Connect with us

Apa Kabar Lampung

Pemprov Lampung Dorong Itera Menjadi Pusat Keunggulan Sumatera

Avatar

Published

on

Lampung Selatan : Plt. Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Lampung, Taufik Hidayat, berharap focus group discussion (FGD) perumusan Center of Excellence Institut Teknologi Sumatera (Itera) mampu menjadikan Itera bermanfaat untuk semua provinsi di Sumatera.

“FGD ini dalam rangka menjadi Itera sebagai center of excellence, yang berarti dalam pengembangannya Itera harus mampu bermanfaat bagi semua Provinsi di Sumatera. Oleh karena itu, diperlukan terobosan seperti memperkuat tenaga penelitian, lembaga penelitian, pelaksanaan riset, penelitian, dan penyusunan konsep pembangunan yang manfaatnya terasa bagi seluruh Provinsi di Sumatera. “Misalnya, menjadikan produk sawit yang memiliki nilai ekonomis tinggi,” kata Taufik Hidayat, saat menjadi narasumber pada acara FGD perumusan Center of Excellence Itera, di Aula Gedung C Lantai 3 Itera, Jati Agung, Lampung Selatan, Rabu (7/11/2018).

Dalam ekonomi yang semakin bergeser ke arah ekonomi berbasis pengetahuan, Taufik, menjelaskan peran Itera sangat penting. Di antaranya untuk menghasilkan tenaga kerja unggul dan produktif yang mampu menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi. “Itera harus menjadi riset dan inovasi serta pencetak SDM yang produktif sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi di Wilayah Sumatera,” kata Taufik.

Terkait Pembangunan Provinsi Lampung dalam perspektif regional Sumatera, Taufik Hidayat menjelaskan pertumbuhan ekonomi di Sumatera relatif rendah dibandingkan pertumbuhan ekonomi di Jawa. Oleh karenya, Pemerintah Pusat ingin mendistribusikan pembangunan secara merata di Indonesia. Salah satunya melalui kehadiran Itera. Rata-rata Peran Sumatera terhadap Nasional (2011-2017) sebesar 24%. “Di antaranya dari sektor pertanian dan perikanan sebesar 22,2%, sektor industri pengolahan sebesar 19,6%, sektor pertambangan dan penggalian sebesar 16,3%, dan sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 11,8 persen,” jelas Taufik.

Mengenai pertumbuhan ekonomi, Taufik menjelaskan dalam tiga tahun terakhir pertumbuhan ekonomi Lampung berada di atas rata-rata nasional, dan di 2018 mencapai 5,35%, dan menempati posisi ketiga terbesar di Sumatera. Perekonomian Lampung digerakkan oleh tiga lapangan usaha utama yaitu pertanian 30,4%, Industri pengolahan 18,91%, serta perdagangan dan reparasi kendaraan 11,42%. “Lampung merupakan pengasil ubi kayu nomor satu Indonesia, penghasil pisang nomor dua Indonesia, penghasil jagung nomor satu Sumatera dan ketiga nasional. Kemudian, penghasil padi nomor tiga di Sumatera dan ketujuh secara nasional,” ujar Taufik.

Lebih jauh, Taufik menjelaskan Lampung memiliki kebijakan pembangunan yang terbagi atas tiga klaster prioritas pembangunan Lampung. Ketiganya, yaitu kawasan barat sebagai kawasan pariwisata, kawasan tengah sebagai mandatori penyangga ketahanan pangan nasional, dan kawasan timur sebagai kawasan industri.

Di sisi lain, Wakil Rektor Bidang Non Akademik Itera, Sukrasno, menuturkan Itera baru memasuki umur empat tahun dan di 2018 memiliki 24 jurusan program studi. “Itera terus melakukan perkembangan dan pembangunan. Di antaranya rencana peningkatan jurusan program studi, peningkatan jumlah gedung perkuliahan, pembangunan embung untuk melestarikan tata air di Itera dan sekitarnya. Selain itu, pembangunan kebun raya, dan pembangunan lainnya.

Dalam upaya meningkatkan peran Itera bagi Sumatera, Sukrasno, berharap FGD perumusan Center of Excellence mampu menghasilkan rumusan untuk program perkembangan yang berdampak besar bagi Sumatera. “Diharapkan FGD ini mampu menghasilkan Center of Excellence yang tepat untuk Itera dan berdampak besar untuk Sumatera,” kata Sukrasno.

Pembicara lain, Prof. Dr. Ir. Denny Juanda Puradimaja menjelaskan Itera mendapatkan tugas dari Presiden melalui Menristek dan Bappenas untuk merumuskan Center of Excelllence yang bermanfaat bagi Indonesia dan Sumatera. Sehingga Itera mampu berperan dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi, pemerataan kesejahteraan, dan peningkatan daya saing daerah. “Untuk itu, diharapkan FGD ini mampu menjadi ikon, hal unik dan hal baru. Serta bermanfaat bagi Indonesia, khususnya Sumatera,” kata Denny Juanda.

Terkait inovasi teknologi melalui pusat penelitian ilmu terapan, pembicara Prof. Ir. I Gede Wenten, menuturkan bahwa Itera harus disiplin dan terdepan, terutama dalam inovasi teknologi. Untuk itu, perlu menggali potensi yang ada seperti potensi geografis, laut, dan ekuator. Kemudian, potensi demografi dan kearifan budaya, demokrasi, otonomi daerah, kebhinekaan, dan transformasi iptek. “Oleh karenanya perlu mendorong riset di sektor bisnis, industri, dan swasta. Memenangkan sektor kompetisi inti; serta mengintegrasikan kekuatan lembaga riset nasional, penguatan sistem inovasi nasional, reformasi pusat penelitian,” ujarnya.

Pemateri lainnya, Dr. rer. Nat. Rino Mukhti, dengan materi pengembangan awal material zeolit di Indonesia dan potensi luas aplikasinya, Prof. Ir. Yazid Bindar terkait produksi dan industrialisasi komoditas Lampung, Sumatera dan Indonesia untuk perkembangan ekonomi berkelanjutan. Ir. Yulison terkait peran sistem transportasi logistik dalam pembangunan wilayah pulau sumatera, Prof. Dr. I. Hari Wiryanto terkait perlunya memanfaatkan komputasi dan simulasi dalam mencapai hilirisasi penelitian ITERA, dan Hadi Teguh Yudistira terkait Energy Solar/Wind.

Selain itu, Perumusan Center of Excellence Itera dilaksanakan bersama para peneliti berpengalaman dan para pemangku kepentingan Itera. Di antaranya Kepala Bappeda Provinsi ee-Sumatera, Kepala Balitbangda Provinsi Lampung, Kepala Balitbangda Provinsi Sumatera Selatan, Kepala Bappeda Kabupaten/Kota di Provinsi Lampung, Kepala Balitbangda Kabupaten/Kota di Provinsi Lampung, dan pemangku kepentingan Itera. (Humas Prov Lampung)

Continue Reading
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Apa Kabar Lampung

Gubernur Ridho Konsisten Kampanyekan Gerakan Makan Ikan

Redaksi LT

Published

on

BANDAR LAMPUNG : Demi memenuhi kebutuhan protein masyarakat, Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo terus mengajak masyarakat Lampung untuk gemar mengkonsumsi ikan.

Ajakan Gubernur tersebut disampaikan Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Irwan S. Marpaung saat membuka lomba masak ikan, yang digelar Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Lampung bersama TP PKK Provinsi Lampung, Kamis (25/4/2019) di Halaman Kantor Gubernur.

Menurut Gubernur Ridho, seperti disampaikan Irwan S. Marpaung capaian angka konsumsi ikan Provinsi Lampung terus mengalami peningkatan setiap tahunnya dengan pertumbuhan sebesar 7,82 persen.

Di tahun 2018 angka konsumsi ikan Provinsi Lampung mencapai angka 33,05kg/kapita namun demikian angka tersebut masih rendah dibandingkan target nasional sebesar 54,49kg/kapita.

“Untuk itu, berbagai upaya strategis terus dilakukan oleh Pemprov Lampung, termasuk mengkampanyekan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Germarikan) secara intensif agar dapat mendorong peningkatkan konsumsi ikan di Provinsi Lampung,” ujar Irwan.

Menurut Irwan, produksi perikanan tangkap didominasi oleh ikan hasil tangkapan perikanan laut (95,75%) dan sisanya dari perairan umum.

Sementara produksi perikanan tangkap sebesar 2018 mencapai 142.543 ton (perairan umum sebesar 6.054 ton dan produksi laut sebesar 136.489 ton).

Sedangkan untuk potensi lahan budidaya di Provinsi Lampung sebesar 325.330,27 hektar. Tercatat produksi perikanan budiaya tahun 2018 sebesar 160.582 ton. “Dengan sumberdaya yang melimpah tersebut, Lampung diharapkan dapat berkontribusi dalam pemenuhan kebutuhan protein hewani masyarakat Lampung,“ jelas Irwan.

Ketua TP PKK Provinsi Lampung Yustin Aprilani Ficardo yang diwakili Sekretaris PKK Provinsi Lampung Yunia Harun berharap kegiatan ini dapat meningkatkan angka konsumsi ikan sekaligus membangun kesadaran masyarakat Lampung untuk memilih ikan sebagai sumber protein utama dalam menu makanan keluarga.

“Saya berharap lembaga terkait dapat mendukung serta memprogramkan kegiatan yang berdampak pada konsumsi ikan. Sebab, tanggung jawab peningkatan konsumsi ikan masyarakat Lampung menjadi tugas kita bersama,” ungkapnya.

Yunia Harun berharap keberhasilan TP PKK Provinsi Lampung meraih Juara I pada Lomba Masak Ikan Tingkat Nasional Tahun 2018 I untuk Kategori Menu Kudapan dapat diperoleh kembali tahun ini.

Adapun jenis olahan makanan ikan yang dilombakan terbagi dalam tiga kategori yakni menu keluarga, menu balita juga menju kudapan. Peserta lomba berasal dari TP PKK Kab/Kota se Provinsi Lampung, Hotel, Restoran, Perguruan Tinggi, juga SMK. (Humas Prov Lampung)

Continue Reading

Apa Kabar Lampung

Bupati Lampura Janjikan Umroh GratisGratis

Redaksi LT

Published

on

Lampung Utara : Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara janjikan paket umroh gratis kepada para kafilah yang berhasil meraih juara dalam pagelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-47 tahun 2019 tingkat Provinsi Lampung di Tulang Bawang Barat pada tanggal 26 April hingga 03 Mei 2019 mendatang.

” Saya akan memberikan bonus umrah gratis bagi yang mendapatkan juara pertama serta uang pembinaan sebesar Rp25 juta, juara kedua sebesar Rp16 juta perorang, dan juara ketiga sebesar Rp8 juta,” kata Agung Ilmu Mangkunegara saat melepas ratusan kafilah di Ruang Tapis Pemerintahan Lampung Utara, Kamis (25/4/2019).

Agung mengatakan, bahwa para peserta yang mengikuti ajang perlombaan pada MTQ tingkat Provinsi itu merupakan orang-orang yang hebat dan pilihan. Karena sebelumnya terlebih dulu melalui proses yang cukup berat dan panjang untuk terpilih mewakili masyarakat Lampung Utara.

Diharapkannya, para peserta mampu mengharumkan nama baik Kabupaten Lampung Utara. Untuk itu dibutuhkan perjuangan yang sangat hebat untuk mendapatkan apa yang telah diinginkan, setidaknya untuk meraih juara demi membawa nama baik Bumi Ragem Tunas Lampung (Kabupaten Lampung Utara).

“Semua yang berat akan terasa ringan apabila saling bersatu, akan tetapi semua akan terasa sulit apabila tidak bersatu. Tapi saya yakin kalau Allah berkehendak kita bisa meraih juara pertama pada MTQ tingkat Provinsi,” tandas Agung.

Ketua LPTQ Lampung Utara yang juga Pj. Sekretaris Daerah, Sofyan, menyampaikan bahwa jumlah peserta baik kafilah dan official yang diberangkatkan dari Kabupaten Lampung Utara sebanyak 75 orang. Masing-masing kafilah dan official dari 75 orang tersebut sebanyak 36 orang kafilah yang terdiri dari 25 orang putra dan 11 orang putri, sedangkan untuk official sebanyak 39 orang dengan jumlah 26 orang putra dan 13 orang putri.

” Kafilah Kabupaten Lampung Utara akan mengikuti perlombaan cabang tilawah berjumlah 11 orang, cabang hifzhil Qur’an 8 orang, cabang tafsir Qur’an 3 orang, cabang syarhil Qur’an 1 group putra berjumlah 3 orang, cabang fahmil Qur’an 1 group putra berjumlah 3 orang, cabang khottil Qur’an sebanyak 5 orang dan cabang Musabaqoh Makalah Qur’an (MMQ) berjumlah 2 orang, dengan total jumlah kafilah 36 orang,” jelas Sofyan.

Pelepasan kafilah MTQ itu dilakukan langsung oleh Bupati, Agung Ilmu Mangkunegara bersama Kepala Kemenag, Komaruzzaman, dan Pj Sekda Sofyan beserta perwakilan Kepala Organisasi Perangkat Daerah.

Reporter : Alex
Editor : Red

Continue Reading

Apa Kabar Lampung

Silaturahmi Dengan KUPT Lingkup Peternakan, Pertanian, dan Perikanan, Ini Harapan Plt Bupati Nanang Ermanto

Avatar

Published

on

Lampung Selatan – Pelaksana tugas (Plt) Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto melakukan silaturahmi dengan para Kepala Unit Pelaksana Teknis (KUPT) dilingkup pertanian, peternakan, dan perikanan se-Kabupaten Lampung Selatan, Rabu (24/4/2019).

Pertemuan yang digelar di Aula Krakatau, kantor bupati setempat, turut dihadiri Sekretaris Daerah Lampung Selatan Fredy SM, Staf Ahli Bupati Bidang Ekobang Syahlani, Kepala Dinas Peternakan Arsyad, dan Plt Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Zailani Bura.

Mengawali acara itu, Fredy mengatakan, pertemuan tersebut digelar dalam rangka memperkuat jalinan silaturahmi dan sinergitas antara Plt Bupati Lampung Selatan dengan para KUPT yang menjadi ujung tombak sektor pertanian, peternakan, dan perikanan.

“Intinya kita silaturahmi, jangan sampai nanti ketemu dengan Pak Bupati di jalan tidak kenal, kan terlau. Dan yang kedua, kita juga ingin melakukan evaluasi terhadap kinerja bapak ibu sekalian, karena kita tahu pertanian ini merupakan prioritas di Lampung Selatan,” ujar Fredy.

Sementara, dalam pertemuan itu, Nanang menyampaikan, perlu adanya perubahan pola pikir, sikap dan mental para KUPT maupun penyuluh sebagai bagian dari reformasi birokrasi.

“Mari kita refleksikan diri, revolusi mental, bagaimana disini kita sama-sama berdiskusi membangun dan memajukan daerah yang kita cintai ini,” kata Nanang dlam arahannya.

Menurutnya, sebagai daerah yang memiliki lokasi yang strategis, Kabupaten Lampung Selatan memiliki berbagai potensi dan peluang yang harus dimanfaatkan dengan baik.

Sebab itu, sebagai ujung tombak pemerintah di sektor pertanian, peternakan, dan perikanan, KUPT harus mempunyai suatu terobosan dan ivonasi memanfaatkan setiap peluang yang ada.

Nanang mencontohkan, seperti memanfaatkan lahan kosong yang dimiliki pemerintah daerah setempat untuk dijadikan sebagai destinasi wisata berbasis pertanian atau agrowisata yang dapat berkontribusi mendukung pendapatan asli daerah (PAD).

“Sebagai pintu gerbang Jawa-Sumatera, kita harus bisa mengambil peluang itu. Misalnya, kita tanam duren, begitu panen nanti mereka (wisatawan, red) silahan masuk sekian, dan boleh makan sepuasnya. Nah ini kan bisa mendapatkan pemasukan untuk daerah,” kata Nanang.

Untuk itu, Nanang juga berharap keberadaan KUPT dan penyuluh dapat menjadi motor penggerak agrowisata dengan memanfaatkan lahan kosong menjadi sumber pendapatan masyarakat melalui agrowisata dalam pemberdayaan masyarakat petani di desanya masing-masing.

“Lokasi kita (Lampung Selatan) ini bagus, jangan sampai sebagai daerah perlintasan, daerah kita cuma jadi tempat lewat-lewat saja. Tetapi dengan adanya kreasi dan inovasi ini, insya Allah, nanti manfaatnya bisa sama-sama kita rasakan,” imbuhnya. (Kmf/eko)

Continue Reading

Trending

%d blogger menyukai ini: