Connect with us

100 % Indonesia

‘Ngopi Bareng Bang JEPE’, Dandim 0501/JP BS : Kita Bisa Langsung Mendengar Keinginan Masyarakat

Published

on

Jakarta : Kodim 0501/ JP BS malam hari ini menggelar acara diskusi santai, yang dikemas dalam acara “Ngopi Bareng Bang JEPE”, bertempat di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Pandawa, RT 08/05, Kelurahan Tanah Tinggi, Johar Baru, Jakarta Pusat, Jum’at (28/12/2018).

Dandim 0501/JS BS Letkol Inf Wahyu Yudhayana yang sekaligus pemilik ide acara ini mengatakan bahwa tujuan digelarnya “Ngopi Bareng Bang JEPE” adalah suatu kegiatan komunikasi sosial (komsos) antara unsur Tiga Pilar Plus wilayah Jakarta Pusat dengan masyarakat.

“Acara ini bukanlah acara yang bersifat formal, ini acara santai, kong kow sambil mencicipi makanan dan minunan, kita berdiskusi bersama masyarakat. Kita bisa langsung mendengar keluhan dan masukan langsung dari masyarakat,” urai Dandim.

Gagasan awal acara “Ngopi Bareng Pang JEPE” adalah dari Letkol Inf Wahyu Yudhayana sendiri, Dandim menuturkan bahwa ide ini berawal dari kesibukan dalam bertugas yang sangat tinggi.

“Dengan adanya volume tugas yang tinggi, sehingga saya sebagai Dandim kurang memiliki waktu untuk berkomunikasi dengan masyarakat di wilayah binaan, oleh karena inilah saya Launching acara Ngopi Bareng Bang JEPE. Kami jemput bola, artinya kami yang mengumpulkan masyarakat. Mungkin kegiatan ini akan kita kembangkan kedepannya,” urai Dandim Jakarta Pusat ini.

Tampak dalam acara Launching Ngopi Bareng Bang JEPE, malam ini mengambil topik tentang “Pengamanan, Ketertiban Jelang Pergantain Tahun dan Pemilu 2019 “.

Terlihat dialog interaktif antara masyarakat dengan para Tiga Pilar sangat antusias, banyak masyarakat yang hadir aktif bertanya dalam acara tersebut.

Salah satu ketua RW Nurwajino, warga Kelurahan Cempaka Putih, berharap adanya kerjasama antara masyarakat dengan para Tiga Pilar Jakarta Pusat.

“Kami sebagai warga hanya berharap Pemilu 2019 dapat berjalan damai dan aman, karena dengan damai dan aman maka rakyat di level bawah pun akan merasa nyaman,” ucap Nurwajino.

Dandim 0501/JP BS Letkol Inf Wahyu Yudhayana diakhir acara kepada awak media kembali mengatakan acara dialog Ngopi Bareng Bang JEPE akan dilakukan rutin setiap dua bulan sekali dan setiap acaranya nanti berbeda topiknya.

“Semua permasalahan dan masukan yang ada dari acara ini akan langsung kami jawab dan berikan solusi, hal ini semata-mata demi untuk kebaikan bersama masyarakat,” ungkapnya.

Hadir juga dalam Lauching Ngopi Bareng Bang JEPE diantaranya Walikota Jakpus diwakilkan Budiroso Aspem Jakpus, Wakapolres Metro Jakpus AKBP Ari Adrian Rizaldi, Kepala Kejaksaan Negeri Jakpus diwakili oleh Andi Sasongko Kasi intel Kejaksaan, dan beberapa undangan lainnya. (Ivn/Nvd/Red).

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

100 % Indonesia

Pasca Viral Video Pungli, Polres Lamsel Amankan Dua Orang Tersangka

Published

on

Lampung Selatan, Lampungtoday : Jajaran Polres Lampung Selatan mengamankan Dua orang oknum pelaku pungli (Pungutan liar) saat pelaksanaan penyekatan PPKM Darurat di Pelabuhan penyebrangan Bakauheni – Merak.
Kedua pelaku diamankan atas laporan dari masyarakat tentang adanya aksi pungli yang dilakukan oleh B, warga desa Sumur Kecamatan Ketapang Lamsel, dan A (oknum PNS) diwilayah pelabuhan Bakauheni.
” Kami mengamankan dua orang pelaku ini, setelah pihaknya menerima laporan dari masyarakat tentang adanya Pungli, saat pelaksanaan penyekatan PPKM Darurat, Minggu (11/7/2021) di Area Pelabuhan Bakauheni ” Kata Kapolres Lampung Selatan AKBP Edwin, Jumat (16/7/2021) saat melakukan Pers Release.
Kedua pelaku B dan A (oknum PNS) ditangkap bersama barang buktinya berupa satu lembar Surat Tugas yang dikeluarkan oleh Kantor BPBD Lampung Selatan, uang tunai pecahan seratus ribu rupiah, senilai Rp 400 ribu, dan satu lembar uang pecahan sepuluh ribu rupiah, satu lembar foto Copy petikan surat keputusan yang ditanda tangani bupati Lampung Selatan, Nomor : 821.12 / 192 / IV.04 / X / 2008, tentang Pengangkatan calon Pegawai Negeri Sipil Daerah Menjadi Pegawai Negeri Sipil Daerah, atas nama A, NIP 460034558, tanggal 20 Oktober 2008.
Adapun modus yang digunakan oleh tersangka B, yang diduga bekerjasama dengan A (oknum PNS) yakni dengan melakukan pungli kepada para penumpang bus yang tidak memiliki surat keterangan Antigen sebesar Rp. 100 ribu/orang, dan menyatakan menjamin bisa menyeberang di Pelabuhan Bakauheni,” kata dia.
Atas aksi yang dilakukannya, akhirnya B dan A ditangkap, Selasa (13/7/2021) karena telah melakukan tindak pidana dalam kasus pemerasan dan atau menghalangi pelaksanaan penanggulangan wabah penyakit menular dalam oprasi penyekatan PPKM Darurat Jawa-Bali.
“Kepada kedua tersangka, dijerat dengan pasal 368 KUH pidana, dan atau pasal 14 ayat (1) UURI Nomor 4 tahun 1984 tentang wabah penyakit menular dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara,” imbuhnya.
Sebelum menutup keteranganya, Kapolres Lamsel AKBP Edwin, menegaskan bahwa pihaknya bersama Kodim 0421/LS dan Bupati Lampung Selatan, mengingatkan kepada siapapun agar tidak bermimpi, apalagi melakukan tindak pidana Pungli diwilayah hukum Polres Lampung Selatan, karena pihaknya tidak segan-segan untuk menangkapnya.
“Saya ingatkan kepada siapapun, agar jangan sekali kali bermimpi apalagi melakukan tindak pidana pungli, kami bersama Forkompinda akan segera menangkapnya,” pungkasnya. (Rls/Eko)

Continue Reading

100 % Indonesia

Kasus Pembunuhan Berencana Terungkap, Pelaku Terancam 20 Tahun Penjara

Published

on

Lampung Selatan, Lampungtoday – Jajaran Polres Lampung Selatan (Lamsel) berhasil mengungkap kasus pembunuhan Ibu Rumah Tangga yang sebelumnya diketahui adalah korban pembegalan di Way Galih Kecamatan Tanjung Bintang Kabupaten Lamsel.
Dalam kasus itu, petugas berhasil mengamankan 4 orang pelaku diantaranya H, NC, Y dan S. Dari keempat pelaku yang diamankan satu diantarnya adalah Suami korban Ani Suningsih.
“Kita berhasil mengungkap kasus pembegalan sekaligus pembunuhan IRT atas nama Ani Suningsih. Dimana 3 pelaku diamankan pada Hari Sabtu (8/2/2020) dan 1 orang pada hari Minggu (9/2/2020),” ungkap Kapolres Lampung Selatan AKBP Edi Purnomo, SH, SIK saat gelar pres rilis di Mapolres setempat. Senin (10/2/2020).
Kapolres menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan penyebab utama pembunuhan tersebut disebabkan faktor ekonomi dan sudah direncanakan oleh pelaku yang merupakan suami korban.
“Setelah diperiksa kasus ini murni pembunuhan berencana dan salah satu kejahatan ini ddalangi oleh suami korban inisial H. Motifnya adalah rumah tangga dan ekonomi sehingga H merasa kesal sama istrinya,” jelasnya.
Mantan Kapolres Mesuji menambahkan, keempat pelaku memiliki peran masing-masing, dimana selaku eksekutor pembunuhan adalah suaminya.
“Perannya beda-beda, inisial H (suami korban) berboncengan dengan NC. Lalu NC memukul korban dengan kayu, kemudian H menusuk korban sebanyak 5 kali dengan sajam. Sementara Y dan S perannya menunggu dan memantau situasi serta mengamankan barang bukti,” imbuhnya.
Sebelumnya kata Kapolres, terungkapnya kasus tersebut berkat informasi masyarakat dan kerjasama Polres Lamsel dengan Polda Lampung. Setelah tim melakukan Olah TKP disekitra lokasi alhasil membuahkan hasil dan titik terang.
“Kita dalami dan telusuri, lakukan Oleh TKP, cari tau kendaraan yang digunakan (motor) para tersangka dan bantuan aparat serta masyarakat sehingga petugas mendapatkan ciri-ciri pelaku dan berhasil 3 pelaku. Kemudian berkat petunjuk dikembangkan pelaku aktor utama berhasil ditangkap yakni H,” terangnya.
Atas terungkapnya kasis ini, Kapolres mengucapkan terima kasih kepada jajaran dan masyarakat yang telah membantu mengungkap kasus pembunuhan tersebut.
“Kami ucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah memberikan informasi terkait kasus ini, sehingga dapat segera diungkap,” pungkasnya.
Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya para pelaku dikenakan pasal berlapis yakni Pasal 340 dan 338 dan 365 jo pasal 55 dengan ancaman ninimal 20 tahun penjara. (Eko).

Continue Reading

100 % Indonesia

Polres Lamsel Ungkap Pengunggah Video Asusila Incest

Published

on

Lampung Selatan – Jajaran Kepolisian Resort (Polres) Lampung Selatan (Lamsel), menggelar Konferensi Pers terkait tindak pidana pornografi yang terjadi di Desa Palembapang, Kecamatan Kalianda, Lamsel.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun, pelaku memaksa korban yang merupakan istri sirihnya untuk melakukan hubungan seksual/persetubuhan dengan ayah kandungnya.

Kapolres Lamsel, AKBP. Mohamad Syarhan, membenarkan akan kejadian tersebut yang diperintah langsung oleh sang suami.

“Selain itu pelaku juga memaksa korban melakukan hubungan seksual/persetubuhan dengan laki-laki lain, saat persetubuhan tersebut terjadi pelaku menyaksikan langsung melalui sambungan video call handphone pelaku dengan handphone korban, kemudian pelaku juga merekam terjadinya persetubuhan tersebut menggunakan aplikasi screen recorder dan pelaku menyimpan rekaman video tersebut didalam memori handphone selanjutnya mengupload serta menyebarkan rekaman video tersebut melalui sosial media facebook dan whatsapp” ungkapnya, saat menggelar Press Release di Mapolres Lamsel, Senin, (21/01/19).

“Saat ini kita sudah melakukan pemeriksaan, Penyelidikan maupun penyidikan, kepada pelaku, kita kenakan Pasal 35 UU RI No. 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dan pasal 45 ayat (1) UU RI No. 19 tahun 2016 tentang informasi dan transaksi elektronik,” kata Syarhan.

Pelaku tersebut yakni, Kurniawan alias Wawan (35), Warga Desa Tetaan, Kecamatan Penengahan, Lamsel, yang merupakan salah satu narapida di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Metro dengan kasus Narkoba.

Barang bukti yang berhasil diamankan oleh jajaran Polres Lamsel yakni 1 tas wama abu-abu, 1 kotak warna hijau bertuliskan V-C INJECTION, 1 unit Handphone merk OPPO F9 warna ungu, 1 unit Handphone merk Nokia 105 warna biru, dan 1 unit Handphone merk OPPO A37 wama putih. (Eko)

Continue Reading

Trending