Connect with us

Apa Kabar Lampung

Puluhan Gram Narkoba jenis Sabu Diamankan dari Seorang Napi Lapas Way Gelang

Avatar

Published

on

TANGGAMUS : Polres Tanggamus bersama Lapas Kelas 2B Way Gelang mengungkap peredaran gelap Narkoba jenis sabu dilingkungan Lapas yang berlokasi di Pekon Way Gelang Kecamatan Kota Agung Barat, Tanggamus.

Tidak tanggung-tanggung, 60,43 gram sabu, 1 timbangan digital, 3 pipa kaca/ pirek, 3 unit handphone, 2 alat hisap sabu, 1 bundel plastik klip dan 2,5 butir pil extasi turut diamankan dari seorang Nara Pidana (Napi) dalam perkara Narkoba juga.

Mewakili Kapolres Tanggamus AKBP I Made Rasma, SIK. M.Si. Kabag Ops Kompol Bunyamin, SH mengungkapkan, pemilik barang bukti Narkoba merupakan Napi bernama Sandi Iqbal (31) alamat Jalan Ikan Bawal Nomor 48 Kelurahan Kangkung Kecamatan Teluk Betung Selatan, Bandar Lampung.

“Pelaku diamankan pada Senin (22/10/18) pukul 11.00 Wib di Lapas Way Gelang,” kata Kompol Bunyamin didampingi Kasatres Narkoba Iptu Anton Saputra, SH. MH saat memberikan keterangan pers di Aula Wirasatya, Rabu (24/10/18) siang.

Menurut Kabag Ops, pengungkapan tersebut merupakan bersih-bersih Narkoba dilingkungan Lapas oleh Kalapas Way Gelang bersama Satresnarkoba Polres Tanggamus.

“atas diamankannya pelaku, Polres Tanggamus menindaklanjutinya dengan melaksanakan penyelidikan asal Narkoba tersebut,” ujar Kompol Bunyamin.

Kompol Bunyamin menjelaskan, hasil test urine terhadap pelaku dinyatakan positif metafetamine/sabu. “Hasil test urine pelaku, positif sabu,” jelasnya.

Ditambahkan, Kasatres Narkoba Iptu Anton Saputra menambahkan, pelaku merupakan Napi Lapas Kota Agung pelimpahan dari Lampung Utara.

“Pelaku menjalani vonis 6,6 tahun atas keterlibatannya dalam penyalahgunaan Narkoba di Lampung Utara tahun 2014, dan saat ini telah menjalani hukuman 4 tahun, 1 tahun di Lampung Utara dan 3 tahun di Way Gelang,” kata Iptu Anton Saputra.

Terpisah Kalapas Kota Agung Sohibur Rahman mengatakan, pengungkapan dilaksanakan dalam razia rutin menyusul adanya indikasi masuknya barang terlarang dalam lapas.

“saat petugas memeriksa kamar A5 dan C5 , terlihat gelagat mencurigakan dari salah seorang penghuni yang tampak gelisah. Menangkap adanya sinyal yang tidak beres, petugas akhirnya melakukan penggeledahan intensif terhadap kamar yang dihuni 29 orang tersebut. Ditemukan Narkoba jenis sabu dari dalam sebuah tas, 2 unit ponsel dan seperangkat alat hisap diduga bong yang kemudian terungkap milik napi atas nama Sandi Iqbal,” kata Sohibur Rachman kepada awak media, kemarin Selasa (23/10/18).

Menurut Kalapas, pencegahan masuknya barang terlarang, pihaknya telah melaksanakan, baik melalui pemeriksaan besukan dan himbauan kepada para warga binaan.

“Ketika narapidana masuk ke dalam lapas, petugas telah memberi penjelasan tentang tata tertib yang harus dipatuhi didalam lapas. Senjata tajam, handphone saja tidak boleh masuk. Apalagi narkoba.” ujarnya.

Mantan Kepala Rutan Depok, Jawa Barat ini juga menegaskan terkait temuan ini pihaknya akan menyerahkan sepenuhnya ke Polres Tanggamus untuk dilakukan pengembangan perkara.

“Apabila nanti terbukti adanya keterlibatan oknum petugas, saya tidak akan melindungi, bila perlu saya sendiri yang akan menyerahkan ke pihak berwajib untuk diproses hukum lebih lanjut.” tandasnya.

Saat ini pelaku Sandi Iqbal dan barang bukti diamankan di Polres Tanggamus guna proses penyidikan lebih lanjut, atas perbuatannya pelaku dijerat pasal 114 UU Nomor 35 Tahun 2009 ancaman maksimal 20 tahun penjara.

Reporter : Iyan
Editor : Red

Continue Reading
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Apa Kabar Lampung

Nyaris Meregang Nyawa, Chandra Wijaya Lapor Polisi

Redaksi LT

Published

on

LAMPUNG TENGAH : Menjadi salah satu korban dan nyaris meregang nyawa akibat dikepung ratusan massa, Chandra Wijaya warga Kampung Buyut Udik RT 001 RW 001 Kecamatan Gunung Sugih Kabupaten Lampung Tengah melaporkan kelompok Massa Pambers ke Mapolres setempat.

Ia meminta aparat Kepolisian Resor setempat segera menangkap Pelaku pengroyokan dan pengrusakan kendara roda dua miliknya dan berharap Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah segera membubarkan paguyuban Pambers.

Diberitakan sebelumnya, pelaporan Chandra terhadap kelompok massa tersebut lantaran aksi kelompok itu yang kerap kali meresahkan. Dan kali ini, Chandra bersama rekannya lainnya nyaris saja menjadi korban pengeroyokan.

Chandra mengungkapkan, malam itu dirinya bersama rekan sejawatnya melihat sekelompok massa. Karena penasaran ia mendatangi kelompok itu untuk mencari tau sebabnya. Namun malangnya bukan informasi yang ia dapat melainkan ancaman.

“Pada saat bersama Hengki dan Ardi mengendarai sepeda motor melihat ada sekelompok massa pambers yang sedang berkumpul-kumpul di rumah Aziz. Dan para pelaku itu diantaranya yang saya kenal bernama Ngatijan dan Roh. Tiba-tiba massa semakin banyak kurang lebih 100 orang, dan massa ada yang melempar gelas ke arah saya, lalu saya bersama teman saya melarikan diri sedangkan motornya tertinggal di tempat tersebut,” ungkap Chandra, Sabtu (18/5/2019).

Saat sepeda motornya tertinggal, ia melihat sejumlah massa Pambers melakukan pengrusakan terhadap kendaraannya.

“Kemudian massa bersama-sama melakukan pengrusakan terhadap 3 unit motor milik kami. Semuanya hancur motor kami,” pungkasnya.

Diketahui, laporan Chandra Wijaya yang juga seorang Reporter di Lampung Tengah tersebut merupakan buntut atas tragedi kericuhan di kampung Buyut Udik, Kecamatan Gunung Sugih, Lampung Tengah, Jum’at (17/05/2019) malam.

Berdasarkan informasi yang di himpun, dalam tragedi tersebut terdapat seorang korban yang mengalami luka di bagian kepala. Informasi yang beredar kericuhan dipicu persoalan yang terjadi dalam masa pemilu serentak 2019. (Red)

Continue Reading

Apa Kabar Lampung

Gubernur Ridho dan Wagub Bachtiar Hadiri Pisah Sambut Wakapolda Lampung

Redaksi LT

Published

on

BANDAR LAMPUNG : Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo dan Wakil Gubernur Bachtiar Basri menghadiri acara pisah sambut Wakapolda Lampung dari Brigjen Pol Teddy Minahasa kepada Kombes Pol Rudi Setiawan, di Ballroom Hotel Novotel, Bandarlampung, Jum’at (17/5/2019) malam.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Ridho Ficardo dan Wagub Bachtiar menyerahkan kenang-kenangan kepada Brigjen Pol Teddy Minahasa sebagai ucapan terimakasih atas kinerja dan dedikasinya kepada Provinsi Lampung selama menjabat sebagai Wakapolda Lampung.

“Terimakasih kepada Brigjen Pol Teddy Minahasa atas kinerja dan dedikasinya selama menjabat sebagai Wakapolda Lampung, serta selamat bertugas dan sukses atas jabatan baru yang diemban sebagai Staf Ahli Manajemen Kapolri. Dan kepada Kombes Pol Rudi Setiawan saya ucapkan selamat datang dan selamat bertugas sebagai Wakapolda Lampung,” ujar Gubernur Ridho.

Kapolda Lampung Irjen Pol Purwadi Arianto mengucapkan selamat jalan dan sukses kepada Brigjen Pol Teddy Minahasa di tempat kerja yang baru sebagai Staf Ahli Manajemen Kapolri. Kapolda juga mengucapkan selamat datang dan bergabung kepada Kombes Pol Rudy Setiawan sebagai Wakapolda Lampung.

“Selamat dan sukses di tempat yang baru untuk Brigjen Pol Teddy Minahasa, dan selamat bergabung kepada Kombes Pol Rudi Setiawan di Polda Lampung,” jelasnya.


Kapolda Purwadi menuturkan bahwa, sebagai Kapolda Lampung, dia memberikan wewenang kepada Wakapolda Lampung untuk mengambil peran dan tugas dalam mendukung kinerja Polda Lampung.

“Saya selalu memberikan peran dan kebebesan kepada Brigjen Pol Teddy Minahasa dalam menjalankan tugasnya, termasuk kepada Wakapolda Lampung Kombes Pol Rudi Setiawan.

Tetapi saya tetap mengambil peran dalam mengendalikan dan mengarahkannya. Hal ini sebagai peningkatan kapasistas kemampuan kepemimpinan,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Mantan Wakapolda Lampung Brigjen Pol Teddy Minahasa menyampaikan ucapan terimakasih yang tak terhingga kepada pejabat utama Provinsi Lampung, masyarakat, dan semua pihak yang hadir pada acara ini.

“Terimakasih kepada seluruh pejabat di Provinsi Lampung dan jajaran Polda Lampung atas kepercayaan, kerjasama, kekompakan, dan kekeluargaan selama saya menjabat di Polda Lampung,” jelas Brigjen Pol Teddy.

Teddy juga menyampaikan ucapan permohonan maaf kepada seluruh pejabat Provinsi Lampung, dan masyarakat Lampung atas prilaku dan kebijakan yang kurang berkenan.

“Saya mohon maaf kepada semuanya atas segala perbuatan, prilaku, dan kebijakan yang kurang berkenan, serta mohon do’a restunya agar dapat berkerja ditempat yang baru sebagai Staf Ahli Manajemen Kapolri,” ujarnya.

Terkait tantangan ke depan yang semakin berat, Brigjen Pol Teddy berpesan agar semua jajaran forkopimda harus tetap solid dan kompak. “Tantangan ke depan akan semakin berat, terlebih kemajuan teknologi yang dapat merusak tatanan dunia yang telah diatur. Untuk itu, kita semua harus tetap solid dan kompak, itu yang utama,” pesannya.

Sementara itu, Wakapolda Lampung yang baru, Kombes Pol Rudi Setiawan, menyampaikan kebanggaannya karena diberikan kepercayaan untuk dapat bertugas di tempat kelahiran, Provinsi Lampung.

“Saya cukup bangga dan berterimakasih karena sudah diberikan kepercayaan untuk bertugas di Provinsi Lampung,” jelas Kombes Pol Rudi.

Ia menuturkan bahwa dirinya siap mendampingi Kapolda Lampung Irjen Pol Purwadi Arianto untuk menjadi polisi yang proaktif, partnership, dan problemsolving. Oleh karena itu, Ia memohon dukungan dari berbagai pihak agar dapat berkerja di Polda Lampung dengan baik. (Humas Prov Lampung)

Continue Reading

Apa Kabar Lampung

Safari Ramadhan di Kalianda, Gubernur Ridho Dukung Kesiapan Pemkab Lamsel Antisipasi Arus Mudik

Redaksi LT

Published

on

LAMPUNG SELATAN : Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo mendukung berbagai upaya Pemkab Lampung Selatan dalam mengantisipasi arus mudik Lebaran 2019. Hal itu diungkapkan Gubernur saat melakukan Safari Ramadan dan buka puasa bersama dengan masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, di Masjid Agung, Kalianda, Lampung Selatan, Jumat (17/5/2019).

Menurut Ridho, Lampung Selatan merupakan jalur utama titik mudik seluruh pemudik yang hendak kembali ke Pulau Jawa akan terkonsentrasi di Pelabuhan Bakauheni sebagai jalur utama penyeberangan baik melalui udara di Bandara Radin Intan, melalui penyeberangan laut di Bakauheni, maupun Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang menghubungkan pulau Sumatera dan Jawa.

“Safari Ramadhan pada 2019 ini spesial untuk Lampung Selatan yang merupakan kabupaten penentu suatu even nasional yaitu mudik lebaran, jadi jika terjadi suatu hal atau peristiwa pada saat mudik di Lampung tentunya akan menjadi berita internasional,” ujar Ridho.

Gubernur Ridho menilai Lampung Selatan berada pada garis terdepan pintu gerbang Sumatera. “Kita pertama kalinya memiliki Dermaga Eksekutif, dan jalan tol, tentu lonjakan pemudik akan semakin nyata, karena akan menjamu orang se-Indonesia.

Untuk itu saya mengimbau Pemda Lamsel di bawah kepemimpinan pak Nanang, bekerja sama dengan Forkopimda meningkatkan kondusifitas dalam menyambut mudik lebaran,” ujar Gubernur.

Pada bagian lain Gubernur Ridho menyatakan bahwa Safari Ramadhan kali ini bertujuan mempererat tali silaturahmi sesama aparatur pemerintah, baik di tingkat provinsi maupun pemerintah kabupaten/kota.

“Bulan Ramadhan ini adalah waktu terbaik untuk kita dalam mempererat tali silaturahmi antara pemprov dan pemkab/kota. Semoga kita dapat terus bersinergi dalam hal pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat Lampung,” ujar Ridho.

Sementara itu, Plt. Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto mengatakan Lampung Selatan siap menghadapi lonjakan arus mudik lebaran baik melalu darat, udara, maupun laut. “Pemda Lampung Selatan akan terus bersinergi dengan stakeholder terkait untuk menjaga kemananan, ketertiban, dan kondusifitas jelang H- hingga H+ Hari Raya Idul Fitri 2019 mendatang,” tutur Nanang.

Tahun ini, lanjut Nanang, akan terjadi lonjakan pemudik di banding tahun sebelumnya. Hal ini disebabkan adanya JTTS dan Dermaga Eksekutif yang telah beroperasi. Ini membuat Provinsi Lampung sebagai salah satu jalur mudik terbesar yang ada di Indonesia. (Humas Prov Lampung)

Continue Reading

Trending

%d blogger menyukai ini: