Connect with us

Tak Berkategori

MoU Kontrak Kerjasama Pemberitaan Diskominfo Tuba Diduga Cacat Hukum

Avatar

Published

on

TULANG BAWANG (kabar Indonesia) –Diduga kontrak kerja sama pemberitaan yang di buat oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Tulang Bawang (Tuba) disinyalir sarat Korupsi Kolusi Nepotisme (KKN) dan Cacat Hukum.

Betapa tidak, hal ini dibuktikan dalam dokumen kabarindonesia.com adanya poin-poin yang menjelaskan bahwa dalam Pasal 1 ketentuan Umum no.3. harga satuan adalah nilai yang harus dibayar untuk setiap penerbitan berita / society (jenis Tulisan) pada yang diterbitkan oleh pihak kedua.

Lalu, dalam kontrak yang di adakan oleh Diskominfo Tuba tersebut diduga cacat hukum dan melanggar Undang-undang PPN no 42 tahun 2009 pasal 4A no. (3) jenis jasa yang tidak dikenai pajak pertambahan nilai adalah jasa tertentu dalam kelompok jasa sebagai berikut: huruf (i) yang berbunyi jasa pendirian yang tidak bersifat iklan.

Dalam artinya hanya sifat yang dikenakan pajak berupa iklan layanan seperti adventorial dan parade foto hanya yang bisa di Pertanggung jawabkan dengan SPJ yang wajib di bayar oleh negara, selain dari ketentuan dalam UU No. 42 tahun 2009 tidak bisa di bayar atau di SPJ Kan.

Sementata ketika dikonfirmasi Kepala Dinas (Kadis) Kominfo Tuba Gunawan menegaskan, bahwa kontrak yang diberika  terkait pemberitaan yang diberika murni kegiatan dari Pemkab dengan Media.

“Ini murni kegiatan Pemerintah Daerah dalam rangka MoU dengan kawan-kawan media, tidak ada niatan lain dan MoUnya ini berkaitan dengan partisipasi media dalam mengangkat berita yang positif,” kata Gunawan kepada media. Senin (4/6/2018).

Selanjutnya kata dia, dalam kerjasama ini pihaknya menegaskan tidak menyalahi aturan dan tidak ada pemotongan.

“Disini kami gak ada yang korupsi dan gak ada pemotongan  kami tolong tolong betul jangan bicara terlalui jauh kami nolong kawan kawan media,” elaknya.

Hal senada dikatakan, Kasi Kemitraan dan Publikasi Dismominfo Tuba Rizalman Pi’in. Dimana pihaknya menegaskan bahwa kerjasama tersebut sesuai pemgajuan dari masing-masing media ke Diskominfo.

“Kembali usulan perusahaan masing masing ada didalam proposal yang diajukan berupa adventorial berita bergambar berita ucapan berbayar nah itu,” kata dengan mata melotot melihat ke arah Biro Kabar Indonesia. (Ade/Aan).

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Tak Berkategori

MAN 2 Bandar Lampung “No Genk No Drug”

Redaksi LT

Published

on

Bandar Lampung : Kepala Sekolah MAN 2 Bandar Lampung Drs. Nauval tegas mengatakan MAN 2 Bandar Lampung tidak ada kompromi soal Genk, soal narkoba dan lainnya yang sifatnya melawan hukum. Senin 15 Juli 2024.

Nauval menyebut tidak akan mentolelir keberadaan genk dan apapun bentuknya di dalam sekolah. Menurutnya sekolah tempat menuntut ilmu bukan membentuk genk dan lainnya.

Iya juga menegaskan akan memecat siswa yang kedapatan membentuk Genk dan dan kepdapatan menggunakan narkoba.

“Tolong di ingat semua untuk seluruh siswa MAN 2 Bandar Lampung NO Genk NO Narkoba. “Tegas Kepsek Man 2 Bandar Lampung Nauval.

Arek/Red

Continue Reading

Tak Berkategori

Siap Maju Pilkada Lampung Selatan, Nanang Ermanto Ikuti Tes Kelayakan PDIP Lampung

Avatar

Published

on

Lampung Selatan, Lampungtoday : Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Lampung Selatan, Nanang Ermanto siap ikuti kontestasi Pilkada Lampung Selatan November 2024 mendatang.
Kesiapan atau keseriusan Nanang Ermanto yang juga saat ini sebagai Bupati Lampung Selatan, dibuktikan dengan pengembalian berkas penjaringan beberapa waktu lalu serta mengikuti fit and proper tes dan kelayakan di DPD PDI Perjuangan Provinsi Lampung, Rabu (29/5/2024) yang berada di Jl. Soekarno Hatta No.109, Labuhan Dalam, Kec. Tj. Senang, Kota Bandar Lampung.
Diketahui, Fit and proper test dilakukan oleh tim penjaringan dan penyaringan DPD PDI Perjuangan Provinsi Lampung yakni Ketua Watoni Noerdin, Sekretaris Apriliati, dan anggota, DOnald Harris Sihotang, Siska, dan Cik Raden.
Nanang Ermanto mengatakan, menjalani fit and proper tes ditanyai mengenai apa yang akan dilakukan kedepan serta yang telah dijalankan progres saat menjabat Bupati Lampung Selatan.
“Selain itu, ditanyai mengenai visi dan misi serta program-program kerja,” kata dia.
Sebagai informasi, mengenakan pakaian kemeja putih bercelana hitam Nanang Ermanto tiba di sekretariat DPD PDIP Lampung sekitar pukul 16.00 wib, 1 jam lebih awal dari jadwal tes yang ditentukan.
Selanjutnya, tes tersebut merupakan salah satu syarat dari DPD PDIP Lampung untuk calon yang maju dalam pilkada melalui partai PDI-P. Kemudian, juga akan ada tahapan lainnya seperti sekolah partai yang di peruntukan bagi calon kada yang akan di usung oleh partai PDI-P. (Rls)
Continue Reading

Tak Berkategori

Menjadi Destinasi Wisata Utama, 2024 Target 1 Juta Wisatawan Kunjungi Lampung Selatan

Avatar

Published

on

LAMPUNG SELATAN, LTD : Sebagai daerah yang dikenal memiliki potensi alam yang indah dan juga kompleks, Kabupaten Lampung Selatan nampaknya terus mulai berbenah mempercantik diri. Bahkan belakangan ini, mulai berani menampakan bahwa Bumi Khagom Mufakat memang telah layak disebut sebagai salah satu destinasi wisata utama di Provinsi Lampung, bahkan di Pulau Sumatera.

Betapa tidak, hingga Mei 2024 ini saja, sudah tercatat sebanyak 941.667 orang wisatawan telah mengunjungi Bumi Khagom Mufakat bertamsya ke sejumlah objek wisata yang tersebar di sejumlah wilayah kecamatan di Lampung Selatan.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Lampung Selatan, Kurnia Oktaviani, S.Sos, M.M mengatakan, angka kunjungan wisatawan tersebut masih didominasi wisatawan domestik.

“Paling banyak dari Sumatera Selatan seperti Palembang, lalu ada dari Medan. Kemudian dari Pulau Jawa seperti Jakarta, Banten dan Tangerang sekitarnya,” ujar Kurnia Oktaviani, Selasa Mei 2024.

Bahkan, wanita berhijab ini berani menargetkan, pada tahun 2024 ini merupakan kali pertamanya kunjungan wisatawan ke Lampung Selatan dapat menembus angka 1 juta orang. Yang mengukuhkan Lamsel memang telah pantas disebut sebagai daerah tujuan utama wisata.

“Insya Allah tahun 2024 ini akan menjadi tonggak sejarah, dimana kunjungan wisatawan ke daerah kita dapat menembus 1 juta orang untuk pertama kalinya,” imbuh Kurnia Oktaviani.

Kurnia Oktaviani menjelaskan, optimisme tersebut dia ungkapkan atas dasar grafik angka kunjungan wisatawan ke Lampung Selatan setiap tahunnya terus menunjukkan trend positif. Selalu mengalami peningkatan yang signifikan, yang hingga kini telah tercatat nyaris 1 juta orang.

Menurut Kurnia Oktaviani, ada beberapa faktor yang mempengaruhi peningkatan kunjungan, seperti tersedianya infrastruktur jalan tol, peningkatan dan pengembangan kualitas objek wisata, pilihan objek wisata yang beragam hingga pemasaran yang aktif, baik melalui promo antar wisatawan yang bertukar informasi dan pengalaman maupun promo secara massif oleh stakeholder.

“Pada 2020 kunjungan wisatawan ke Lampung Selatan tercatat hanya sekitar 236.173 orang. Kemudian 2021 mengalami peningkatan yang cukup signifikan, meningkat lebih dari 100% yang mencapai 449.479 orang. Begitu juga dengan 2022, mengalami lonjakan hingga 200 ribu pengunjung hingga mencapai 616.792 orang dan pada 2023 tetap terus mengalami kenaikan dengan angka 743.228 orang” imbuh Kurnia Oktaviani.

Kurnia Oktaviani mengungkapkan, Dinas Pariwisata setidaknya telah menginventarisir sebanyak 82 objek wisata yang ada di Lampung Selatan. Ke-82 objek wisata itu, terus Kurnia Oktaviani, terbagi pada 4 jenis wisata, seperti objek wisata bahari sebanyak 42, wisata alam 23 objek, wisata budaya sejarah 8 objek dan wisata terpadu dengan 9 objek.

Kurnia Oktaviani mengungkapkan, capaian-capaian tersebut tak lepas dari sosok seorang Nanang Ermanto, Bupati Lampung Selatan. Dimana, kata Kurnia Oktaviani, sesuai dengan arahannya, Bupati Nanang mengungkapkan bahwa masa depan Lampung Selatan ada di pariwisata.

Untuk itu, terus dia, Dinas Pariwisata diminta oleh bupati selaku atasannya untuk dapat memaksimalkan potensi tersebut, dengan melakukan pembinaan dan pengembangan pariwisata yang meliputi pemasaran dengan melakukan branding dan promosi.

Kemudian secara kontinyu atau berkelanjutan melakukan pemantauan hingga evaluasi dan juga menjalin kerja sama dengan stakeholder atau pihak terkait.

“Pak bupati, pak Nanang Ermanto berpesan, bahwa daerah Lampung Selatan memiliki potensi yang belum tentu dimiliki oleh daerah lain. Yakni salah satu daerah yang dianugerahi alam yang indah. Maksimalkan potensi tersebut sesuai dengan tupoksi untuk kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD), Erdiansyah SH MM seperti tak ingin kalah mengungkapkan, jika DPMD kini bersama pemerintah desa telah mengembangkan konsep desa wisata.

Dimana, menurut Erdiansyah, pemerintah desa diminta untuk mendata potensi-potensi pariwisata yang ada di desanya masing-masing untuk dikembangkan menjadi objek wisata yang mumpuni.

“Desa wisata merupakan desa yang dapat memaksimalkan potensi desanya dengan pesona wisata yang telah dikembangkan untuk menarik minat calon wisatawan yang akan berkunjung,” ucap Erdiansyah.

Dikatakan Erdiansyah, sejumlah desa wisata telah berhasil mengembangkan potensi wisatanya untuk menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Lampung Selatan. Bahkan menurut Erdiansyah perkembangan tersebut bahkan telah diakui secara nasional dengan ganjaran penghargaan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif beberapa waktu lalu.

“Seperti desa wisata Kelawi dan desa wisata Totoharjo di Kecamatan Bakauheni, Desa wisata Kunjir dan desa wisata Sukaraja di Kecamatan Rajabasa. Kemudian ada juga desa wisata Waykalam dan desa wisata Tamanbaru di Kecamatan Penengahan. Kemudian berlanjut desa wisata Kecapi di Kecamatan Kalianda dan Desa wisata Srikaton di Kecamatan Tanjungbintang. Bahkan untuk desa wisata Kelawi, pada 2023 lalu berhasil meraih Juara II Nasional untuk Kategori Desa Wisata Maju oleh Kementerian Parekraf RI,” pungkasnya.

(Rls)

 

Continue Reading

Trending