Connect with us

100 % Indonesia

Polres Metro Jakbar Musnakan Barang Bukti Narkoba Senilai Rp 66 Miilyar

Avatar

Published

on

JAKARTA : Polres Metro Jakarta Barat memusnahkan barang bukti narkoba hasil operasi periode selama tiga bulan terakhir terhitung dari bulan Oktober sampai Desember 2018. Jenis narkoba yang dimusnahkan berupa sabu, pil ekstasi, dan juga bahan-bahan serbuk pembuat sabu. Total keseluruhan senilai Rp. 66.006.250.000,-.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Hengki Haryadi SIK MH didampingi Walikota Jakarta Barat Rustam Effendi dan juga Kajari Jakarta Barat dr Petrus yustian jaya, Ketua Pengadilan Jakarta Barat Sugiarto, serta Dandim 0503/JB Letkol Kav Andre Hendry Masengi, mengungkapkan, barang bukti narkoba yang dimusnahkan hari ini hasil operasi Satresnarkoba selama 3 bulan terakhir dalam mengungkap 8 kasus dan mengamankan tersangka 14 orang.

“Hari ini kita musnahkan narkoba antaranya 40.260 gram (40,2 Kg), 22.635 butir pil ekstasi, dan 10.000 butir bahan-bahan serbuk pembuat sabu,” ujar Hengki di Mapolres Jakbar, Jumat (28/12/18).

Pemusnahan barang bukti itu juga, menghadirkan delapan tersangka narkoba dan disaksikan oleh BNN, Kejari Jakarta Barat, Walikota Jakarta Barat dan Dandim 0503/JB.

“Pemusnahan barang bukti ini merupakan salah satu tahapan dalam penyelidikan. Ini merupakan upaya dan bukti nyata dari Polres Metro Jakarta Barat, BNN, dan Kejaksaan untuk memberantas peredaran narkoba,” tambahnya.

Dari delapan orang tersangka yang diamankan terancam Pasal 114 ayat (2) Sub 111 ayat (2) Sub 112 ayat (2) Jo pasal 132 ayat (1) UURi No 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Reporter : Ivan/Noval
Editor : Red

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

100 % Indonesia

Polres Lamsel Ungkap Pengunggah Video Asusila Incest

Avatar

Published

on

Lampung Selatan – Jajaran Kepolisian Resort (Polres) Lampung Selatan (Lamsel), menggelar Konferensi Pers terkait tindak pidana pornografi yang terjadi di Desa Palembapang, Kecamatan Kalianda, Lamsel.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun, pelaku memaksa korban yang merupakan istri sirihnya untuk melakukan hubungan seksual/persetubuhan dengan ayah kandungnya.

Kapolres Lamsel, AKBP. Mohamad Syarhan, membenarkan akan kejadian tersebut yang diperintah langsung oleh sang suami.

“Selain itu pelaku juga memaksa korban melakukan hubungan seksual/persetubuhan dengan laki-laki lain, saat persetubuhan tersebut terjadi pelaku menyaksikan langsung melalui sambungan video call handphone pelaku dengan handphone korban, kemudian pelaku juga merekam terjadinya persetubuhan tersebut menggunakan aplikasi screen recorder dan pelaku menyimpan rekaman video tersebut didalam memori handphone selanjutnya mengupload serta menyebarkan rekaman video tersebut melalui sosial media facebook dan whatsapp” ungkapnya, saat menggelar Press Release di Mapolres Lamsel, Senin, (21/01/19).

“Saat ini kita sudah melakukan pemeriksaan, Penyelidikan maupun penyidikan, kepada pelaku, kita kenakan Pasal 35 UU RI No. 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dan pasal 45 ayat (1) UU RI No. 19 tahun 2016 tentang informasi dan transaksi elektronik,” kata Syarhan.

Pelaku tersebut yakni, Kurniawan alias Wawan (35), Warga Desa Tetaan, Kecamatan Penengahan, Lamsel, yang merupakan salah satu narapida di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Metro dengan kasus Narkoba.

Barang bukti yang berhasil diamankan oleh jajaran Polres Lamsel yakni 1 tas wama abu-abu, 1 kotak warna hijau bertuliskan V-C INJECTION, 1 unit Handphone merk OPPO F9 warna ungu, 1 unit Handphone merk Nokia 105 warna biru, dan 1 unit Handphone merk OPPO A37 wama putih. (Eko)

Continue Reading

100 % Indonesia

Lagi, Si Jago Merah Lalap Puluhan Rumah

Avatar

Published

on

JAKARTA : Permukiman di Jalan Jelambar Utama, Gang Abadi RT 07 dan 08 RW 8, Kelurahan Jelambar, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Jumat (04/1/2019) malam, hangus dilalap sijago merah.

Sebanyak 35 mobil pemadam kebakaran (Damkar) Kecamatan Grogol Petamburan dikerahkan untuk memadamkan kebakaran tersebut.

Siti Mariyani dan Suryadi saksi mata menyebutkan, asal api diduga dari rumah kontrakan milik Nadia (50). Saat mereka sedang istirahat di rumah, tiba-tiba listrik mati total, setelah melihat keluar rumah mencium bau gosong.

“Begitu kami balik ke lantai 2 melihat api berkobar di kamar Ibu Nur yang mengontrak di kontrakan Nadia. Karena api semakin besar kami berteriak meminta tolong kepada warga lainnya,” ujar Siti.

Mendengar teriakan itu, warga pun panik langsung berhamburan keluar rumah. Melihat kebakaran warga berusaha memadamkan api dengan alat seadanya. Lantaran kobaran api semakin membesar dan menjalar membakar rumah lainnya, akhirnya salah satu warga melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Tanjung Duren dan Babinsa Kelurahan Jelambar.

Sementara Kepala Seksi Sektor Damkar Kecamatan Grogol Petamburan Agus Surya setelah mendapat laporan adanya peristiwa kebakaran, pihaknya langsung mengerahkan 35 unit mobil Damkar melakukan pemadaman dilokasi.

“Setelah adanya laporan kebakaran kami langsung kerahkan 35 unit mobil Damkar untuk melakukan pemadaman. Kami dilokasi hingga pukul 03.30 WIB, mulai dari pemadaman hingga pendinginan api,” ujar Agus.

Kepala Seksi Operasional Sudin Penanggulangan Bencana Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Barat Rompis Romli mengatakan, 40 unit rumah yang terbakar, lanjut Agus, melibatkan dua wilayah, yakni, wilayah Rt. 07 dan 08, Rw.08 Kel.Jelambar, Kec. Grogol Petamburan Jakarta Barat. Sementara hasil pendataan di wilayah RT. 07 ada 25 unit rumah warga dan di wilayah RT. 07 RW. 08 ada 15 rumah warga yang terbakar.

“Dari dua wilayah RT yang terbakar itu ada 92 kepala keluarga (KK) yang berjumlah 365 jiwa menjadi korban kebakaran di Jelambar, Grogol Petamburan,” kata Rompis Sabtu (05/1).

Rompis menambahkan, kondisi api sudah padam namun masih dilakukan pendinginan hingga pagi ini. “Api sudah padam tapi dilakukan pendinginan,” tambahnya.

Dari pantauan dilokasi terlihat, instansi TNI/Polri membantu mengevakuasi para korban kebakaran dan direncanakan akan mendirikan tenda-tenda darurat pengungsian sementara.

Adapun warga yang mengungsi dipenampungan sementara di Masjid Al Ridho sebanyak 60 orang, sedangkan di Musholah Hikmatul Amin sebanyak 20 orang dan sisanya menumpang dengan keluarga yang tidak jauh berada di sekitar lokasi.

Reporter : Ivan
Editor : Red

Continue Reading

100 % Indonesia

Meresahkan Warga, Kapolres Metro Jakpus Gelar Razia Preman

Avatar

Published

on

JAKARTA : Dalam rangka menekan angka kejahatan 3 Pilar Jakarta Pusat, melaksanakan operasi cipta kondisi (Cipkon) dengan sasaran premanisme dan di lanjutkan press release di Gor Senen Jakarta Pusat. Jumat (4/1/2019) pukul 16.00 WIB.

Dalam operasi premanisme ini dipimpin oleh Kapolres Metro Jakarta Pusat AKBP Roma Hutajulu Sik, MSi didampingi Dandim 0501/JP Letkol Inf Wahyu Yudhayana.

Pada pelaksanaan operasi tersebut turut hadir Kabagops JP, Kasat Reskrim, Kasat Narkoba dan kasat Sabhara beserta anggota, Kasub Garnisun Mayor Mulya Kepala Satpol PP Kecamatan Senen.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Roma Hutajulu menjelaskan, operasi yang berlangsung pukul 15.00 WIB ini dilakukan secara mendadak.

“Kami lakukan operasi karena adanya informasi keresahan dari masyarakat dengan maraknya aksi premanisme. Seperti pemalakan dan pemerasan,” jelas AKBP Roma di GOR Senen.

Dikatakan Kapolres, pelaku juga tak jarang memeras para pengemudi ojek, mobil dan kendaraan online yang tengah menurunkan maupun menaikan penumpang. Bahkan, para sopir online harus memberikan upeti kepada para timer.

Hasilnya ada 29 preman yang ditangkap. Identitasnya pun masih diselidiki karena mereka tinggal menggelandang.

“Salah satu preman berinisial A. kedapatan membawa senjata tajam. Ini jangan sembarangan, karena ada UU nya, UU Darurat Tahun 1951 tentang pembawaan sajam meski hanya untuk membela diri. Ini dilarang ya karena membahayakan,” tegas AKBP Roma.

Kapolres menyebutkan, A sendiri berperan sebagai timer bajaj. Jadi kalau ada sopir bajaj nunggu antrian parkir dipalak pelaku dengan membawa pisau untuk nakut-nakutin.

“Kami akan proses hukum dengan ancaman kurungan dibawah 5 tahun. Nantinya, mereka akan digiring ke Dinsos untuk didata. Jika ada hubungannya dengan pelaku kejahatan atau sindikat lainnya, mereka akan diproses secara hukum. Nantinya, operasi ini akan dilakukan terus untuk memberantas para preman, ” tuturnya.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk segera melapor jika diganggu para preman, silahkan berteriak atau minta tolong ke No 110. Polisi akan datang ke lokasi.

Sementara, Dandim 05/01 Jakarta Pusat Letkol Inf Wahyu Yudhayana menegaskan, jajarannya mendukung penuh pemberantasan preman.

“Pihaknya akan menurunkan aparat Garnisun dan TNI untuk membantu polisi untuk menciptakan suasana aman di masyarakat, ” jelasnya.

Reporter : Ivan/Noval
Editor : Red

Continue Reading

Trending