Connect with us

Bandar Lampung

Pimred Radar Lampung Undur Diri Untuk Maju ke Legislatif

Avatar

Published

on

Bandar Lampung : Wirahadikusumah, Pimred SKH Radar Lampung, menyatakan mundur dari Radar Lampung karena mencalonkan diri sebagai Caleg, pada Pileg 2019. Dia mundur demi menjaga marwah pers dan medianya.

Jurnalis yang sudah menekuni profesinya 10 tahun itu menulis pengunduran dirinya lewat rubrik medianya. Tulisan pengunduran diri yang diberinya judul “Titik Dari Sebuah Berita” juga tersebar pada grup-grup whathaap.

Wirahadikusumah menyatakan mundur dari profesi yang dicintainya terhitung Selasa (17/8). Menurut dia, keputusan mundur konsekuensi terjun ke dunia yang berbeda dari jurnalistik, yaitu dunia politik.

“Saya punya tanggung jawab menjaga SKH Radar Lampung dan jurnalisme agar tetap berjalan di track-nya, yakni mengabarkan informasi yang benar, memenuhi hak masyarakat untuk tahu tanpa harus masuk dalam kepentingan politik praktis,” katanya.

Wirahadikumah resmi terdaftar sebagai bakal calon legislatif (bacaleg) DPRD Provinsi Lampung dari Partai Demokrat untuk daerah pemilihan Tulangbawang, Tulangbawang Barat, dan Mesuji.

Ada pepatah bijak bilang, katanya, hidup adalah pilihan. Ibarat menulis berita, ini adalah titik yang menjadi akhir cerita. Sudah saatnya saya menulis di lembaran baru. Dengan kisah yang baru pula.

Dia mengakhiri tulisan dengan mengucapkan terima kasih, minta maaf, sekalgus mohon doa restu kepada medianya dan pembaca setia SKH Radar Lampung.

Sumber : Net
Editor : Putra

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Silahkan Tinggalkna Pesan Anda

Apa Kabar Lampung

Gubernur Arinal dan Wagub Chusnunia Lepas Marching Band Gita Praja Saburai Ikuti Kejuaraan di Kota Bandung

Redaksi LT

Published

on

BANDAR LAMPUNG : Gubernur Lampung Arinal Djunaidi dan Wakil Gubernur Chusnunia Chalim (Nunik) melepas Kontingen Marching Band Gita Praja Saburai untuk mengikuti kejuaraan Bandung Marching Band Championship ke- X tahun 2019 di Kota Bandung, Jawa Barat pada 10 – 13 Oktober 2019 mendatang. Pelepasan dilakukan di Lapangan Korpri, Komplek Kantor Gubernur Lampung, Selasa (8/10/2019).

Kontingen yang dilepas sebanyak 70 orang pemain terdiri dari siswa siswi SMA/SMK di Bandar Lampung, 4 orang pelatih, 21 orang Official dan pendukung lainnya yang akan berangkat pada ajang kejuaraan tersebut.

Wagub Nunik dalam sambutannya mengatakan Marching Band Gita Praja Saburai merupakan kebanggaan seluruh warga Lampung. Dia berharap Marching Band ini bisa mengikuti ajang kejuaraan tersebut dengan baik.

“Harapan kita, Gita Praja Saburai bisa menjadi kebanggan bagi masyarakat Lampung untuk menjadi yang terbaik. Insha Allah ini yang mau berangkat wajah-wajah siap dan optimistis juara,” ujar Wagub Nunik.

Nunik mengatakan diperlukan perjuangan dan pengorbanan serta disiplin yang tinggi untuk menggapai prestasi yang diharapkan. “Kita berharap agar semua nantinya menjalankan kekompakkannya,” katanya.

Apalagi disebutkan Nunik, bahwa kehadiran dirinya bersama Gubernur Arinal menunjukkan komitmen akan keberlangsungan dan kemajuan Marching Band di Provinsi Lampung.

“Hari ini bapak Gubernur hadir langsung, Insha Allah tanda komitmen beliau untuk memajukan dan mengapresiasi marching band di Provinsi Lampung,” ujarnya

Menurutnya, para anggota Marching Band yang terdiri atas gabungan dari pada siswa siswi SMA/SMK, merupakan kegiatan positif, sehat dan terarah.
“Sebagai generasi penerus bangsa kegiatan ini dapat menumbukan rasa cinta Tanah Air, rasa saling memiliki antar sesama, dan semangat berprestasi serta senantiasa menjunjung tinggi Sportivitas dalam berkompetisi,” katanya.

Dengan intensitas latihan yang rutin, Nunik meyakini dengan kerja keras yang dilakukan akan membuahkan hasil yang terbaik.

“Panas-panas bersama, kaki pegal bersama, deg-degan bersama dan warna kulit menjadi hitam pun bersama, ini semua akan menciptakan rasa kebersamaan, toleransi yang tinggi, serta saling memberikan motivasi dan semangat antar teman untuk mengejar prestasi. Semuanya itu akan terbayar ketika nanti kalian sudah tampil,” ujarnya.

Acara pelepasan ini dihadiri juga oleh para orang tua peserta Marching Band Gita Praja Saburai itu. Nunik mengatakan bahwa rasa bangga karena memiliki anak-anak penerus bangsa yang berprestasi.

“Kepada orang tua, berbanggalah memiliki putra putri generasi penerus bangsa yang luar biasa ini karena ini adalah anak-anak istimewa,” katanya.

Sementara itu, Ketua Pengurus Marching Band Gita Praja Saburai Minhairin mengatakan bahwa ajang Bandung Marching Band Championship ke- X tahun 2019 ini diselenggarakan dalam rangka Hari jadi Kota Bandung ke- 209, lalu Hari Jadi Provinsi Jawa Barat dan menyambut Hari Pahlawan.

Kegiatan ini atas kerjasama Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Kota Bandung, Yayasan Grand Prix Marching Band, Marching Band Indonesia (MBI) dan Andalan Indonesia Jaya.

“Marching Band Gita Praja Saburai di bawah binaan Gubernur Lampung. Pelepasan ini dalam rangka memberikan motivasi dan semangat kepada para peserta lomba, sekaligus unjuk gelar sebagai persiapan terakhir dalam mengikuti kompetisi dimaksud,” ujar Minhairin.

Minhairin menyebutkan tujuan diikutinya kejuaraan tersebut yakni untuk memberikan motivasi kepada para atlit, pelatih, dan official agar tetap semangat dan percaya diri untuk mengikuti lomba.

“Ini juga untuk memupuk rasa kekeluargaan, kebersamaan, tanggung jawab, sportivitas dan kreatifitas anggota marching band serta memberikan wawasan dan pengalaman pada peserta lomba sehingga dapat meningkatkan kualitas penampilannya dimasa-masa yang akan datang,” katanya.

Minhairin juga menuturkan untuk pelatih Marching Band Gita Praja Saburai sendiri adalah pelatih yang dihadirkan dari Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta.

“Pelatih ini berpengalaman dalam melatih Marching Band baik dalam acara-acara seremonial maupun untuk persiapan lomba tingkat nasional dan internasional,” ujarnya.(Humas Prov Lampung

Continue Reading

Apa Kabar Lampung

Wagub Chusnunia Dorong Pesawaran Kembangkan Konsep Wisata “One Village One Destination”

Redaksi LT

Published

on

BANDAR LAMPUNG : Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim mendorong pengembangan pariwisata Kabupaten Pesawaran menerapkan konsep One Village One Destination (OVOD). Dengan konsep ini, desa-desa di Pesawaran dapat menjadi destinasi pariwisata.

Hal itu diungkapkan Wakil Gubernur Nunik saat menerima audiensi Dinas Pariwisata Kabupaten Pesawaran, di Ruang Kerjanya, Selasa (8/201/2019).

“Prioritaskan 1-10 desa yang berdaya saing dan memiliki keunggulan masing-masing sehingga nantinya bisa kita dijadiakan sebagai desa wisata,” ujar Wagub.

Wagub menilai potensi wisata Pesawaran dapat maju dan berkembang dengan baik sehingga dapat menarik lebih banyak wisatawan baik mancanegara dan domestik. “Salah satu nya adalah dengan memperkuat promosi digital melalui media sosial, khususnya untuk menarik wisatawan nusantara kita harus sering memposting kegiatan pariwisata di media-media sosial,” ujar Wagub.

Wagub Chusnunia meminta Pemerintah Kabupaten Pesawaran meningkatkan kualitas amenitas di daerah destinasi wisata. Fasilitas pariwisata seperti rumah makan, restoran, toko, aksesbilitas dan segala fasilitas pendukung yang bisa memenuhi kebutuhan dan keinginan wisatawan selama berada di destinasi harus tingkatkan. “Semua dimaksudkan agar dapat membuat wisatawan merasa aman dan nyaman,” kata Nunik.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Pesawaran Elsyafri Fahrizal mengatakan tujuan beraudiensi salah satunya mensinergikan antara kebiajakan pusat, provinsi dan kabupaten khususnya dalam bidang pariwisata. “Sehingga apa yang kita lakukan baik on progress maupun tahun mendatang menjadi lebih bersinergi,” katanya.

Lebih lanjut Elsyafri mengungkapkan akan menyiapkan satu data detail mengenai destinasi wisata dan membuat skala prioritas untuk pengembangan wisatanya. Hal ini sesuai pesan Wagub Nunik.

Saat ini, kata Elsyafri, Pemkab Pesawaran sudah menetapkan beberapa desa sebagai destinasi wisata. Di antaranya, Desa Sungai Langka, Desa Bantu Menyan dan Desa Wiyono. (Humas Prov Lampung)

Continue Reading

Apa Kabar Lampung

Riana Sari Arinal Dikukuhkan Sebagai Bunda Literasi Provinsi Lampung 2019-2024

Redaksi LT

Published

on

BANDAR LAMPUNG : Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) Muhammad Syarif Bando mengukuhkan Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Lampung Riana Sari Arinal sebagai Bunda Literasi Provinsi Lampung periode 2019-2024, di Ruang Abung, Balai Keratun, Selasa (8/10/2019).

Syarif Bando mengharapkan Bunda Literasi Provinsi Lampung dapat menjadi panutan dalam membangun sumber daya manusia (SDM) terutama sejak usia dini.

“Selamat mengemban tugas untuk Bunda Literasi Provinsi Lampung. Saya percaya bahwa saudara dapat menjadi role model dan menginspirasi dalam membangun sumber daya masyarakat Provinsi Lampung untuk maju bersama rakyat, cerdas, sehat, dan sejahtera,” ujar Syarif.

Perpusnas RI, lanjut Syarif, adalah Lembaga Pemerintah Non Departemen, yang bertanggungjawab langsung kepada Presiden. Dalam pelaksanaan kewajibannya melakukan promosi perpustakaan dan gemar membaca dalam rangka mewujudkan masyarakat pembelajar sepanjang hayat.

“Perpusnas RI mempunyai tugas melaksanakan tugas pemerintahan di bidang perpustakaan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administrasi umum dibidang perencanaan umum, ketatausahaan, organisasi dan tata laksana, kepegawaian, keuangan, kearsipan, persandian, perlengkapan dan rumah tangga,” jelas Syarif.

Syarif juga berharap Bunda Literasi Provinsi Lampung Riana Sari Arinal dapat mengemban amanah yang telah diberikan untuk menumbuhkan budaya gemar membaca masyarakat di daerah termasuk mengadakan safari keliling di kabupaten/kota yang ada di Lampung.

Sementara itu, Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim mengucapkan terimakasih kepada Perpustakaan Nasional RI, yang telah memilih Provinsi Lampung sebagai tempat untuk pelaksanaan kegiatan Safari Gerakan Nasional Gemar Membaca.

“Kegiatan ini merupakan momen yang sangat strategis untuk mendukung minat masyarakat dalam memperluas wawasan dan pengetahuan melalui membaca, hal ini dikarenakan dengan membaca dapat meningkatkan kreativitas, kepercayaan diri, membuka diri terhadap ide dan informasi baru, serta dapat mengembangkan kemampuan dan bakat yang dimiliki dengan optimal,” ujarnya.

Mewakili Pemprov Lampung, Nunik berharap bunda literasi Provinsi Lampung Riana Sari Arinal mampu mengoptimalkan budaya baca di seluruh lapisan masyarakat, terutama kepada anak.

“Ibu Riana merupakan orang yang peduli dalam memajukan Sumber Daya Anak. Dengan dikukuhkannya beliau sebagai Bunda Literasi Provinsi Lampung, Pemprov berharap ibu Riana mampu mendongkrak minat baca dengan metode inovatif dan kreatif dalam penumbuh kembangan minat baca pada masyarakat khususnya anak,” ujar Nunik.

Pada kesempatan yang sama, Riana Sari Arinal mengungkapkan bahwa dirinya siap berada hadir dan merangkul seluruh elemen masyarakat termasuk menjadi ibu dalam menumbuh kembangkan minat baca pada anak sejak usia dini.

“Saya siap menjadi Bunda Literasi bagi anak anak usia dini, dimana usia tersebut adalah masa emas atau golden age bagi mereka dalam mengeksplorasi hal hal yang mereka lakukan dan sangat peka terhadap rangsangan sekitar,” ujarnya.

Riana menilai orang tua sangat berperan dalam menumbuhkan minat baca anak, terutama pada masa usia dini. Dimulai dengan membacakan anak buku sebelum tidur, mengajak anak pergi ke toko buku dan membelikannya buku.

“Minat dan kemampuan membaca tidak akan tumbuh secara otomatis, tapi harus melalui latihan dan pembiasaan. Artinya apabila seorang ibu ingin anaknya mempunyai prilaku gemar membaca, kegiatan membaca inilah yang perlu dibiasakan sejak kecil. Karena pada dasarnya kecintaan anak pada kegiatan membaca akan berguna bagi pengembangan pribadi dan akademisnya,” tutupnya. (Humas Prov Lampung)

Continue Reading

Trending