Connect with us

Tulang Bawang

Study Banding Ke Malang, Winarti Janjikan Tulangbawang Lebih Baik

Avatar

Published

on

Malang : Bupati Kabupaten Tulangbawang Winarti, bersama beberapa pejabat setempat melakukan kunjungan ke Kota Batu Malang Jawa Timur beberapa waktu lalu.

Dalam Kunjungan tersebut, Bupati yang terkenal ramah dan bersahaja itupun langsung melakukan kunjungan ke beberapa lokasi diantaranya mengunjungi beberapa kantor terkait pelayanan, mengunjungi gapoktan Mitra Arjuna, melakukan panen wortel dan brokoli.

Selain meninjau lokasi tersebut, tak lupa orang nomor satu di Tulangbawang itupun mengujungi lokasi Coban Talun untuk melihat masyarakat Kota Batu dalam mengelola lahan untuk menjadi tempat wisata.

Bupati Winarti mengatakan, Kota Batu Malang merupakan salah satu tujuan utama study banding yang dilakukan Pemkab Tulangbawang selain kabupaten dan provinsi lainnya.

Dan dari hasil kunjungan kerja tersebut, Bupati Winarti menegaskan, Kabupaten Tulangbawang dan Kota Batu Malang memiliki beberapa kesamaan diantaranya, lokasi wisata, lahan pertanian, dan sistem pelayanan SKPD, hanya saja pengelolaan dan sistim administrasi yang ada belum tertata rapi.

Winarti menegaskan, dari hasil kunjungan kerja tersebut, ia berjanji akan melakukan pembenahan diantaranya, lokasi wisata Cakar Raya, Rawa Pacing, perkebunan, sistim pelayanan dan beberapa aspek lainnya. Dan ia optimis kedepannya Tulangbawang menjadi lebih baik dibandingkan saat ini.

” Ooooo tenang saja, saya yakin Tulangbawang bisa seperti Kita Batu Malang, kabupaten kita juga banyak memiliki kesamaan, jadi insya Allah kedepannya Tulangbawang akan lebih baik.” Tegas Winarti

Red / Arek / Putra

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Tulang Bawang

Mahasiswa KKN Sukses Gelar Pelatihan Pembuatan Pupuk Kohe Kambing dan MOL

Redaksi LT

Published

on

Universitas LampungTulangbawang : Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lampung (Unila) periode satu tahun 2024 sukses gelar pelatihan pembuatan pupuk kompos dari kotoran hewan kambing dan pembuatan Mikro Organisme Lokal (MOL) di Desa Bandar Aji Jaya, Kecamatan Gedung Aji, Kabupaten Tulang Bawang, pada Rabu, 31 Januari 2024.

Pelatihan bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan kotoran kambing sebagai pupuk kompos Kohe dan pembuatan Mikro Organisme Lokal (MOL) dari daun lamtoro bagi petani di Desa Bandar Aji Jaya, Tulang Bawang.

Lutfiyana Lailatul Izah sebagai koordinator kegiatan mengatakan, para petani di desa masih banyak yang hanya mengandalkan penggunaan pupuk anorganik atau kimia dalam kegiatan pertanian.

Padahal, penggunaan pupuk ini secara terus-menerus dapat menyebabkan kadar bahan organik tanah menurun, rusaknya struktur tanah, dan menurunkan kualitas tanah yang berdampak pada pencemaran lingkungan dan penurunan hasil panen.

Pentingnya pemupukan adalah menyediakan unsur hara yang diperlukan tanaman untuk dapat tumbuh dan berproduksi secara optimal.

“Harga pupuk yang terbilang mahal membuat masyarakat harus mencari pupuk alternatif yang murah, mudah didapat dan efekif untuk mencukupi kebutuhan nutrisi tanaman seperti menggunakan pupuk kompos dan MOL,” ujar Lutfi.

Kegiatan ini disambut baik masyarakat Desa Bandar Aji Jaya dan dihadiri masyarakat desa, gabungan kelompok tani (Gapoktan), anggota PKK, dan aparatur setempat.

Pelatihan ini dimulai dengan sosialisasi tentang kelebihan dan kekurangan pupuk organik kohe kambing dan MOL, serta prosedur pembuatannya. Dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan pupuk kompos dan MOL sederhana bersama dengan masyarakat.

“Kegiatan ini semoga dapat menambah wawasan baru bagi masyarakat desa, khususnya anggota Gapoktan dan dapat bermanfaat ke depannya untuk pertanian di Desa Bandar Aji, agar petani tidak ketergantungan pupuk kimia,” ungkap Dedi, Ketua Gapoktan Desa Bandar Aji.

Continue Reading

Today NEWS

Nyambi Edarkan Narkotika, Petani Asal Gedung Aji Ditangkap Polres Tulang Bawang

Redaksi LT

Published

on

Tulang Bawang—-Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Tulang Bawang, Polda Lampung, menangkap seorang petani yang menyambi jadi pengedar narkotika jenis sabu di wilayah hukumnya.

Petani yang ditangkap tersebut seorang pria berinisial AE (44), warga Kampung Gedung Aji, Kecamatan Gedung Aji, Kabupaten Tulang Bawang.

“Hari Senin (15/01/2024), sekitar pukul 23.30 WIB, petugas kami menangkap seorang petani yang menyambi jadi pengedar narkotika jenis sabu. Ia ditangkap saat sedang berada di rumahnya di Kampung Gedung Aji,” kata Kasatres Narkoba, AKP Indik Rusmono, SIK, MH, mewakili Kapolres Tulang Bawang, AKBP James H Hutajulu, SIK, SH, MH, MIK, Sabtu (20/01/2024).

Dari tangan petani tersebut, lanjut AKP Indik, petugasnya menyita barang bukti (BB) berupa 9 (sembilan) bungkus plastik klip berisi narkotika jenis sabu dengan berat bruto 1,79 gram, plastik klip kosong bekas sabu, pipet yang ujungnya runcing, wadah yang berbentuk bulat warna kuning, tisu warna putih, dan handphone (HP) merek Nokia warna hitam.

Menurutnya, penangkapan terhadap petani yang nyambi menjadi pengedar narkotika jenis sabu merupakan hasil penyelidikan di wilayah Kecamatan Gedung Aji. Informasi yang didapat bahwa salah satu rumah yang ada di Kampung Gedung Aji sering dijadikan tempat transaksi narkotika.

“Setelah dipastikan rumah tersebut sedang ada penghuninya, petugas kami langsung melakukan penggerbekan dan dari dalam rumah ditangkap seorang petani yang merupakan pemilik rumah, serta turut disita BB berupa narkotika jenis sabu,” papar perwira dengan balok kuning tiga dipundaknya.

Kasatres Narkoba menambahkan, pelaku saat ini masih dilakukan pemeriksaan secara intensif di Mapolres Tulang Bawang, dan akan dikenakan Pasal 114 ayat 1 Sub Pasal 112 ayat 1 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Dipidana dengan pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun, dan pidana denda paling sedikit Rp 1 miliar dan paling banyak Rp 10 miliar,” imbuh Alumni Akpol 2013. (*)

Continue Reading

Today Criminal

Asyik Konsumsi Narkotika di Rumah, Warga Menggala Selatan Ditangkap Polres Tulang Bawang

Redaksi LT

Published

on

TULANG BAWANG—-Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Tulang Bawang, Polda Lampung, menangkap seorang pelaku tindak pidana penyalahgunaan narkotika jenis sabu yang terjadi di wilayah hukumnya.

Pelaku yang ditangkap ini seorang pria berinisial SA (39), berprofesi wiraswasta, warga Kelurahan Menggala Selatan, Kecamatan Menggala, Kabupaten Tulang Bawang.

“Hari Kamis (30/11/2023), sekitar pukul 15.00 WIB, petugas kami menangkap seorang pelaku tindak pidana penyalahgunaan narkotika jenis sabu. Ia ditangkap saat sedang asyik mengkonsumsi narkotika di rumahnya yang ada di Kelurahan Menggala Selatan,” kata Kasatres Narkoba, AKP Indik Rusmono, SIK, MH, mewakili Kapolres Tulang Bawang, AKBP Jibrael Bata Awi, SIK, Minggu (03/12/2023).

Lanjutnya, dari tangan pelaku ini, petugas kami menyita barang bukti (BB) berupa plastik klip berisi narkotika jenis sabu dengan berat bruto 0,08 gram, alat hisap sabu (bong), sumbu gulungan timah rokok, korek api gas, dan sekop yang terbuat dari pipet.

Menurut Kasatres Narkoba, penangkapan terhadap pelaku penyalahgunaan narkotika jenis sabu ini merupakan hasil penyelidikan yang dilakukan oleh petugasnya di wilayah Kecamatan Menggala. Informasi yang didapat, bahwa salah satu rumah yang ada di Kelurahan Menggala Selatan sering dijadikan tempat transaksi narkotika.

“Setelah dipastikan rumah tersebut sedang ada penghuninya, petugas kami langsung melakukan penggerbekan, dan dari dalam rumah ditangkap seorang pria yang sedang asyik mengkonsumsi narkotika jenis sabu, serta turut disita BB berupa narkotika,” papar perwira dengan balok kuning tiga dipundaknya.

AKP Indik menambahkan, pelaku saat ini masih dilakukan pemeriksaan secara intensif di Mapolres Tulang Bawang, dan akan dikenakan Pasal 114 ayat 1 Sub Pasal 112 ayat 1 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Dipidana dengan pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun, dan pidana denda paling sedikit Rp 1 miliar dan paling banyak Rp 10 miliar,” imbuh Alumni Akpol 2013. (*)

Continue Reading

Trending