Connect with us

Lampung Utara

Kapolres Lampura Pimpin Upacara Hari Veteran

Published

on

Lampung Utara : Kepala Kepolisian Resor Lampung Utara AKBP Eka Mulyana , S.I.K bertindak sebagai Inspektur Upacara Hari Veteran Nasional ke 61 Tahun 2018, di Lapangan Pemda Lampung Utara, Jumat (10/8/2018).

Hadir dalam upacara tersebut, Bupati Agung Ilmu Mangkunegara, Ketua DPRD Rahmat Hartono, Forkopimda, Kepala Satker, Ketua Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Saleh Ahmad beserta jajarannya.

Kapolres saat menyampaikan amanat Bupati mengajak untuk merenungkan kembali atas apa yang telah diperjuangkan dan dikorbankan oleh para Veteran Republik Indonesia dalam merebut dan mempertahankan kedaulatan kemerdekaan negara.

“Karenanya, sebagai generasi penerus bangsa, kita wajib bersyukur dan berterima kasih kepada para pahlawan kita, dan sudah sepatutnya kita menghargai dan menghormati jasa serta perjuangan dari para pahlawan,” kata Kapolres.

Menurutnya, saat ini kita memang telah berhasil merebut dan menegakkan kemerdekaan, akan tetapi semua masih harus terus berjuang, namun bukan lagi mengangkat senjata, tetapi berjuang membangun jiwa bangsa, membangun jiwa yang merdeka, melalui perubahan cara pandang, pikiran, sikap, dan perilaku agar berorientasi pada kemajuan dan kesejahteraan yang berkeadilan, sehingga kita menjadi bangsa yang besar, dan mampu berkompetisi dengan bangsa-bangsa lain di dunia.

“Para Veteran adalah figur dan inspirator, yang memiliki jiwa semangat dan nilai juang yang sangat tinggi, serta tidak mengenal kata menyerah. Semangat ini harus menjadi inspirasi bagi kita semua, menjadi teladan yang diwariskan kepada kita dalam melaksanakan pembangunan, khususnya di Kabupaten Lampura,” ujar Kapolres.

Lebih lanjut dia menambahkan, dalam pelaksanaan pembangunan diperlukan adanya kebersamaan. Negara kita yang besar ini tidak akan dapat dikelola dengan baik tanpa adanya kebersamaan.

“Oleh karena itu, mari kita jadikan Hari Veteran Nasional ini, sebagai momentum untuk semakin meningkatkan semangat juang yang telah diwariskan oleh para Veteran, untuk terus mendukung pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Lampung Utara agar semakin maju, makmur dan sejahtera,” tukas Kapolres Lampung Utara.

Reporter : Alex BeWe
Editor : Putra

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Apa Kabar Lampung

Wabup Lampura Terima 118 Buku Sertifikat Tanah Dari BPN

Published

on

By

Lampung Utara : Wakil Bupati (Wabup) Lampung Utara, Ardian Saputra, S.H. menerima 118 buku sertifikat tanah milik Kabupaten Lampung Utara.

Penyerahan buku sertifikat tanah oleh pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN) Lampung Utara tersebut berlangasung di ruang kerja Wakil Bupati, Selasa (18/10/2022).

Sebanyak 118 buku sertifikat tanah milik Kabupaten Lampung Utara tersebut terdiri dari, 32 sertifikat terbitan Tahun 2021 dan sebanyak 86 sertifikat di Tahun 2022.

Usai penyerahan buku sertifikat, Wabup menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan program pengamanan barang milik daerah yang selanjutnya menjadi aset kabupaten Lampung Utara. Terbitnya 118 buku sertifikat ini merupakan kerjasama dengan kantor ATR/BPN Lampung Utara.

Wabup menambahkan, setelah penyerahan sertifikat ini Pemkab Lampung Utara dapat memanfaatkannya aset tersebut sesuai tata ruang maupun peruntukannya.

“Totalnya ada 118 buku sertifikat hak pakai. Di Tahun 2021 ada 32 buku sertifikat dan di 2022 ada 86 buku sertifikat hak pakai,” ungkap Wabup.

(Diskominfo Lampura)

Continue Reading

Apa Kabar Lampung

Ada Tersangka Lain Kasus BUMADES ? Kajari Lampura : Penyidik Masih Bekerja

Published

on

By

Lampung Utara : Usai menetapkan dua tersangka, Kejaksaan Negeri (Kejari) Lampung Utara nampaknya tak mau berleha-leha untuk ‘memburu’ tersangka lainnya dalam dugaan tindak pidana korupsi kegiatan pengelolaan Badan Usaha Bersama Milik antar Desa (BUMADES) ABT Holding Company, Kecamatan Abung Tengah, senilai Rp.1.329.105.514.

Kepala Kejari Lampung Utara, Mukhzan, SH.,MH., mengungkapkan bahwa tidak menutup kemungkinan adanya tersangka lain selain dua tersangka J dan RS dalam dugaan tindak pidana korupsi kegiatan pengelolaan BUMADES ABT Holding Company Abung tengah.

” Penyidik saat ini masih bekerja, untuk menginventarisir, menganalisa apakah ada keterlibatan pihak-pihak lain dalam kasus itu,” Ucapnya.

Sementara, Kepala Seksi Intelejen Kejari Lampung Utara menambahkan pihaknya mulai melakukan penyelidikan terkait dugaan tindak pidana korupsi kegiatan pengelolaan BUMADES ABT Holding Company Abung tengah Tahun 2019 senilai Rp.1.329.105.514, pada bulan September 2021 lalu.

“. Dan pada bulan Juni kemarin, kasus tersebut statusnya telah dinaikkan ke tingkat penyidikan,” Katanya, Rabu (5/10/2022).

Dalam penyelidikan dan penyidikan itu, menurut I Kadek, tim penyidik telah melakukan serangkaian pemeriksaan kepada sejumlah pihak yang terkait dalam kegiatan pengelolaan BUMADES.

” (Pemeriksaan) mulai dari Camat Abung Tengah, seluruh anggota BKAD Kecamatan Abung Tengah, seluruh Kepala Desa Abung Tengah, Dinas PMD, beberapa anggota kelompok Simpan Pinjam Perempuan, seluruh pengurus UPK (Unit Pengelola Kegiatan,” Ujarnya.

Diketahui, Kejaksaan Negeri (Kejari) Lampung Utara resmi menetapkan dua tersangka dalam dugaan tindak pidana korupsi kegiatan pengelolaan Badan Usaha Bersama Milik antar Desa (BUMADES) ABT Holding Company, Kecamatan Abung Tengah, senilai Rp.1.329.105.51, Selasa (4/10/2022) malam.

Kedua tersangka itu berinisial J merupakan bendahara yang juga menjabat Kepala Desa Kinciran, Abung Tengah dan R selaku bendahara.. Keduanya diketahui memiliki hubungan keluarga yaitu ayah dan anak. Dan keduanya langsung dilakukan penahanan di Rumah Tahanan Kelas II B Kotabumi. Mereka pun disangkakan pasal 2 dan 3 dengan ancaman hukuman paling lama 20 tahun.

Continue Reading

Apa Kabar Lampung

Duh, Ayah dan Anak Ditetapkan Tersangka Kasus BUMADES Lampura

Published

on

By

Lampung Utara : Kejaksaan Negeri (Kejari) Lampung Utara resmi menetapkan dua tersangka dalam dugaan tindak pidana korupsi kegiatan pengelolaan Badan Usaha Bersama Milik antar Desa (BUMADES) ABT Holding Company, Kecamatan Abung Tengah, senilai Rp.1.329.105.514.

Kedua tersangka itu berinisial J merupakan bendahara yang juga menjabat Kepala Desa Kinciran, Abung Tengah dan R selaku bendahara.. Keduanya diketahui memiliki hubungan keluarga yaitu ayah dan anak. Dan keduanya langsung dilakukan penahanan di Rumah Tahanan Kelas II B Kotabumi. Mereka pun disangkakan pasal 2 dan 3 dengan ancaman hukuman paling lama 20 tahun.

Menurut Kepala Kejari Lampung Utara, Mukhzan, SH.,MH., yang didamping Kasi Intelejen, I Kadek Dwi Ariatmaja, SH.,MH., dan Kasi Pidsus, Roy Andhika Stevanus Sembiring, SH., penetapan kedua tersangka sesuai pasal 184 KUHAP dan penahanan keduanya sesuai ketentuan Pasal 21 KUHAP telah terpenuhinya syarat objektif dan syarat subjective.

” Maka Penyidik sebagaimana ketentuan Pasal 20 KUHAP melaksanakan kewenangannya untuk melakukan penahanan terhadap para tersangka,” Katanya, kepada awak media di Kantor Kejari Lampung Utara, Jalan Alamsyah Ratu Prawira Negara No.13, Kelapa Tujuh, Selasa (4/10/2022).

Muhkzan menjelaskan, BUMADES ABT Holding Company tersebut dikelola oleh UPK (Unit Pelaksana Kegiatan), yang mana BUMADES tersebut terdiri dari 2 (dua) unit usaha yaitu ABT Mart dan ABT Finance. Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDESMA) ABT HOLDING COMPANY yang mengelola Dana Amanah Pemberdayaan Masyarakat (DAPM) Eks PNPM (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat) dengan anggaran sebesar Rp.1.329.105.514. Lalu, sambungnya, kedua tersangka yang mengelola ABT Finance dimana tersangka R selaku Manager dan J selaku bendahara, dalam melakukan aksi kejahatannya langsung menyimpan dan menggulirkan dana tersebut secara pribadi kepada peminjam perorangan tanpa melalui mekanisme verfikasi.

” Sehingga banyak peminjaman fiktif dan bermasalah. Dan, tidak pernah membuat laporan bulanan ataupun rekapitulasi jumlah pinjaman dan setoran/angsuran dari peminjam,” Jelasnya.

” Kedua tersangka J dan R tidak dapat mempertanggungjawabkan pengelolaan dana ABT Finance BUMADESMA ABT Holding Company tersebut, sehingga bertentangan dengan hukum,” Imbuh Mukhzan.

Terkait kerugian negara dalam kasus tersebut? Mukhzan menerangkan, sebagaimana LHP Inspektorat Kab. Lampung Utara terhadap penyimpangan pada pengelolaan Unit Usaha ABT Finance dan ABT Mart TA. 2019-2021 pada BUMADES ABT Holding Company mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp. 1.238.016.742.

” Kedua tersangka akan dilakukan penahanan selama 20 (dua puluh) hari sejak tanggal 4 Oktober 2022 sampai dengan tanggal 23 Oktober 2022,” Katanya.

Sementara, tersangka J yang juga Kepala Desa Kincirian Abung Tengah, yang sejak pukul 16.34 WIB memasuki Kantor Kejari Lampura, saat digiring menuju mobil tahanan sekitar pukul 19.00 WIB, hanya diam seribu bahasa ketika ditanyai perihal penetapan tersangka dan penahanan dirinya. Hingga pintu mobil ditutup dan kendaraan tahanan hendak melaju menuju Rutan Kelas IIB Kotabumi, tak ada satu kata pun yang keluar dari kedua tersangka.

Continue Reading

Trending