Connect with us

Lampung Utara

Kejari Hentikan Penyidikan Kasus Bimtek 232 Desa di Lampura

Published

on

Lampung Utara : Kejaksaan Negeri Lampung Utara menghentikan penyelidikan dugaan kasus penyalahgunaan Kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) untuk 232 Desa di Lampung Utara yang di gelar di Hotel Novotel pada tahun 2017.

Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Lampung Utara, Dicky Zaharudin, yang menangani perkara dugaan penyalahgunaan Bimtek 2017, mengatakan, penyelidikan dugaan penyalahgunaan Bimtek untuk 232 Desa di Lampung Utara, untuk sementara ini dihentikan, dikarenakan tidak ditemukannya bukti-bukti yang bisa ditingkatkan dalam perkara itu.

” Kita hentikan sementara penyelidikan ini (dugaan penyalahgunaan Bimtek 2017. Kita sudah lihat bukti pertanggung jawaban Desanya. Bahkan, Kegiatan Bimtek diselenggarakan atas kesepakatan bersama, yang telah dimusyawarahkan antara Apdesi dan pemohon penyedia jasa (Event Organizer). Atas dasar ini, kita hentikan dulu penyelidikannya,” Kata Dicky Zaharudin, Jum’at (3/8/2017), usai gelar pisah sambut jabatan Kasi Intelijen Kejari Lampung Utara, ke pejabat baru Hafiezd, SH. MH. Dicky sendiri mendapatkan promosi jabatan dengan menempati posisi Kasi Barang Bukti di Kejaksaan Negeri Batam.

Tapi, lanjutnya, tidak serta merta perkara itu langsung dihentikan, karena ini sifatnya sementara, jika memang ada bukti-bukti, tentu bisa di buka kembali.

” Waktu penyelidikan perkara dugaan penyalahgunaan Bimtek 2017 berakhir pada juni kemarin, maka ini kita hentikan sementara dulu. Tetapi, jika memang nantinya ada bukti-bukti baru, kasus ini bisa dibuka kembali,” tandasnya.

” Dalam kasus ini, kita (Kejaksaan) sudah memeriksa Kepala Dinas PMD (Wahab), pejabat-pejabat PMD Lainnya, Apdesi Kabupaten, Apdesi Kecamatan dan pihak penyelenggara (Nanang),” imbuhnya.

Sebelumnya, pihak penyelenggara kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) untuk 232 desa di hotel novotel Bandar Lampung pada tahun 2017, Nanang, kembali memenuhi panggilan Kejaksaan Negeri Lampung Utara, Rabu (18/4/2018) lalu.

Terpantau, Nanang selaku pihak Even Organized (EO) kegiatan Bimtek Kades se Lampung Utara itu diketahui masuk di gedung Kejaksaan Negeri sekira pukul 10.00 WIB.

Mengenakan kemeja merah lengan pendek dengan memanggul sebuah tas berwarna hitam, Nanang menjalani serangkaian pemeriksaan di bagian Intelijen Kejaksaan Negeri Lampung Utara.

Tak tanggung-tanggung, pemeriksaan memakan waktu hampir 10 jam lamanya. Ini terlihat,
Sekitar pukul 20.10 WIB, Nanang baru keluar dari ruang pemeriksaan di bagian Intelijen Kejaksaan. Dengan tergopoh-gopoh, Nanang langsung setengah berlari menghindari awak media.Tidak ada satu patah pun yang keluar dari mulut Nanang, meski dicecar berbagai pertanyaan. Nanang langung kabur menaiki mobil toyota avanza warna hitam yang memang sudah menunggunya.

Terungkap, di Kabupaten Lampung Utara ada 232 desa yang ikut dalam kegiatan Bimtek yang berlangsung sejak tanggal 30 November hingga 2 Desember 2017 itu dilaksanakan di salah satu hotel berbintang di kota Bandar Lampung.

Diketahui, setiap desa dikenakan biaya Rp10 juta yang dikoordinir oleh Apdesi dan diserahkan pada pihak penyelenggara. Yang awalnya kegiatan tersebut akan dilaksanakan di Lombok. Karena tidak jadi dilaksanakan di Lombok, maka dari dana Rp10 juta itu dikembalikan ke masing-masing desa sebesar Rp1,3 juta (Satu juta tiga ratus ribu rupiah).

Dari anggaran Rp8,7 juta perdesa itu lah yang dipergunakan untuk menyelenggarakan bimtek dalam tiga gelombang tersebut, Ikut dalam gelombang pertama untuk para kades, kedua untuk Kaur Perencanaan dan ketiga untuk Kaur Keuangan.

Reporter : Alex BeWe
Editor : Putra

Continue Reading
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Apa Kabar Lampung

PAW DPRD Lampura, Tarsono Gantikan Guntur Laksana

Redaksi LT

Published

on

Lampung Utara : Tarsono akhirnya resmi menggantikan posisi Guntur Laksana sebagai anggota DPRD Lampura periode 2014-2019. Tarsono sendiri merupakan kader Partai Nasdem Lampung Utara.

‎Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah Tarsono dilakukan oleh Wakil Ketua I, Nurdin Habim dalam‎ sidang paripurna DPRD Lampung Utara di gedung DPRD, Senin (18/2/2019) sekitar puku 10.30 WIB.

Diketahui, Partai Nasdem Lampung Utara melakukan Pergantian Antar Waktu (PAW) terhadap Guntur Laksana, lantaran yang bersangkutan tidak lagi menjadi kader Partai Nasdem. Guntur diketahui kembali ikut dalam Pemilihan Legislatif pada April mendatang melalui Partai ‎Perindo.

“Selamat kepada pak Tarsono. Semoga dapat mengemban amanah dengan baik,” kata Nurdin Habim dalam sidang paripurna.

‎Mengingat pentingnya tugas pokok dan fungsi lembaga legislatif, ia menyarankan Tarsono segera beradaptasi dan mempelajari pelbagai peraturan yang berkaitan dengan tupoksi DPRD.

“Kepada pak Guntur‎, terima kasih atas semua dedikasinya selama ini,” tambah Nurdin.

Asisten I Sekretaris Kabupaten‎, Yuzar yang mewakili Bupati Agung Ilmu Mangkunegara, berharap, kinerja DPRD Lampura akan semakin lebih baik dengan kehadiran Tarsono.

“Kami juga ucapkan terima kasih atas pengabdian dan kerja keras Pak Guntur Laksana,” katanya.

Reporter : Alex BW
Editor : Red

Continue Reading

Apa Kabar Lampung

Sekda Lampura : Semua Randis Pemkab Lampura OK

Redaksi LT

Published

on

Lampung Utara : Penjabat Sekretaris Daerah Lampung Utara, Sofyan, lakukan pengecekan sejumlah kendaraan dinas roda empat, di pelataran parkir Stadion Sukung, Kotabumi, Jumat (15/2/2019).

Pengecekan kendaraan dinas ini turut didampingi para pejabat pemerintahan Lampung Utara, diantaranya, Kepala BPKAD, Desyadi, Kepala Satpol PP, Firmansyah, Kepala Bidang Aset BPKAD, Riskal, Kepala Bagian Hukum, Hendri dan lainnya.

“ Dari total 84 kendaraan yang akan dicek hari ini, hanya ada 50 kendaraan dinas,” terang Sofyan usai melakukan pengecekan beberapa kendaraan dinas.

Sofyan mengklaim, berdasarkan pengecekan yang dilakukan, kondisi seluruh kendaraan dinas dinyatakan cukup baik. ” Alhamdulillah, (kendaraan dinas) semuanya baik,” katanya.

Lalu, ketika disinggung keberadaan lima mobil dinas wakil bupati ? Sofyan menjelaskan, yang terlihat dari kelima mobil itu, hanya mobil Toyota Fortuner plat BE 1009 JZ yang nampak.

” Untuk keempat mobil dinas Wabup lainnya, kemungkinan senin lusa bisa dihadirkan dan dilakukan pengecekan,” tandasnya.

Reporter : Alex BW
Editor : Red

Continue Reading

Apa Kabar Lampung

Dana Ratusan Juta Disdukcapil Lampura Masih Misteri

Redaksi LT

Published

on

Lampung Utara : Penyelenggaraan promosi pembangunan‎ Dinas Administrasi Kependudukan dan Catatan Sipil tahun 2017 ‎lalu menelan dana hingga ratusan juta rupiah.

Tentu, dana ini cukuplah fantastis untuk kegiatan yang sifatnya hanya promosi.
Lalu, kemana sajakah dana itu mengalir.

Dugaan penggembosan keuangan negara pun menyeruak di Dinas Administrasi Kependudukan dan Catatan Sipil (Admindukcapil) Lampung Utara.

Besarnya anggaran yang dihabiskan dalam program yang sifatnya hanya promosi juga ada dalam program Sosialisasi Peraturan Daerah Tentang Kebijakan Kependudukan dan Catatan Sipil dan program publikasi kebijakan administrasi kependudukan dan catatan sipil tahun 2017.

Hal ini pun, menambah daftar panjang kegiatan-kegiatan di Admindukcapil Lampung Utara yang diduga bermasalah.

Kepala Dinas Admindukcapil Lampung Utara, Maspardan, yang baru saja dilantik menjadi orang nomor satu di Admindukcapil, belum bisa menjelaskan secara rinci untuk apa saja anggaran dalam program itu digelontorkan.

“Saya belum bisa menjawab soal kegiatan itu. Saya sendiri baru efektif bekerja pekan ini. Jadi, ya belum dapat laporan dari Sekretaris,” kata dia, di ruang kerjanya, Selasa (12/2/2019).

‎Maspardan langsung menyarankan untuk menemui pejabat sebelumnya, Plt. Kepala Dinas Admindukcapil, yang dijabat Sekretaris Dinas Admindukcapil.

Ia beralasan, para pejabat lamalah yang lebih mengerti detil program yang telah dijalankan. Dengan demikian, informasi yang didapat akan benar – benar akurat sehingga tidak terjadi kesalahan informasi.

” Saya rasa yang lebih tahu, mungkin langsung ke yang bersangkutan (Sekretaris). Tapi, beliau saat ini sedang ijin karena kepentingan keluarga,” ucapnya.

Saat disinggung, kebijakan apa yang akan diambilnya jika seandainya ditemukan adanya dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan program tersebut, mantan Camat Muarasungkai itu belum mau bicara ke arah tersebut.

” Kita enggak bisa katakan menyimpang kalau belum ada indikasi ke arah itu,” tandasnya.

Reporter : Alex BW
Editor : Red

Continue Reading

Trending

%d blogger menyukai ini: