah (2019). Tinggal menunggu MoU Satuan Pendidikan yang disusun oleh tim Fasilitator, dan kini sedang ada perbaikan beberapa draf MoU. Secepatnya diselesaikan, lalu, MoU dikirim ke Kemendikbud,” jawabnya.

Reporter : Alex BW
Editor : Red

Continue Reading

Apa Kabar Lampung

Ini Dia Enam Sasaran Fisik TMMD 2019

Redaksi LT

Published

on

Lampung Utara : Enam sasaran fisik dalam program terpadu TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke – 105 tahun 2019 secara marathon tengah dilaksanakan personel TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) bersama warga Desa Batu Nangkop Kecamatan Sungkai Tengah, Lampung Utara. Hari ini, Satgas bersama masyarakat melakukan pemasangan Gorong-gorong Buis Beton yang termasuk dari enam sasaran fisik yang meliputi pembukaan badan jalan sepanjang,  pembuatan box culvert, rehab masjid Al-Istiqomah, pemasangan keramik dan pengecatan gereja GKSBS, serta pembuatan MCK dan tempat wudhu masjid Mambaul Huda.

Perwira Seksi Teritorial (Pasi Ter) Kodim 0412 Lampura, Kapt. Inf. Harpian mendampingi Dandim 0412 Letkol. Inf. Krisna Pribudi menerangkan, pembangunan gorong-gorong buis beton ini diperkirakan sudah mencapai 7 %.

“ (Pembangunan) Pemasangan gorong-gorong buis beton ini sebanyak 7 unit, yang tersebar di beberapa titik. Pengerjaannya kira-kira sudah mencapai 7 persen,” katanya, Minggu (14/7/2019).

Selain pengerjaan gorong-gorong, terus Harpian, nantinya Satgas dan masyarakat akan melakukan pembuatan talud sepanjang 80 meter. Kegiatan TMMD ini, kata Dia,melibatkan 104 personil anggota TNI AD,    10 personil TNI  AL, 10 personil TNI AU, Polri 10 orang, Pemkab Lampura 16 orang, serta masyarakat desa Batu Nangkop sebanyak 50 orang.

” Alhamdulillah, tidak ada hambatan dalam pelaksanaan  kegiatan TMMD. Semoga ini berjalan dengan lancar,” ujarnya.

Reporter : Alex
Editor : Red

Continue Reading

Trending

%d blogger menyukai ini: