Connect with us

Tak Berkategori

Tiga Tahun Berturut – Turut, Pemkab Lampung Utara Kembali Raih Predikat WTP

Avatar

Published

on

Lampung Utara (Kabar Indonesia) – Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Utara kembali meraih Predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) tahun 2017, kurun waktu tiga tahun berturut turut.

Predikat WTP sendiri diterima langsung oleh Sekretaris Kabupaten Lampura Drs.H.Samsir M.M., dan diserahkan oleh Kepala BPK RI Perwakilan Lampung Sunarto S.E. Hal ini menyusul atas predikat WTP untuk laporan keuangan pada tahun 2015 dan 2016.

“Alhamdulillah, untuk ketiga kalinya, Pemerintah Kabupaten Lampura kembali menerima predikat WTP,” ujar Desyadi Pelaksana Tugas Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset (BPKA) Lampung Utara, kepada Awak Media.

Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK atas laporan keuangan Pemerintah Kabupaten Lampung Utara, dilakukan di kantor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) perwakilan Lampung, di Bandar lampung, Senin (28/5/2018) lalu.

Dijelaskan Desyadi, dengan diberikannya predikat WTP ini, bahwa Pemkab Lampura Utara telah membuktikan bila penyusunan LKPD Lampura tahun 2017 telah sesuai dengan standar akuntansi yang ditetapkan oleh pemerintah.

Predikat WTP ini pula, diberikan karena Pemerintah Lampung Utara dianggap telah patuh terhadap peraturan Perundang-undangan, yan selanjutnya dapat dipertanggung jawabkan.

“Laporan keuangan Pemkab dianggap oleh BPK telah memenuhi prinsip transparan, akuntabel atau dapat dipertanggung jawabkan. Inilah alasan mengapa Pemkab kembali meraih predikat WTP itu tahun ini,” jelasnya.

Ditambahkannya, diraihnya WTP ini merupakan wujud nyata kinerja, komitmen, semangat kerja sama, dan kerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) serta semua pihak terkait, dengan harapan dapat dipertahankan.

“Semoga dengan kembali diraihnya predikat WTP ini, pengelolaan keuangan Lampura dapat semakin baik sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat,”katanya.

Untuk diketahui, ada beberapa opini WTP yang diberikan BPK, terkait LHP dari LKPD setiap pemda/instansi antaranya, Wajar Tanpa Pengecualian (WTP/unqualified opinion), Wajar Dengan Pengecualian (WDP/Qualified opinion), Tidak Memberikan Pendapat (TMT/Disclaimer opinion) dan Tidak Wajar (TW/Adverse opinion). Secara keseluruhan laporan keuangan telah menyajikan secara wajar dan sesuai, dengan pengertian bila WTP diberikan bahwa sistem pengendalian internal memadai dan tidak ada salah saji yang material atas pos-pos laporan keuangan. (Adventorial).

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Tak Berkategori

Arinal Launching Pusat Inkubasi Tanaman Nusantara di Tahura Wan Abdul Rachman

Redaksi LT

Published

on

BANDAR LAMPUNG-Gubernur Lampung Arinal Djunaidi melakukan launching Pusat Inkubasi Tanaman Nusantara di Tahura Wan Abdul Rachman, Kamis (25/3).

Launching ditandai dengan penanaman Bambu Panda Bali Kuning (Schyzostachyum Brachycladum) oleh Gubernur Arinal. Pelaksanaan launching ini dilaksanakan usai Acara Launching Program Smart Village.
Di Tahura Wan Abdul Rachman, Gubernur Arinal beserta rombongan meninjau produk-produk Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) yang berasal dari Tahura Wan Abdul Rachman. Dilanjutkan dengan peninjauan stand perlebahan dan mencicipi madu langsung dati stumpnya.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Arinal juga melihat langsung pohon merbau (Latsia Palembanica) yang telah ditanam Gubernur Arinal pada tahun 2006 saat menjabat sebagai Kadis Kehutanan Provinsi Lampung.Dalam sambutannya, Gubernur Arinal mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama menjaga kawasan dan fungsi hutan.
Banyak Provinsi yang mengalami hal yang tidak diinginkan seperti banjir dan longsor akibat tidak menjaga kawasan hutan. “Dan alhamdulillah Lampung bisa mempertahankan itu,” ujarnya.

Continue Reading

Tak Berkategori

Puluhan Wartawan di Suntik Vaksin Dosis Kedua

Avatar

Published

on

Lampung Selatan, Lampungtoday : Puluhan jurnalis di Lampung Selatan, mendapatkam vaksinasi covid-19 dosis kedua di Puskemas Way Urang, Kalianda, Selasa (16/03/2021).
Menurut wartawan Hanggumpost, Ujang Irawan, usai menerima vaksin dosis yang kedua, dirinya tidak merasakan efek yang berlebih seperti yang vaksin pertama 14 hari lalu.
“Kalau vaksin yang pertama setelah disuntik itu bawaannya ngantuk dan kepala agak sakit,” kata dia.
Hal sama diungkapkan Supradianto wartawan Infomerakyat menurutnya, tidak ada efek usai mendapatkan vaksinasi dosis kedua ini.
“Biasa saja, badan juga enak. Ya semoga setelah vaksin ini, kita semua bisa terhindar dari covid-19,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala UPT Puskesmas Wayurang, Saiful Anwar menjelaskan, sejauh ini pihaknya telah melakukan vaksinasi kepada 350 orang, meliputi tenaga kesehatan, pendidik, jurnalis dan para tokoh.
“Dosis pertama 350, dosis kedua yang sudah divaksin 175 orang. Untuk sasarannya paling banyak akan diberikan kepada tenaga pendidik yaitu sekitar 243 orang,” katanya.
Dirinya melanjutkan, untuk vaksinasi bagi lansia (lanjut usia), akan dilakukan usai seluruh target vaksin tahap kedua selesai dilakukan.
“Target seluruhnya 20ribu vaksin, untuk lansia sasarannya 10ribu, mulai dari usia 55 tahun. Untuk yang 60 tahun keatas target 5ribu. Hari ini selesai vaksinasi tahap kedua, besok dilanjutkan guru dan tokoh agama,” ungkapnya.
Dirinya mengimbau bagi masyarakat yang telah divaksin, agar selalu menerapkan protokol kesehatan yang lebih ketat, seperti memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.
“Prokes harus tetap dilakukan, karena virus ini belum hilang. Vaksin ini untuk mencegah, kalau terkena Insyaallah tidak akan parah,” pungkasnya. (Red)

Continue Reading

Tak Berkategori

Pjs. Bupati Pesibar Hadiri Acara Sosialisasi Smart Village

Redaksi LT

Published

on

Pesisir Barat : Pjs. Bupati Pesisir Barat Achmad Chrisna Putra menghadiri acara sosialisasi sinergisitas tim percepatan akses keuangan daerah (TPAKD) kabupaten Pesisir Barat dalam mendukung program Smart Village provinsi Lampung.

Acara sosialisasi dilaksanakan di aula Losmen Sunset Beach, Pekon Way Redak, pada Kamis, 19 Nopember 2020.

Turut hadir dalam acara tersebut, Kepala OJK Provinsi Lampung, Bambang Hermanto, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Transmigrasi Provinsi Lampung,
beserta pejabat pimpinan tinggi pratama, pejabat administrator, pejabat pengawas dan pelaksana dilingkungan Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat, Camat se-Kabupaten Pesisir Barat, Pratin se-Kabupaten Pesisir Barat.

Dalam sambutannya, Pjs. Bupati menyampaikan bahwa  sejalan dengan agenda NawaCita Bapak Presiden RI, bahwa membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan. 

Selain itu dalam rangka pencapaian visi Gubernur Lampung, bahwa Lampung Berjaya pada tahun 2024, perlu mengembangkan kebijakan program pembangunan yang komprehensif, ujar Pjs. Bupati.

Bukan hanya peran aktif masyarakat dan Pemerintahan desa saja, tetapi juga melibatkan peran aktif semua pihak baik melalui sinkronisasi perencanaan pembangunan yang dilaksanakan oleh setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Pemerintah Provinsi  maupun pemerintah kabupaten/kota se-Provinsi Lampung. 

Tidak hanya itu, peran serta para pihak Stake Holder terkait juga diharapkan, diantaranya Perbankan, OJK,  Perguruan Tinggi, BUMN, BUMD dan Bumdes serta pihak swasta lainnya, jelasnya.

Untuk mendukung pencapaian visi Bapak Gubernur Lampung, maka segala upaya pembangunan dan pemberdayaan desa harus dilakukan, yaitu dengan menjadikan desa-desa di provinsi lampung sebagai desa-desa yang Maju – Mandiri -Sejahtera (Desa Berjaya), ujarnya. 

Hal tersebut tentunya dengan kondisi Tata Pemerintahan, Kelembagaan Sosial Budaya, serta perekonomian yang baik dan saling terhubung kuat satu sama lain, dengan dukungan teknologi yang memadai, atau dalam istilah yang umum disebut “Smart Village”, tambahnya.

Sampai saat ini pemanfaatan APBDes, dan peran serta sinkronisasi program-program kerja dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten dan Provinsi, serta pihak swasta belum optimal dalam menjadikan desa-desa di Provinsi Lampung sebagai Smart Village, tegasnya. 

Dimana kita ketahui bahwa kondisi kawasan perdesaan di sebagian besar wilayah Provinsi Lampung belum tergarap secara optimal, misalnya sektor pertanian di kawasan transmigrasi, sektor pariwisata di kawasan pesisir, sektor jasa dan perdagangan di kawasan industri, sektor perkebunan di kawasan perkebunan, sektor perikanan di kawasan perairan, dan sebagainya, ujarnya.

Program Berjaya ini mengintegrasikan program-program pembangunan dan pemberdayaan desa yang ada di Provinsi Lampung dengan menitik beratkan pada Smart Village melalui sinergisitas pelaksanaan program-program, optimalisasi penggunaan berbagai sumberdaya dan peningkatan kapasitas desa, dengan dukungan teknologi informasi yang memadai, tutupnya. (INdra/Red)

Continue Reading

Trending