Connect with us

Lampung Selatan

Disdukcapil Lamsel Sosialisasi Administrasi Kependudukan di Rajabasa

Published

on

LAMPUNG SELATAN (Kabar Indonesia) – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Lampung Selatan adakan sosialisasi administrasi Kependudukan.

Sisoalisasi itu terkait UU nomor 24 tahun 2003 tentang perubahan atas UU nomor 23 tahun 2006 tentang administras Kependudukan tahun 2018 yang dilaksanakan diaula Kantor Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan (Lamsel). Rabu (4/7/2018).

Kepala Disdukcapil Lamael, Edy Firnandi melalui DRA. Muftinatul Sibyani mengatakan, sosilisasi ini tujuannya untuk mengetahui sekaligus mengkroscek data disetiap Desa yang ada di Lamsel.

“Disini kita ingin mengkroscek data yang ada didesa, mana yang sudah membuat KTP atau yang belum membuat KTP, nanti akan cocokan dengan kami berapa yang sudah melakukan perekaman,” ujarnya.

Selain KTP kata dia, tata cara pembuatan Kartu Keluarga (KK) untuk penambahan anak didalam KK harus disertai surat keterangan lahir dari dokter atau bidan.

“Supaya nanti tidak ada kekeliruan atau salah penulisan nama dan umur anak yang akan dimasukan dalam KK,” katanya.

Kemudian kata dia, untuk pembuatan kartu keluarga yang baru menikah harus membawa KK orang tua dikarnakan itu sangat diperlukan.

“Karna KK akan diganti baru dan nama anak yang ingin misah kartu keluarga akan dihilangkan dari KK orang tua,” jelasnya.

Selanjutnya, jika ada warga baru atau saudara dari luar daerah atau desa agar menyertakan surat pindah dari tempat yang lama.

“Apabila ada warga atau sodara kita yang ingin tinggal dengan kita kami harapkan agar membuat surat pindah dari desanya supaya tidak ada kekeliruan,” terangan.

Sementara itu, Camat Rajabasa Saptudin, S.Sos mengatakan, pihaknya menyambut baik adanya sosialisasi tentang kependudukan khusunya implemtasi dari UU no 24 th 2003 yang dilaksanakan Disdukcapil Lamsel.

“Kami sambut baik, agar aparatur desa mengerti dan paham tatacara pengurusan adm kependudukan sehingga masyarkat tidak lagi kebingungan dalam membuat KTP, KK, Akte dan dokumen lainnya,” pungkasnya.

Untuk diketahui dalam sosialisasi dihadiri seluruh Kepala Desa (Kades) se Kecamatan Rajabasa dan Kasi Pemerintahan Rajabasa. (Imron / Aan).

Continue Reading
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Apa Kabar Lampung

Lantunan Doa Menggema untuk Korban Tsunami Selat Sunda di GWH Kalianda

Published

on

Lampung Selatan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan bersama ribuan masyarakat Kota Kalianda dan sekitarnya, menggelar doa bersama untuk para korban tsunami Selat Sunda.
Kegiatan doa bersama yang digelar di Taman Gedung Olahraga Way Handak (GWH), Sabtu (16/2/2019) malam, merupakan rangkaian kegiatan malam amal peduli tsunami Lampung Selatan.
Nampak Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto yang hadir bersama Ketua DPRD Lampung Selatan Hendry Rosyadi, Sekretaris Daerah berserta pejabat utama dilingkup Pemkab Lampung Selatan berdoa dengan khusuk yang dipandu Ustad Muhajir.
Plt. Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto mengatakan, kegiatan itu adalah momentum yang penting bagi masyarakat Lampung Selatan untuk bermuhasabah diri.
“Sebagai saudara sebangsa setanah yang terikat tali persaudaraan, mari disini kita saling mendoakan para korban tsunami beberapa waktu lalu. Semoga apa yang kita laksanakan ini, di Ridhoi Allah SWT,” ujar Nanang saat menyampaikan sambutannya.
Musibah tsunami yang melanda sebagian wilayah Pesisir Pantai Lampung Selatan pada 22 Desember tahun lalu, menyebabkan kerusakan yang cukup luas, bahkan tecatat memakan korban 122 jiwa.
“Mudah-mudahan Lampung Selatan terhindar dari musibah, dan semoga kabupaten yang kita cintai ini bisa lebih baik lagi kedepan,” pungkasnya. (Eko/Kmf)

Continue Reading

Apa Kabar Lampung

Lukisan Plt. Bupati Lampung Selatan Terjual Seharga Rp2 Juta

Published

on

Lampung Selatan – Lukisan yang dilukis Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto terjual seharga Rp2 juta dalam malam amal peduli tsunami Selat Sunda yang digelar di Gedung Olahraga Way Handak (GWH) Kalianda, Sabtu (16/2/2019) malam.
Lukisan Plt. Bupati Lampung Selatan dengan judul “Bergejolak, Beriak”, dibeli oleh Inspekturkab Lampung Selatan Joko Sapta.
Malam amal peduli tsunami Selat Sunda yang rangkai doa bersama itu, digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan dalam rangka penggalangan dana untuk membantu warga Lampung Selatan yang terkena bencana tsunami pada 22 Desember tahun lalu.
“Saya ucapkan terima kasih kepada komunitas pelukis Lampung Selatan, Bandar Lampung, Metro, dan Pringsewu yang turut berpartisipasi meramaikan acara ini,” ujar Nanang dalam acara itu.
Selain lukisan Plt. Bupati Lampung Selatan, ada 14 lukisan lainnya yang juga berhasil terjual dengan total nominal sekitar Rp30 juta. (Eko/Kmf)

Continue Reading

Apa Kabar Lampung

Anak-Anak Penyintas Tsunami Suarakan Aspirasi Kepada Pemkab Lamsel

Published

on

Lampung Selatan – Anak yang menjadi penyintas bencana harus didengar dan ditindaklanjuti pendapatnya, karena mereka memiliki pengalaman dan kebutuhan yang berbeda.
Hal tersebut disampaikan Manager Tanggap Bencana Wahana Visi Indonesia (WVI) Ronny Ichwan dalam paparannya pada Diskusi Partisipasi Anak Terkait Kebencanaan bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan yang digelar Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP-PA) Lampung Selatan, di GOR Way Handak, Kalianda, Minggu, (17/2/2019).
“Suara anak dan partisipasi anak merupakan salah satu kunci utama dalam sebuah tahapan proses pembangunan pasca bencana tsunami di Lampung Selatan,” ujar pria yang biasa disapa Ronny itu.
Menurut Ronny, dari aspirasi yang didapat menjadi rujukan bagi pemerintah, sebagai salah satu cara mengidentifikasi dan memahami kebutuhan serta masalah paling mendesak melalui perspektif anak.
“Jadi suara anak sangat penting didengar untuk bisa menggali apa yang menjadi kebutuhan mereka,” katanya.
Sementara, Sekretaris Dinas PP-PA Wahyuningsih mewakili Kepala Dinas Rini Ariasih menyatakan mendukung penuh kegiatan itu. Karena menurutnya, dengan adanya forum itu, anak-anak penyintas mempunyai ruang untuk menyampaikan aspirasi dan suara mereka.
Dia juga berharap, melalui kegiatan itu, anak-anak dapat menyampaikan aspirasi mereka dengan terbuka kepada Pemkab Lampung Selatan.
“Harapannya, aspirasi dari anak-anak ini bisa didengar dan menjadi masukan yang mendukung bagi pembentukan kebijakan pemerintah daerah,” ucapnya.
Ditempat sama, Asisten Pemerintahan dan Kesra Pemkab Lampung Selatan, Supriyanto yang membuka kegiatan itu mengatakan, anak-anak adalah pihak yang paling rentan dalam konteks bencana.
Untuk itu kata dia, mendengar suara anak sangat diperlukan untuk mengetahui apa yang menjadi kebutuhan mereka, terutama pasca bencana tsunami yang melanda wilayah Pesisir Pantai Lampung Selatan.
“Semoga apa yang telah disampaikan anak-anak hari ini, bisa menjadi masukan bagi kami untuk memastikan hak-hak anak terpenuhi dengan baik. Bahkan dalam konteks bencana sekalipun,” kata Supriyanto mewakili Plt. Bupati Lampung Selatan.
Sedangkan, dari hasil diskusi itu didapati bahwa, anak-anak telah mendapatkan dukungan psikososial yang cukup dari pemerintah daerah maupun lembaga kemanusiaan.
Namun, salah satu perwakilan anak penyintas, Riska berharap, pemerintah memiliki sistem peringatan dini agar masyarakat dapat bersiap diri jika ada potensi bencana.
Siswi yang tercatat sebagai pelajar di SMA 1 Kecamatan Rajabasa itu, sempat dinyatakan hilang karena berlari sambil menggendong adiknya menuju hutan saat kejadian tsunami pada 22 Desember tahun lalu.
“Untuk itu, kami mengharapkan adanya sistem peringatan dini yang terpasang di daerah-daerah potensi bencana, sehingga kami bisa bersiap diri jika terjadi bencana,” kata Riska. (Eko/Kmf)

Continue Reading

Trending

%d blogger menyukai ini: