Connect with us

Lampung Utara

HUT RI Ke 73, Polres Lampura Terima Penghargaan Dari PWI

Avatar

Published

on

Tulangbawang : Menjalin dan memperkuat kemitraan antara Polri dengan para wartawan memang sangatlah penting, terutama terkait dengan saling memberi informasi, juga menyuguhkan kabar seterang-terangnya secara positif kepada masyarkat.

Atas kemitraan yang terjalin dengan baik inilah Polres Lampung Utara mendapat penghargaan dari PWI Kabuoaten Lampung Utara, pada Minggu 18 Agustus 2018 bertempat di Kantor PWI setempat.

Kapolres Lampung Utara AKBP Eka Mulyana, S.I.K mengucapkan terima kasih atas penghargaan yang telah diberikan oleh PWI Kabupaten Lampung Utara kepada Polres Lampung Utara. Kami bangga dengan pemberian piagam perhargaan ini, karena ini pertama kalinya kami mendapatkan penghargaan dari PWI.

” Kinerja polisi untuk memberikan pelayanan masyarakat tidak akan menjadi arti. Namun berbeda kalau dikemas oleh wartawan, akan memiliki arti yang besar dan berdampak luas ke masyarakat,” ujar Kapolres. Sabtu (18/08/2018).

Melalui kegiatan ini semoga dapat meningkatkan sinergitas serta kemitraan yang telah terjalin guna menyampaikan pesan Polri kepada masyarakat khususnya dalam membina situasi Kamtibmas yang ada di Lampung Utara.

“Berharap Kedepan kerjasama Polri dengan wartawan dapat semakin terjaga dan bersinergi untuk kepentingan masyarakat Lampung Utara,” ucap Kapolres Lampung Utara AKBP Eka Mulyana, S.I.K.

Reporter : Alex BW
Editor : Putra

Continue Reading
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Apa Kabar Lampung

Bupati Lampura Janjikan Umroh GratisGratis

Redaksi LT

Published

on

Lampung Utara : Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara janjikan paket umroh gratis kepada para kafilah yang berhasil meraih juara dalam pagelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-47 tahun 2019 tingkat Provinsi Lampung di Tulang Bawang Barat pada tanggal 26 April hingga 03 Mei 2019 mendatang.

” Saya akan memberikan bonus umrah gratis bagi yang mendapatkan juara pertama serta uang pembinaan sebesar Rp25 juta, juara kedua sebesar Rp16 juta perorang, dan juara ketiga sebesar Rp8 juta,” kata Agung Ilmu Mangkunegara saat melepas ratusan kafilah di Ruang Tapis Pemerintahan Lampung Utara, Kamis (25/4/2019).

Agung mengatakan, bahwa para peserta yang mengikuti ajang perlombaan pada MTQ tingkat Provinsi itu merupakan orang-orang yang hebat dan pilihan. Karena sebelumnya terlebih dulu melalui proses yang cukup berat dan panjang untuk terpilih mewakili masyarakat Lampung Utara.

Diharapkannya, para peserta mampu mengharumkan nama baik Kabupaten Lampung Utara. Untuk itu dibutuhkan perjuangan yang sangat hebat untuk mendapatkan apa yang telah diinginkan, setidaknya untuk meraih juara demi membawa nama baik Bumi Ragem Tunas Lampung (Kabupaten Lampung Utara).

“Semua yang berat akan terasa ringan apabila saling bersatu, akan tetapi semua akan terasa sulit apabila tidak bersatu. Tapi saya yakin kalau Allah berkehendak kita bisa meraih juara pertama pada MTQ tingkat Provinsi,” tandas Agung.

Ketua LPTQ Lampung Utara yang juga Pj. Sekretaris Daerah, Sofyan, menyampaikan bahwa jumlah peserta baik kafilah dan official yang diberangkatkan dari Kabupaten Lampung Utara sebanyak 75 orang. Masing-masing kafilah dan official dari 75 orang tersebut sebanyak 36 orang kafilah yang terdiri dari 25 orang putra dan 11 orang putri, sedangkan untuk official sebanyak 39 orang dengan jumlah 26 orang putra dan 13 orang putri.

” Kafilah Kabupaten Lampung Utara akan mengikuti perlombaan cabang tilawah berjumlah 11 orang, cabang hifzhil Qur’an 8 orang, cabang tafsir Qur’an 3 orang, cabang syarhil Qur’an 1 group putra berjumlah 3 orang, cabang fahmil Qur’an 1 group putra berjumlah 3 orang, cabang khottil Qur’an sebanyak 5 orang dan cabang Musabaqoh Makalah Qur’an (MMQ) berjumlah 2 orang, dengan total jumlah kafilah 36 orang,” jelas Sofyan.

Pelepasan kafilah MTQ itu dilakukan langsung oleh Bupati, Agung Ilmu Mangkunegara bersama Kepala Kemenag, Komaruzzaman, dan Pj Sekda Sofyan beserta perwakilan Kepala Organisasi Perangkat Daerah.

Reporter : Alex
Editor : Red

Continue Reading

Apa Kabar Lampung

KPK Beri Peringatan Keras Untuk Unit Layanan Pengadaan Lampung Utara

Redaksi LT

Published

on

Lampung Utara : Komisi Pemberantasan Korupsi melakukan kegiatan Supervisi Pencegahan Korupsi terhadap Pemerintah Lampung Utara yang berlangsung di Aula Siger Pemerintah Lampung Utara, Selasa (23/4/2019). Dalam kegiatan itu, KPK sempat menyinggung keberadaan Unit Layanan Pengadaan (ULP) yang independen di Lampung Utara.

Menurut Ketua Satgas Koordinasi Supervisi Pencegahan Korupsi (Korsubgah) KPK Wilayah III, Dian Patria mengatakan, pembentukan ULP yang mandiri atau independen sudah diatur oleh pemerintah dan LKPP.

” Saya berharap Pemerintah Lampung Utara nantinya membentuk ULP menjadi badan yang mandiri dan independen,” katanya kepada awak media, usai menyambangi kantor PTSP Lampung Utara, hari ini.

Dijelaskan Dian, dengan adanya ULP yang mandiri dan independen harapanya pengadaan-pengadaan yang serupa, tidak dengan harga yang berbeda.

” Misal Dinas A bikinya ATK kertas A4 harga Rp. 1000, Dinas B RP. 2000, Dinas C Rp. 3000, itukan tidak satu (seragam), dan ini bisa terjadi pemborosan keuangan negara. Itulah yang membuat kita mendorong pemerintah daerah membentuk ULP yang independen,” terangnya.

Selain itu, KPK juga mengajak para penyelenggara pemerintahan agar berbuat kebaikan, dengan meninggalkan pola-pola lama dalam mengelola keuangan negara.

” Kehadiran kami (KPK) untuk mengajak berbuat kebaikan, saya sudah ngomong apa adanya. Insyaallah, KPK banyak tahu informasi. Kalau ada yang tidak benar sudah jangan dilakukan. Kita bicara ke depan, jadi jangan sampai enggak berubahlah,” ajaknya.

Reporter : Alex BW
Editor : Red

Continue Reading

Apa Kabar Lampung

KPK : Ini Fakta Ternyata Lampung Utara Masuk Tiga Besar Berpotensi Korupsi

Redaksi LT

Published

on

Lampung Utara : Pemerintah Kabupaten Lampung Utara menempati peringkat 3 (tiga) besar dari seluruh Kabupaten di seluruh Indonesia dalam penilaian (skoring) peningkatan pencegahan potensi korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.

Ketua Satgas Koordinasi Supervisi Pencegahan Korupsi (Korsubgah) KPK Wilayah III, Dian Patria, mengatakan, skoring peningkatan pencegahan berlaku secara Nasional dan skoring dilakukan terhadap 8 (delapan) indikator diantaranya, perencanaan dan penganggaran, penyediaan barang dan jasa (PBJ), Perizinan, Pendapatan, Kapabelitas APIP, Manajemen ASN.

” Lampung secara Nasional menempati peringkat empat. Sedangkan, untuk tingkat kabupaten Lampung Utara termasuk berada di peringkat rata-rata 3 besar dari bawah,” Ungkapnya, di kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Lampung Utara, Selasa (24/4/2019).

Inilah yang menjadi alasan mengapa KPK menggelar koordinasi dan supervisi dalam pemberantasan korupsi di Aula Siger Kantor Pemkab Lampung Utara, hari ini. Sosialisasi ini juga diikuti oleh sejumlah pejabat dari Kabupaten Tulangbawang Barat.

Disinggung penyebab rendahnya penilaian peningkatan pencegahan korupsi di Lampung Utara, Dian membeberkan bahwa kepatuhan Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) yang mencapai 55% menjadi salah satu indikator yang membuat Lampung Utara nilainya rendah.

Semuanya masih berproseslah, kalau kita bicara pencegahan, pasti ada peluang perubahan untuk melakukan kebaikan,” katanya.

‎” Kalau kami datang atensi (perhatian,red) pasti baik – baik saja. Setelab ‎Kami datang ini, nanti kita lihat faktanya di lapangan seperti apa sih,” Ucap Dian kembali.

Diketahui, rombongan KPK yang beranggotakan sekitar empat orang sempat menyambangi kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). Rombongan ini disambut oleh Kepala DPMPTSP, Sri Mulyana dan para petingginya.

‎Dian menjelaskan bahwa keterbatasan waktu membuat pihaknya terpaksa hanya mengunjungi kantor DPMPTSP. Sebab, DPMPTSP bersentuhan langsung dnengan pelayanan publik.

‎”Tujuan ke sini untuk melihat pelayanan publik mengenai perizinan. Ya kalau kami lihat, bagus,” kata dia.

Dalam kesempatan ini, Dian juga berpesan kepada seluruh pejabat yang ada untuk meninggalkan praktik – praktik lama yang tidak dapat dibenarkan secara hukum. Harus ada perbaikan dan peningkatan pencegahan korupsi karena akan membawa kebaikan bersama.

“Saya sudah ngomong apa adanya kepada mereka. KPK, Insya Allah banyak tahu informasi. Jadi, jangan sampai tidak berubah,” tukasnya.

Reporter : Alex
Editor : Red

Continue Reading

Trending

%d blogger menyukai ini: