Connect with us

Tanggamus

Polisi dan TRC TNBBS Amankan 10 Sindikat Ilegal Hewan dilindungi

Avatar

Published

on

Tanggamus : Tim reaksi cepat TNBBS yang bekerjasama dengan Kepolisian resort Bengkunat, Tanggamus berhasil mengamankan 10 orang sindikat ilegal mamalia hewan dilindungi di wilayah Hukum TNBBS skala besar pada Sabtu lalu (11/08/2018).

Salah Seorang TIM TRC TNBBS mengatakan, pengankapan tersebut hari ini Senin, (13/08/2018) akan digelar ekspose langsung di mapolsek Bengkunat yang akan dilakukan langsung oleh Kapolda Lampung, Irjenpol Suntana bersama pihak TNBBS.

“Ya Pagi ini undanganya jam 07 pagi, adapun tempat ekspose dilakukan di Polsek bengkunat yang dihadiri langsung oleh Kapolda Lampung,”Kata Narasumber Tim TRC TNBBS minta tak disebutkan namanya, Senin (13/08/2018).

Dilanjutkanya, Kronologis penangkapan bermula sejak november 2017 lalu, saat itu tim TRC TNBBS melakukan pengembangan atas dasar aduan masyarakat terkait adanya ofset beruang siap jual dengan tafsiran harga sekita Rp.60Juta.

“Dari pengembangan 2017 lalu itu kita bersama pihak kepolisian terus mencari barang bukti lain dan calon tersangka tindak perdagangan ilegal itu dengan cara memancing para pelaku untuk transaksi dengan niat ingin membeli seharga paketan Rp.180juta lalu saat transaksi berlangsung kita berhasil mengamankan para pelaku,”Terangnya.

Dalam pemnyelidikan Undercover itu mulanya petugas dan polisi mengamankan 1 tersangka An Hendara yang merupakan penjual dan penampung 3 kulit beruang yang akan dijual seharga Rp.180 Juta itu.

Usai mengamankan Hendara petugas kembali menciduk pelaku lain selaku perantara yakni Aroni bin Endai di kediamanya untuk selanjutnya dikorek informasi barang tersebut darimana asal muasalnya.

Kemudian bedasarkan petunjuk dari Aroni polisi dan tim mendapatkan nama pelaku lain yakni Mardi di kediamanya, adapun peran mardi ialah sebagai pemburu 2 ekor beruang tersebut dengan cara menembak memakai senjata angin jenis ‘Gejeluk 5 MM’ dimana bedasarkan keterangan pelaku didapatnya dari Karang Berak.

“Dari keterangan kedua pelaku sebelumnya kita terus melakukan pengembangan dengan pihak kepolisian, tak lama kemudian kami juga menciduk 1 tersangka lain AN Ijal yang peranya selaku pemilik alas beruang ofsetan,”Bebernya.

Setelah dilakukan pendalaman oleh pihak Polisi dan tim TRC TNBBS diketahui jika ijal telah melakukan transaksi 2 ekor ofsetan Beruang seharga Rp.10juta dengan satu tersangka lain yakni Hendra.

“Jadi sebenarnya ofsetan itu milik ijal dan dimilikinya sejak lama dimana dalam pengakuanya didapat dari warga Sumber Agung yang telah meninggal pada tahun 2015 lalu,”Jelasnya.

Hingga berita ini ditirunkan Polisi dan beberapa pihak TNBBS masih melakukan pengembangan baik para pelaku terlibat dan lainya.

Diketahui hingga saat ini para pelaku telah diamankan tercatat sebanya kurang lebih 10 orang, dimana dalam operasi penangkapan Undercover ini dilakukan oleh Kepolisian Polsek Bengkunat dengan dibantu oleh Tim Operasi penangkapan dari TNBBS, Gakum, WCU, FCU, RPU dan WWF.

Reporter : Pion
Editor : Putra

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Apa Kabar Lampung

Gubernur Arinal Motivasi Petani Kopi sebagai Pilot Project KPB Sektor Perkebunan

Redaksi LT

Published

on

Tanggamus : Gubernur Lampung Arinal Djunaidi melakukan kunjungan kerja ke PT. Pertamina Geothermal Energy (PGE) Area Ulubelu sekaligus memberi motivasi petani kopi binaan perusahaan tersebut di Kecamatan Ulubelu, Kabupaten Tanggamus, Kamis (18/6/2020).

Petani kopi ini akan dijadikan proyek percontohan (pilot project) implementasi Kartu Petani Berjaya (KPB) di Sektor Perkebunan menyusul dijadikannya Kabupaten Tanggamus sebagai pilot project pengembangan komoditas kopi, lada dan peternakan.

Pada kunjungan di lokasi pertama, Gubernur Arinal mengunjungi Rumah Belajar Uji Mutu Kualitas Biji Kopi di Pekon Sukamaju, Kecamatan Ulubelu sekaligus berinteraksi dengan para petani. Lokasi ini merupakan CSR Binaan PT. Pertamina Geothermal Energy (PGE) Area Ulubelu. Kunjungan Gubernur Arinal tersebut turut didampingi Bupati Tanggamus Dewi Handajani dan General Manager PT. PGE Area Ulubelu Mawardi Agani.

Pada kesempatan itu, Gubernur Arinal memberi motivasi sekaligus membangkitkan semangat para petani kopi dan bersama-sama melakukan perubahan. Hal ini juga untuk membangkitkan ekonomi masyarakat. “Karena saya Gubernur nya orang pertanian, jadi harus ada perubahan, saya menuntut kalian para petani untuk melakukan perubahan bersama,” ujar Gubernur Arinal.

Arinal juga mendorong agar petani di Kabupaten Tanggamus tidak hanya fokus terhadap komoditas kopi, tetapi juga komoditas lainnya seperti lada serta sektor peternakan.

Hal ini juga yang memicu Gubernur Arinal ingin menjadikan Kabupaten Tanggamus sebagai pilot project di Sektor Perkebunan. “Wilayah ini cukup potensial di mana menurut saya bisa dikembangkan dan mempunyai daya dukung.

Maka akan kita kembangkan agar pendapatan petani lebih meningkat, PAD meningkat dan pengusahanya untung,” katanya. Apalagi disampaikan Arinal, ditambah dengan adanya program Kartu Petani Berjaya (KPB) nanti akan memberikan kesempatan untuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi para petani.

Program KPB ini nantinya juga akan membantu para petani di antaranya meningkatkan pendapatan petani menuju kesejahteraan, mengatasi kebutuhan sarana produksi dan pemasaran hasil. “Ulubelu sudah saya putuskan menjadi pilot project di dalam pengembangan KPB di sektor perkebunan,” ujar Arinal.

Untuk itu, Arinal meminta dibangun sinergitas antara Pemerintah Provinsi Lampung bersama Pemerintah Kabupaten Tanggamus dan PT PGE Area Ulubelu serta pihak terkait lainnya untuk mewujudkan Rakyat Lampung Berjaya. “Saya ingin membangun Lampung, untuk itu saya berharap ada partisipasi dalam mengembangkan Ulubelu untuk masa depan menuju Rakyat Lampung Berjaya,” katanya.

Pada kesempatan itu, Arinal juga menyebutkan Kabupaten Tanggamus juga akan melakukan sinergitas bersama Kabupaten Lampung Barat dengan membuka akses jalan Tanggamus-Lampung Barat. “Kita ingin membuka akses jalan Tanggamus-Lampung Barat, mereka agar saling mengisi akan kelebihan kekurangan terhadap potensi yang dimiliki. Inilah konektivitas wilayah yang bisa menumbuhkan ekonomi,” katanya.

Sementara itu, Bupati Tanggamus Dewi Handajani menyampaikan kedatangan Gubenur Arinal akan membuat banyak program-program yang akan diberikan kepada Kabupaten Tanggamus.
“Terimakasih selama ini program-program kami sudah didukung oleh Pemerintah Provinsi Lampung dan mudah-mudahan dengan kehadiran Bapak Gubernur hari ini akan lebih banyak lagi Insyallah program-program yang akan diberikan,” ujar Bupati Dewi.

Dewi melanjutkan akan berkontribusi penuh dan mendukung dijadikannya Kabupaten Tanggamus sebagai pilot project dari pengembangan komoditas kopi, lada dan juga sektor peternakan.”Semoga program ini dapat menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat Kabupaten Tanggamus dan mewujudkan Rakyat Lampung Berjaya,” katanya. Menurut Dewi, ini dilakukan agar produksi para petani bisa meningkat dan Kabupaten Tanggamus tidak hanya dikenal dengan komoditi kopi saja.

“Tetapi juga dikenal dengan varian komoditi lainnya termasuk sektor peternakan,” ujarnya.(Adpim)

Continue Reading

Apa Kabar Lampung

Polisi Tangkap Sindikat Jambret Di Tanggamus

Avatar

Published

on

Tanggamus : Team Khusus Anti Bandit (Tekab) 308 Polres Tanggamus melakukan Penangkapan terhadap Empat orang yang diduga sebagai sindikat kejahatan jambret. Hal itu terungkap usai Polisi mengamankan Mujiman yang melakukan transaksi hasil kejahatan melalui Cash Order Delivery (COD).

Kasat Reskrim Polres Tanggamus AKP Edi Qorinas menyampaikan, Kronologis penangkapan para pelaku berawal dari upaya paksa penangkapan terhadap terduga pelaku Mujiman. Kemudian Polisi melakukan pengembangan penyelidikan dimana Mujiman mengaku mendapatkan barang curian berupa Handphone tersebut dari membeli melalui COD jaringan online.

“Mujiman mengaku beli secara online dari seorang laki-laki bernama M. Yusron Fadli (16). Kemudian dari hasil penyelidikan dilakukan penangkapan terhadap Yusron pada hari kamis tanggal 17 Januari 2019, jam 14.30 WIB, di pekon Banjar Negeri kec. Gunung Alip Kab. Tanggamus. Kemudian dari keterangannya Yusron mengaku mendapatkan HP merk OPPO G9 tersebut dari temannya bernama Yolan Ade Putra (21), dan Tekab 308 langsung melakukan penangkapan terhadap Yolan di pekon Banjar Negeri Kec. Gunung Alip kab. Tanggamus,” ucapnya.

Selanjutnya, dari hasil interogasi terhadap Yolan, dirinya mengaku mendapatkan HP tersebut dari membeli dengan seorang pria bernama Subangkit (25).

“Setelah mendapatkan keterangan, Tekab 308 langsung melakukan penangkapan terhadap Subangkit pada hari kamis tanggal 17 Januari 2019, jam 17.00 WIB di Way Halom Pekon Banjar Manis Kec. Gisting. Dari pengakuannya, ia mendapatkan HP tersebut dengan cara membeli secara langsung ke Prayitno (35),” beber Kasat.

Setelah mengetahui keberadaan Prayitno, Team Tekab 308 langsung melakukan penangkapan pada hari kamis tgl 17 januari 2019 jam 19.30 WIB di Gisting Nawah Kec. Gisting kab. Tanggamus.

Polisi menjelaskan, rentetan penangkapan tersebut berdasarkan hasil pengembangan atas laporan Polisi Nomor : LP / B – 76/ XII / 2018 / POLDA LPG / RES TGMS / SEK GELAR , Tanggal 3 Desember 2018. Tentang tindak pidana Curas.

Kejadian bermula saat korban berinisial CR (17) warga Dsn. Panutan III Rt.001/003 pkn. Panutan Kec. Pagelaran Kab. Pringsewu melaporkan insiden penjambretan yang dialaminya.

“Pada Hari Senin Tanggal 03 Desember 2018 sekira pukul 19.40 telah terjadi tindak pidana Pencurian Dengan Kekerasan di pekon Panutan Kec. Pagelaran Kab. Pringsewu. Kejadian Berawal Pelapor dan anaknya sedang berjalan kaki di jalan raya pekon Panutan menuju arah Gereja Santa Maria setempat.

Tiba-tiba dari arah belakang pelapor datang menggunakan motor Bebek yang dikendarai oleh tersangka Prayitno. Lalu merebut tas kresek Hp Samsung warna biru yang berisikan Satu unit HP OPPO F9 warna Unggu Galaksi dengan dan Satu buah buku yang berjudul Puji Syukur warna Hitam,” terang AKP Edi.

Setelah mengambil tas pelapor, terlapor lari menggunakan motor menuju arah Pringsewu. Atas kejadian tersebut Pelapor mengalami kerugian sebesar Rp. 4.000.000,- (Empat Juta Rupiah,Red) kemudian Pelapor mengadukan perkara tersebut Ke Mapolsek Pagelaran untuk di tindak lanjuti.

Kini para tersangka berhasil tangkap, dan guna penyidikan lebih lanjut para tersangka diamankan di Mapolres Tanggamus. (Red)

Continue Reading

Apa Kabar Lampung

Tersangka Pembunuh Ayah Kandung Ini Terancam Hukuman Mati

Avatar

Published

on

TANGGAMUS : Tersangka pembunuhan ayah kandung di Pekon Suka Agung Barat Kecamatan Bulok Kabupaten Tanggamus, Sanwani (37) saat ini telah menghuni tahanan Polsek Pardasuka Polres Tanggamus.

Sebelumnya tersangka ditangkap dalam tempo 3 jam setelah kasus pembunuhan diketahui kepolisian, ia ditangkap saat bersembunyi di rumah pamannya yang berada di Pekon Wargomulyo Kecamatan Pardasuka Kabupaten Pringsewu. Tepatnya pukul 09.00 Wib.

Dan jenazah ayahnya Saliman (60) juga sudah dimakamkan di pemakaman keluarga di dusun Leweng Kolot Pekon Suka Agung Barat selang 8 jam ditemukan meninggal di dalam rumahnya, tepatnya dimakamkan pukul 14.00 Wib.

Terhadap tersangka tidak dilakukan pemeriksaan kejiwaan, mengingat berdasarkan keterangan keluarga bahwa tersangka tidak pernah mengalami gangguan kejiwaan dan hasil pemeriksaan juga terlihat sehat, namun apabila ada petunjuk jaksa, maka polisi melakukannya.

Dan saat ini tugas pihak Kepolisian Khususnya Polsek Pardasuka melakukan penyidikan guna menghantarkan tersangka hingga ke meja persidangan setelah tragedi yang terjadi kemarin Selasa (11/12) pukul 06.00 Wib.

Ada fakta terungkap dari pengakuan tersangka bahwa bukan kali itu saja pertikaian itu terjadi, diingat tersangka 3 kali perkelahian dengan ayahnya dalam kurun waktu bebrapa tahun terakhir, sebabnya dia merasa jengkel ketika ayahnya memukuli ibunya.

Terkait motif pembunuhan itu, Kapolsek Pardasuka Polres Tanggamus AKP Martono, SH. MH menegaskan bahwa motif uang penjualan sepeda motor yang menjadi pemicu utama sehingga tersangka tega membunuh ayah kandungnya.

“Akibat sabetan golok tersangka, korban mengalami luka tusuk di ulu hati dan dada kanan, telinga kiri hampir putus dan luka di punggung bagian bawah,” kata AKP Martono mewakili Kapolres Tanggamus dalam keterangan resminya di Mapolsek Pardasuka, Rabu (12/12) siang.

Lanjutnya, dalam perkara tersebut sejumlah saksi telah diperiksa juga turut diamankan sebilah golok sepanjang 40 cm, baju dan celana korban yang berlumuran darah.

“Untuk pemeriksaan saksi sendiri, sudah 2 saksi diperiksa kemudian nanti akan diperika saksi lainnya yang merupakan adik korban yang pada saat itu ada dirumah korban,” ujarnya.

Kapolsek yang saat itu merilis tersangka dan barang bukti perkara tersebut juga memberikan wejangan kepada tersangka agar bertobat dan mendoakan ayahnya. “Bertobat ya dan jangan lupa mendoakan beliau ya,” ucap AKP Martono dijawab anggukan tersangka.

Sementara itu, tersangka menuturkan bahwa antara ayahnya sering ribut mulut hingga berkelahi namun tidak sampai menggunakan senjata tajam.

“Saya sudah punya keluarga anak satu, memang kami sering berantem saling pukul cuma pakai tangan kosong. Awalnya sekitar setahun lalu karena bapak mukilin emak, namun setelah saya lawan bapak ambil golok trus lari. Jadi kemarin merupakan kali ke 4 brantem dan saya bawa golok,” kata pria berkumis dan berjambang itu.

Tersangka juga akui sangat menyesal karna emosi dan khilafnya itu menghantarkan dia ke sel tahanan dan ayahnya meninggal dunia. “Sangat menyesal pak, saya akan bertobat,” tuturnya.

Terpisah Kepala Pekon Suka Agung Barat Ahmad Sarif menerangkan bahwa yang diketahuinya korban memiliki 9 anak dan pelaku merupakan anak ke 2 itu aktifitasnya hanya mencari makanan kambing. Kemudian pelaku sendiri biasanya bekerja membeli kelapa dari pohon untuk dijual.

“Setahu kami, Alamarhum melihara kambing jadi kerjanya ya cuma ambil ramban/rumput makanan kambing. Kalo anaknya yang saya tau kerjanya beli kelapa nanti diambil dari pohon bersama-sama temannya,” kata Kakon Ahmad Sarif melalui sambungan telfon.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatan tersangka dijerat pasal 338 junto 340 KUHPidana ancaman hukuman mati, sebab golok tersebut telah dibawa tersangka saat mendatangi rumah ayahnya yang berada tidak jauh dari rumahnya.

Reporter : Iyan
Editor : Red

Continue Reading

Trending