Connect with us

Tulang Bawang Barat

Pemkab Tubaba Berhasil Raih Predikat Opini WTP Ketujuh Dari BPK-RI

Avatar

Published

on

Panaragan : Pemerintah Daerah Kabupaten Tulang bawang Barat (Tubaba) berhasil mempertahankan predikat Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Republik Indonesia atas laporan keuangan Pemkab tubaba sejak 2011 hingga 2017.

Keberhasilan Pemkab Tubaba dalam menyusun dan menyajikan laporan keuangan tahun 2017 melalui Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dan mendapatkan penghargaan WTP kali ke-tujuh kalinya oleh Kepala BPK RI Perwakilan Lampung Sunarto, Kepada Wakil Bupati Tulangbawang Barat, Fauzi Hasan, di Auditorium Kantor Badan Pemeriksa Keuangan, di Bandarlampung,(28/05/2018) lalu.

Raihan Predikat WTP ini merupakan kali ke tujuh secara berturut-turut yang diraih pemerintah kabupaten tubaba dari hasil BPK RI perwakilan Lampung yang diterima pemkab tubaba didampingi wakil bupati tubaba Fauzi hasan dan wakil ketua II DPRD tubaba ponco nugroho yang menghadiri pada saat menerima penghargaan WTP.

Kepala Badan BPKAD kabupaten tulang bawang barat Mirza Irawan di dampingi sekertaris Ainuddin salam mengatakan,Peraihan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) tahun 2017 yang diberikan kepada Pemerintah Kabupaten Tubaba, merupakan kerja Keras atas penyusunan laporan hasil keuangan kabupaten tubaba sekaligus semangat untuk meraih predikat WTP ini sudah dilakukan sejak Kabupaten sejak tahun 2011 lalu hingga sekarang tahun 2017.sesuai amanat Bupati Umar Ahmad, SP. Predikat WTP adalah suatu keharusan yang wajib di pertahankan.

Ainudin menambahkan atas diraihnya penghargaan WTP merupakan salah satu indikator pelaksanaan administrasi pemerintahan yang baik, Ada tiga indikator yakni, perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan. “Kuncinya di situ. Diraihnya WTP patut kita syukuri dan dapat dijadikan tradisi untuk lebih baik lagi ke depannya dalam hal pengelolaan anggaran dan pertanggung jawabannya keuangan.pungkasnya.(ADV)

Continue Reading
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Apa Kabar Lampung

Mengatasnamakan Tokoh Adat, Agus Subagio Ngotot Minta Nama Tol Menggala di Rubah Jadi Penumangan

Redaksi LT

Published

on

Tulangbawang Barat : Pemerintah Kabupaten Tulangbawang Barat juga menegaskan agar pengelola Pintu Tol agar merubah nama Gerbang Tol Menggala menjadi Gerbang Tol Penumangan.

Hal itu diungkapkan Agus Subagio, Asisten I Setdakab Tubaba menanggapi protes Tokoh Adat, Pemuda dan juga Ketua DPRD Tubaba terkait pemberian nama Gerbang Tol Menggala yang letak teritorialnya berada dalam wilayah Kabupaten Tubaba.

” Biasanya ditempat lain (Gerbang Tol) diberi nama sesuai dengan tempatnya,”ungkapnya saat dimintai keterangan di sekitar Gedung Pemda Tubaba, Senin (13/5/2019).

Agus mencontohkan, disejumlah gerbang tol seperti Gerbang Tol Bakauheni, Gerbang Tol Terbanggi Besar, dan Gerbang Tol lainnya yang diberikan nama sesuai dengan tempat dimana Gerbang Tol tersebut dibangun.

“Gerbang tol Tegineneng Timur dan Barat itu karena sesuai dengan tempatnya,”jelas dia.

Menurut Asisten I, pihak pengelola hingga saat ini memang belum pernah melakukan koordinasi terkait pemberian nama Gerbang Tol tersebut, dan diakuinya memang tidak ada ranah ke arah tersebut.

“Namun, kami menyarankan agar pengelola untuk merubahnya sesuai dengan tempatnya, karena sudah jelas itu masuk wilayah Kabupaten Tubaba tepatnya di Tiyuh Penumangan bukan wilayah Menggala Kabupaten Tulangbawang,”tegasnya.

Disinggung mengenai upaya Pemkab Tubaba dalam menyikapi persoalan tersebut yakni dengan menyurati atau mengundang pengelola dengan para tokoh untuk melakukan musyawarah dalam merubah nama Gerbang Tol tersebut, Agus Subagio mengatakan bahwa dirinya akan berkoordinasi dengan Bupati Tubaba Hi. Umar Ahmad terlebih dahulu.

“Sikap kita ya jelas seharusnya dirubah nama Gerbang Tol itu, kalau untuk menyurati pengelola atau mengundang mereka ya nanti kami koordinasikan dengan pimpinan terlebih dahulu,”tukas Agus.

Reporter : Jonsi
Editor : Red

Continue Reading

Apa Kabar Lampung

Aris Sutopo Kelarifikasi Dugaan Penggepan Hand Tractor

Redaksi LT

Published

on

Tulangbawang Barat : Terkait dengan pemberitaan dugaan penggelapan hand traktor dan rangkap jabatan, Aris Sutopo menyampaikan hak jawab nya dengan cara klarifikasi di kantor wartawan atau Forum Wartawan Media Harian Tulangbawang Barat Bersatu (FW-MHTB), Kamis (28/02/2019).

“Memang benar saya adalah salah satu pengurus kelompok tani, yang mendapatkan bantuan pertanian berupa hand traktor di akhir tahun 2018, kemudian mohon maaf, memang betul hand traktor tersebut belum kami operasikan tetapi sudah pernah kami coba dengan pemilik hand traktor lainnya ternyata alat nya tidak cocok. Akhirnya kami inisiatif dari kawan-kawan kelompok tani untuk mengumpulkan dana karena biayanya cukup mahal, sudah kami cek di Mulya Asri dan total nya 4juta lebih,” Ungkap Aris.

Kembali dijelaskannya, untuk keberadaan hand traktor tersebut sekarang masih ada dan di tempatkan di kediaman calon operator kelompok tani mereka yang bernama Sutrisno, “Sutrisno tersebut adalah keponakan pak Sutari salah satu pengurus kelompok tani juga yang biasa ikut membajak lahan,”jelasnya.

Lalu mengenai konten Rangkap Jabatan tersebut Aris Sutopo juga mengakuinya, namun hal itu bukan kemauan Aris sendiri melainkan jabatan tersebut dirinya ditunjuk langsung oleh Kepala Tiyuh Penumangan Baru untuk menjadi Juru Tulis di Tiyuh tersebut dan untuk jabatan kepala sekolah dirinya juga di tunjuk langsung oleh mantan kepala sekolah SMP Bina Desa yang mengundurkan diri dari jabatan kepala sekolah namun tetap menjadi guru di SMP Bina Desa, dan sampai saat ini ia masih berstatus honorer (Bukan PNS).

“Contohnya di Tiyuh Penumangan Baru, kami di tunjuk langsung yang menurutnya saya ini dianggap mampu ya artinya apa insyaallah saya berusaha untuk mampu membantu dari pada kepalo Tiyuh. Lalu di Sekolah saya ini guru biasa yang selama dua tahun belakangan ini menggantikan posisi kepala sekolah yang lama itupun ditunjuk, karena kepala sekolah yang lama mengundurkan diri tetapi masih aktif mengajar,” Tuturnya.

Pada saat itu juga Aris Sutopo sempat melepaskan salah satu jabatannya dengan menghadap Kepala Tiyuh untuk memilih salah satu jabatan yang sesuai dengan Besic nya yaitu di bidang pendidikan, namun pengajuan itu di tolak lantaran dirinya harus mendampingi Kepalo Tiyuh.

Ditempat yang sama, dirinya mengaku belum seberapa memahami tentang konten Rangkap Jabatan, namun kembali ditegaskan nya bahwa kedua jabatan tersebut bukan kemauan dirinya sendiri melainkan dirinya ditunjuk untuk memegang jabatan tersebut, Tukasnya. 

Continue Reading

Apa Kabar Lampung

Kunker ke RJT, Bupati Winarti Beri Bantuan Anak Yatim dan Masjid

Redaksi LT

Published

on

Tulangbawang : Kunjungan kerja Bupati Tulangbawang Winarti ke Bumi Dipasena Utama disambut meriah oleh ratusan warga setempat. Rabu (20/2/2019).

Dalam kunjungan tersebut Bupati Winarti didampingi beberapa pejabat Pemkab Tulangbawang diantaranya, Kepala Dinas PUPR, Kepala Dinas PPPA, assisten dan beberapa pejabat lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Winarti mengatakan, kunjungan kerjanya ke Bumi Dipasena Utama, meminta agar masyarakat tetap semangat menjaga kekompakan dan gotong royong.

Selain itu Winarti juga meminta kepada masyarakat yang terkena musibah puting beliung untuk bersabar dan Pemkab Tulangbawang siap membantu.

Usai memberi sambutan, Bupati Tulangbawang Winarti secara sbolis memberikan bantuan beras 10 kilo dan memberikan bantuan masjid sebesar Rp.20 Juta.

Reporter : Arek
Editor : Red

Continue Reading

Trending

%d blogger menyukai ini: