Connect with us

Apa Kabar Lampung

Provinsi Lampung Tuan Rumah Jambore Nasional Komunitas Suzuki Katana Jimny

Published

on

BANDAR LAMPUNG: Provinsi Lampung mendapat kehormatan dan kepercayaan menjadi tuan rumah Jambore Nasional Suzuki Katana Jimny Indonesia (SKIin) ke-6. Lampung siap menerima pecinta Suzuki Katana Jimny dari seluruh Indonesia pada jambore yang berlangsung di Zona 235 Kemiling, Bandar Lampung, pada 17-18 November 2018.

“Ajang Jambore Skin ini merupakan kegiatan besar dan berskala nasional. Kita berkesempatan mempromosikan wisata, potensi daerah, dan memperkenalkan Lampung di mata seluruh peserta dari seluruh Indonesia,” ujar Wakil Gubernur Lampung Bachtiar Basri saat menerima audiensi Komunitas SKIn Lampung di Rumah Dinas Wakil Gubernur Lampung, Kamis (8/11/18).

Bachtiar juga berharap Komunitas SKIn Lampung dapat memanfaatkan even besar tersebut sebaik-baiknya. Kemudian, dapat berkolaborasi dan bekerja sama baik dengan Dinas Pariwisata maupun dinas terkait. Sehingga, dapat memberikan kesan baik kepada seluruh Komunitas SKIn dari seluruh penjuru Nusantara.

“Saya harap nanti dapat bekerjas ama dengan Dinas Pariwisata terkait kunjungan wisata, komunitas atau dengan dinas terkait. Mungkin nanti kita bisa promosikan kopi Lampung atau pertontonkan seluruh budaya yang ada di Provinsi Lampung, sehingga memberikan kesan yang baik dan positif kepada para komunitas SKIn. Buat mereka tertarik untuk berkunjung kembali ke Lampung,” ujar Bachtiar.

Pada audiensi tersebut, Ketua SKIn Lampung, M. Iwan Syarif, menyebutkan sejauh ini terdaftar sekitar 450 peserta akan hadir dengan 210 kendaraan. Iwan juga menyebutkan persiapan Komunitas SKIn Lampung kurang lebih berlangsung selama empat bulan dengan persentase mencapai 80%.

“Kami sudah persiapkan dari mulai terpilihnya Lampung saat ajang Jambore SKIn ke-5 di Surabaya tahun lalu. Jadi sekarang semua sudah dilakukan, registrasi selesai dan jumlah peserta fix. Tinggal persiapan teknis lapangan saja,” jelas Iwan. (Humas Prov Lampung)

Continue Reading
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Apa Kabar Lampung

Lantunan Doa Menggema untuk Korban Tsunami Selat Sunda di GWH Kalianda

Published

on

Lampung Selatan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan bersama ribuan masyarakat Kota Kalianda dan sekitarnya, menggelar doa bersama untuk para korban tsunami Selat Sunda.
Kegiatan doa bersama yang digelar di Taman Gedung Olahraga Way Handak (GWH), Sabtu (16/2/2019) malam, merupakan rangkaian kegiatan malam amal peduli tsunami Lampung Selatan.
Nampak Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto yang hadir bersama Ketua DPRD Lampung Selatan Hendry Rosyadi, Sekretaris Daerah berserta pejabat utama dilingkup Pemkab Lampung Selatan berdoa dengan khusuk yang dipandu Ustad Muhajir.
Plt. Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto mengatakan, kegiatan itu adalah momentum yang penting bagi masyarakat Lampung Selatan untuk bermuhasabah diri.
“Sebagai saudara sebangsa setanah yang terikat tali persaudaraan, mari disini kita saling mendoakan para korban tsunami beberapa waktu lalu. Semoga apa yang kita laksanakan ini, di Ridhoi Allah SWT,” ujar Nanang saat menyampaikan sambutannya.
Musibah tsunami yang melanda sebagian wilayah Pesisir Pantai Lampung Selatan pada 22 Desember tahun lalu, menyebabkan kerusakan yang cukup luas, bahkan tecatat memakan korban 122 jiwa.
“Mudah-mudahan Lampung Selatan terhindar dari musibah, dan semoga kabupaten yang kita cintai ini bisa lebih baik lagi kedepan,” pungkasnya. (Eko/Kmf)

Continue Reading

Apa Kabar Lampung

Lukisan Plt. Bupati Lampung Selatan Terjual Seharga Rp2 Juta

Published

on

Lampung Selatan – Lukisan yang dilukis Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto terjual seharga Rp2 juta dalam malam amal peduli tsunami Selat Sunda yang digelar di Gedung Olahraga Way Handak (GWH) Kalianda, Sabtu (16/2/2019) malam.
Lukisan Plt. Bupati Lampung Selatan dengan judul “Bergejolak, Beriak”, dibeli oleh Inspekturkab Lampung Selatan Joko Sapta.
Malam amal peduli tsunami Selat Sunda yang rangkai doa bersama itu, digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan dalam rangka penggalangan dana untuk membantu warga Lampung Selatan yang terkena bencana tsunami pada 22 Desember tahun lalu.
“Saya ucapkan terima kasih kepada komunitas pelukis Lampung Selatan, Bandar Lampung, Metro, dan Pringsewu yang turut berpartisipasi meramaikan acara ini,” ujar Nanang dalam acara itu.
Selain lukisan Plt. Bupati Lampung Selatan, ada 14 lukisan lainnya yang juga berhasil terjual dengan total nominal sekitar Rp30 juta. (Eko/Kmf)

Continue Reading

Apa Kabar Lampung

Anak-Anak Penyintas Tsunami Suarakan Aspirasi Kepada Pemkab Lamsel

Published

on

Lampung Selatan – Anak yang menjadi penyintas bencana harus didengar dan ditindaklanjuti pendapatnya, karena mereka memiliki pengalaman dan kebutuhan yang berbeda.
Hal tersebut disampaikan Manager Tanggap Bencana Wahana Visi Indonesia (WVI) Ronny Ichwan dalam paparannya pada Diskusi Partisipasi Anak Terkait Kebencanaan bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan yang digelar Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP-PA) Lampung Selatan, di GOR Way Handak, Kalianda, Minggu, (17/2/2019).
“Suara anak dan partisipasi anak merupakan salah satu kunci utama dalam sebuah tahapan proses pembangunan pasca bencana tsunami di Lampung Selatan,” ujar pria yang biasa disapa Ronny itu.
Menurut Ronny, dari aspirasi yang didapat menjadi rujukan bagi pemerintah, sebagai salah satu cara mengidentifikasi dan memahami kebutuhan serta masalah paling mendesak melalui perspektif anak.
“Jadi suara anak sangat penting didengar untuk bisa menggali apa yang menjadi kebutuhan mereka,” katanya.
Sementara, Sekretaris Dinas PP-PA Wahyuningsih mewakili Kepala Dinas Rini Ariasih menyatakan mendukung penuh kegiatan itu. Karena menurutnya, dengan adanya forum itu, anak-anak penyintas mempunyai ruang untuk menyampaikan aspirasi dan suara mereka.
Dia juga berharap, melalui kegiatan itu, anak-anak dapat menyampaikan aspirasi mereka dengan terbuka kepada Pemkab Lampung Selatan.
“Harapannya, aspirasi dari anak-anak ini bisa didengar dan menjadi masukan yang mendukung bagi pembentukan kebijakan pemerintah daerah,” ucapnya.
Ditempat sama, Asisten Pemerintahan dan Kesra Pemkab Lampung Selatan, Supriyanto yang membuka kegiatan itu mengatakan, anak-anak adalah pihak yang paling rentan dalam konteks bencana.
Untuk itu kata dia, mendengar suara anak sangat diperlukan untuk mengetahui apa yang menjadi kebutuhan mereka, terutama pasca bencana tsunami yang melanda wilayah Pesisir Pantai Lampung Selatan.
“Semoga apa yang telah disampaikan anak-anak hari ini, bisa menjadi masukan bagi kami untuk memastikan hak-hak anak terpenuhi dengan baik. Bahkan dalam konteks bencana sekalipun,” kata Supriyanto mewakili Plt. Bupati Lampung Selatan.
Sedangkan, dari hasil diskusi itu didapati bahwa, anak-anak telah mendapatkan dukungan psikososial yang cukup dari pemerintah daerah maupun lembaga kemanusiaan.
Namun, salah satu perwakilan anak penyintas, Riska berharap, pemerintah memiliki sistem peringatan dini agar masyarakat dapat bersiap diri jika ada potensi bencana.
Siswi yang tercatat sebagai pelajar di SMA 1 Kecamatan Rajabasa itu, sempat dinyatakan hilang karena berlari sambil menggendong adiknya menuju hutan saat kejadian tsunami pada 22 Desember tahun lalu.
“Untuk itu, kami mengharapkan adanya sistem peringatan dini yang terpasang di daerah-daerah potensi bencana, sehingga kami bisa bersiap diri jika terjadi bencana,” kata Riska. (Eko/Kmf)

Continue Reading

Trending

%d blogger menyukai ini: