Connect with us

Tulang Bawang

Hadiri HUT Kampung Menggala Ini Harapan Bupati Tulangbawang

Avatar

Published

on

Tulangbawamg : Bupati Tulangbawang Hj. Winarti SE MH menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (Hut) Kampung Menggala, Kecamatan Menggala Timur, Kabupaten Tulangbawang Ke-35 yang dilaksanakan di Kawasan Wisata Cakat Raya, Senin (19/9/2018).

Turut hadir dalam acara tersebut, anggota DPRD Tulangbawang Bambang Sumedi, Dandim 0426 TB Letkol Arm. Kusfiandar Yusuf, Kapolres Tulangbawang AKBP Raswanto Hadiwibowo SIK, Kakan Pol-PP Halik Sahrih, Kadis Kominfo Gunawan dan Tokoh Masyarakat Tulangbawang yang pula merupakan Pembina Lembaga Adat Megow Pak Tulangbawang Buya H. Hermansyah TB.

Dalam sambutannya, Bupati Tulangbawang Winarti, menyampaikan rasa bangga atas perkembangan pembangunan di Kampung Menggala Kecamatan Menggala Timur.

“Saya bangga akan kemajuan Kampung Menggala, dari sejarah berdirinya Kampung yang cukup panjang, dan adat budaya yang berbeda tetapi bisa bersatu disini, saya bangga, dan gotong royong kita semua juga telah membuahkan hasil di Kawasan Wisata Cakat Raya ini,” ucap Bunda Winarti Kamis (19/09/2018).

Selain itu, Pangeran suri Winarti pada
kesempatan ini juga memberikan tambahan hadiah untuk pemenang beberapa perlombaan yang diadakan dalam momentum peringatan Hut Kampung Menggala.

Sementara Kakam Menggala H. Bambang Sumantri. AP dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang pada pada Ibu Bupati dan rombongan.

Sumber : Kominfo Tuba
Editor : Putra

Continue Reading
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Apa Kabar Lampung

Perdana, Danlanud M. Bunyamin Tatap Muka Dengan Bupati Tuba

Redaksi LT

Published

on

Tulangbawang : Hari pertama kerja setelah libur panjang cuti bersama Idul Fitri 1440 H, Bupati Tulangbawang Hj. Winarti SE MH didampingi Sekdakab Ir. Anthoni MM bersama sejumlah Pejabat dilingkup Pemkab Tulangbawang, menerima kunjungan Danlanud Pangeran M. Bunyamin Letkol PNB Ronal,, Senin (10/06/2019).

Silaturahmi ini terasa spesial karena ini adalah kunjungan pertama Danlanud Pangeran M Bunyamin Letkol. PNB Ronal.

Dalam kunjungan ini, Danlanud Pangeran M. Bunyamin menyampaikan bahwa pihaknya akan menggelar Baksos pelayanan kesehatan, hal ini karena di bulan Juni ini Pangkalan Udara yang terletak di Astra Ksetra Kecamatan Menggala, akan kedatangan tamu, yakni sebanyak 15 dokter flaying/terbang spesialis, yang tujuannya untuk melakukan pemeriksaan untuk seluruh anggota Lanud Pangeran M. Bunyamin.

“Akan tetapi, dengan sebanyak 15 dokter ini, bilamana usai memeriksa para anggota, jika tidak di manfaatkan akan amat sayang, untuk itu, saya mengajak Ibu Bupati Tulangbawang agar memanfaatkannya untuk menggelar Baksos pengobatan gratis bagi masyarakat Tulangbawang,” sebut Danlanud.

“Baksos ini dalam hal pelayanan kesehatan dan fisik untuk masyarakat Tulangbawang khususnya warga Kota Menggala, yang pelaksanaan akan dilaksanakan bulan Juni ini,” tutur Letkol PNB Ronal.

Mendengar penyampaian Danlanud. Bupati Tulangbawang Winarti menyambut baik hal tersebut, mengingat sama halnya dengan moto Bupati Tulangbawang, yakni Bergerak Melayani Warga (BMW).

Reporter : Arek
Editor : Red

Continue Reading

Apa Kabar Lampung

Ketua DPRD Tuba : Soal Nama Gerbang Tol Tubabarat Harus Ingat Sejarah

Redaksi LT

Published

on

Tulangbawang : Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tulangbawang, memberi apresiasi terhadap pihak pengelola jalan tol Trans Sumatra, yang mana telah memberikan nama pintu keluar exit tol menuju Kabupaten Tulangbawang dan Tulangbawang Barat (Tubaba) dengan nama Gerbang Tol Menggala.

Pasalnya, pemberian nama Gerbang Tol Menggala merupakan sebuah hadiah dari Pemerintah Pusat kepada Kota Tua yang penuh dengan sejarah, dimana nama Menggala sudah ada sejak sebelum Kabupaten Tulangbawang dan Tubaba lahir.

“Pemberian nama Gerbang Tol Menggala merupakan pilihan nama yang tepat, karena memang tujuan keluarnya akan melintasi Kota Menggala, baik yang akan menuju Kabupaten Mesuji ataupun ke arah Palembang,” terang Ketua DPRD Tulangbawang Sopi’i Ashari SH, kepada media melalui telpon, Kamis (16/05/2019).

Selain itu, dalam hal ini, DPRD Tulangbawang mendukung proses selesainya pembangunan jalan tol ini, dengan harapan saat mudik lebaran, para pengendara mudik lebaran dapat melintasinya.

“Kita mensuport apa yang telah di programkan Pemerintah Pusat, sehingga bilamana ada pihak-pihak yang ingin menghambat proses pembangunan, diharapkan tidak melakukannya, karena dapat mencoreng nama baik Kabupaten,” tegasnya.

Sebab dengan adanya pintu exit tol menuju Kecamatan Menggala, nilai strategis wilayah Kota Tua ini, dalam hal geliat perekonomiannya akan kian meningkat, seperti pada masa kejayaanya sebagai wilayah lalulintas perdagangan pada zaman dahulu.

“Dalam setiap pembangunan disuatu wilayah, nilai historis sejarahnya tidak bisa dihilangkan, karena dari situlah kita tau tempat dan asal muasal berdiri dan berkembangnya suatu wilayah, maka dari itu DPRD Tulangbawang menyambut baik pemberian nama Gerbang Tol Menggala,” tutur Sopi’i.

Ditinjau dari aspek sisi historis peranan Kota Menggala dalam berbagai jaringan hubungan baik regional maupun nasional sudah berlangsung sejak zaman Kerajaan Sriwijaya hingga Banten.

“Keberadaan Kota Menggala berawal dari abad ke-19. Saat itu Lampung menjadi daerah protektorat, yaitu dibawah kerajaan Banten. Akan tetapi, sejak Kerajaan Banten dikuasai Belanda, Pemerintahan Menggala pun diatur dengan cara-cara Belanda. Jadi otoritas Lampung menjadi jajahan Belanda,” terang Sopi’i.

Ulasan catatan sejarah tersebut menunjukan betapa centralnya Kota Menggala, karena sebelum menjadi Kota Kecamatan, wilayah Menggala sudah menjadi pusat Kota yang ramai dari kegiatan perekonomian Tulangbawang sejak zaman penjajahan Belanda.

Mengingat Kota Menggala dijadikan tempat transit perekonomian dari aktivitas perdagangan dan hasil perkebunan, yang didukung oleh sarana transportasi sungai yang ramai sehingga menjadikan Kota Menggala semakin berjaya.

“Hingga terbentuknya kabupaten Tulangbawang berdasarkan undang-undang RI No. 2 Tahun 1997 Kecamatan Menggala dimekarkan menjadi 7 (tujuh kecamatan) yakni Kecamatan Menggala, Kecamatan Gedung Aji, Kecamatan Banjar Agung, Kecamatan Penawar Tama, Kecamatan Rawa Jitu Utara, Kecamatan Rawa Jitu Selatan, dan Kecamatan Gedung Meneng, hingga terbentuk Kabupaten Tulangbawang,” bebernya.

Sementara saat itu Kabupaten Tulangbawang Barat dan Kabupaten Mesuji Lampung masih menjadi satu (belum di memarkan) dengan Kabupaten Tulangbawang.

“Artinya dalam hal ini tentu bila ditinjau dari asfek sosial, ekonomi dan sejarah, tentu sudah bijak Pemerintah Pusat atau pengelola jalan tol, memberikan nama Gerbang Tol Menggala, karena melihat dan mempertimbangkan aspek aspek tersebut,” papar Ketua DPRD Tulangbawang dari Praksi Partai PDI-P tersebut.

Reporter : Arek
Editor : Red

Continue Reading

Apa Kabar Lampung

Komunitas “Punk” Unit II Salurkan Sembako

Redaksi LT

Published

on

Tulangbawang : Puluhan remaja yang mengatasnamakan komunitas anak “Punk” dari berbagai daerah menggelar bakti sosial dengan membagukan dan menyalurkan bantuan sembako untuk masyarakat kurang mampu melalui Rumah Sedekah yang berada di Unit II Tulangbawang Senin (29/04/2019).

Sembako yang di bagikan berupa, mie instan, beras, gula, telur dan bahan kebutuhan pokok lainnya.

Eko Prabowo salah satu panitia penyaluran bantuan sembako mengatakan, kegiatan ini merupakan kegiatan rutin agar satu sama lain bisa merasakan indahnya bukan suci Ramadan yang tinggal menghitung hari.

Selain itu Eko menambahkan, kegiatan ini di lakukan untuk menepis anggapan miris orang-orang yang menilai anak “Punk” sebagai sampah masyarakat dan terkesan tidak mendapatkan tempat dan status sosial di masyarakat.

Ia juga menegaskan, kegiatan ini di lakukan agar kedeoan tak ada lagi tanggapan “nyinyir” tentang kehidupan dan perilaku anak “Punk”.

“Ini sengaja kami lakuin supaya orang tau anak punk itu bukan sampah masyarakat”. Ujar Eko Prabowo Senin (29/04/2019).

Eko Prabowo menegaskan, sembako yang mereka beli bukan dari hasil meminta, mencuri atau mengemis, melainkan hasil jerih payah mereka dari hasil mengamen.

Sebelumnya di beberapa media sosial sempat viral terkait adanya tanggapan “nyinyir” dari salah satu pengguna medsos yang menilai dan terkesan anak “punk” tak patut di beri perhatian dan semua kegiatan yang dilakukan remaja berkabut pirang dan bertato itu salah.

Reporter : Fitriyanto
Editor : Red

Continue Reading

Trending

%d blogger menyukai ini: