Connect with us

Apa Kabar Lampung

Perihatin : Sekda Lamtim Segera Panggil Oknum Kepsek SMAN 1 Raman Utara

Avatar

Published

on

Lampung Timur : Soal penahanan ijazah milik siswa-siswi yang kurang mampu yang di duga dilakukan oleh oknum Kepala Sekolah (Kespek) SMAN 1 Raman Utara langsung mendapat perhatian dari Sekertaris Daerah (Sekda) Lampung Timur Syahrudin Putera.

Adanya respon dari Sekda Lamtim Syahrudin Putera soal permasalahan tersebut menunjukan bahwa selaku pemimpin tertinggi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lamtim ini tidak setuju dengan apa yang telah dilakukan oleh oknum Kespek SMAN 1 Raman Utara yang belakangan ini di ketahui bernama Tumin.

Syahrudin mengatakan, dirinya akan menindak lanjuti kasus tersebut dengan memanggil pihak-pihak terkait agar permasalahan penahanan ijazah milik siswa-siswi ini dapat segera di selesaikan.

“Trimakasih infonya, ini akan kita tindak lanjut dengan memanggil pihak dinas. Namum tentunya akan saya pelajari terlebih dahulu (kasus tersebut),”ujar Syahrudin melalui pesan singkat WA pribadinya, Selasa (06/11/2018).

Pemberitaan sebelumnya, Menurut penuturan salahsatu siswi alumni SMAN 1 Raman Utara, bahwa untuk mendapatkan Ijazah tersebut, dirinya harus menebus sebesar Rp 1,4 juta. Uang tebusan ijazah itu di berlakukan kepada seluruh siswa yang dinyatakan telah lulus sekolah, termasuk siswa-siswi yang datang dari keluarga tidak mampu.

Saat kelas 1 SMA (kelas 16) hingga kelas 3 SMA dirinya mendapatkan bantuan dari pemerintah untuk meringankan pendidikan SMAnya, bantuan itu di ketahuinya dari pemerintah pusat untuk siswa-siswi yang kurang mampu. Dan dirinya tidak pernah merasa ada tunggakan.

“Kelas satu, saya dapet bantuan satu juta dalam setahun, kelas dua juga sama, kelas tiga lima ratus ribu, katanya bantuan itu untuk siswa yang kurang mampu. Dan semuanya sudah di lunasi tapi kenapa ijazahnya kami di suruh bayar,”ucapnya.

Upaya memohon bantuan dari pihak sekolah sudah dilakukannya, namun sayang pihak sekolah tersebut seakan tidak peduli dengan nasibnya. Padahal dirinya ingin bekerja dan memiliki penghasilan untuk membantu meringankan ekonomi keluarganya.

Ia pun pernah kembali mendatangi sekolahan tersebut, hanya berupaya meminta fotocopy ijazah yang telah di legalisir, namun sang kepala sekolah tidak ada di tempat.

“Saya pengen kerja, tapi bagaimana kalau ga ada ijazah, padahal ada lowongan kerja, fotocopy ijazah yang di legalisir aja belum dapat karena kepala sekolah tidak masuk,”terang siswi yang namanya tidak mau di sebutkan.

Bersama siswi tersebut, tim media ini pun berupaya mendatangi sekolah SMAN 1 Raman Utara tersebut, namun sangat di sayangkan sang kepsek belum juga masuk kerja.

Dalam kesempatan itu, tim media ini bertemu dengan pihak bagian Humas SMAN 1 Raman Utara H. Hairul. Ia pun membenarkan jika siswa-siswi yang telah lulus sekolah harus memberikan uang sebesar Rp 1,4 juta, termasuk siswa-siswi yang kurang mampu.

“Semuanya kebijakan kepala sekolah, kalau saya hanya mengikuti perintah saja. Jadi bagi yang mau ngambil ijazah ya harus memberikan uang yang Rp 1,4 juta ini,”terang Hairul di ruang kerjanya, Senin (05/11/2018).

Saat tim media ini menanyakan kenapa pihak sekolah harus menyuruh siswa-siswi menebus ijazah tersebut. Hairul menjelaskan bahwa uang itu di gunakan untuk membayar gaji guru honor dan bayaran kegiatan. Karena bantuan yang di berikan pemerintah tidak cukup untuk membayar gaji semua guru honor di sekolahan tersebut.

“Uangnya di pake buat bayar guru honor dan bayar kegiatan,”ucap Hairul sembari mengarahkan agar menemui langsung kepsek di kediamannya (di Metro).

Reporter : Mandra
Editor : Red

Continue Reading
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Apa Kabar Lampung

Gubernur Ridho Konsisten Kampanyekan Gerakan Makan Ikan

Redaksi LT

Published

on

BANDAR LAMPUNG : Demi memenuhi kebutuhan protein masyarakat, Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo terus mengajak masyarakat Lampung untuk gemar mengkonsumsi ikan.

Ajakan Gubernur tersebut disampaikan Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Irwan S. Marpaung saat membuka lomba masak ikan, yang digelar Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Lampung bersama TP PKK Provinsi Lampung, Kamis (25/4/2019) di Halaman Kantor Gubernur.

Menurut Gubernur Ridho, seperti disampaikan Irwan S. Marpaung capaian angka konsumsi ikan Provinsi Lampung terus mengalami peningkatan setiap tahunnya dengan pertumbuhan sebesar 7,82 persen.

Di tahun 2018 angka konsumsi ikan Provinsi Lampung mencapai angka 33,05kg/kapita namun demikian angka tersebut masih rendah dibandingkan target nasional sebesar 54,49kg/kapita.

“Untuk itu, berbagai upaya strategis terus dilakukan oleh Pemprov Lampung, termasuk mengkampanyekan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Germarikan) secara intensif agar dapat mendorong peningkatkan konsumsi ikan di Provinsi Lampung,” ujar Irwan.

Menurut Irwan, produksi perikanan tangkap didominasi oleh ikan hasil tangkapan perikanan laut (95,75%) dan sisanya dari perairan umum.

Sementara produksi perikanan tangkap sebesar 2018 mencapai 142.543 ton (perairan umum sebesar 6.054 ton dan produksi laut sebesar 136.489 ton).

Sedangkan untuk potensi lahan budidaya di Provinsi Lampung sebesar 325.330,27 hektar. Tercatat produksi perikanan budiaya tahun 2018 sebesar 160.582 ton. “Dengan sumberdaya yang melimpah tersebut, Lampung diharapkan dapat berkontribusi dalam pemenuhan kebutuhan protein hewani masyarakat Lampung,“ jelas Irwan.

Ketua TP PKK Provinsi Lampung Yustin Aprilani Ficardo yang diwakili Sekretaris PKK Provinsi Lampung Yunia Harun berharap kegiatan ini dapat meningkatkan angka konsumsi ikan sekaligus membangun kesadaran masyarakat Lampung untuk memilih ikan sebagai sumber protein utama dalam menu makanan keluarga.

“Saya berharap lembaga terkait dapat mendukung serta memprogramkan kegiatan yang berdampak pada konsumsi ikan. Sebab, tanggung jawab peningkatan konsumsi ikan masyarakat Lampung menjadi tugas kita bersama,” ungkapnya.

Yunia Harun berharap keberhasilan TP PKK Provinsi Lampung meraih Juara I pada Lomba Masak Ikan Tingkat Nasional Tahun 2018 I untuk Kategori Menu Kudapan dapat diperoleh kembali tahun ini.

Adapun jenis olahan makanan ikan yang dilombakan terbagi dalam tiga kategori yakni menu keluarga, menu balita juga menju kudapan. Peserta lomba berasal dari TP PKK Kab/Kota se Provinsi Lampung, Hotel, Restoran, Perguruan Tinggi, juga SMK. (Humas Prov Lampung)

Continue Reading

Apa Kabar Lampung

Bupati Lampura Janjikan Umroh GratisGratis

Redaksi LT

Published

on

Lampung Utara : Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara janjikan paket umroh gratis kepada para kafilah yang berhasil meraih juara dalam pagelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-47 tahun 2019 tingkat Provinsi Lampung di Tulang Bawang Barat pada tanggal 26 April hingga 03 Mei 2019 mendatang.

” Saya akan memberikan bonus umrah gratis bagi yang mendapatkan juara pertama serta uang pembinaan sebesar Rp25 juta, juara kedua sebesar Rp16 juta perorang, dan juara ketiga sebesar Rp8 juta,” kata Agung Ilmu Mangkunegara saat melepas ratusan kafilah di Ruang Tapis Pemerintahan Lampung Utara, Kamis (25/4/2019).

Agung mengatakan, bahwa para peserta yang mengikuti ajang perlombaan pada MTQ tingkat Provinsi itu merupakan orang-orang yang hebat dan pilihan. Karena sebelumnya terlebih dulu melalui proses yang cukup berat dan panjang untuk terpilih mewakili masyarakat Lampung Utara.

Diharapkannya, para peserta mampu mengharumkan nama baik Kabupaten Lampung Utara. Untuk itu dibutuhkan perjuangan yang sangat hebat untuk mendapatkan apa yang telah diinginkan, setidaknya untuk meraih juara demi membawa nama baik Bumi Ragem Tunas Lampung (Kabupaten Lampung Utara).

“Semua yang berat akan terasa ringan apabila saling bersatu, akan tetapi semua akan terasa sulit apabila tidak bersatu. Tapi saya yakin kalau Allah berkehendak kita bisa meraih juara pertama pada MTQ tingkat Provinsi,” tandas Agung.

Ketua LPTQ Lampung Utara yang juga Pj. Sekretaris Daerah, Sofyan, menyampaikan bahwa jumlah peserta baik kafilah dan official yang diberangkatkan dari Kabupaten Lampung Utara sebanyak 75 orang. Masing-masing kafilah dan official dari 75 orang tersebut sebanyak 36 orang kafilah yang terdiri dari 25 orang putra dan 11 orang putri, sedangkan untuk official sebanyak 39 orang dengan jumlah 26 orang putra dan 13 orang putri.

” Kafilah Kabupaten Lampung Utara akan mengikuti perlombaan cabang tilawah berjumlah 11 orang, cabang hifzhil Qur’an 8 orang, cabang tafsir Qur’an 3 orang, cabang syarhil Qur’an 1 group putra berjumlah 3 orang, cabang fahmil Qur’an 1 group putra berjumlah 3 orang, cabang khottil Qur’an sebanyak 5 orang dan cabang Musabaqoh Makalah Qur’an (MMQ) berjumlah 2 orang, dengan total jumlah kafilah 36 orang,” jelas Sofyan.

Pelepasan kafilah MTQ itu dilakukan langsung oleh Bupati, Agung Ilmu Mangkunegara bersama Kepala Kemenag, Komaruzzaman, dan Pj Sekda Sofyan beserta perwakilan Kepala Organisasi Perangkat Daerah.

Reporter : Alex
Editor : Red

Continue Reading

Apa Kabar Lampung

Silaturahmi Dengan KUPT Lingkup Peternakan, Pertanian, dan Perikanan, Ini Harapan Plt Bupati Nanang Ermanto

Avatar

Published

on

Lampung Selatan – Pelaksana tugas (Plt) Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto melakukan silaturahmi dengan para Kepala Unit Pelaksana Teknis (KUPT) dilingkup pertanian, peternakan, dan perikanan se-Kabupaten Lampung Selatan, Rabu (24/4/2019).

Pertemuan yang digelar di Aula Krakatau, kantor bupati setempat, turut dihadiri Sekretaris Daerah Lampung Selatan Fredy SM, Staf Ahli Bupati Bidang Ekobang Syahlani, Kepala Dinas Peternakan Arsyad, dan Plt Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Zailani Bura.

Mengawali acara itu, Fredy mengatakan, pertemuan tersebut digelar dalam rangka memperkuat jalinan silaturahmi dan sinergitas antara Plt Bupati Lampung Selatan dengan para KUPT yang menjadi ujung tombak sektor pertanian, peternakan, dan perikanan.

“Intinya kita silaturahmi, jangan sampai nanti ketemu dengan Pak Bupati di jalan tidak kenal, kan terlau. Dan yang kedua, kita juga ingin melakukan evaluasi terhadap kinerja bapak ibu sekalian, karena kita tahu pertanian ini merupakan prioritas di Lampung Selatan,” ujar Fredy.

Sementara, dalam pertemuan itu, Nanang menyampaikan, perlu adanya perubahan pola pikir, sikap dan mental para KUPT maupun penyuluh sebagai bagian dari reformasi birokrasi.

“Mari kita refleksikan diri, revolusi mental, bagaimana disini kita sama-sama berdiskusi membangun dan memajukan daerah yang kita cintai ini,” kata Nanang dlam arahannya.

Menurutnya, sebagai daerah yang memiliki lokasi yang strategis, Kabupaten Lampung Selatan memiliki berbagai potensi dan peluang yang harus dimanfaatkan dengan baik.

Sebab itu, sebagai ujung tombak pemerintah di sektor pertanian, peternakan, dan perikanan, KUPT harus mempunyai suatu terobosan dan ivonasi memanfaatkan setiap peluang yang ada.

Nanang mencontohkan, seperti memanfaatkan lahan kosong yang dimiliki pemerintah daerah setempat untuk dijadikan sebagai destinasi wisata berbasis pertanian atau agrowisata yang dapat berkontribusi mendukung pendapatan asli daerah (PAD).

“Sebagai pintu gerbang Jawa-Sumatera, kita harus bisa mengambil peluang itu. Misalnya, kita tanam duren, begitu panen nanti mereka (wisatawan, red) silahan masuk sekian, dan boleh makan sepuasnya. Nah ini kan bisa mendapatkan pemasukan untuk daerah,” kata Nanang.

Untuk itu, Nanang juga berharap keberadaan KUPT dan penyuluh dapat menjadi motor penggerak agrowisata dengan memanfaatkan lahan kosong menjadi sumber pendapatan masyarakat melalui agrowisata dalam pemberdayaan masyarakat petani di desanya masing-masing.

“Lokasi kita (Lampung Selatan) ini bagus, jangan sampai sebagai daerah perlintasan, daerah kita cuma jadi tempat lewat-lewat saja. Tetapi dengan adanya kreasi dan inovasi ini, insya Allah, nanti manfaatnya bisa sama-sama kita rasakan,” imbuhnya. (Kmf/eko)

Continue Reading

Trending

%d blogger menyukai ini: