Connect with us

Apa Kabar Lampung

Permudah Layanan Perkara, PA Kalianda Launching Program “Triple One Plus”

Avatar

Published

on

Lampung Selatan : Guna mempermudah masyarakat dalam layanan perkara, Pengadilan Agama (PA) Kalianda Kelas I B melaunching program percepatan pelayanan perkara yang bernama “Triple One Plus”, Jumat (16/11/2018).

Peresmian program yang dilaunching oleh Ketua PA Kalianda Hj. Sartini, SH, MH, turut dihadiri Ketua Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Bandar Lampung Drs. H. Endang Ali Ma’Sum, SH, MH, serta sejumlah Ketua Pengadilan Agama di wilayah Provinsi Lampung.

Selain dihadiri Ketua PTA Bandar Lampung, acara launching dihadiri pula oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Lamsel Nanang Ermanto, anggota Forkopimda Lamsel, sejumlah pejabat utama Pemkab Lamsel, tokoh agama dan masyarakat setempat.

Ketua PA Kalianda, Sartini memaparkan, bahwa program Triple One Plus merupakan suatu inovasi percepatan layanan perkara bagi para pihak berpekara yang berbasis data dari aplikasi SIPP.

“Triplenya adalah One Day Court Service, One Day Minutering, One Day Publish, dan plusnya didukung Antrian Sidang Berbasis Web,” ujar Sartini dalam sambutannya.

Melaui inovasi itu, Sartini berharap, masyarakat Lampung Selatan khususnya, yang berpekara di PA Kalianda akan lebih terlayani dengan maksimal.

Sebab katanya, dengan aplikasi itu, masyarakat akan lebih cepat dalam mengakes pekara yang didaftarkan. Karena dalam hari yang sama, masyarakat akan dapat mengetahui kapan dia harus melalui sidang perkaranya.

“Tadinya untuk mendapatkan PMH (Penetepan Majelis Hakim, red) ini butuh waktu satu minggu. Melalui inovasi ini, paling tidak bisa kita usahkan satu hari. Mulai hari ini, masyarakat juga sudah bisa mengakses kapan jadwal mereka sidang,” ungkapnya.

Sementara, dikesempatan itu, Plt. Bupati Lamsel, Nanang Ermanto sangat mengapresiasi PA Kalianda dalam membuat suatu inovasi untuk memberikan kemudahan pelayanan perkara kepada masyarakat.

“Sehingga dengan di launchingnya program ini masyarakat Kabupaten Lampung Selatan akan lebih merasakan eksistensi Pengadilan Agama Kalainda dalam memberikan pelayanan prima peradilan,” ujar Nanang.

Ditempat sama, Ketua PTA Bandar Lampung, Endang Ali Ma’Sum juga menyampaikan apresiasinya kepada PA Kalianda yang telah melaunching program Triple One Plus.

Dia berharap, hal itu menjadi embrional terwujudnya pelayanan peradilan agama yangexcellent di Bumi Khagom Mufakat.

“Kalau ini terlaksana secara konsisten, maka benar-benar Pengadilan Agama Kalianda berada dibaris depan, yakni sebagai pioneer dalam kegiatan ini,” kata Endang.

Dalam kesempatan itu, Ketua PTA yang akan mutasi ke PTA Palembang ini pun mengimbau kepada seluruh Pengadilan Agama di wialyah Provinsi Lampung untuk mengikuti jejak PA Kalianda dalam hal inovasi pelayanan kepada masyarakat.

“Untuk itu, Ketua Pengadilan Agama yang lain ikuti kegiatan ini, jangan merasa tertinggal. Imlpementasikan di wilayahya masing-masing,” imbuhnya.

Reporter : Eko

Editor : Red

Continue Reading
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Apa Kabar Lampung

Darma Santi Nyepi, Gubernur Lampung Ajak Umat Hindu Jaga Kebhinekaan

Redaksi LT

Published

on

BANDAR LAMPUNG : Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo mengajak seluruh Umat Hindu ikut dan berperan menjaga kebhinekaan dan kebersamaan demi kemajuan Provinsi Lampung. Menjaga kebhinekaan dan kebersamaan bukan hal mudah tanpa dukungan semua.

“Mari kita jaga bersama dan kembangkan lebih baik lagi untuk kemajuan Provinsi Lampung dan menjadi contoh bagi provinsi lain di Indonesia,” ujar Gubernur Ridho Ficardo dalam acara Dharma Santi Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1941 bertema ‘Melalui catur brata penyepian, kita sukseskan Pemilu 2019’ di Balai Keratun Lantai III, Kantor Gubernur Lampung, Bandar Lampung, Sabtu (23/3/2019).

Gubernur Ridho mengungkapkan rasa senang dan bangga karena dapat hadir dalam acara yang penuh suasana kekeluargaan dan persaudaraan.

“Atas nama Pemprov Lampung dan pribadi, saya mengucapkan selamat Hari Raya Nyepi dan Tahun Saru Saka 1941, semoga dalam memasuki Tahun Baru Saka ini, umat Hindu di Provinsi Lampung dapat memberikan keteladanan dalam menciptakan kehidupan yang harmonis, damai,dan sejahtera,” ujar Gubernur Ridho.

Dia menjelaskan Lampung memiliki banyak keragamaan suku dan budaya. Dengan banyaknya perbedaan dan keberagamaan suku budaya tersebut, tantangan ke depan akan semakin banyak. Tinggal bagaimana melihat perbedaan itu sebagai halangan atau sebagai kekuatan bagi Provinsi Lampung.

“Hari ini kita menunjukkan dengan banyaknya keberagaman suku budaya justru menjadi kekuatan bagi Provinsi Lampung. Hal itu dapat kita lihat dengan kemajuan pesat yang tengah dialami Provinsi Lampung, di antaranya Bandara Internasional Raden Intan II, Jalan Tol Trans Sumatera, Peringkat II Ketahanan Nasional, dan kemajuan daya saing Lampung menduduki peringkat 12 dari 34 Provinsi di Indonesia, serta kemajuan di sektor lainnya,” jelas Gubernur Ridho.

Semua keberhasilan ini merupakan langkah awal kemajuan Lampung. “Saat ini masyarakat Lampung maju dan mandiri, tinggal bagaimana memastikan kemajuan untuk kemajuan generasi muda Lampung,” jelas Ridho.

Keberhasilan itu tak bisa dikerjakan sendiri tanpa dukungan semua. “Terima kasih atas dukungannya selama ini sehingga Lampung mampu mencapai seperti ini. Saya mengajak seluruh Umat Hindu untuk ikut dan berperan seta dalam menjaga kebhinekaan dan kebersamaan demi kemajuan Provinsi Lampung,” ujar Gubernur Ridho.

Pada bagian lain, Ketua Umum Pengurus Harian Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat Wisnu Bawa Tenaya, mengajak umat hindu di Provinsi Lampung turut menjaga kebersamaan dengan saling asih dan asuh serta turut menjaga kedamaian. “Masyarakat Hindu harus punya jati diri dan berkarakter.

Masyarakat Hindu harus berani, bertanggung jawab, jujur, peduli, mandiri dan bekerja sama dalam mendukung pembangunan Lampung untuk pembanngunan Indonesia,” jelas Wisnu.

Dia berpesan agar Umat Hindu di Lampung terus mendukung Gubernur Ridho Ficardo dalam membangun Lampung.

“Terima kasih atas perhatian Pak Gubernur Ridho selama ini kepada Umat Hindu. Mari kita dukung terus pak Gubernur Ridho dalam membangun Provinsi Lampung kedepannya,” kata Wisnu.

Pada kesempatan itu, perwakilan tokoh Lampung, Sultan Sekala Brak Yang Dipertuan ke-23 SPDB Pangeran Edward Syah Pernong menjelaskan keberadaan umat hindu di Lampung bukan hal baru, tetapi ada sejak dulu. “Bahkan saya juga sebagai penerus Skala Brak yang merupakan pengurus kejayaan hindu yang lampau.

Ini artinya memang sejak dulu ada hubungan emosional dan kekerabatan antara Hindu dan Lampung. Mari kita terus jalin kedamaian dan silaturahmi dalam kehidupan, sehingga dapat tercipta kedamaian di Provinsi Lampung,” ujar Edward Syah Pernong.

Edward Syah Pernong juga mengungkapkan rasa bangga terhadap sosok Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo yang terus memberikan warna dan toleransi dengan berbagai umat termasuk memberikan ruang bagi umat Hindu di Provinsi Lampung.

“Hal itu Beliau lakukan bukan pencitraan, tetapi memang keinginannya untuk memberikan ruang bagi umat Hindu demi menciptakan kesatuan yang utuh di Provinsi Lampung,” ungkap Edward Syah Pernong.

Pada acara itu, Gubernur Ridho Ficardo menegaskan kembali terkait keinginannya dalam memberikan hibah tanah seluas 3 hektare kepada Umat Hindu di Provinsi Lampung yang ditandai dengan penandatangan prasasti.

Pemberian hibah tanah tersebut berdasarkan SK Gubernur Lampung Nomor :G/426/B.07/HK/20017 tentang pemberian hibah tanah seluas 3 hektare kepada Umat Hindu di Provinsi Lampung sebagai pusat peribadatan umat hindu di pusat pemerintahan Kota Baru. (Humas Prov Lampung)

Continue Reading

Apa Kabar Lampung

Jelang Pemilu 2019, Sofi’i Ajak Warga Sukseskan Pembangunan Tulang Bawang

Redaksi LT

Published

on

Tulangbawang : Ketua DPRD Tulangbawang Sofi’i menghimbau kepada warga Tulangbawang untuk dapat menggunakan hak pilihnya dengan baik pada Pemilu 17 April mendatang.

Sofi’i menegaskan, setiap warga negara yang berusia 17 tahun ke atas dapat menggunakan hak pilihnya. Jadi sangat di sayangkan jika sudah memiliki hak pilih namun tidak menggunakan haknya dengan baik.

Tah hanya itu, Ketua DPRD Tulangbawang yang terkenal merakyat itupun menghimbau kepada warga untuk memilih sesuai hati nurani bukan karena intervensi oknum caleg, capres maupun calon lainnya apa lagi di iming-imingi sejumlah uang.

Pilihlah calon wakil rakyat yang sudah terbukti bukan sekedar janji.

Reporter : Fitriyanto
Editor : Red

Continue Reading

Apa Kabar Lampung

Soal Logo Hut Tulangbawang, Ini Kata Ketua DPRD Sofi’i

Redaksi LT

Published

on

Tulangbawang : Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tulangbawang Sopi’i  mengapresiasi logo Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Tulangbawang ke-22 yang dinilai indah dan penuh warna warni.

Sopi’i sangat mengapresiasi warna warna tersebut, dan diharapkan dapat menjadi nawacita keberhasilan pembangunan di Kabupaten berjuluk Sai Bumi Nengah Nyappur.

Logo HUT Kabupaten Tulangbawang Ke 22 Tahun 2019

 

Sopi’i mengatakan, jika melihat logo HUT Kabupaten Tulangbawang yang ke 22 Tahun, dibenak pasti bertanya mengapa berwarna-warni, hal ini pastinya bermaksud menunjukan keceriaan dan keberagaman.

“Yang saya ketahui, sepertinya mulai dari angka 22 dibentuk dalam 6 warna, coklat tanah, biru muda lautan, kuning kemakmuran, merah berani, hijau agama, biru langit, merah putih lambang negara, karena Tulangbawang bagian dari Republik Indonesia, lalu logo TUBA dan BMW diatasi buku berarti Tulangbawang selalu belajar untuk membangun dengan kreativitas-kreativitas baru,” terangnya.

Ketua DPRD Tulangbawang Sofi’i Beri Sambutan dan Apresiasi Logo Hut Kabupaten Tulangbawang Ke 22

 

“Semoga hal ini dapat benar-benar terwujud, sehingga ide dan gagasan 25 program unggulan dengan balutan Bergerak Melayani Warga (BMW) dapat terealisasi dan tepat sasaran sehingga benar-benar nyata program pro-rakyat tersebut,” ucapnya.

Selaku Legislatif, tentunya DPRD sebagai lembaga yang mensuport keberhasilan pembangunan yang dilakukan Pemerintah, harus memastikan kesejahteraan rakyat dengan program yang telah direalisasikan.

“Semoga gambar dalam logo tersebut sarat makna, dimana bahwa gambar buku, adalah catatan sejarah penting, bahwa Tulangbawang menggagas ide bergerak melayani warga, dan bermacam warna melambangkan meski berbeda beda suku, agama dan golongan, namun tetap diatas segalanya adalah merah putih yaitu Indonesia,” tukas Sopi’i.

Kabupaten Tulangbawang genap berusia 22 Tahun pada 20 Maret 2019 mendatang, Sopi’i mengajak masyarakat untuk memeriahkan dan menyukseskan perayaan HUT tersebut.

Reporter : Fitriyanto

Editor : Red

Continue Reading

Trending

%d blogger menyukai ini: