Connect with us

Tak Berkategori

Stepfox Basic demo used for layout setup13

Avatar

Published

on

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Duis a felis mollis, fringilla ipsum sit amet, pretium tellus. Donec dignissim augue non diam iaculis fringilla id nec ipsum. Praesent sollicitudin suscipit lectus, ut hendrerit nisi semper eu. Duis ut elementum ex, eget posuere libero. Proin eu faucibus risus. Fusce eu massa dui. Quisque sit amet sem sed eros scelerisque placerat eget vel sem. In ac dignissim massa, eu elementum lorem. Curabitur dapibus vestibulum placerat. Aliquam lacinia vel est quis euismod.

Pellentesque rutrum vestibulum porta. Sed tempor, leo a tristique iaculis, eros eros accumsan libero, eu interdum ligula neque ac diam. Aenean non ligula eu elit pellentesque feugiat. Phasellus elementum vel lorem sed fermentum. Aliquam dignissim efficitur orci quis bibendum. Donec in tempor lectus. Curabitur ac placerat nulla, id scelerisque risus. Ut in nisi accumsan, maximus lacus vel, congue ante. Fusce porttitor nunc quis facilisis tristique. Ut vitae euismod sem. Donec facilisis condimentum lorem in convallis.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Tak Berkategori

Mengenal Sejarah Ratu Darah Putih di Desa Kuripan Lampung Selatan, awal mula Penyebaran Islam di Lampung Selatan

Avatar

Published

on

Masih banyak masyarakat Lampung dan khususnya Lampung Selatan, begitu awam dan tidak mengetahui atau mengenal sejarah dari keratuan Ratu Darah Putih yang menjadi awal mulanya penyebaran islam di daerah Lampung, tepatnya di daerah Lampung Selatan.
Menurut Febrial gelar Khaja Muda, beliau merupakan Tokoh adat dan budayawan Lampung. mengatakan, bahwa awal mula keberadaan Ratu Darah Putih berasalkan dari Kesultanan Cirebon yaitu Syarif Hidayatullah yang di kenal dengan Sunan Gunung Djati, menurut cerita keberadaan Ratu Darah Putih yang berada di desa Kuripan, Penengahan, Lampung Selatan berdiri pada abad ke 15.
Adanya Ratu Darah Putih, berasal dari perjalanan Sunan Gunung Djati dari tanah Cirebon, Pada saat itu Sunan Gunung Djati melihat pancaran cahaya yang berada di Keratuan Pugung Lampung Timur. Setelah Gunung Djati melihat ada pancaran yang berasal dari Keratuan Pugung, Maka Sunan Gunung Djati pun mendatangi Keratuan Pugung tersebut, Tepatnya di Lampung Timur.
Keratuan Pugung adalah sebuah kerajaan kecil yang makmur, aman dan tentram yang berada di wilayah timur pada kala itu atau yang di kenal sekarang dengan Pugung Raharjo, Lampung Timur. Secara arkeologi di Taman Purbakala di Pugung Raharjo, memang terdapat istana yang luasnya sekitar 2,5 hektare.
Pada saat mendatangi Keratuan Pugung, Sunan Gunung Djati melihat Putri dari Ratu Pugung, yaitu Putri Sinar Alam. Ketika Sunan Gunung Djati mengutarakan maksud untuk menikahi Putri Sinar Alam, ternyata Ratu Pugung menolak pinangan tersebut. Dengan alasan, Putri Pertama tidak boleh menikah dengan selain keturunan Keratuan Pugung.
Dahulu ada 4 Keratuan yang terkenal di Lampung yaitu : Keratuan dipuncak di Lampung Barat, Keratuan dibalau di Bandar Lampung, Keratuan pemanggilan di tegineneng Lampung Tengah, kemudian ada Keratuan Pugung di Lampung Timur. Dulu di Keratuan Pugung ini ada seseorang yang bernama Ratu (Raja) nya namanya Ratu Pelebuk Kaca, Ratu pelebuk kaca ini mempunyai anak namanya Putri Sinar Alam, Putri Sinar Alam ini mempunyai Suami yang bernama Syarif Hidayatullah yang di kenal dengan Sunan Gunung Djati, Perkawinan Syarif Hidayatullah dengan Putri Sinar Alam melahirkan seorang anak yang dikasih gelar ” Minak Gejala Ratu”, nama aslinya Muhammad Aji Saka, dia di kenal dengan Ratu Darah Putih ini.
Ceritanya, Pada waktu Minak Gejala Ratu ke Cirebon mencari ayahnya, ayah nya itu bicara: kalau betul kamu ini anak saya, kalau saya torek dahi keluar darah putih, maka kamu anak saya. kemudian ditoreh lah dahi Minak Gejala Ratu itu dengan padi kemudian keluarlah darah berwarna putih, maka dikenal lah Minak Gejala Ratu itu dengan Ratu Darah Putih.
Ternyata Ratu Darah Putih itu bersaudara dengan Sultan Hasanuddin, ada namanya Perjanjian Banten-Lampung dikenal namanya Dalung. Kalau di banten dikenal dalung kalau di kuripan dikenal dengan saksi dalung, kalau di maringgai disebut dengan serat kencana. disitulah menunjukkan bahwa mereka itu bersaudara. Nah jadi Ratu Darah Putih dengan Sultan Hasanuddin itu bersaudara, gelarnya Sultan Hasanuddin itu Pangeran Sabak kingking, jadi Pangeran Sabak kingking mengadekkan Ratu darah Putih.
Jadi, di Keratuan Pugung itu terbagi dua : daerah Maringgai diambil oleh Minak Gejala Bidin ( saudara Ratu Darah Putih lain ibu), kemudian di daerah Pugung diambil oleh Minak Gejala Ratu ( Ratu Darah Putih). Dan setelah daerah ini islam Pugung ditutup karena di situ banyak Punden-punden (tempat sesembahan), kalau tidak ditutup orang yang sudah masuk islam tadi ditakutkan pindah lagi agama, daerah pugung ditutup ibu kota nya dipindah ke daerah saksi nama nya yang berada sekarang di daearh Kuripan Penengahan, arkeologi telah meneliti bahwa di daerah saksi tersebut ada bekas penghuni nya atau penduduknya.
Kemudian Ratu Darah Putih menikah dengan Putri Sultan Aceh yang bernama Putri Tun Penatih. Sementara makam Ratu Darah Putih beserta istri berada di desa Kuripan Penengahan Lampung Selatan, cikal bakal Pangeran Radin Inten itu berasal dari keturunan Ratu Darah Putih.
(Arya Dimas / diolah dari berbagai sumber dan hasil wawancara dari Bapak Budiman Yaqub yang merupakan keturunan dari Raden Imba dan juga Sejarawan Lampung Selatan dan Budayawan Lampung. (Netizen)

Continue Reading

Tak Berkategori

Pjs. Bupati Pesibar Hadiri Acara Sosialisasi Smart Village

Redaksi LT

Published

on

Pesisir Barat : Pjs. Bupati Pesisir Barat Achmad Chrisna Putra menghadiri acara sosialisasi sinergisitas tim percepatan akses keuangan daerah (TPAKD) kabupaten Pesisir Barat dalam mendukung program Smart Village provinsi Lampung.

Acara sosialisasi dilaksanakan di aula Losmen Sunset Beach, Pekon Way Redak, pada Kamis, 19 Nopember 2020.

Turut hadir dalam acara tersebut, Kepala OJK Provinsi Lampung, Bambang Hermanto, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Transmigrasi Provinsi Lampung,
beserta pejabat pimpinan tinggi pratama, pejabat administrator, pejabat pengawas dan pelaksana dilingkungan Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat, Camat se-Kabupaten Pesisir Barat, Pratin se-Kabupaten Pesisir Barat.

Dalam sambutannya, Pjs. Bupati menyampaikan bahwa  sejalan dengan agenda NawaCita Bapak Presiden RI, bahwa membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan. 

Selain itu dalam rangka pencapaian visi Gubernur Lampung, bahwa Lampung Berjaya pada tahun 2024, perlu mengembangkan kebijakan program pembangunan yang komprehensif, ujar Pjs. Bupati.

Bukan hanya peran aktif masyarakat dan Pemerintahan desa saja, tetapi juga melibatkan peran aktif semua pihak baik melalui sinkronisasi perencanaan pembangunan yang dilaksanakan oleh setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Pemerintah Provinsi  maupun pemerintah kabupaten/kota se-Provinsi Lampung. 

Tidak hanya itu, peran serta para pihak Stake Holder terkait juga diharapkan, diantaranya Perbankan, OJK,  Perguruan Tinggi, BUMN, BUMD dan Bumdes serta pihak swasta lainnya, jelasnya.

Untuk mendukung pencapaian visi Bapak Gubernur Lampung, maka segala upaya pembangunan dan pemberdayaan desa harus dilakukan, yaitu dengan menjadikan desa-desa di provinsi lampung sebagai desa-desa yang Maju – Mandiri -Sejahtera (Desa Berjaya), ujarnya. 

Hal tersebut tentunya dengan kondisi Tata Pemerintahan, Kelembagaan Sosial Budaya, serta perekonomian yang baik dan saling terhubung kuat satu sama lain, dengan dukungan teknologi yang memadai, atau dalam istilah yang umum disebut “Smart Village”, tambahnya.

Sampai saat ini pemanfaatan APBDes, dan peran serta sinkronisasi program-program kerja dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten dan Provinsi, serta pihak swasta belum optimal dalam menjadikan desa-desa di Provinsi Lampung sebagai Smart Village, tegasnya. 

Dimana kita ketahui bahwa kondisi kawasan perdesaan di sebagian besar wilayah Provinsi Lampung belum tergarap secara optimal, misalnya sektor pertanian di kawasan transmigrasi, sektor pariwisata di kawasan pesisir, sektor jasa dan perdagangan di kawasan industri, sektor perkebunan di kawasan perkebunan, sektor perikanan di kawasan perairan, dan sebagainya, ujarnya.

Program Berjaya ini mengintegrasikan program-program pembangunan dan pemberdayaan desa yang ada di Provinsi Lampung dengan menitik beratkan pada Smart Village melalui sinergisitas pelaksanaan program-program, optimalisasi penggunaan berbagai sumberdaya dan peningkatan kapasitas desa, dengan dukungan teknologi informasi yang memadai, tutupnya. (INdra/Red)

Continue Reading

Tak Berkategori

Gelar Rapat Persiapan Idul Adha 1441 H, Pemkab Lamsel Imbau Warga Tidak Datangi Lokasi Penyembelihan Hewan Qurban

Avatar

Published

on

Lampung Selatan, Lampungtoday – Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Supriyanto pimpin rapat pembahasan persiapan pelaksanaan sholat idul adha 1441 H dan penyembelihan hewan qurban di aula rajabasa kantor bupati lampung selatan, Rabu (22/7/2020).
Turut hadir dalam rapat tersebut Staf Ahli Bidang Keuangan, Akar Wibowo, Staf Ahli Bidang Ekobang, Burhanudin, para Kepala OPD dan Camat Se-Kabupaten Lampung Selatan.
Pada rapat tersebut Supriyanto mengatakan agar pelaksanaan sholat idul adha diwajibkan mengikuti Posedur Tetab (Protab) protokol kesehatan mengingat wabah virus corona yang belum berakhir.
“Saya harapkan pada pelaksanaan sholat idul adha dan penyembelihan hewan qurban nanti tata caranya harus disesuaikan dengan protab protokol kesehatan covid-19 seperti memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan pakai sabun (3M),” Ucapnya.
“Kedisplinan masyarakat harus semakin meningkat dengan menerapkan 3M di berbagai aktivitas. Ini adalah komitmen bersama agar jumlah orang yang terkena virus corona bisa terus berkurang dan wabah bisa segera berakhir,” tegasnya.
Supriyanto juga mengingatkan agar Masyarakat yang berkurban tidak datang ke lokasi penyembelihan dan dalam Pendistribusiannya, daging kurban akan langsung diantar ke rumah mustahik.
Ia juga mengimbau agar panitia kurban tidak lagi menggunakan plastik saat pembagian daging. Sebagai gantinya, petugas panitia kurban menyiapkan wadah lainnya yang ramah lingkungan seperti besek dari bambu.
Pada hasil rapat persiapan pelaksanaan sholat idul adha 1441 H dan tata cara pelaksanaan penyembelihan hewan qurban diperoleh hasil rapat sebagai berikut :
  1. Kegiatan takbir tetap diselenggarakan di masid/mushola, tetapi tidak diperkenan dilakukan takbir dengan konvoi kendaraan.
  2. Penyelenggaraan sholat idul adha dapat dilaksanakan di masjid atau lapangan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.
  3. Pelaksanaan penyembelihan hewan kurban dilakukan dengan ketentuan, hewan kurban harus memdapatkan surat keterangan sehat dari dinas perternakan dan kesehatan hewan dan memenuhi unsur Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH).
  4. Pemotongan hewan kurban dihimbau dilaksanakan di Rumah Potong Hewan (RPH) yamg telah mendapatkan rekomendasi dari Dinas Petwrnakan dan Kesehatan Hewan.
  5. Petugas/pantia penyembelihan hewan kurban harus mengikuti rapid test, Selanjutnya daging kurban akan didistribusikan langsung kepada penerima oleh panitia.
  6. Terkait dengan tempat rekreasi, pemerintah Kabupaten Lampung Selatan belum memberikan izin resmi untuk membuka tempat rekreasi bagi masyarakat yang berniat melakukan liburan hari raya idul adha.
hasil rapat tersebut nantinya akan diterapkan di seluruh wilayah kabupaten lampung selatan. (eko/kmf)

Continue Reading

Trending