Connect with us

Mesuji

Pileg 2018, PPK Way Serdang Gelar PLeno DPSHP

Avatar

Published

on

Mesuji : Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) tahun 2019, PPK Kecamatan Way Serdang melaksanakan rapat pleno terbuka Rekapitulasi Data Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP) di sekretariat PPK Way Serdang, Sabtu (21/07/2018).

Rapat pleno dihadiri oleh Ketua dan anggota PPK, Kapolsek way serdang Iptu Sarijo, Ketua Panwascam Way Serdang, Fajarulah, Staf Kecamatan Dahirin mewakili Camat dan PPS se Kecamatan Way Serdang. Dari hasil pleno, DPS Way Serdang terdapat penambahan sebanyak 632 pemilih baru sebanyak 194 pemilih yang tidak memenuhi syarat. Sehingga total DPSHP Kecamatan Way serdang yaitu 30.070 mata pilih.

Ketua Panwascam Way Serdang, Fajarulah, dalam sambutannya menghimbau agar semua jajaran tetap netral dan fokus agar tahapan Pileg dapat berlangsung sesuai rencana. “PPS dan PPL harus saling berkoordinasi untuk menghindari miskomunikasi yg dapat menghambat tahapan,” katanya.

Dalam sesi tanya jawab, PPS Bukoposo mengajukan pertanyaan berkaitan dengan pemilih yang berada di Register 45. Sebab, ada indikasi beberapa diantara mereka memiliki KTP beralamat Gedung Boga atau Bukoposo. Mereka tidak terdafatar di DPS/DPSHP tapi kemungkinan bisa datang ke TPS saat pemilihan.”

Menanggapi hal itu, PPK Way Serdang berjanji akan mengkoordinasikan dengan KPU.
Rapat pleno berakhir pada pukul 12:15, ditutup dengan foto bersama dan penyerahan berita acara berserta lampirannya dari PPK kepada Panwascam.”

Reporter : Dedi
Editor : Putra

Continue Reading
Click to comment

Silahkan Tinggalkna Pesan Anda

Apa Kabar Lampung

Kacau 53 Kolam Di Desa Wiralga Tak Berfungsi

Redaksi LT

Published

on

Mesuji : Sebanyak 53 kolam yang terletak di Desa Wiralaga 1 Kecamatan Mesuji Kabupaten Mesuji tidak produksi lagi.hal ini lantaran kurangnya ilmu pengetahuan dari para petani ikan sehingga mengakibatkan gagal panen setiap tahunnya.

Oleh karenanya Pemerintah Kabupaten Mesuji melalui Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Mesuji berencana akan menghidupkan kembali kolam yang di bangun sejak tahun 2015 lalu ini agar bisa produksi atau panen kembali.

Plt Kadis Kelautan dan Perikanan Pariman mengatakan kalau Pemkab siap membantu apa yang menjadi kebutuhan para petani ikan di Desa Wiralaga 1 tersebut seperti, bibit ikan, pakan, serta memberikan pelatihan atau penyuluhan agar tidak kembali gagal panen seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Pemkab mesuji siap membantu bibit ikan maupun pakannya asalkan komitmen dan keseriusan dari masyarakatnya benar-benar serius dalam menghidupkan kolam-kolam yang telah lama vakum ini.kami juga akan memberikan pelatihan khusus kepada masayarakat atau kelompok agar tidak gagal seperti sebelumnya.” Jelasnya.

Senada dengan Pariman, Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten mesuji melalui anggota Komisi B Bob Nasution, merespon positif dan mendukung sepenuhnya program Dinas Kelautan dan Perikanan tersebut.menurutnya program kolamnisasi atau budi daya ikan kolam yang akan digalakkan kembali dengan mengelola kembali kolam-kolam yang telah lama tidak terpakai tersebut dinilai sangat berpotensi dalam meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.

” Dengan digalakkannya program kolamnisasi ini diharapkan dapat menjadi penghasilan tambahan bagi masyarakat setempat,untuk itu,dalam pelaksanaan nantinya program ini dapat berjalan secara berkesinambungan”. Paparnya.

Politisi Partai Demokrasi Perjuangan Indonesia ini juga menambahkan, minimnya ilmu dan pengetahuan warga dalam tekhnis budi daya ikan kolam ini menjadi faktor utama gagal nya pengelolaan ikan kolam di masa sebelumnya, untuk itu Putra Asli Daerah Mesuji yang telah dua periode menduduki Komisi B DPRD Mesuji ini berharap agar dinas terkait dapat melibatkan langsung tenaga tekhnis khusus dalam pengelolaan ikan kolam,

Sebagai pendamping warga dalam memberikan penyuluhan dan pelatihan tentang tekhnis pengelolaan budidaya ikan kolam,baik dari proses pemberian pakan hingga pola pemeliharaan ikan itu sendiri,sehingga para warga yang mengelola kolam dapat memetik hasil hasil yang maksimal..

Continue Reading

Apa Kabar Lampung

Korban Penganiayaan Di Mesuji Lapor Polisi

Redaksi LT

Published

on

MESUJI : Akhirnya Penjabat (Pj) Kepala Desa Tirtalaga Hendra Kurniawan.S.Kom., dan Wartawan salah satu media harian di Mesuji Nara Sukarna yang menjadi korban pengeroyokan dan pemukulan oleh sejumlah orang tak dikenal (OTK) pada Rabu (01/05) malam sekitar pukul 20.00 wib kemarin, resmi melaporkan tindak pidana penganiayaan yang dialaminya ke Mapolsek Tanjung Raya. Dengan dasar bukti Laporan Polisi Nomor : LP/146-B/V/2019/Polda Lampung/Res Mesuji/Sek TJ Raya tanggal 01 mei 2019.

Hendra mengatakan, tindakan para pelaku sudah sangat kelewatan dan tidak bisa dibiarkan begitu saja. Sebab, meski sudah mengetahui bahwa dirinya adalah Pj Kades Tirtalaga, namun para pelaku yang belakangan diketahui merupakan warga Desa Sumber Makmur (SP12), Kecamatan Mesuji tetap saja secara brutal menyerang dirinya dan nara.

“Ini sudah keterlaluan dan tidak bisa dibiarkan, saya berharap kepada pihak kepolisian agar para pelaku itu segera diproses sesuai hukum yang berlaku. Sebab, ini menyangkut wibawa pemerintah, jika seorang aparatur desa saja sudah tidak dihargai, apalagi yang lain,”kata Hendra.

Sementara Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Mesuji Alzoni menegaskan, pihaknya berharap kepada pihak kepolisian untuk mengusut tuntas permasalahan ini. Terlebih berdasarkan saksi dan bukti yang ada semua sudah memenuhi unsur pidananya. Artinya, ini sudah merupakan tindakan melawan hukum dan ada konsekuensinya.

“Kami serahkan permasalahan ini sepenuhnya dengan pihak kepolisian, dan kami yakin polisi akan bertindak cepat menyikapi hal ini. Jadi saya himbau kepada semua kawan-kawan wartawan di Mesuji baik yang tergabung di PWI maupun organisasi lain yang ada di Mesuji, karena ini sudah menyangkut profesi kita semua sebagai jurnalis dan masyarakat yang taat hukum harus menghormati proses hukum yang berjalan, kita biarkan polisi bekerja dan kita tunggu hasilnya,” tegasnya.

Terpisah, Kapolsek Tanjung Raya, IPTU. Muhammad Ataka, mendampingi Kapolres Mesuji AKBP. Edie Purnomo.S. IK., saat dikonfirmasi wartawan membenarkan adanya laporan korban pengeroyokan dan pemukulan OTD atas nama Hendra Kurniawan yang juga menjabat sebagai Pj.Kades Tirtalaga, Kecamatan Mesuji.

Pihaknya memastikan akan segera menindaklanjuti kasus ini dan segera menangkap pelakunya. “Proses hukum tetap kami jalankan, korban sudah datang ke Mapolsek Tanjung Raya semalam untuk melaporkan di duga penganiayaan atau pengeroyokan.

Saksi-saksi sudah kami periksa dan Puskesmas Tanjung Mas Rejo sudah diminta hasil visum nya dan pagi ini tadi kami turunkan tim untuk lakukan olah TKP,”kata Kapolsek melalui pesan WhatsAppnya, Kamis(02/04).

Ataka juga meminta agar korban bersabar, karena menurut dia, setiap permasalahan pasti ada sebab akibat, dan setiap hal tidak bisa dikerjakan secara instan dan butuh proses.

“Maka dari itu, malam ini akan kami kirim surat panggilan terhadap terduga pelaku atau saksi-saksi yang netral untuk kami mintai keterangannya. Dan jika terbukti dan merupakan suatu tindak pidana maka akan kami lakukan upaya paksa demi penegakan hukum,”tandasnya.

Reporter : Erwan EP
Editor : Red

Continue Reading

Apa Kabar Lampung

Pj. Kades Tirtalaga dan Salah Satu Wartawan Media Harian Dianiaya Orang Tak Dikenal

Redaksi LT

Published

on

MESUJI-Hendra Kurniawan (37)  Penjabat (Pj) Kepala desa (Kades) Tirtalaga Kecamatan Mesuji dan Nara Sukarna (32) Wartawan harian Translampung di keroyok dan dianiaya oleh orang yang tidak dikenal  didesa Tirtalaga rabu (01/05) sekira pukul 20.30 wib.

Menurut Hendra Kejadian bermula saat rombongan pelaku  lewat dan menyerempet mobil Hendra yang sedang diparkir dipinggir jalan,saat dihentikan para pelaku yang berjumlah 4 orang tanpa banyak bicara langsung menyerang dengan membabi buta,sambil diantara pelaku menyoroti muka korban.

“Kejadiannya begitu cepat karena posisi kami diserang dengan membabi buta dan muka kami disorot dengan senter jadi kami saat diserang tidak bisa membalas hanya menangkis dan mengelak tanpa memberikan perlawanan.Sebab saya takut mereka membawa sajam atau  yang lainnya,” jelas Hendra saat akan membuat laporan di Polsek Tanjung Raya rabu malam sekitat pukul 23.00 wib.

Hendra menjelaskan bahwa kejadian tersebut sedikit reda saat ada warga yang diketahui bernama M.Yusuf yang mengetahui dan berusaha melerai dan mengatakan bahwa Hendra kades Tirtalaga dan Nara adalah seoirang Wartawan namun upaya pak Yusuf tidak digubrisnya.

Mengetahui Hendra sudah masuk ke Primer (saluran Air) para pelaku berbalik akan menyerang Nara.

“Iya Pak Yusuf yang berusaha melerai sambil mengatakan ‘jangan itu kepala desa Tirtalaga,Kami gak ada urusan,kata para pelaku dan saat pak Yusuf menunjuk ke Nara sambil berkata jangan itu  Wartawan,  kami gak ada urusan sama Wartawan dan hukum,” terang Hendra menirukan kalimat para pelaku sebelum mereka pergi.

Sedangkan menurut Nara,dia dan Hendra sedang istirahat  tak lama para pelaku lewat dengan membawa mobil Pic-up tanpa lampu yang bermuatan gabah dan sengaja menyerempet mobil hendra yang sedang diparkir.Tetapi saat kita kejar dan hentikan mereka langsung menyerang kita dengan Brutal.

“Yang jelas kita tidak melawan hanya berusaha menangkis dan mengelak dan yang kita sayangkan mereka udh dikasih tau itu kades tapi semakin brutal, dikasih tau jangan itu wartawan mereka bilang gak ada urusan kami tidak takut sama hukum,” kata Nara.

Terkait penganiayaan yang sudah dilakukan oleh para pelaku kepala dinas PMD Kabupaten Mesuji mengecam keras perbuatan para pelaku dan meminta kepada pihak kepolisian segera menangkap para pelaku agar kejadian seperti ini tidak terulang kepada kades-kades lain.

“Iya kepala desa itu pelayan masyrakat dan Hendra ditunjuk sebagai pj kepala desa untuk mengisi kekosongan Kepala desa tirtalaga.Yang jelas para pelaku harus harus segera ditangkap dan mempertanggunjawabkan perbuatan mereka,” harapnya.

Sementara itu Ketua PWI Kabupaten Mesuji Alzoni yang mendapingi Hendra dan Nara Sukarna memberikan laporan ke Polsek Tanjung Raya mengatakan para pelaku harus segera ditangkap  karena ini kasusnya pidana.

“Ya kita mengutuk perbuatan para pelaku yang sudah mengeroyok kades Tirtalaga dan salah satu anggota PWI ,dan para pelaku harus segera ditangkap,” tukasnya.

Sampai berita ini diturunkan Hendra Dan Nara masih memberikan keterangan di polsek Tanjung raya yang didampingi Kadis PMD sekertaris dan tiga Kabid  di PMD. Ketua PWi dan beberapa anggota Pwi Lainnya.

Reporter : Erwan EP
Editor : Red

Continue Reading

Trending