Apa Kabar Lampung

Tidak Sesuai Isi Perjanjian, Pedagang Pasar Pekalongan Tolak Pembangunan Los Pasar

Lampung Timur : Sejumlah pedagang yang tergabung dalam Paguyuban Pedagang Pasar Tradisional Pekalongan Kecamatan Pekalongan Kabupaten Lampung Timur kembali lakukan penolakan pembuatan los pasar yang di duga tidak sesuai dengan ukuran, Kamis (13/12/2018).

Pengacara Paguyuban Pedagang Pasar Tradisional Pekalongan Yuriansah mengatakan bahwa pengerjaan los tersebut memang tidak sesuai dengan isi surat perjanjian awal antara pihak Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lamtim dengan pedagang.

Menurut Yuriansyah, bantuan los dari pemerintah untuk para pedagang memang sangat baik, namun sangat di sayangkan jika pembuatan los tersebut tidak sesuai dengan surat perjanjian awal.

” Kami tidak menyalahkan pihak rekanan, apa yang telah di berikan pemerintah untuk pedagang sangat baik, akan tetapi yang kita perihatinkan ialah nasib para pedagang yang di janjikan oleh pemerintah untuk menempati los 2×1,5 meter aakan tetapi kenyataannya mendapatkan los ukuran 1×1,5,”sebutnya.

Dikatakannya, ukuran tersebut tentu tidak dapat di gunakan untuk berjualan, mengingat jumlah barang atau sayuran yang akan di jual tidaklah sedikit.

“Tadi saya dan para pedagang sudah mencoba meletakan barang dagangan ternyata memang benar, barang atau sayuran tidak muat,”ujarnya.

Lanjutnya, pemerintah sendiri telah menginstruksikan para pedagang untuk berjualan di los yang telah di sediakan di dalam gedung, dan tidak di perbolehkan lagi untuk berjualan di area belakang gedung.

“Pedagang menolak untuk berjualan di los yang telah di sediakan, namun berjualan di belakang gedung tidak di perbolehkan bila gedung tersebut telah selesai di kerjakan. Jadi bagaimana nasib para pedagang ini untuk mencari nafkah, untuk biaya sekolah anak-anaknya,”ucapnya lagi.

Dilain pihak, Kepala Bidang Pasar Disperindag Edi Susilo mengatakan, proyek pembangunan tersebut sudah benar dan harus di sesuaikan dengan pengerjaannya. Namun soal adanya surat perjanjian antara pedagang dengan pihak Disperindag tersebut merupakan perjanjian lama, kendati baru di sepakati pada bulan September 2018 ini.

“Itu kontrak lama (dalam surat perjanjian), kalau ini (los yang sedang di buat) belum ada kontraknya. Nanti status bangunan ini milik Kementerian Perdagangan, nanti setelah selesai kemudian di hibahkan kepada Pemerintah Kabupaten, baru itu kami membuat kontrak dengan pedagang sesuai yang ditempati plus kami menarik retribusi sewa,” terangnya.

Di tambahnya, hasil pendataan jumlah pedagang yang bakal menempati los mencapai ratusan pedagang, dengan jumalah tersebut pihaknya berupaya untuk membantu agar semu pedagng yang telah terdata dapat berjualan, selain itu, minimnya agaran yang di berikan serta lahan pasar juga menjadi persoalan.

“Pada tanggal 3-8 Agustus saya sudah sosialisai dengan pedagang, saya katakan ke pedagang bahwa keterbatasan lahan, keterbatasan dana serta banyaknya pedagang yang harus di akomodir, dengan jumlah 292, maka tidak di buat ukuran 2×1,5 meter tapi di buat 1,5×1,5 meter,”tandasnya.

Pada pemberitaan sebelumnya, Menurut Lastri, Perjanjian awal yang di sepakati oleh Disperindag Lamtim bersama para pedagang bahwa los yang bakal di buat berukuran 2 X 1,5 Meter, namun setelah pembangunan los tersebut berjalan sudah tampak bahwa ukuran tersebut tidak sesuai.

“Setelah di buat kok ukurannya satu meter kali satu setengah (1X1,5), berarti ini tidak sesuai dengan perjanjian yang sudah di sepakati bersama. Kalau seperti ini tentunya kami menolak los yang di buat oleh pemerintah,”tegas Lastri di dampingi puluhan pedagang lainnya, Senin (10/12/2018).

Sejumlah pedagang pasar tradisional Pekalongan ini pun mengancam tidak akan berjualan sebelum los-los tersebut di bongkar dan di buat ulang sesuai dengan ukuran dalam perjanjian.

“Kami meminta supaya los yang telah jadi di bongkar lagi, kalau tidak kami sepakat untuk tidak berjualan di dalamnya,”seru para pedagang yang datang dari kalangan emak-emak.

Untuk di ketahui, Surat perjanjian sewa los ini telah di tanda tangani oleh kepala Dinas Perindag Lamtim Rosdi pada tanggal 03 September 2018.

Reporter : Mandra
Editor : Red

Facebook Comments

Categories
Apa Kabar LampungLampung Timur

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: