Connect with us

Tak Berkategori

Provinsi Lampung Proyek Percontohan Quick Win Pelayanan Berbasis Kompetensi

Avatar

Published

on

Bandar Lampung:Presiden RI Joko Widodo menunjuk Provinsi Lampung bersama Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai pilot projet pengembangan program Quick Win Bidang Pelayanan Berbasis Kompetensi untuk mendorong percepatan peningkatan kualitas pelayanan publik. Tiga provinsi ini diminta mengembangkan model dan pola pembinaan serta pengembangan ASN. Selanjutnya dikembangkan ke provinsi berkarakteristik hampir sama dengan daerah percontohan.

“Inilah yang menjadi pertimbangan Bapak Gubernur Ridho dalam mencanangkan Lampung Kompeten sebagai bagian penting untuk mewujudkan visi Lampung Maju dan Sejahtera 2019 dengan basis pelayanan kepada masyarakat,” kata Plt. Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Lampung, Taufik Hidayat, menutup Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan (Diklatpim) Tingkat IV di lingkungan Pemerintah Provinsi dan kabupaten/kota se-Provinsi Lampung di Aula BPSDM Provinsi Lampung, Hajimena, Natar, Lampung Selatan, Jumat (16/11/2018).

Taufik yang juga Kepala Bappeda Provinsi Lampung itu mengatakan peserta Diklatpim IV mengikuti dan menyelesaikan tahap pembelajaran sesuai struktur kurikulum. Diklat bertujuan meningkatkan kompetensi, sehingga peserta siap dan mampu menjadi pemimpin perubahan yang profesional di organisasi masing-masing. Kemudian, mampu menjadi salah satu daya dukung penting terhadap peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

“Oleh karena itu, peserta Diklatpim IV mampu berperan aktif dalam pembangunan Provinsi Lampung,” Taufik Hidayat yang hadir mewakili Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo.

Pasca pemberlakuan Peraturan Pemerintah No. 11 Tahun 2017, kata Taufik Hidayat, menjelaskan fungsi aparatur sipil negara (ASN) bukan hanya sebagai pelayanan masyarakat. Tetapi meluas menjadi pelaksana kebijakan publik, pelayan publik, dan perekat permersatu bangsa. “Agar profesional, pengangkatan ASN dalam jabatannya didasarkan pada beberapa kompetensi yaitu kompetensi teknis, manajerial, sosiokultural, dan pemerintahan,” jelas Taufik.

Dia meminta Kepala OPD di Pemerintah Provinsi dan kabupaten/kota se-Lampung dapat memantau peserta Diklatpim dalam melaksanakan tugas pelayanan umum, peningkatan daya saing daerah, profesional’ dan kedisiplinan, dan menemukan inovasi baru untuk memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. “Proyek perubahan yang dibuat peserta Diklatpim sangat menarik. Semuanya harus didukung dan dipantau guna mendukung dan menyederhanakan pemerintahan kita,” ujar Taufik.

Pada kesempatan itu, Kepala BPSDM Provinsi Lampung, Fahrizal Darminto, menjelaskan dasar kegiatan ini berdasarkan Peraturan Pemerlntah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Aparatur Slpil Negara, Peraturan Kepala Lembaga Administrasi Negara RI Nomor 20 Tahun 2015 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Tingkat IV. Tujuannya,
meningkatkan kompetensi kepemimpinan pejabat pengawas yang berperan melaksanakan tugas dan fungsi kepemerintahan di instansi masing-masing.

“Kegiatan ini diharapkan mampu membangun kompetensi kepemimpinan operasional dan membentuk pemimpin perubahan pada pejabat yang berperan melaksanakan tugas dan fungsi kepemerintahan di istansi masing-masing,” jelas Fahrizal.

Peserta Diklatpim diikuti 80 peserta yang terdiri dari 40 peserta dari OPD Pemprov Lampung, dan 40 dari OPD kabupaten/kota yaitu Way Kanan, Pesisir Barat, Pesawaran, dan Lampung Timur. “Peserta Diklatpim inindinyatakan lulus semua dengan standar deviasi Diklatpim Tk. IV Provinsi sebesar 84,24 dan Kabupaten/Kota 86,44,” kata Fahrizal.

Dia berharap setiap OPD dapat mendukung dan meneruskan program kerja yang disusun peserta diklat melalui proyek perubahan. Ini merupakan upaya meningkatkan kinerja pelayanan publik dan pembangunan daerah dalam rangka mewujudkan Provinsi Lampung yang sejahtera unggul dan berdaya saing. (Humas Prov Lampung)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Tak Berkategori

Nanang Ermanto Bisa Maju di Pilkada 2024

Avatar

Published

on

Lampung Selatan, Lampungtoday : Kepala Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Lampung Selatan, Yusmiati, S.H., menyatakan, Bupati Lampung Selatan H. Nanang Ermanto masih bisa mencalonkan diri kembali pada kontestasi Pilkada 2024 mendatang.

Sebab kata dia, masa tugas H. Nanang Ermanto baru terhitung 26 bulan atau 2 tahun 2 bulan, belum terhitung 30 bulan atau 2 ½ tahun seperti amanat Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016. Perhitungan ini pun sudah mengacu pada Putusan MK Nomor 2 Tahun 2023.

Yusmiati menjelaskan, H. Nanang Ermanto terhitung menjadi Pelaksana tugas (Plt) Bupati Lampung Selatan setelah mendapatkan Keputusan Menteri Dalam Negeri (Mendagri), tentang Pemberhentian Sementara Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan. Dimana Keputusan Mendagri tersebut berlaku surut terhitung sejak tanggal 7 Desember 2018.

“Sebelumnya Pak Nanang hanya mendapatkan surat dari Gubernur Lampung tertanggal 2 Agustus 2018 untuk melaksanakan tugas bupati dalam rangka menyelenggarakan urusan pemerintahan dimasa transisi,” terang Yusmiati, di ruang kerjanya, Kamis, 3 April 2024.

Yusmiati memaparkan, terkait kejelasan status Nanang Ermanto, Sekretaris Daerah Kabupaten, Thamrin didampingi Kabag Pemerintahan, Kabag Hukum, dan Kabag Kerja Sama Setdakab Lampung Selatan telah berkonsultasi ke Direktorat Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pada 2 April 2024.

“Di sana kami melakukan konsultasi tentang status Pak Bupati dalam rangka mengikuti kontestasi Pilkada 2024. Pada saat itu, kami dijelaskan bahwa di dalam Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang, bagi kepala daerah yang mengalami perubahan, yakni wakil bupati naik menjadi bupati, dianggap satu periode apabila sudah menjabat 2 ½ tahun atau 30 bulan,” paparnya.

Sementara itu, terkait Nanang Ermanto, jika dirunut dari diangkatnya menjadi Plt Bupati Lampung Selatan sampai akhir masa jabatannya sebagai bupati definitif (2016-2021), maka masa tugas Nanang Ermanto belum mencapai 2 ½ tahun atau 30 bulan.

Pada 27 Juli 2018, Mendagri menerbitkan surat yang isinya memerintahkan kepada Gubernur Lampung untuk menunjuk Wakil Bupati Lampung Selatan H. Nanang Ermanto selaku pelaksana tugas Bupati Lampung Selatan dalam rangka melaksanakan urusan pemerintahan.

Perintah dimaksud adalah Nanang Ermanto untuk melaksanakan tugas urusan pemerintahan dalam rangka masa transisi agar tidak terjadi kekosongan, dimana bupati saat itu Zainudin Hasan tersandung masalah hukum.

Selanjutnya pada tanggal 2 Agustus 2018, Gubernur Lampung menerbitkan surat yang isinya memerintahkan Wakil Bupati Lampung Selatan H. Nanang Ermanto untuk melaksanakan tugas Bupati Lampung Selatan agar tidak terjadi kekosongan.

“Pak Nanang mendapatkan mandat untuk melaksanakan tugas mengisi kekosongan pemerintahan ini berupa surat dari Gubernur Lampung yang menindaklanjuti surat dari Mendagri Nomor 131.18/5295/SJ tertanggal 27 Juli 2018 perihal Penugasan Wakil Bupati Lampung Selatan selaku Pekaksana tugas Bupati Lampung Selatan,” jelasnya.

Lebih lanjut, kata Yusmiati, Mendagri mengeluarkan Keputusan Mendagri Nomor 131.18-426 Tahun 2019 tentang Pemberhentian Sementara Bupati Lampung Selatan Provinsi Lampung saudara DR. H. Zainudin Hasan, M.Hum sekaligus menunjuk saudara Nanang Ermanto untuk melaksanakan tugas dan kewenangan Bupati Lampung Selatan. Keputusan Mendagri ini ditetapkan tanggal 12 Maret 2019 dan berlaku surut terhitung sejak tanggal 7 Desember 2018.

“Jadi Pak Nanang baru terhitung sebagai Plt Bupati Lampung Selatan itu sejak adanya Keputusan Mendagri tersebut. Dimana Keputusan Mendagri tersebut berlaku surut terhitung sejak tanggal 7 Desember 2018,” terang Yusmiati.

Lalu setelah itu, pada tahun 2020 Mendagri menerbitkan Keputusan Nomor 131.18-323 Tahun 2020 tentang Pengesahan Pemberhentian Bupati Lampung Selatan Provinsi Lampung saudara DR. H. Zainudin Hasan, M.Hum dari jabatannya sebagai Bupati Lampung Selatan masa jabatan 2016-2021.

Dalam Keputusan Mendagri Nomor 131.18-323 Tahun 2020 itu sekaligus menunjuk saudara Nanang Ermanto Wakil Bupati Lampung Selatan masa jabatan 2016-2021, untuk Melaksanakan Tugas dan Kewenangan Bupati Lampung Selatan sampai dilantiknya Wakil Bupati sebagai Bupati Lampung Selatan sisa masa jabatan tahun 2016-2021. Keputusan Mendagri ini ditetapkan tanggal 6 Maret 2020 dan berlaku surut terhitung sejak tanggal 28 Januari 2020.

“Kemudian pada tanggal 12 Mei 2020, Wakil Bupati Lampung Selatan H. Nanang Ermanto secara sah dilantik sebagai Bupati Lampung Selatan definitif sisa masa jabatan 2016-2021 berdasarkan Keputusan Mendagri Nomor 131.18-766 Tahun 2020 tentang Pengesahan Pengangkatan Bupati dan Pengesahan Pemberhentian Wakil Bupati Lampung Selatan. Keputusan Mendagri ini ditetapkan pada tanggal 30 April 2020,” ungkap Yusmiati.

Selanjutnya, Nanang Ermanto maju pada Pilkada Lampung Selatan di tahun 2020, dan memenangkan mayoritas suara rakyat Lampung Selatan bersama wakilnya, Pandu.

Hal itu ditetapkan berdasarkan Keputusan Mendagri Nomor 131.18-365 Tahun 2021 tentang Pengesahan Pengangkatan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Hasil Pemilihan Kepala Daerah Serentak Tahun 2020 di Kabupaten dan Kota pada Provinsi Lampung yang ditetapkan pada 24 Februari 2021.

“Pada tanggal 22 Februari 2021, terbit Keputusan Mendagri Nomor 131.18-300 Tahun 2021 tentang Pengesahan Pemberhentian Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Masa Jabatan Tahun 2016-2021 di Kabupaten/Kota pada Provinsi Lampung. Keputusan Mendagri ini berlaku surut terhitung sejak 17 Februari 2021,” kata Yusmiati.

Kemudian, pada tanggal 26 Februari 2021, H. Nanang Ermanto dan Pandu Kesuma Dewangsa dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Lampung Selatan.

Nanang Ermanto berencana maju kembali pada Pilkada 2024 ini. Namun sejumlah pihak menyoal masa jabatan Nanang hingga menyebutnya tak bisa lagi maju lantaran sudah terhitung dua periode menjabat.

Menurut Yusmiati, jika menilik berdasarkan hasil konsultasi dengan Kemendagri, maka Nanang tetap bisa maju karena masa tugas Nanang Ermanto sejak menjadi Plt hingga akhir tugasnya di periode pertama, baru terhitung 2 tahun 2 bulan atau 26 bulan.

“Artinya dengan waktu 26 bulan, belum terpenuhi unsur 2 ½ tahun tersebut. Berdasarkan perhitungan ini maka, Pak Bupati H. Nanang Ermanto masih bisa atau dapat mengikuti kontestasi Pilkada di tahun 2024,” ucap Yusmiati.

Pejabat di Mendagri, lanjut Yusmiati, telah menjelaskan secara runut, mulai dari mengkancah dari Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016, Putusan MK Nomor 02/PUU-XXI/2023, dan melihat isi dari PKPU Nomor 18 Tahun 2019.

Pada Putusan MK Nomor 02/PUU-XXI/2023 mengadili perkara yang diajukan oleh Bupati Kutai Kertanegara, yang mana di dalamnya menjelaskan tidak membedakan jabatan definitif dan penjabat sementara.

Sementara, berdasarkan PKPU Nomor 18 Tahun 2019 Pasal 4, Ayat 1 Angka 4 dijelaskan bahwa perhitungan 5 (lima) tahun masa jabatan atau 2 ½ (dua setengah) tahun masa jabatan sebagaimana dimaksud pada angka 1, dihitung sejak tanggal pelantikan sampai dengan akhir masa jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur, atau Bupati dan Wakil Bupati atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota yang bersangkutan.

Mengingat di Kabupaten Lampung Selatan terdapat dua aturan penunjukkan Plt kepada Nanang Ermanto, dimana satu berupa surat Gubernur Lampung menindaklanjuti surat Mendagri dan satu lagi berdasarkan Keputusan Mendagri, maka berdasarkan penjelasan dari pejabat Kemendagri, yang diakui jabatan Plt Bupati adalah berdasarkan Keputusan Mendagri bukan berdasarkan surat.

“Karena Keputusan Mendagri ini bersifat konkret, final, dan individual,” terang Yusmiati.

Jadi, jika dihitung masa tugas Nanang Ermanto berdasarkan Keputusan Mendagri tersebut yang berlaku surut sejak 7 Desember 2018 sampai akhir masa jabatan H. Nanang Ermanto tanggal 17 Februari 2021, sehingga total masa jabatan H. Nanang Ermanto 2 tahun 2 bulan.(Rls)

Continue Reading

Tak Berkategori

SNIP VI 2024 Bertajuk “Insinyur untuk Indonesia Emas” Sukses Digelar

Redaksi LT

Published

on

Universitas LampungUniversitas Lampung (Unila), melalui Program Studi (Prodi) Program Profesi Insinyur (PSPPI) Fakultas Teknik (FT), sukses menyelenggarakan Seminar Nasional Insinyur Profesional ke-6 (SNIP VI) tahun 2024.

Dengan tema “Insinyur untuk Indonesia Emas”, kegiatan tersebut diadakan secara hybrid, menggabungkan format daring melalui virtual meeting dan luring di Hotel Emersia, Bandar Lampung, Minggu, 10 Maret 2024.

SNIP VI tahun 2024 merupakan bagian dari agenda tahunan PSPPI FT Unila yang bertujuan untuk memperluas ilmu pengetahuan dan menerapkan teknologi di bidang keinsinyuran, serta menghasilkan produk penelitian dan publikasi ilmiah bermanfaat.

Rektor Unila Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., IPM., ASEAN Eng., membuka acara ini dengan apresiasi terhadap PSPPI Unila atas penyelenggaraan SNIP VI. Ia berharap, seminar ini dapat menghasilkan produk penelitian dan publikasi ilmiah yang mendukung kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang keinsinyuran.

SNIP VI diikuti 54 pemakalah insinyur dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan selama dua hari tersebut juga menyediakan enam sesi paralel di ruang virtual meeting untuk mendiskusikan berbagai topik menarik dalam ilmu teknik.

Ketua Persatuan Insinyur Indonesia Wilayah Lampung Ir. Taufik Hidayat, M.M., M.E.P., menyatakan kebanggaannya terhadap para peserta yang telah berkontribusi dalam pengembangan infrastruktur, pendidikan, dan penelitian teknologi tepat guna.

Ir. Meizano Ardhi Muhammad, S.T., M.T., IPM., sebagai Ketua Pelaksana SNIP 2024, menyampaikan, acara ini menghadirkan narasumber yang kompeten dan berpengalaman di bidang keinsinyuran, antara lain, Dr. Ir. Yudha Mediawan, M. Dev.Plg (Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah Kementerian PUPR), dan Prof. Dr. Ir. Muh. Sarkowi, S.Si., MSi., IPU (Guru Besar dalam Bidang Ilmu Teknik Geofisika).

Dr. Eng. Ir. Aleksander Purba, S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng., selaku Ketua Prodi Profesi Insinyur Unila menyatakan harapannya agar SNIP VI dapat membuka wawasan para insinyur Indonesia dalam mengembangkan keilmuan dan menunjukkan kontribusi mereka kepada masyarakat, seiring dengan visi Indonesia Emas 2045. [Rilis]

Continue Reading

Tak Berkategori

Diduga Arogan dan Mengancam, Seorang Pengacara Laporkan Oknum Polisi ke Polda Lampung

Redaksi LT

Published

on

Bandar Lampung – Diduga arogan dan mengancam, oknum Polisi dilaporkan ke Propam Polda Lampung oleh seorang pengacara muda

Karena merasa diintimidasi dan diancam M. Rian Ali Akbar S.H seorang pengacara muda yang juga Sekretaris LBH SMSI Pusat bersama tim advokatnya datang ke Polda Lampung Laporkan Oknum Polisi yang bertugas di Polres Lampung Timur, pada Selasa (30/01/24)

M. Rian Ali Akbar S.H, didampingi kalangan Solidaritas Advokat Lampung melaporkan Oknum Polisi terkait dugaan arogansi dan pengancaman yang diduga dilakukan oleh AKP. (S) dengan menyebutkan kalimat yang tidak pantas terucap via pesan singkat Whastapp

“lo ngomong sama siapa? Lo tau gua kan udah jadi kasat dua kali, kumpulin dulu kekuatan baru lawan gua, lo di Mana sekarang,” kata Rian membahasakan salah satu isi pesan singkat Oknum polisi yang dilaporkannya

Rian menjelaskan, tindakan tersebut berawal karena pihaknya mempunyai eks kliennya (Y) yang mempunyai urusan dengan Oknum polisi yang dilaporkannya, kemudian ia memberitahukan kepadanya bahwa bukan lagi penasehat hukumnya Y lagi.

“Karna keterbatasan pergerakan, saya bukan lagi menjadi penasehat hukum Y. Persoalan antara Y dan AKP. S tidak bisa di bantu secara maksimal.” Jelas Rian

Kemudian saat itulah, lanjut Rian, oknum tersebut marah dan melontarkan kata yang tidak pantas di ucapkan melalui pesan whatsapp.

“Laporan ini saya buat karena didasari intimidasi dan ancaman yang mengakibatkan istri serta orang tua merasa ketakutan, dampak psikologis keluarga saya sampai ada motor yang berhenti di depan rumah mereka ketakutan dan sangat khawatir,” lanjut Rian

“Saya yang jelas-jelas advokat dalam arti penegak hukum juga berani di intimidasi dan di ancam, saya khawatir sifat arogan tersebut dilakukan juga ke masyarakat awam.” Imbuh Rian

Rian berharap, laporan ini ditegakkan secara adil dan transparan agar menjadi pembelajaran bagi kita semua

“Agar kedepannya Oknum-oknum tersebut tidak merasa punya jabatan di Jajaran Polri bisa seenak nya mengintimidasi dan mengancam orang lain.”Harapnya

Akibat merasa diancaman dan diintimidasi tersebut, Rian Ali yang juga Ketua Kongres Advokat Indonesia Kota Bandarlampung membuat laporan Pengaduan Masyarakat (Dumas) dengan No : 043/LP/FDP/LPG/MRAA/I/2024 ke Propam Polda Lampung tertanggal 30 Januari 2024.

Sementara itu Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Umi Fadilah mengatakan, soal laporan pengacara M. Rian Ali Akbar, S.H ke Propam Polda Lampung akan dilakukan peninjauan terkait jenis perkara.

“Sudah diterima oleh Kabid Propam Polda Lampung,” kata Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Umi pada Rabu (30/01/24)

Kabid Humas menegaskan, akan segera melakukan pemanggilan terhadap oknum polisi di Lampung Timur setelah dilakukannya peninjauan.

“Kita akan tinjau dan akan dilakukan pemanggilan dan pemeriksaan,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan, Polda Lampung akan selalu terbuka untuk menerima setiap laporan yang masuk.

“Intinya jika ada laporan, Polda Lampung pasti akan menerima laporan tersebut.” Terangnya. (*)

Continue Reading

Trending