Apa Kabar Lampung

KPK dan Pemkot Balam, Janji Berantas Pengusaha Tidak Taat Pajak

Bandar Lampung : Adliansyah Nasution, atau biasa disapa Coky menegaskan akan ” Binasakan ” pelaku usaha yang coba – coba tidak menyetorkan pajak pendapatan daerah dari hasil kegiatan usahanya.

Hal itu ditegaskannya dalam acara sosialisasi program optimalisasi penerimaan daerah kepada wajib pungut pajak daerah yang diselenggarakan oleh tim koordinator dan supervisi bidang pencegahan ( KORSUPGAH ) KPK RI, di aula Gedung Semergou komplek Pemkot Bandar Lampung. Kamis (30/08/2018).

” Yang perlu saya tegaskan ini program bukan maunya pak wali, ini program maunya KPK. Pak wali dan ketua DPRD kota Bandar Lampung sudah komitmen sama kita ( KPK )” Tegas Coky.

” Ada dua kosa kata yang saya gunakan disini, menyikapi semua yang tadi disampaikan pak Walikota, ada kebocoran atau ketidak pahaman. KPK melihat, salah satu kebocoran atau kurangnya penerimaan adalah pajak daerah”. Ujar Coky kemudian.

Dibagian lain Coky juga mengingatkan, KPK dan Kepolisian Daerah tidak akan main – main menyikapi pengusaha yang mencoba melanggar aturan perpajakan daerah.

” Dan saya sudah koordinasi dengan Kapolda yang sekarang ditempatkan di Lampung, jika ada yang masih coba – coba melanggar aturan perpajakan daerah maka akan kita “Binasakan” pengusaha tersebut !”. Tegas Coky dihadapan seluruh pengusaha yang diundang dalam acara tersebut.

Tidak lupa, Coky juga membeberkan akan melakukan pemasangan alat detektor dan meminta pemkot Bandar Lampung melalui instansi berwenang melakukan pengawasan.

” KPK berencana akan memasang alat detektor ditempat kegiatan usaha masing – masing milik pengusaha. Jadi dengan sedemikian rupa alat ini ditanamkan di kasir atau mesin lainnya. Ada bisikan dari luar, mengatakan bisa diakali dengan menggunakan dua pembukuan. Nah disini saya minta peran aktif dari pemkot Bandar Lampung melalui instansi terkait guna pengawasan, bila perlu bayar satu orang untuk mengawasi diam – diam setiap tempat usaha”. Urai Coky.

Untuk penyediaan alat tersebut, Coky juga mengatakan jika pihak Bank Lampung bersedia menjadi mitra dalam upaya pengadaan alat tersebut.

” Pihak Bank Lampung menyatakan sanggup bekerjasama dalam hal lembaga finansial penyewaan alat detektor tersebut, pihak pemkot hanya sebagai user saja. Untuk awal kita akan adakan 100 buah, selanjutnya bisa ditambahkan kembali”. Ujarnya. Coky juga menambahkan jika rencananya akhir tahun pemasangan alat itu akan diberlakukan. (Red).

Facebook Comments

Categories
Apa Kabar LampungBandar Lampung

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: