Connect with us

Mesuji

Lawan Polisi Pakai Badik Begal di Mesuji Ini Dihadiahi Timah Panas

Avatar

Published

on

Mesuji : Aksi nekat melawan petugas yang dilakukan pelaku pencurian motor dengan sebilah badik berujung pelaku dilumpuhkan oleh timah panas pada bagian kaki kanan, hasil pengembangan pelaku mengakui telah melakukan pencurian dengan kekerasan TKP Desa Mekarsari Kecamatan Tanjungraya, Kabupaten Mesuji beberapa waktu lalu.

Kasat Reskrim Polres Mesuji AKP Dennis menfatakan, Barang bukti yang berhasil diamankan petugas yakni satu unit sepeda motor Yamaha Jupiter MX warna hitam tanpa nopol, serta satu bilah pisau badik. Kasus ini masih terus kami kembangkan.

“Saat ini pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Mapolres Mesuji untuk ditindak lanjuti.Pelaku diketahui bernama Dersi Saputra(20) Alias Khodir Bin Safe’i warga kelahiran Kayuagung,yang bertempat tinggal di Desa Simpangpematang RK4,”Katanya Rabu (08/08/2018).

Adapun penangkapan pelaku berlangsung sekira pukul 21.00 WIB Tim Tekab 308 Polres Mesuji gabungan dengan Polsek Simpangpematang berhasil menangkap terduga satu pelaku Curas di Jalintim Desa Bujukagung, Kecamatan Banjarmargo,Kabupaten Tulangbawang.

“Saat penangkapan, pelaku melawan dengan cara mengeluarkan sebilah sajam jenis badik dari pinggang pelaku lalu hendak menyerang ke arah petugas, karena keselamatan petugas terancam, terpaksa anggota memberikan tindakan tegas terukur pada bagian kaki kanan bagian betis pelaku,”Terangnya.

Kemudian, Lanjut Dennis,Pelaku ditangkap berdasarkan LP/282/VII/2018, tanggal 26 juli 2018 TKP Desa Budiaji, LP/298/VIII/2018 tanggal 04 Agustus 2018 TKP Desa Simpangpematang, LP/300/VIII/2018, tanggal 05 Agustus 2018 TKP Desa Simpangpematang,LP/305/VIII/2018, tanggal 07 Agustus 2018
TKP Desa Simpangpematang.

Terpisah, Kapolres Mesuji AKBP Edi Purnomo saat diruang kerjanya, mengimbau kepada masyarakat agar senantiasa bersama menjaga Kamtibmas di Desa masing-masing dan tingkatkan ronda malam.

“Saya mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Mesuji untuk bersama menjaga Kamtibmas dan tingkatkan lagi ronda malam. Apabila terjadi tindak kriminal di Desa masing-masing, dimohon bila pelaku bisa ditangkap warga, jangan dihakimi sendiri, segera serahkan ke Polisi, dan bila ada terjadi kejadian yang segera laporkan ke kami, jangan segan-segan, kami siap melayani masyarakat secara maksimal, memang itulah tugas kami,”Ungkapnya.

Reporter : Dedi
Editor : Putra

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Apa Kabar Lampung

Natal Berdarah, Bentrok Antar Warga di Mesuji KembaliTerjadi

Redaksi LT

Published

on

Mesuji : Lagi-lagi keributan terjadi di kawasan Register 45 yang selalu menggegerkan nama baik Kabupaten Mesuji makin buruk di mata dunia publik, keributan kali ini terjadi di kawasan register 45 Karya Tani, diduga dipicuh dari kelompok Wayan Ana CS.

Lalu Kapolres AKBP Alim membenarkan, Iya betul, kejadian tadi Pagi, korban Wayan Ana yang mengklaim tanah register 45 yang sudah didirikan Masjid, gereja dan pura, kata AKBP Alim dengan singkat membalas pesan melalui WhatsApp.

Krew media menggali informasi di tempat kejadin perkara keributan setelah dapat kebenaran dari Kapolres Mesuji AKBP Alim dari salah satu warga sekitar kejadian yang enggan ditulis namanya mengatakan, keributan kali ini diduga dipicuh dari kelompok Wayan Ana CS yang sesuka hati mengklaim lahan milik warga Karya Tani.

Keributan terjadi pada hari Selasa 24 Desember 2019 sekitar pukul 08:20 WIB tadi mas, atas keributan antar kolompok Wayan Ana CS dengan Kelompok Karya Tani mengakibatkan satu rumah rusak berat serta satu warga mengalami luka dibagian kepala akibat benda tajam dan yang terluka itu adalah Wayan Ana, ujar salah satu warga sekitar tempat kejadian.

Informasi yang berhasil dihimpun krew media dilapangan, penyerbuan tersebut diduga dipicu perbuatan Wayan Ana Cs yang kerap meresahkan petani. Pasalnya yang bersangkutan tersebut telah menyetop proses pembajakan lahan Fasum Desa yang dikerjakan warga Kelompok Karya Tani KHP Register 45 SBM, lanjutnya.

Masih kata salah satu warga sekitar yang enggan disebutkan namanya. Akhirnya massa yang berjumlah sekitar 200 orang berbekal senjata tajam dan kayu menyatroni kediaman Wayan Ana Cs, sementara pada Sabtu 21 Desember 2019 sebelum penyerbuan, massa sudah menggelar musyawarah antara warga Karya Tani dan kelompok Wayan Ana Cs terkait dengan klaim lahan warga yang dilakukan Wayan Ana Cs.

Kemudian telah disepakati bersama antara kedua belah pihak akan diselesaikan dalam waktu 15 Hari, dengan batas waktu hingga 5 Januari 2020. Namun pada Hari Senin 23 Desember 2019, Wayan Ana Cs kembali melakukan penyetopan bajak lahan. Wayan Ana juga mengklaim lahan Fasum desa seluas 2,5 ha, yang terletak di belakang kediamannya dan di sebelah Masjid Karya Tani KHP Register 45 SBM adalah miliknya.

Akhirnya massa tidak sabar melihat ulah Wayan Ana CS, massa yang berjumlah sekitar 200 orang berbekal senjata tajam dan kayu. Lalu massa menyatroni kediaman Wayan Ana Cs serta berujung keributan tidak bisa dihindarkan kembali.

Hingga kini konsentrasi massa masih terlihat di wilayah Kelompok Karya Tani KHP Register 45 SBM. Polisi dan TNI juga mulai berjaga-jaga dilokasi agar tidak terulang kembali kejadian tersebut.

Reporter : Erwan EP
Editor : Red

Continue Reading

Apa Kabar Lampung

Diberitakan Tak Sesuai Spek, Kabid Dikdas Mesuji Minta Tim Pengawas Turun Lapangan

Redaksi LT

Published

on

Mesuji : Yoga Pratama Kabid Dikdas Mesuji yang juga Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) DAK Pendidikan TA 2019 menanggapi pemberitaan dibeberapa media Online di Kabupaten Mesuji terkait rehab ruang guru dan ruang kelas gedung SMP Negeri 11 Mesuji yang diduga tidak mengikuti acuan Permendikbud No 1 tahun 2019.

“Besok saya akan minta tim pengawas turun untuk cek ke lapangan, pedoman kita jelas bang sekolah harus melaksanakan sesuai dengan Rab dan gambar serta berpedoman dengan juknis,” ungkap Yoga yang dikonfirmasi melalui pesan Whatsapp.

Diberitakan media ini sebelumnya, pembangunan rehabilitasi ruang kelas dan rehabilitasi ruang guru SMP Negeri 11 Mesuji nampak sekali banyak item-item pekerjaan yang tidak diterapkan sesuai dengan petunjuk gambar pelaksana yang ada seperti ketinggian dinding yang kurang sekitar 10 cm, pemasangan rangka baja tidak menggunakan ikat angin, pemasangan silang dan untuk pemasangan Wap rangka baja hanya 6 batang yang seharusnya 8 batang, kemudian lantai sekeliling gedung sekolah dan ruang guru sudah pada retak karena hanya dilakukan penyemenan biasa (tidak dirabat beton menggunakan adukan 1:3:5 sebagaimana petunjuk Permendikbud No 1 tahun 2019).

Continue Reading

Apa Kabar Lampung

Rehab Ruang Guru dan Ruang Kelas SMP Negeri 11 Mesuji Diduga Tak Sesuai JUKNIS

Redaksi LT

Published

on

Mesuji :emerintah Pusat melalui program bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2019 guna melengkapi sarana prasarana meningkatkan mutu pendidikan di setiap daerah hingga Ngajar mengajar bisa lebih efektip.

Namun hal ini menimbulkan potensi kasus praktek pelanggaran, dalam pengalokasian dana tersebut sangat rentan korupsi, tak jarang kesempatan ini dijadikan aji mumpung untuk meraup keuntungan pribadi oleh beberapa oknum yang bermental korup.

Seperti halnya yang terjadi di SMP Negeri 11 Mesuji kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Mesuji, yang mana sekolah tersebut mendapatkan bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan Tahun 2019 untuk rehabilitasi gedung ruang kelas senilai Rp. 471.000.000,  dan rehabilitasi ruang guru senilai Rp. 250.000.000, yang dikerjakan secara swakelola oleh pihak sekolah namun diduga dikerjakan tidak sesuai dengan Bestek dan gambar pelaksana Tekhnis yang sudah ditetapkan kepmendibud.

Dari pantauan media dilapangan, pembangunan rehabilitasi ruang kelas dan rehabilitasi ruang guru SMP Negeri 11 Mesuji nampak sekali banyak item-item pekerjaan yang tidak diterapkan sesuai dengan petunjuk gambar pelaksana Tekhnis yang ada seperti ketinggian dinding yang kurang sekitar 10 cm, pemasangan rangka baja tidak menggunakan ikat angin, pemasangan silang dan untuk pemasangan Wap rangka baja hanya 6 batang yang seharusnya 8 batang, kemudian lantai sekeliling gedung sekolah dan ruang guru sudah pada retak karena hanya dilakukan penyemenan biasa (tidak dirabat beton menggunakan adukan 1:3:5 sebagaimana petunjuk Permendikbud No 1 tahun 2019).

Saat ditemui wartawan media ini dikantornya, Sumono S.Pd Selaku kepala sekolah SMP Negeri 11 Mesuji menerangkan bahwa proyek rehabilitasi ruang kelas dan rehabilitasi ruang guru yang bersumber dari DAK Tahun 2019 yang dikerjakan secara swakelola sudah dilaksanakan dengan sangat maksimal dan mengacu kepada (RAB )Rencana anggaran belanja serta sesuai dengan gambar pelaksanaan, agar supaya hasilnya lebih baik. 

Namun sungguh ironis apa yg di sampaikan Oknum Kepsek ini tidak sesuai dgn fakta yg ada di lapangan..ketika awak media sedang Dokumentasikan dgn foto dan Vidio pada Rabat sekeliling Bangunan, Oknum kepsek ini langsung mendampingi awak Media dan tampak terlihat gusar seperti ada sesuatu yg di sembunyikan..

“Saat ini tukang masih istirahat kerja dan kalau ada pekerjaan yang dianggap kurang baik nanti akan kami lakukan perbaikan dan untuk pengerjaan rangka baja, itu yang borong Fasilitatornya nanti jika diperlukan kita akan duduk bersama dengan Fasiltatornya,” punkasnya.

Reporter : Erwan
Editor : Red

Continue Reading

Trending