Connect with us

Today Criminal

Dalam 2 Pekan Polres Lampura Berhasil Amankan 24 Tersangka Kasus Narkoba

Avatar

Published

on

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Silahkan Tinggalkna Pesan Anda

Today Criminal

Korupsi Dana Desa Kades Talang Jembatan Di Penjara

Redaksi LT

Published

on

Lampung Utara : Kepolisian resmi menetapkan RZ Kepala Desa Talang Jembatan, Kecamatan Abung Kunang, Lampung Utara, sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi Dana Desa anggaran tahun 2017. Pada Senin (17/2/2020) siang, RZ sempat menjalani pemeriksaan sebelum dijebloskan kedalam tahanan Kepolisian.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Lampung Utara, Ajun Komisaris Polisi, M.Hendrik, memewakili Kapolres Lampung Utara AKBP Budiman, mengatakan, Kepolisian telah melakukan penyelidikan dugaan korupsi Dana Desa Tahun 2017 di Desa Talang Jembatan sejak tahun 2018. Dari hasil penyelidikan hingga penyidikan, penyidik telah menemukan dugaan kuat yang melibatkan Kepala Desa Talang Jembatan, RZ, sehingga negara telah dirugikan Rp 411.803.600. dari total Dana Desa Rp. 1.1 Miliar.

” RZ ditetapkan sebagai tersangka dan langsung ditahan (20 hari kedepan). Barang bukti yang ikut diamankan yakni sejumlah dokumen kegiatan tahun 2017,” katanya, Selasa 18 Februari 2020.

” Modus yang dilakukan tersangka (RZ) yakni melakukan mark up anggaran, serta ada beberapa kegiatan yang fiktif,” imbuh Hendrik.

Menurut pengakuan tersangka, lanjutnya, uang hasil penyimpangan itu dipergunakan untuk keperluan pribadi.

” (Terhadap RZ) Kita kenakan pasal 2 dan 3 UU No. 20 Tahun 2001 mengenai tindak pidana korupsi dengan ancaman minimal 4 tahun dan paling lama 20 tahun,” ucap Hendrik.

Reporter : Alex BW
Editor : Red

Continue Reading

Apa Kabar Lampung

Tiga Pelaku Pencurian Modus Penggembosan Ban di Tangkap

Redaksi LT

Published

on

Lampung Utara : Kepolisian Lampung Utara membekuk tiga pelaku yang diduga terlibat dalam pencurian dengan modus penggembosan ban mobil, Kamis dini hari (11/7/2019) tadi.

” Mereka (pelaku) ditangkap ‎di kediamannya masing – masing,” ucap Kepala Satuan Reserse Kriminal, AKP M. Hendrik Apriliyanto kepada wartawan, Kamis (11/7/2019).

Mereka yang ditangkap, lanjut dia,Ro (54) dan He. Keduanya tercatat sebagai warga Kecamatan Blambanganpagar, sedangkan AR (55), tercatat sebagai warga Kecamatan Abungsemuli. Ketiganya terlibat dalam aksi pencurian ‎di Jalan HOS Cokroaminoto, Selasa (28/5/2019), sekitar pukul 12.30 WIB.

” Korbannya bernama Dio Sandi (19), warga Kecamatan Abung Surakarta,” kata Hendrik.

Dicerifakannya, kejadian berawal dari korban yang baru saja mengambil uang dari Bank Mandiri dengan mengendarai mobil Toyota Avanza. Saat arisanya, korban merasa salah satu ban mobilnya kempes.

Ia pun turun untuk memastikan hal tersebut. Pelaku yang telah lama mengintai kondisi ini langsung membuka pintu mobil dan mengambil uang yang berada di bawah kursi depan di samping pengemudi.

‎Hanya dalam hitungan menit, uang ratusan juta milik korban telah berpindah tangan. Beruntung, korban yang sedang memeriksa kondisi ban mobilnya itu sempat mendengar suara pintu mobilnya ditutup oleh pelaku.

Sadar uangnya telah dibawa kabur, korban langsung mengejar pelaku yang mengendarai sepeda motor dengan meminjam sepeda motor salah seorang pe‎dagang di sekitar lokasi.

‎Korban yang berhasil mengejar pelaku langsung menabrak pelaku yang terlihat ingin naik ke dalam mobil yang telah lama menunggunya. Sempat terjadi aksi tarik-menarik tas antar keduanya. 

Tak kehilangan akal, korban pun berteriak ‘rampok’ untuk menarik perhatian warga. Menyadari suasana tidak lagi mendukung, para pelaku langsung tancap gas meninggalkan lokasi.‎

” Namun, berkat keberanian korban, uang senilai Rp624 juta tidak dapat dibawa kabur para pelaku. Korban lantas melaporkan kejadian ini ke Mapolres yang tertuang dalam laporan Polisi Nomor : LP/B-359/V/2019/Polda Lampung/SPK Res LU pada tanggal 28 Mei 2019,” tutur Hendrik.

“Pelaku berikut barang bukti sepeda motor yang digunakan beraksi dan paku‎ untuk menggemboskan ban mobil sudah diamankan,” imbuhnya.

Reporter : Alex
Editor : Red

Continue Reading

Apa Kabar Lampung

Polisi Tangkap Oknum PNS Pembunuh Wanita Berambut Pirang

Redaksi LT

Published

on

Lambar : Tim Khusus Anti Bandit (Tekab) 308 Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Lampung Barat (Lambar) dalam waktu kurang dari 12 jam berhasil mengamankan tiga orang tersangka yakni, Gidion Meldina (GM) bin Suardi (31) warga Sipatuhu Kecamatan Banding Agung Kabupaten Oku Selatan, Badriansyah (BS) (35) tahun yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) warga Desa Bandar Agung Kecamatan Bandar Agung Kabupaten Oku Selatan.

Kemudian dan Asrul Mubarik (AM) bin Baharudin, warga Desa Suka Maju Kecamatan Banding Agung Kabupaten Oku Selatan.

Dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), Dilokasi penemuan mayat wanita berambut pirang yang teridentifikasi atas nama Beti bin Bairun (45) warga desa Sepatuhu Kecamatan Banding Agung,Kecamatan OKU Selatan Sumatera Selatan (Sumsel) yang ditemukan di buang di jurang Pekon Rata Agung,Kecamatan Lemong Pesisir Barat.

https://lampungtoday.com/2019/02/28/penemuan-mayat-di-kawasan-tnbbs-gemparkan-warga/

Pada press rilis yang dipusatkan di Mapolres setempat, Jumat (1/3), Waka Polres Kompol M. Riza Fahlevi, M.H., didampingi Kasatreskrim AKP Faria Arista, S.Ik., bersama Kanit Jatantras Ipda Eflan, mewakili Kapolres AKBP Doni Wahyudi, S.Ik.,  mengungkapakan, total empat orang tersangka dalam kasus pembunuhan tersebut, dengan tersangka utama Gidion Meldina sedangkan satu tersangka OR sedang dalam pengejaran anggota.

“Alhamdulillah anggota kami sudah menangkap tiga orang dari empat orang tersangka, sementara satu tersangka OR masih dalam pengejaran anggota,” kata Waka Polres seraya menambahkan dua tersangka Badriansyah dan Asrul Mubarik dihadiahi timah panas di bagian kaki karena mencoba melarikan diri,” kata Riza.

Berdasarkan pemeriksaan terhadap tersangka kata Riza, pembunuhan tersebut bermotif dendam, dimana tersangka utama GM memiliki hutang Rp200 juta kepada tersangka, dan sering dimarahi oleh korban. Atas dasar itu GM bersama Bardiansyah merencanakan pembunuhan dengan mengajak dua tersangka lainnya.

“Antara GM dan BS ada hubungan asmara, keduanya diduga merencanakan pembunuhan tersebut, sementara kedua tersangka lain, yakni AM dijanjikan akan diberikan uang imbalan Rp5 juta, sementara OR (DPO) yang diakui GM dan BS sebagai eksekutor dijanjikan imbalan Rp20 kita,” kata Riza.

Sementara Kronologis pembunuhan tersebut dijelaskan Waka Polres,Rabu (27/2/2019) sekitar pukul 16.00 Wib, ketiga pelaku membawa korban ke jalan dengan alasan akan memberikan obat untuk kesembuhan korban dengan memberikan ramuan minuman yang telah diberikan racun,  namun setelah korban meminum ramuan tersebut, hanya menyebabkan korban lemas saja.

Selanjutnya, para pelaku membawa korban kearah Kabupaten Pesisir Barat dan ditengah perjalan pelaku BS memberhentikan kendaraan, kemudian saudara Orizon (OR) dan BS mencekik dan membekap korban dengan bantal, sedangkan AM memegang kaki korban sehingga korban meninggal dunia.

“Setelah memastikan korban meninggal , para tersangka membuang ke jurang sedalam 5 meter di Pekon Rata Agung Kecamatan Lemong Pesisir Barat, sementara kendaraan R4 jenis Mitsubishi Pajero ditinggalkan di dekat lapangan kijang Pekon Kampung Jawa kecamatan Pesisir Tengah kabupaten Pesisir Barat,” terangnya.

Dan ternyata kata Riza Fahlevi, setelah dilakukan tes urine terhadap tiga tersangka, dapat dipastikan dua tersangka GM dan BS positif dalam pengaruh penyalahgunaan narkoba jenis sabu. Juga telah dilakukan visum at repertum terhadap mayat korban.

“Cek urine terhadap tiga tersangka sudah dilakukan,dipastikan dua tersangka GM dan BS dalam pengaruh narkoba jenis sabu, sementara hasil visum at repertum terhadap mayat korban untuk memastikan penyebab kematiannya dilakukan oleh dokter forensik RS Bhayangkara, dan masih dalam pemeriksaan laboratorium,” ungkapnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, para tersangka kata Riza Fahlevi dijerat dengan Pasal 340 tentang pembunuhan berencana, dengan ancaman hukuman mati.

Sementara Barang Bukti (BB) yang diamankan, satu unit mobil merk PAJERO Nopol BG 1462 YG. NOSIN  4D56UCDY0347, NOKA MMBGRKG40DD001166,  dua buah bantal dan satu  buah jilbab warna merah yang digunakan korban.

“Saat ini tiga tersangka yang diamankan di wilayah Lampung Barat saat akan kembali dari Pesisir Barat menuju OKU Selatan Sumsel, sudah diamankan di Mapolres bersama barang bukti,” katanya (tim/Rls)

Continue Reading

Trending