Connect with us

Mesuji

Tunaikan Ibadah Haji, Bupati Khamami Gelar Doa Bersama dan Istighosah Bersama

Avatar

Published

on

Mesuji : Tumpah ruah masyarakat ikut mendoakan Bupati Mesuji Khamamik beserta istri yang rencananya akan berangkat ke tanah suci Mekah untuk melaksanakan ibadah haji. Acara doa berrsama yang di gelar di rumah dinas bupati setempat Sabtu malam (28/07/2018) ramai dikunjungi warga dan pejabat setempat.
Selain membacakan doa selamat, para tokoh masyarakat, kiyai dan ulama juga melakukan istighotsah mendoakan Bupati Mesuji dan Ibu. Agar dalam melaksanakan ibadah haji senantiasa diberikan kesehatan. Kelancaran dan kemudahan. Dan istikomah dalam beribadah haji dan kembali lagi ke kabupaten Mesuji dengan selamat menjadi haji Mabrur dan Mabruroh dan dapat melaksanakan tugas kembali bersama rakyat dan masyarakat kabupaten Mesuji
Dalam sambutannya Bupati Mesuji menyampaikan terimakasih kepada para jama,ah walimatussafar sekaligus menyampaikan permohonan permohonan ma,af atas keterlambatannya menemui Jama,ah walimatussafar, karena seharian penuh hari sabtu tetap bekerja memberikan pelayanan kepada masyarakat dan mengatasi masalah masyarakat, tidak ada hari libur kecuali tidur.Kerja kerja kerja.”kata bupati Mesuji.
Selain itu Bupati Khamamik meminta kepada kepala OPD selama melaksanakan ibadah haji agar bekerja lebih giat lagi. Orang nomor satu di kabupaten berjuluk Say Bumi Serasan Segawe ini mengaku ibadah haji yang ia lakukan selain sebagai salah satu kewajiban umat Islam, ia mengaku ini merupakan salah satu bentuk kewajiban nazar dari Ibu Hajah Elviana Khamami. Istri Bupati, yang pernah bernazar jika terpilih kembali menjadi Bupati Mesuji akan melaksanakan Ibadah Haji.”ujarnya
Sesuai rencana Bupati akan brangkat tgl 6 Agustus setelah mengambil apel besar dihalaman pemda Mesuji. Langsung akan menuju Jakarta. Dan tanggal 7 akan terbang keMekkah. Kurang lebih selama satu bulan Bupati akan melaksanakan Ibadah Haji.
Reporter : Dedi
Editor : Putra

Continue Reading
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Apa Kabar Lampung

Korban Penganiayaan Di Mesuji Lapor Polisi

Redaksi LT

Published

on

MESUJI : Akhirnya Penjabat (Pj) Kepala Desa Tirtalaga Hendra Kurniawan.S.Kom., dan Wartawan salah satu media harian di Mesuji Nara Sukarna yang menjadi korban pengeroyokan dan pemukulan oleh sejumlah orang tak dikenal (OTK) pada Rabu (01/05) malam sekitar pukul 20.00 wib kemarin, resmi melaporkan tindak pidana penganiayaan yang dialaminya ke Mapolsek Tanjung Raya. Dengan dasar bukti Laporan Polisi Nomor : LP/146-B/V/2019/Polda Lampung/Res Mesuji/Sek TJ Raya tanggal 01 mei 2019.

Hendra mengatakan, tindakan para pelaku sudah sangat kelewatan dan tidak bisa dibiarkan begitu saja. Sebab, meski sudah mengetahui bahwa dirinya adalah Pj Kades Tirtalaga, namun para pelaku yang belakangan diketahui merupakan warga Desa Sumber Makmur (SP12), Kecamatan Mesuji tetap saja secara brutal menyerang dirinya dan nara.

“Ini sudah keterlaluan dan tidak bisa dibiarkan, saya berharap kepada pihak kepolisian agar para pelaku itu segera diproses sesuai hukum yang berlaku. Sebab, ini menyangkut wibawa pemerintah, jika seorang aparatur desa saja sudah tidak dihargai, apalagi yang lain,”kata Hendra.

Sementara Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Mesuji Alzoni menegaskan, pihaknya berharap kepada pihak kepolisian untuk mengusut tuntas permasalahan ini. Terlebih berdasarkan saksi dan bukti yang ada semua sudah memenuhi unsur pidananya. Artinya, ini sudah merupakan tindakan melawan hukum dan ada konsekuensinya.

“Kami serahkan permasalahan ini sepenuhnya dengan pihak kepolisian, dan kami yakin polisi akan bertindak cepat menyikapi hal ini. Jadi saya himbau kepada semua kawan-kawan wartawan di Mesuji baik yang tergabung di PWI maupun organisasi lain yang ada di Mesuji, karena ini sudah menyangkut profesi kita semua sebagai jurnalis dan masyarakat yang taat hukum harus menghormati proses hukum yang berjalan, kita biarkan polisi bekerja dan kita tunggu hasilnya,” tegasnya.

Terpisah, Kapolsek Tanjung Raya, IPTU. Muhammad Ataka, mendampingi Kapolres Mesuji AKBP. Edie Purnomo.S. IK., saat dikonfirmasi wartawan membenarkan adanya laporan korban pengeroyokan dan pemukulan OTD atas nama Hendra Kurniawan yang juga menjabat sebagai Pj.Kades Tirtalaga, Kecamatan Mesuji.

Pihaknya memastikan akan segera menindaklanjuti kasus ini dan segera menangkap pelakunya. “Proses hukum tetap kami jalankan, korban sudah datang ke Mapolsek Tanjung Raya semalam untuk melaporkan di duga penganiayaan atau pengeroyokan.

Saksi-saksi sudah kami periksa dan Puskesmas Tanjung Mas Rejo sudah diminta hasil visum nya dan pagi ini tadi kami turunkan tim untuk lakukan olah TKP,”kata Kapolsek melalui pesan WhatsAppnya, Kamis(02/04).

Ataka juga meminta agar korban bersabar, karena menurut dia, setiap permasalahan pasti ada sebab akibat, dan setiap hal tidak bisa dikerjakan secara instan dan butuh proses.

“Maka dari itu, malam ini akan kami kirim surat panggilan terhadap terduga pelaku atau saksi-saksi yang netral untuk kami mintai keterangannya. Dan jika terbukti dan merupakan suatu tindak pidana maka akan kami lakukan upaya paksa demi penegakan hukum,”tandasnya.

Reporter : Erwan EP
Editor : Red

Continue Reading

Apa Kabar Lampung

Pj. Kades Tirtalaga dan Salah Satu Wartawan Media Harian Dianiaya Orang Tak Dikenal

Redaksi LT

Published

on

MESUJI-Hendra Kurniawan (37)  Penjabat (Pj) Kepala desa (Kades) Tirtalaga Kecamatan Mesuji dan Nara Sukarna (32) Wartawan harian Translampung di keroyok dan dianiaya oleh orang yang tidak dikenal  didesa Tirtalaga rabu (01/05) sekira pukul 20.30 wib.

Menurut Hendra Kejadian bermula saat rombongan pelaku  lewat dan menyerempet mobil Hendra yang sedang diparkir dipinggir jalan,saat dihentikan para pelaku yang berjumlah 4 orang tanpa banyak bicara langsung menyerang dengan membabi buta,sambil diantara pelaku menyoroti muka korban.

“Kejadiannya begitu cepat karena posisi kami diserang dengan membabi buta dan muka kami disorot dengan senter jadi kami saat diserang tidak bisa membalas hanya menangkis dan mengelak tanpa memberikan perlawanan.Sebab saya takut mereka membawa sajam atau  yang lainnya,” jelas Hendra saat akan membuat laporan di Polsek Tanjung Raya rabu malam sekitat pukul 23.00 wib.

Hendra menjelaskan bahwa kejadian tersebut sedikit reda saat ada warga yang diketahui bernama M.Yusuf yang mengetahui dan berusaha melerai dan mengatakan bahwa Hendra kades Tirtalaga dan Nara adalah seoirang Wartawan namun upaya pak Yusuf tidak digubrisnya.

Mengetahui Hendra sudah masuk ke Primer (saluran Air) para pelaku berbalik akan menyerang Nara.

“Iya Pak Yusuf yang berusaha melerai sambil mengatakan ‘jangan itu kepala desa Tirtalaga,Kami gak ada urusan,kata para pelaku dan saat pak Yusuf menunjuk ke Nara sambil berkata jangan itu  Wartawan,  kami gak ada urusan sama Wartawan dan hukum,” terang Hendra menirukan kalimat para pelaku sebelum mereka pergi.

Sedangkan menurut Nara,dia dan Hendra sedang istirahat  tak lama para pelaku lewat dengan membawa mobil Pic-up tanpa lampu yang bermuatan gabah dan sengaja menyerempet mobil hendra yang sedang diparkir.Tetapi saat kita kejar dan hentikan mereka langsung menyerang kita dengan Brutal.

“Yang jelas kita tidak melawan hanya berusaha menangkis dan mengelak dan yang kita sayangkan mereka udh dikasih tau itu kades tapi semakin brutal, dikasih tau jangan itu wartawan mereka bilang gak ada urusan kami tidak takut sama hukum,” kata Nara.

Terkait penganiayaan yang sudah dilakukan oleh para pelaku kepala dinas PMD Kabupaten Mesuji mengecam keras perbuatan para pelaku dan meminta kepada pihak kepolisian segera menangkap para pelaku agar kejadian seperti ini tidak terulang kepada kades-kades lain.

“Iya kepala desa itu pelayan masyrakat dan Hendra ditunjuk sebagai pj kepala desa untuk mengisi kekosongan Kepala desa tirtalaga.Yang jelas para pelaku harus harus segera ditangkap dan mempertanggunjawabkan perbuatan mereka,” harapnya.

Sementara itu Ketua PWI Kabupaten Mesuji Alzoni yang mendapingi Hendra dan Nara Sukarna memberikan laporan ke Polsek Tanjung Raya mengatakan para pelaku harus segera ditangkap  karena ini kasusnya pidana.

“Ya kita mengutuk perbuatan para pelaku yang sudah mengeroyok kades Tirtalaga dan salah satu anggota PWI ,dan para pelaku harus segera ditangkap,” tukasnya.

Sampai berita ini diturunkan Hendra Dan Nara masih memberikan keterangan di polsek Tanjung raya yang didampingi Kadis PMD sekertaris dan tiga Kabid  di PMD. Ketua PWi dan beberapa anggota Pwi Lainnya.

Reporter : Erwan EP
Editor : Red

Continue Reading

Apa Kabar Lampung

DPRD Mesuji Respon Dampak Banjir di Margo Rahayu

Redaksi LT

Published

on

Mesuji : Terkait banjir yang melanda desa Margo Rahayu Kecamatan Simpang Pematang Kabupaten Mesuji  dan merendam 150 Ha lahan perkebunan masyrakat akibat pembangunan jalan tol ruas Terbanggi besar Lampung tengah  -Pematang Panggang  Ogan Komering Ilir (Ok) Sumatera selatan (Sumsel), Dprd kabupaten Mesuji merespon  cepat  dengan turun langsung ke lokasi yang terdampak banjir Jumat (12/04/2019).

Menurut Supriyanto SE ,terkait keluhan masyarakat Yang terdampak banjir yang  diakibatkan oleh pembangunan jalan tol didesa Margo Rahayu Dprd sangat prihatin dan telah berkoordinasi dengan camat agar melaporkan  ke  Plt bupati Mesuji untuk segera membantu masyarakat  Yang rumah dan kebun mereka terdampak banjir.

Selanjutnya dprd akan berkoordinasi dengan  Bupati untuk memanggil pihak kontraktor agar dapat  mencari solusi agar aliran sungai yang terhalangi oleh badan jalan tol dapat mengalir kembali dengan normal.

“Ya kemarin kita bersama temen-temen dari Dprd yaitu Bu Haryati Candralela dan pak Suyadi  sudah turun  memgecek langsung ke  lokasi yang terdampak banjir di di desa Margo Rahayu dan mencari tau sebab dan akibat dari banjir didesa Margo Rahayu ” jelas Supriyanto saat dihubungi melalui What Aps pribadinya Sabtu (13/04/2019).

Diketahui Proyek jalan tol di ruas Terbanggibesar-Pematang Panggang, yang melintasi Kabupaten Mesuji, menyebabkan 150 hektare lahan perkebunan masyarakat selalu kebanjiran. Hasil sawah, karet, dan sawit di Desa Margo Rahayu, Kecamatan Simpang Pematang, sulit didapat bahkan gagal panen. Sebab utama jalan tol yang menutupi aliran sungai ke seberang dan tidak ada saluran alternatif air.

Banjir selalu terjadi sejak sebulan terakhir, sementara pihak kontraktor tetap melanjutkan pekerjaannya. Letak jalan tol yang lebih tinggi daripada perkebunan dan akibatnya saluran air tertahan.

“Kami minta PT Waskita membuat saluran air baru agar aliran sungai bisa lancar. Kalau banjir terus hasil panen susah kami bawa dari kebun,” kata Didi, warga Margo Rahayu, Jumat, (12/04/2019)

Anggota DPRD dari Daerah Pemilihan V terdiri Hariati Candralela, Suyadi, dan Supriyanto, meninjau lokasi yang dikeluhkan warga tersebut.

Supriyanto sebagai Ketua Tim Reses DPRD Mesuji Dapil 5 Simpang Pematang-Pancajaya, berjanji meneruskan masalah itu kepada bupati agar dicarikan jalan keluarnya. “Kami juga akan minta pihak kontraktor supaya banjir tidak terjadi lagi di kebun warga,” katanya.

Continue Reading

Trending

%d blogger menyukai ini: