Connect with us

Mesuji

Tembak Bandar Sabu, Polres Mesuji Amankan Paket Sabu Siap Edar dan Senpi Rakitan

Avatar

Published

on

Mesuji : Jajaran Polres Mesuji Lampung menembak satu tersangka bandar narkoba jenis sabu-sabu lantaran berusaha melawan petugas saat sedang dilakukan penangkapan terhadap tersangka.

Adanya laporan masyarakat penggunaan Narkoba jenis Shabu yang meresahkan masyarakat Mesuji membuat satuan narkoba Polres Mesuji Lampung melakukan peneluusuran di wilayah Hukum Polres Mesuji guna mengamankan para pelaku pemakai serta Pengedark Narkotika Jenis shabu.10 september 2018.

Tak berselang Lama, Satuan Res Polres Mesuji berhasil mengamankan paket shabu sebanyak 4,6 gram dari tersangka AN.Sepri Bin Mat Ali 48 tahun warga Desa Sungai Ceper Kecamatan Sungai Menang Kabupaten OKI Provinsi Sumatera Selatan.

Kapolres Mesuji AKBP.Edi Purnomo.S.Ik Di Dampingi AKP Gigih A . Putranto SH.D.Ik Kasat Narkoba Mengatakan berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP / -A /195 /IX / 2018 / LPG / Res Mesuji tanggal 06 september 2018 Pada hari Kamis Tanggal 06 September 2018 pukul 15.00 wib anggota satuan Reserse narkoba Polres Mesuji telah melakukan penangkapan terhadap seorang laki-laki bernama Sepri Bin Mat, (48) yang berada di desa sungai badak kecamatan Mesuji Kabupaten Mesuji.

Saat akan dilakukan penangkapan dan penggeledahan justru tersangka melakukan perlawanan dengan cara menodongkan senjata api rakitan yang dibawa oleh pelaku dan diarahkan kepada petugas, Kemudian anggota Sat Res narkoba melakukan tindakan tegas terukur dengan cara menembak kedua kaki tersangka hingga tersangka menyerah.

Setelah itu Jajaran Polres Mesuji Kembali Melakukan penggeledahan dan di temukan barang bukti berupa 1 (satu) bungkus plastik sedang yang berisi palet Berwarna Putih seberat 4,6 gram yang diduga narkoba jenis sabu yang dibawa oleh pelaku, selain polisi juga mengamankan 1 Pucuk Senpi Rakitan degan 6 butir peluru serta 1 buah Handpond.

Saat ini tersangka telah kami amankan di Makopolres Mesuji guna mempertanggung jawabkan atas tidakan kriminal yang di lakukannya, tersangka di Jerat degan pasal 114 ayat 1 subsider 112 ayat 1 UU 35 tahun 2009 subsider pasal 114 ayat 1, dengan ancaman 5 – 20 tahun Jelas AKP. Gigih.

Reporter : Dedi
Editor : Putra

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Apa Kabar Lampung

Natal Berdarah, Bentrok Antar Warga di Mesuji KembaliTerjadi

Redaksi LT

Published

on

Mesuji : Lagi-lagi keributan terjadi di kawasan Register 45 yang selalu menggegerkan nama baik Kabupaten Mesuji makin buruk di mata dunia publik, keributan kali ini terjadi di kawasan register 45 Karya Tani, diduga dipicuh dari kelompok Wayan Ana CS.

Lalu Kapolres AKBP Alim membenarkan, Iya betul, kejadian tadi Pagi, korban Wayan Ana yang mengklaim tanah register 45 yang sudah didirikan Masjid, gereja dan pura, kata AKBP Alim dengan singkat membalas pesan melalui WhatsApp.

Krew media menggali informasi di tempat kejadin perkara keributan setelah dapat kebenaran dari Kapolres Mesuji AKBP Alim dari salah satu warga sekitar kejadian yang enggan ditulis namanya mengatakan, keributan kali ini diduga dipicuh dari kelompok Wayan Ana CS yang sesuka hati mengklaim lahan milik warga Karya Tani.

Keributan terjadi pada hari Selasa 24 Desember 2019 sekitar pukul 08:20 WIB tadi mas, atas keributan antar kolompok Wayan Ana CS dengan Kelompok Karya Tani mengakibatkan satu rumah rusak berat serta satu warga mengalami luka dibagian kepala akibat benda tajam dan yang terluka itu adalah Wayan Ana, ujar salah satu warga sekitar tempat kejadian.

Informasi yang berhasil dihimpun krew media dilapangan, penyerbuan tersebut diduga dipicu perbuatan Wayan Ana Cs yang kerap meresahkan petani. Pasalnya yang bersangkutan tersebut telah menyetop proses pembajakan lahan Fasum Desa yang dikerjakan warga Kelompok Karya Tani KHP Register 45 SBM, lanjutnya.

Masih kata salah satu warga sekitar yang enggan disebutkan namanya. Akhirnya massa yang berjumlah sekitar 200 orang berbekal senjata tajam dan kayu menyatroni kediaman Wayan Ana Cs, sementara pada Sabtu 21 Desember 2019 sebelum penyerbuan, massa sudah menggelar musyawarah antara warga Karya Tani dan kelompok Wayan Ana Cs terkait dengan klaim lahan warga yang dilakukan Wayan Ana Cs.

Kemudian telah disepakati bersama antara kedua belah pihak akan diselesaikan dalam waktu 15 Hari, dengan batas waktu hingga 5 Januari 2020. Namun pada Hari Senin 23 Desember 2019, Wayan Ana Cs kembali melakukan penyetopan bajak lahan. Wayan Ana juga mengklaim lahan Fasum desa seluas 2,5 ha, yang terletak di belakang kediamannya dan di sebelah Masjid Karya Tani KHP Register 45 SBM adalah miliknya.

Akhirnya massa tidak sabar melihat ulah Wayan Ana CS, massa yang berjumlah sekitar 200 orang berbekal senjata tajam dan kayu. Lalu massa menyatroni kediaman Wayan Ana Cs serta berujung keributan tidak bisa dihindarkan kembali.

Hingga kini konsentrasi massa masih terlihat di wilayah Kelompok Karya Tani KHP Register 45 SBM. Polisi dan TNI juga mulai berjaga-jaga dilokasi agar tidak terulang kembali kejadian tersebut.

Reporter : Erwan EP
Editor : Red

Continue Reading

Apa Kabar Lampung

Diberitakan Tak Sesuai Spek, Kabid Dikdas Mesuji Minta Tim Pengawas Turun Lapangan

Redaksi LT

Published

on

Mesuji : Yoga Pratama Kabid Dikdas Mesuji yang juga Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) DAK Pendidikan TA 2019 menanggapi pemberitaan dibeberapa media Online di Kabupaten Mesuji terkait rehab ruang guru dan ruang kelas gedung SMP Negeri 11 Mesuji yang diduga tidak mengikuti acuan Permendikbud No 1 tahun 2019.

“Besok saya akan minta tim pengawas turun untuk cek ke lapangan, pedoman kita jelas bang sekolah harus melaksanakan sesuai dengan Rab dan gambar serta berpedoman dengan juknis,” ungkap Yoga yang dikonfirmasi melalui pesan Whatsapp.

Diberitakan media ini sebelumnya, pembangunan rehabilitasi ruang kelas dan rehabilitasi ruang guru SMP Negeri 11 Mesuji nampak sekali banyak item-item pekerjaan yang tidak diterapkan sesuai dengan petunjuk gambar pelaksana yang ada seperti ketinggian dinding yang kurang sekitar 10 cm, pemasangan rangka baja tidak menggunakan ikat angin, pemasangan silang dan untuk pemasangan Wap rangka baja hanya 6 batang yang seharusnya 8 batang, kemudian lantai sekeliling gedung sekolah dan ruang guru sudah pada retak karena hanya dilakukan penyemenan biasa (tidak dirabat beton menggunakan adukan 1:3:5 sebagaimana petunjuk Permendikbud No 1 tahun 2019).

Continue Reading

Apa Kabar Lampung

Rehab Ruang Guru dan Ruang Kelas SMP Negeri 11 Mesuji Diduga Tak Sesuai JUKNIS

Redaksi LT

Published

on

Mesuji :emerintah Pusat melalui program bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2019 guna melengkapi sarana prasarana meningkatkan mutu pendidikan di setiap daerah hingga Ngajar mengajar bisa lebih efektip.

Namun hal ini menimbulkan potensi kasus praktek pelanggaran, dalam pengalokasian dana tersebut sangat rentan korupsi, tak jarang kesempatan ini dijadikan aji mumpung untuk meraup keuntungan pribadi oleh beberapa oknum yang bermental korup.

Seperti halnya yang terjadi di SMP Negeri 11 Mesuji kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Mesuji, yang mana sekolah tersebut mendapatkan bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan Tahun 2019 untuk rehabilitasi gedung ruang kelas senilai Rp. 471.000.000,  dan rehabilitasi ruang guru senilai Rp. 250.000.000, yang dikerjakan secara swakelola oleh pihak sekolah namun diduga dikerjakan tidak sesuai dengan Bestek dan gambar pelaksana Tekhnis yang sudah ditetapkan kepmendibud.

Dari pantauan media dilapangan, pembangunan rehabilitasi ruang kelas dan rehabilitasi ruang guru SMP Negeri 11 Mesuji nampak sekali banyak item-item pekerjaan yang tidak diterapkan sesuai dengan petunjuk gambar pelaksana Tekhnis yang ada seperti ketinggian dinding yang kurang sekitar 10 cm, pemasangan rangka baja tidak menggunakan ikat angin, pemasangan silang dan untuk pemasangan Wap rangka baja hanya 6 batang yang seharusnya 8 batang, kemudian lantai sekeliling gedung sekolah dan ruang guru sudah pada retak karena hanya dilakukan penyemenan biasa (tidak dirabat beton menggunakan adukan 1:3:5 sebagaimana petunjuk Permendikbud No 1 tahun 2019).

Saat ditemui wartawan media ini dikantornya, Sumono S.Pd Selaku kepala sekolah SMP Negeri 11 Mesuji menerangkan bahwa proyek rehabilitasi ruang kelas dan rehabilitasi ruang guru yang bersumber dari DAK Tahun 2019 yang dikerjakan secara swakelola sudah dilaksanakan dengan sangat maksimal dan mengacu kepada (RAB )Rencana anggaran belanja serta sesuai dengan gambar pelaksanaan, agar supaya hasilnya lebih baik. 

Namun sungguh ironis apa yg di sampaikan Oknum Kepsek ini tidak sesuai dgn fakta yg ada di lapangan..ketika awak media sedang Dokumentasikan dgn foto dan Vidio pada Rabat sekeliling Bangunan, Oknum kepsek ini langsung mendampingi awak Media dan tampak terlihat gusar seperti ada sesuatu yg di sembunyikan..

“Saat ini tukang masih istirahat kerja dan kalau ada pekerjaan yang dianggap kurang baik nanti akan kami lakukan perbaikan dan untuk pengerjaan rangka baja, itu yang borong Fasilitatornya nanti jika diperlukan kita akan duduk bersama dengan Fasiltatornya,” punkasnya.

Reporter : Erwan
Editor : Red

Continue Reading

Trending