Connect with us

Tulang Bawang

Study Banding Ke Malang, Winarti Janjikan Tulangbawang Lebih Baik

Published

on

Malang : Bupati Kabupaten Tulangbawang Winarti, bersama beberapa pejabat setempat melakukan kunjungan ke Kota Batu Malang Jawa Timur beberapa waktu lalu.

Dalam Kunjungan tersebut, Bupati yang terkenal ramah dan bersahaja itupun langsung melakukan kunjungan ke beberapa lokasi diantaranya mengunjungi beberapa kantor terkait pelayanan, mengunjungi gapoktan Mitra Arjuna, melakukan panen wortel dan brokoli.

Selain meninjau lokasi tersebut, tak lupa orang nomor satu di Tulangbawang itupun mengujungi lokasi Coban Talun untuk melihat masyarakat Kota Batu dalam mengelola lahan untuk menjadi tempat wisata.

Bupati Winarti mengatakan, Kota Batu Malang merupakan salah satu tujuan utama study banding yang dilakukan Pemkab Tulangbawang selain kabupaten dan provinsi lainnya.

Dan dari hasil kunjungan kerja tersebut, Bupati Winarti menegaskan, Kabupaten Tulangbawang dan Kota Batu Malang memiliki beberapa kesamaan diantaranya, lokasi wisata, lahan pertanian, dan sistem pelayanan SKPD, hanya saja pengelolaan dan sistim administrasi yang ada belum tertata rapi.

Winarti menegaskan, dari hasil kunjungan kerja tersebut, ia berjanji akan melakukan pembenahan diantaranya, lokasi wisata Cakar Raya, Rawa Pacing, perkebunan, sistim pelayanan dan beberapa aspek lainnya. Dan ia optimis kedepannya Tulangbawang menjadi lebih baik dibandingkan saat ini.

” Ooooo tenang saja, saya yakin Tulangbawang bisa seperti Kita Batu Malang, kabupaten kita juga banyak memiliki kesamaan, jadi insya Allah kedepannya Tulangbawang akan lebih baik.” Tegas Winarti

Red / Arek / Putra

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Tulang Bawang

Masih Terkait Patung Dewi Sri, Giliran Tokoh Adat Gedung Aji – Meraksa Aji ‘Bergerak’

Published

on

Tulang Bawang : Tokoh Adat Megow Pak Marga Aji dan tokoh masyarakat Gedung Aji juga Meraksa Aji, menyambangi kantor Kecamatan Meraksa Aji Kabupaten Tulang Bawang, Kamis(18/11/21).

Kedatangan mereka dalam rangka menyampaikan Aspirasi dan penolakan pembuatan patung Dewi Sri yang terletak di Jalan Provinsi Kampung Paduan Rajawali.

Muzakir salah satu tokoh adat mewakili masyarakat, mengatakan bahwa kedatangannya untuk menyampaikan aspirasi masyarakat atas penolakan berdirinya patung Dewi Sri yang di anggap tidak tepat dengan kearifan lokal di Kecamatan Meraksa Aji.

“Masyarakat Gedung Aji maupun Meraksa Aji sangatlah mendukung dengan adanya program Pemerintah Daerah dalam pembangunan taman yang terletak di kampung Paduan Rajawali, akan tetapi yang masyarakat anggap tidak tepat adalah pembuatan patung Dewi Sri dan meminta untuk diganti dengan mengedepankan ciri khas adat lampung yang memiliki nilai-nilai sejarahnya,” ungkapnya pada saat pertemuan dengan Camat Meraksa Aji.

Dirinya pun berharap kepada pemerintah daerah agar lebih mengedepankan Musyawarah sebelum melakukan pembangunan.

“Saya berharap kepada Pemerintah Daerah, Kabupaten Tulang Bawang, sebelum membangun apa salahnya di musyawarahkan terlebih dahulu, agar tidak terjadinya ketersinggungan Tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda yang akan menimbulkan hal-hal yang tidak di inginkan, “Harapnya.

Hal senada di sampaikan Devenus Mewakili Tokoh Pemuda Paduan Rajawali, agar pemerintah daerah sebelum melakukan pembangunan untuk menghormati tokoh-tokoh setempat untuk melakukan musyawarah terlebih dahulu sebelum membangun.

Sementara itu, Ermansyah Camat Meraksa Aji yang di dampingi Kapolsek Gedung Aji dan Danramil, mengatakan pihaknya menyambut baik kunjungan Tokoh Masyarakat dalam menyampaikan Aspirasi Masyarakat terkait penolakan Patung Dewi Sri.

“Saya selaku Camat Meraksa Aji mewakili Pemerintah Daerah Kabupaten Tulang Bawang sangatlah berterima kasih atas kunjungan baiknya terkait penolakan pembangunan Patung Dewi Sri sedang viral di medsos saat ini, ada pun harapan para tokoh masyarakat mau pun Tokoh pemuda ini saya terima dan akan saya sampaikan kepada pimpinanan daerah melalui sekertaris daerah,”Tuturnya.

Selanjutnya dirinya menjelaskan bahwa pemegang kebijakan adalah pimpinan. Permohonan atas aspirasi masyarakat untuk mengganti patung Dewi Sri yang di anggap kurang pas, dan diganti dengan patung yang memiliki nilai nilai sejarah atau pun perkebunan yang sesuai dengan kearifan lokal, akan secepatnya saya sampaikan, karena pemangku kebijakan dan yang memiliki kewenangan adalah pimpinan.

Sebelumnya, tokoh pemuda Paduan Rajawali Kecamatan Meraksa Aji, Darsani berserta Ketua Adat Marga Aji dan Anggota DPRD Tulang Bawang juga menyatakan keberatannya atas keberadaan pembangunan patung, setelah meninjau lokasi yang akan dijadikan taman sekaligus rest area.

Rusdi rifaie, SH dalam pernyataan kemarin memastikan akan bersurat pada Bupati Tulang Bawang. Agar segera mengganti patung dengan bangunan yang memiliki nilai historis serta kearifan lokal. (Red)

Continue Reading

Tulang Bawang

Seluruh Calon Kepalo Tiyuh Tanda Tangani Deklarasi Damai

Published

on

Tulang bawang barat:Jelang pemilihan Kepala Tiyuh/Desa (pilkati) serentak Kabupaten Tulang Bawang Barat (tubaba) tahun 2021, seluruh calon kepala tiyuh menyatakan dan menandatangani ikrar dekalarasi damai. Rabu (17/11/2021).

Kegiatan berlangsung di Sesat Agung Kompleks Islamic Center Tubaba, di saksikan langsung Bupati Tubaba Ir.Hi.Umar Ahmad,SP.

Hadir acara tersebut, Wakil Bupati Tubaba Fauzi Hasan, Ketua FKUB Tubaba Muhidin Pardi, perwakilan Danlanud M. Bun Yamin, Perwakilan Dandim, Perwakilan Kejari Menggala, Kapolres Tubaba Sunhot P Silalahi

Dalam sambutan Bupati Tubaba Ir.Hi.Umar Ahmad,SP mengatakan.Pilkati serentak berlangsung 9 Desember 2021 mendatang yang di ikuti Sebanyak 69 Tiyuh/desa yang tersebar di 9 kecamatan dengan total 215 calon kepala tiyuh.

“Saya berpesan, seluruh calon pilkati untuk bersaing secara sehat, untuk dapat mewujudkan pemilihan yang tertib sehingga berjalan dengan lancar.saya melihat calon kepala tiyuh tahun ini kebanyakan calon lama dan hanya sedikit calon baru, sehingga pola kerja nya sudah kita bayang kan,saya sudah bisa memprediksi gelaran pilkati mendatang akan terlaksana dengan sukses, tertib, lancar yang nantinya akan menghasilkan kepemimpinan yang layak untuk memimpin di tiyuh nya masing-masing,”kata nya

Di tempat yang sama.Kapolres Tubaba Sonhut P. Silalahi,mengatakan.kepada seluruh calon pilkati tahun 2021 di Tubaba untuk selalu menjaga ketertiban dan situasi kondusif di Tiyuh.

“Saya selaku Kapolres Tubaba, saya ikut bertanggung jawab atas kelancaran proses kegiatan pilkati dan saya juga mangajak seluruh pihak agar menjaga situasi yang damai, agar proses pilkati dapat berjalan dengan lancar, sportif dan kondusif,”tutup nya.(jonsi putra)

Continue Reading

Tulang Bawang

DUHH! Gara-gara Patung Dewi Sri, Tokoh Pemuda Rajawali, Ketua Adat dan Anggota DPRD Turun Gunung

Published

on

Tulang Bawang, MNN – Perwakilan tokoh pemuda Kampung Paduan Rajawali, Kecamatan Meraksa Aji, Darsani, S.Pd bergerak cepat menyikapi polemik keberadaan patung Dewi Sri yang dianggap sejumlah tokoh setempat tidak sesuai dengan kultur dan kearifan lokal

Menyikapi hal tersebut, agar tidak membias dan berlarut-larut, dini hari tadi Darsani bersama Ketua Adat Marga Buay Aji Rusdi rifaie, SH dan Anggota DPRD Tulang Bawang Hamdi, SE turun langsung ke lapangan guna melakukan pantauan. dan bertemu dengan sejumlah tokoh yang menyatakan keberatan dengan keberadaan patung.

“Alhamdulillah hari ini, hadir ditengah-tengah kita, Bung Rusdi Ketua Adat Marga Buay Aji dan Bung Hamdi Anggota DPRD Tulang Bawang dari Komisi Bidang Pembangunan, yang saya ajak turun langsung dengan harapan dapat membantu menyelesaikan permasalahan bangunan patung Dewi ini,”Kata Darsani, ditemui di Lokasi, Rabu (17/11) tadi siang.

Seperti diketahui, lanjutnya, belakangan ini telah viral di media sosial suara-suara lantang penolakan lantaran dianggap tidak ada musyawarah dengan para tokoh adat, tokoh agama dan tokoh masyarakat serta tokoh pemuda. Setelah mengetahui bangunan terbungkus terpal hijau itu adalah bangunan patung.

“Oleh karenanya, kami turun kesini dengan tujuan agar segera mencarikan solusi dan jalan keluar terbaik, kita tidak menghambat pembangunan. Namun, apa yang menjadi aspirasi dari bawah perlu dipertimbangkan untuk menjaga situasi Kamtibmas, kami harap Pemerintah segera mengambil sikap,”tambahnya.

Sementara, Ketua Adat Marga Buay Aji, Rusdi Rifaie menanggapi serius pertanyaan wartawan. Dia mengatakan, bahwa kedatangannya merupakan tindak lanjut dari protes dan laporan masyarakat adat Megou Pak.

“Kami menghimbau, Kepada Pemerintah Daerah untuk lebih aspiratif, sehingga tak terulangkali seperti dalam hal pembangunan tugu maupun patung yang tak sesuai dengan norma-norma Agama, Adat serta Budaya, semua elemen juga perlu dilibatkan dalam kebijakan membangun,”himbaunya.

Ia menambahkan, selaku masyarakat Adat Pewaris Leluhur Kerajaan Tulang Bawang yg menjadi cikal bakal terbentuknya Kabupaten Tulang Bawang seperti sekarang ini, merasa sangat patut dilibatkan Pemerintah dalam membangun yang berkaitan dengan simbol-simbol suatu daerah.

“Alangkah baiknya kami di ajak bicara. Terkait masalah ini (Patung,red) kami dari Buay Aji akan segera mengirimkan surat yang berisikan teguran dan himbauan agar segera dilakukan langkah-langkah terbaik terkait penolakan patung, dengan mengganti yang lebih bernilai historis dan mengandung kearifan lokal,”tukasnya.

Ditempat yang sama hal senada di utarakan Anggota DPRD asal partai Demokrat, Hamdi, SE. Dirinya secara pribadi maupun atas nama wakil rakyat, mengaku turut terpanggil ingin turut mencarikan jalan terbaik. Bahkan dirinya berencana agar terus mengawal permasalahan ini agar dapat benar-benar diselesaikan dengan tuntas.

“Ini tugas kita bersama, harus kita tuntaskan. Apa yang menjadi aspirasi masyarakat harus dikedepankan, saya juga ingin mengingatkan kepada Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang agar lebih hati-hati dalam melakukan pembangunan yang bersifat menyangkut kepercayaan, semuanya harus di musyawarahkan dan disesuaikan dengan kultur masyarakat, saya lebih setuju patung itu diganti Siger, kopiah atau Tapis,”bebernya. (Red)

Continue Reading

Trending