Connect with us

Today NEWS

128 Kepala Kampung Kabupaten Waykanan Ikut Bimtek Ke Jogjakarta

Avatar

Published

on

Way Kanan : Gelontorkan dana desa Rp. 832 juta, 128 Kepala Kampung di Kabupaten Way Kanan melaksanakan bimbingan teknis (bimtek) peningkatan kapasitas aparatur kampung di Yogyakarta.

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung Way Kanan Ixuan Ahmadi, menjelaskan dirinya saat ini telah berada di Yogyakarta untuk melakukan pendampingan terhadap 142 Kepala Kampung yang melaksanakan bimtek tersebut.

Bimtek ini dilaksanakan selama empat hari yang dimulai dari 26-29 Juli 2018. “Pelaksanaan ini digelar bukan memakai anggaran Dinas PMK Kabupaten Way Kanan melainkan menggunakan dana desa. Untuk lebih jelasnya coba hubungi Ketua APDESI Way Kanan,” terangnya

Saat dikonfirmasi terkait legalitas pelaksanaan kegiatan bimtek tersebut, Ixuan, menegaskan bahwa pelaksanaan bimtek ini adalah legal dan tidak menyalahi aturan.

“Dalam aturannya masuk dalam program pemberdayaan dan pengembangan kapasitas aparatur kampung,” terangnya.

Untuk aturan yang membolehkan pelaksanaan bimtek ini adalah berdasarkan Peraturan Menteri Desa Nomor 19 tahun 2017, Tentang prioritas penggunaan dana desa tahun 2018, yaitu pasal 4 yang mengatur tentang prioritas penggunaan dana desa tersebut antaralain, bidang pembangunan dan bidang pemberdayaan masyarakat serta peningkatan kapasitas aparatur kampung.

Sementara itu, saat dikonfirmasi terkait dengan bimtek tersebut, Ketua APDESI Kabupaten Way Kanan, Hepan Suwita, menjelaskan bahwasannya untuk jumlah total yang berangkat 128 Kepala Kampung, yang pada awalnya hendak berangkat 142 Kepala Kampung.

“Keberangkatan Kepala Kampung ini sepenuhnya menggunakan dana desa yang diambil dari peningkatan kapasitas perangkat kampung,” ungkapnya

“Pelaksanaan ini kita menggunakan pihak ketiga yakni Lembaga Manajemen Keuangan dan Ilmu Pemerintahan (LMKIP). Satu Kepala Kampung wajib membayar untuk bimtek tersebut sebesar Rp6,5 juta,” terangnya.

Bimtek ini dilaksanakan selama empat hari yang dimulai dari 26-29 Juli 2018. “Bagi Kepala Kampung yang tidak berangkat tidak masalah, karena kegiatan ini tidak dipaksakan,” ungkapnya.

CR / Waykanan

Editor : Putra

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Bandar Lampung

Walikota Bandar Lampung Buka Rakelwil Apeksi Wilayah II Sumbagsel di Hotel Grand Mercure

Redaksi LT

Published

on

Bandar Lampung – Wali Kota Bandar Lampung Hja Eva Dwiana membuka Rakerwil Komisariat Wilayah II Sumbagsel Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) di Hotel Grand Marcure, Bandar Lampung Selasa (21/05/2024).

Sebagai Ketua Komisariat Wilayah II Apeksi Sumbagsel, Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana menyampaikan, 10 pemerintah kota Wilayah II Apeksi Sumbagsel akan mengangkat isu ekonomi yang berkelanjutan dan stabil.

“Ada beberapa isu yang memang akan kita selesaikan di sini, nanti kita Dirakernas akan dibahas kembali,” kata Wali Kota Bandar Eva Dwiana.

“(Stabilitas ekonomi) ini salah satunya,” ucapnya.

Dari Bandar Lampung sendiri, Eva menyebut, pihaknya akan juga menonjolkan anggaran bencana.

“Kalau isu kita di sini (Bandar Lampung), mungkin masalah utama bencana ya. Karena anggaran untuk menghadapi bencana sudah kita siapkan, jadi sedia payung sebelum hujan,” tegasnya.

“Nah masih banyak yang tidak tahu daerah lain soal program kita yang ini, makanya nanti kita akan diskusikan juga. Sebab kemarin kita ada bencana, sudah ada anggarannya,” bebernya.

Kemudian, Eva juga menyebut, Bandar Lampung konsen menghadapi Pilkada 2024.

“Supaya Kota Bandar Lampung bisa jadi acuan atau mereka pacuan kita, tapi semua untuk Kota Bandar Lampung semua sudah kita lakukan, termasuk juga persiapan Bawaslu, KPU dan semua menjelang Pilkada, sudah kita lakukan,” jelasnya.

Dengan adanya Rakerwil II Sumbagsel Apeksi, Eva berharap dapat memajukan daerah khususnya di Sumatera.

“Harapan kita, pembahasan ini akan menjadi jalan keluar, terutama bagi daerah di Sumatera,” paparnya.

“Kita harap juga banyak perkembangan di daerah supaya tidak tertinggal dari daerah di dekat ibu kota,” katanya.

“Bunda mohon doanya dari masyarakat, bukan hanya Bandar Lampung saja tapi seluruh negeri ini,” tutupnya.(zld/red).

Continue Reading

Bandar Lampung

Walikota Bandar Lampung Letakan Batu Pertama,Tanda Mulai di Garap nya Gapura dan Pagoda Teluk Betung Town

Redaksi LT

Published

on

BANDAR LAMPUNG— Wali Kota Bandar Lampung Hj Eva Dwiana melakukan peletakan batu pertama dalam rangka ground breaking pembangunan Tugu Pagoda dan Gapura Telukbetung Town Bandar Lampung
di Jalan Ikan Bawal, Teluk Betung Selatan Senin (20/05/2024).

Pembangunan Tugu Pagoda dan empat gapura dengan tema Pecinaan dan itu akan mulai dibangun dan menjadi salah satu tambahan tempat wisata yang ada di Kota Tapis Berseri.

“Alhamdulillah sekarang sudah resmi dibangun, mulai hari ini sampai kedepan. Tapi PR kita masih banyak karena kita masih harus buat empat gerbang masuk dan juga dua pintu keluar dan trotoar.

Ini semua harus kita lakukan secepat mungkin,” katanya.

Menurutnya, Pagoda dan Gapura yang akan dibangun tersebut merupakan salah satu bentuk kerukunan umat beragama yang ada di wilayah Telukbetung tersebut.

“Keberadaan etnis Tionghoa dalam rangka mempererat kerukunan antar umat beragama, dan Telukbetung Town ini lambang kerukunan umat, apapun agamanya, sukunya, kita adalah Indonesia. NKRI harga mati,” tegasnya.

Eva juga menyebut, Pemkot Bandar Lampung mempunyai beberapa konsep yang akan digunakan.

Di antaranya mengatur penggunaan kendaraan roda dua dan empat dan tentunya gratis bagi siapapun yang ingin mengunjunginya.

“Mohon doanya karena kita punya konsep nanti setelah jadi kita luncurkan, karena Kota
Bandar Lampung harus maju dan nama tempatnya beda-beda,” ungkapnya.

Seperti di Kecamatan Kemiling, Langkapura, kini sedang dijadikan pusat wisata kuliner dan makanan seperti oleh-oleh.

Dari Tkarang Pusat dan Kedaton dijadikan wisata kuliner dan keripik.

Lalu untuk TBU dijadikan pusat makanan kuliner pempek yang ada di Bandar Lampung
.
Bila sesuai target, banguna tersebut akan jadi dan diresmikan pada awal tahun 2026 dengan memakan biaya lebih dari Rp 3 miliar untuk pagoda dan empat gerbang.

“Untuk sementara yang ini (Pagoda, red) Rp 1 miliar dengan tinggi hampir 9 meter. Tapi Insya Allah masih akan kembali kita ajukan di APBD Perubahan dan Murni dengan total untuk perbaikan jalan, termasuk trotoar itu Rp 25 M.

Insya Allah di akhir tahun 2025 atau 2026 awal bisa selesai dan diresmikan,” sebutnya.

Dalam pembangunannya, Eva menyebut tidak ada penutupan jalan, namun dirinya meminta semua masyarakat yang melintas untuk selalu berhati-hati.

“Jalan seperti biasa, nggak ditutup. Tapi bunda minta tolong semua pengguna jalan berhati-hati, kita tidak menutup semuanya tapi kita memberikan jalan supaya semuanya bisa beraktivitas dengan kerja sama yang baik,” ucapnya.

Dirinya berharap, Telukbetung yang selama ini hanya ramai pada siang hari, akan berbalik keadaan jika telah terbangun tempat wisata yang baru dengan berbagai kuliner khasnya.

Pertokoan tidak ada yang kita hilangkan, tetap kita pertahankan. Jadi kalau yang biasanya ramai pada siang hari, nanti malam akan ramai juga. Harapannya lambang kerukunan umat beragama ini bisa jadi pariwisata di Bandar Lampung,”tutupnya.(zld)

Continue Reading

Bandar Lampung

Di Duga Tak memiliki Izin,Provider My Republik Tanam Tiang dan Narik Kabel di Kecamatan Kedamaian

Redaksi LT

Published

on

Bandar Lampung – Penanaman beberapa tiang dan penarikan kabel jaringan baru milik provider My Republic di sejumlah tempat di Kelurahan Kalibalau Kencana, Kec. Kedamaian diduga tak miliki izin, Sabtu (18/05/24).

Berdasarkan pantauan di Lokasi penarikan kabel jaringan sejumlah tempat di Kelurahan Kalibalau Kencana, tepatnya berada Jl. HRM Mangundiprojo, Jl. Perwates, Jl. Ridwan Rais, Kecamatan Kedamaian

Saat di Jl. HRM Mangundiprojo, Kalibalau Kencana, terdapat mobil bak pengangkut tiang baru dan pekerja sedang melakukan penarikan Kabel jaringan baru.

Ditemukan juga adanya bekas galian tanah baru untuk memasang tiang yang digunakan untuk jalur penarikan kabel jaringan tersebut.

Pengawas lapangan My Republic Depri saat ditemui di Lokasi mengatakan bahwa hari ini pihaknya melakukan penarikan kabel jaringan baru hanya sepanjang 1,2 Kilo Meter.

“Baru 1,2 Km bang hari ini karna ujan tadi, terus kalo untuk tiang yang ditanam saya kurang tau bang totalnya berapa,” kata Depri saat dikonfirmasi oleh awak media.

Depri juga menyatakan bahwa pihaknya telah memenuhi legalitas yang ada dan melaporkan kegiatan kepada pamong-pamong setempat dari jajaran RT, Kaling, Lurah, dan Camat serta sudah punya surat izin dari Disperkim Kota Bandar Lampung.

“Izin kita udah dari lama bang yang di Disperkim, atau abang nanti saya kirim nomer temen saya, Kordinasi sama dia aja bang.” Kata Depri

“Minta nomer kontak abang aja nanti Kordinasi sama temen saya bang,” katanya

Sementara itu, Camat Kedamaian Joni Efriadi saat dikonfirmasi mengatakan bahwa pihaknya belum menerima laporan ataupun bukti rekomendasi dari Disperkim Kota atas adanya penanaman tiang dan penarikan kabel jaringan baru di Wilayahnya.

“Memang pernah konfirmasi mas, bahwa provider itu ingin melakukan kegiatan di Wilayah kita, namun pihaknya bilang bahwa masih menunggu surat rekom dari Disperkim, dan itu juga yang kita mau lihat agar kami tahu kegiatan apa yang akan dikerjakan disini.” Kata Camat Kedamaian Joni.

Pihaknya juga merasa dipermainkan dengan adanya penanaman tiang dan penarikan kaber besar tanpa laporan ataupun pemberitahuan terlebih dahulu.

“Kalau seperti ini kita jadinya kucing-kucingan, mereka masangnya juga di saat hari weekend, sementara kami juga punya kesibukan lain.” Tuturnya.

Ia menjelaskan bahwa sebelumnya, Provider My Republic juga pernah melakukan pemasangan di Wilayahnya pada awal tahun.

Akan tetapi, dikatakan Camat, kegiatan tersebut sudah selesai, sehingga info ini akan kita teruskan ke pihak Lurah dan jajarannya untuk mengkonfirmasi lagi.

“Nanti akan kita konfirmasi lagi ke Lurahnya ya mas,” tutupnya

Sementara, Hingga berita ini diterbitkan belum ada keterangan resmi dari pihak Disperkim Kota Bandar Lampung. (zld/red).

Continue Reading

Trending