Connect with us

Apa Kabar Lampung

Parah, Pembangunan Jalan Rigid dan Drainase di Tanggamus Terkesan Asal Jadi

Avatar

Published

on

Tanggamus : Setelah tim melakukan investigasi langsung di lapangan maka terkuak sedikit demi sedikit kecurangan yang di lnakukan oleh pihak Kontraktor.
Proyek jenis pekerjaan pembangunan Rigid yang tepatnya penghubung Jalan peraduan Napal dan perapatan Paku – Umbar, Kecamatan Kelumbayan, Kabupaten Tanggamus ini diduga asal jadi.

Selain Papan Informasi (plang proyek) tidak di tampilkan pihak Kontraktor juga terkesan enggan bertemu dari tim investigasi untuk menggali keterangan lebih lanjut, sehingga tidak di ketahui secara pasti besarnya anggaran, sumber dana dan pelaksana kegiatan (kontraktor).

Tim investigasi juga menemukan fakta di lapangan, seperti adukan yang sangat tidak sesuai, adukan yang di peragakan pihak pekerja memakai adukan hanya 25 sak semen untuk satu mesin adukan yang di kenal saat ini mesin molen.

Hal senada di ungkapan oleh salah satu warga”, iya benar kami melihat langsung Semen yang mereka pakai hanya 25 sak untuk satu mesin molen itu”. Terang Warga.

Karna hal tersebut hingga menghasilkan kwalitas yang sangat tidak sesuai yang di harapkan akibatnya Rigid ini sudah Rusak sebelum di resmikannya bangunan ini dan masyarakat setempat sangat mengecam pekerjaan tersebut.

“Kami sangat kecewa atas pekerjaan yang di kerjakan oleh pihak Kontraktor yang kami tidak tahu siapa yang bertanggung jawab dalam tahap pengerjaan ini, pasalnya pembangunan yang kami nanti-nantikan selama ini terkesan asal-asalan”. Ungakap warga yang enggan di sebut namanya.

“Sudah sangat lama kami mengharapkan di bangunnya infrastruktur yang selama ini jadi akses utama kami ke Kantor Kabupaten Tanggamus dan Kabupaten yang lainnya, namun bukan berarti hanya sekedar di bangun asal jadi seperti ini, yang belum apa-apa sudah rusak”. Tutupnya.

Selain Rigid, pihak pekerja juga terkesan asal-asalan untuk tahap pengerjaan Drainase sepanjang jalan Paku, pasalnya besi yang di pakai untuk Drainase tersebut hanya menggunakan dua Besi saja yang di tempelkan di dinding Drainase.

Warga menambahkan, kami sangat berharap kepada pihak terkait untuk segera menindak lanjuti oknum – oknum yang selama ini bemain curang dalam hampir setiap pengerjaan Proyek di Wilayah Tanggamus khususnya Kecamatan Kelumbayan, Pekon Paku saat ini.

Reporter : Iyan
Editor : Red

Continue Reading
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Apa Kabar Lampung

Darma Santi Nyepi, Gubernur Lampung Ajak Umat Hindu Jaga Kebhinekaan

Redaksi LT

Published

on

BANDAR LAMPUNG : Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo mengajak seluruh Umat Hindu ikut dan berperan menjaga kebhinekaan dan kebersamaan demi kemajuan Provinsi Lampung. Menjaga kebhinekaan dan kebersamaan bukan hal mudah tanpa dukungan semua.

“Mari kita jaga bersama dan kembangkan lebih baik lagi untuk kemajuan Provinsi Lampung dan menjadi contoh bagi provinsi lain di Indonesia,” ujar Gubernur Ridho Ficardo dalam acara Dharma Santi Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1941 bertema ‘Melalui catur brata penyepian, kita sukseskan Pemilu 2019’ di Balai Keratun Lantai III, Kantor Gubernur Lampung, Bandar Lampung, Sabtu (23/3/2019).

Gubernur Ridho mengungkapkan rasa senang dan bangga karena dapat hadir dalam acara yang penuh suasana kekeluargaan dan persaudaraan.

“Atas nama Pemprov Lampung dan pribadi, saya mengucapkan selamat Hari Raya Nyepi dan Tahun Saru Saka 1941, semoga dalam memasuki Tahun Baru Saka ini, umat Hindu di Provinsi Lampung dapat memberikan keteladanan dalam menciptakan kehidupan yang harmonis, damai,dan sejahtera,” ujar Gubernur Ridho.

Dia menjelaskan Lampung memiliki banyak keragamaan suku dan budaya. Dengan banyaknya perbedaan dan keberagamaan suku budaya tersebut, tantangan ke depan akan semakin banyak. Tinggal bagaimana melihat perbedaan itu sebagai halangan atau sebagai kekuatan bagi Provinsi Lampung.

“Hari ini kita menunjukkan dengan banyaknya keberagaman suku budaya justru menjadi kekuatan bagi Provinsi Lampung. Hal itu dapat kita lihat dengan kemajuan pesat yang tengah dialami Provinsi Lampung, di antaranya Bandara Internasional Raden Intan II, Jalan Tol Trans Sumatera, Peringkat II Ketahanan Nasional, dan kemajuan daya saing Lampung menduduki peringkat 12 dari 34 Provinsi di Indonesia, serta kemajuan di sektor lainnya,” jelas Gubernur Ridho.

Semua keberhasilan ini merupakan langkah awal kemajuan Lampung. “Saat ini masyarakat Lampung maju dan mandiri, tinggal bagaimana memastikan kemajuan untuk kemajuan generasi muda Lampung,” jelas Ridho.

Keberhasilan itu tak bisa dikerjakan sendiri tanpa dukungan semua. “Terima kasih atas dukungannya selama ini sehingga Lampung mampu mencapai seperti ini. Saya mengajak seluruh Umat Hindu untuk ikut dan berperan seta dalam menjaga kebhinekaan dan kebersamaan demi kemajuan Provinsi Lampung,” ujar Gubernur Ridho.

Pada bagian lain, Ketua Umum Pengurus Harian Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat Wisnu Bawa Tenaya, mengajak umat hindu di Provinsi Lampung turut menjaga kebersamaan dengan saling asih dan asuh serta turut menjaga kedamaian. “Masyarakat Hindu harus punya jati diri dan berkarakter.

Masyarakat Hindu harus berani, bertanggung jawab, jujur, peduli, mandiri dan bekerja sama dalam mendukung pembangunan Lampung untuk pembanngunan Indonesia,” jelas Wisnu.

Dia berpesan agar Umat Hindu di Lampung terus mendukung Gubernur Ridho Ficardo dalam membangun Lampung.

“Terima kasih atas perhatian Pak Gubernur Ridho selama ini kepada Umat Hindu. Mari kita dukung terus pak Gubernur Ridho dalam membangun Provinsi Lampung kedepannya,” kata Wisnu.

Pada kesempatan itu, perwakilan tokoh Lampung, Sultan Sekala Brak Yang Dipertuan ke-23 SPDB Pangeran Edward Syah Pernong menjelaskan keberadaan umat hindu di Lampung bukan hal baru, tetapi ada sejak dulu. “Bahkan saya juga sebagai penerus Skala Brak yang merupakan pengurus kejayaan hindu yang lampau.

Ini artinya memang sejak dulu ada hubungan emosional dan kekerabatan antara Hindu dan Lampung. Mari kita terus jalin kedamaian dan silaturahmi dalam kehidupan, sehingga dapat tercipta kedamaian di Provinsi Lampung,” ujar Edward Syah Pernong.

Edward Syah Pernong juga mengungkapkan rasa bangga terhadap sosok Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo yang terus memberikan warna dan toleransi dengan berbagai umat termasuk memberikan ruang bagi umat Hindu di Provinsi Lampung.

“Hal itu Beliau lakukan bukan pencitraan, tetapi memang keinginannya untuk memberikan ruang bagi umat Hindu demi menciptakan kesatuan yang utuh di Provinsi Lampung,” ungkap Edward Syah Pernong.

Pada acara itu, Gubernur Ridho Ficardo menegaskan kembali terkait keinginannya dalam memberikan hibah tanah seluas 3 hektare kepada Umat Hindu di Provinsi Lampung yang ditandai dengan penandatangan prasasti.

Pemberian hibah tanah tersebut berdasarkan SK Gubernur Lampung Nomor :G/426/B.07/HK/20017 tentang pemberian hibah tanah seluas 3 hektare kepada Umat Hindu di Provinsi Lampung sebagai pusat peribadatan umat hindu di pusat pemerintahan Kota Baru. (Humas Prov Lampung)

Continue Reading

Apa Kabar Lampung

Jelang Pemilu 2019, Sofi’i Ajak Warga Sukseskan Pembangunan Tulang Bawang

Redaksi LT

Published

on

Tulangbawang : Ketua DPRD Tulangbawang Sofi’i menghimbau kepada warga Tulangbawang untuk dapat menggunakan hak pilihnya dengan baik pada Pemilu 17 April mendatang.

Sofi’i menegaskan, setiap warga negara yang berusia 17 tahun ke atas dapat menggunakan hak pilihnya. Jadi sangat di sayangkan jika sudah memiliki hak pilih namun tidak menggunakan haknya dengan baik.

Tah hanya itu, Ketua DPRD Tulangbawang yang terkenal merakyat itupun menghimbau kepada warga untuk memilih sesuai hati nurani bukan karena intervensi oknum caleg, capres maupun calon lainnya apa lagi di iming-imingi sejumlah uang.

Pilihlah calon wakil rakyat yang sudah terbukti bukan sekedar janji.

Reporter : Fitriyanto
Editor : Red

Continue Reading

Apa Kabar Lampung

Soal Logo Hut Tulangbawang, Ini Kata Ketua DPRD Sofi’i

Redaksi LT

Published

on

Tulangbawang : Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tulangbawang Sopi’i  mengapresiasi logo Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Tulangbawang ke-22 yang dinilai indah dan penuh warna warni.

Sopi’i sangat mengapresiasi warna warna tersebut, dan diharapkan dapat menjadi nawacita keberhasilan pembangunan di Kabupaten berjuluk Sai Bumi Nengah Nyappur.

Logo HUT Kabupaten Tulangbawang Ke 22 Tahun 2019

 

Sopi’i mengatakan, jika melihat logo HUT Kabupaten Tulangbawang yang ke 22 Tahun, dibenak pasti bertanya mengapa berwarna-warni, hal ini pastinya bermaksud menunjukan keceriaan dan keberagaman.

“Yang saya ketahui, sepertinya mulai dari angka 22 dibentuk dalam 6 warna, coklat tanah, biru muda lautan, kuning kemakmuran, merah berani, hijau agama, biru langit, merah putih lambang negara, karena Tulangbawang bagian dari Republik Indonesia, lalu logo TUBA dan BMW diatasi buku berarti Tulangbawang selalu belajar untuk membangun dengan kreativitas-kreativitas baru,” terangnya.

Ketua DPRD Tulangbawang Sofi’i Beri Sambutan dan Apresiasi Logo Hut Kabupaten Tulangbawang Ke 22

 

“Semoga hal ini dapat benar-benar terwujud, sehingga ide dan gagasan 25 program unggulan dengan balutan Bergerak Melayani Warga (BMW) dapat terealisasi dan tepat sasaran sehingga benar-benar nyata program pro-rakyat tersebut,” ucapnya.

Selaku Legislatif, tentunya DPRD sebagai lembaga yang mensuport keberhasilan pembangunan yang dilakukan Pemerintah, harus memastikan kesejahteraan rakyat dengan program yang telah direalisasikan.

“Semoga gambar dalam logo tersebut sarat makna, dimana bahwa gambar buku, adalah catatan sejarah penting, bahwa Tulangbawang menggagas ide bergerak melayani warga, dan bermacam warna melambangkan meski berbeda beda suku, agama dan golongan, namun tetap diatas segalanya adalah merah putih yaitu Indonesia,” tukas Sopi’i.

Kabupaten Tulangbawang genap berusia 22 Tahun pada 20 Maret 2019 mendatang, Sopi’i mengajak masyarakat untuk memeriahkan dan menyukseskan perayaan HUT tersebut.

Reporter : Fitriyanto

Editor : Red

Continue Reading

Trending

%d blogger menyukai ini: