Connect with us

Apa Kabar Lampung

Soal Sengketa Penambangan Batu : Pemkab Lampung Timur Belum Ambil Sikap

Avatar

Published

on

Lampung Timur : Pemerintah Daerah Lampung Timur terkesan lamban dalam menyelesaikan persoalan antara kepala Desa Marga Mulya Kecamatan Bumi Agung dengan warga Desa Gunung Tiga Kecamatan Batanghari Nuban Lampung Timur terkait penambangan batu di gunung yang di kalim warga desa Gunung Tiga sebagai simbol desa.

Padahal, pada tanggal 10 November 2018 yang lalu, Pemerintah Daerah Lamtim melalui Asisten I berjanji di hadapan ratusan warga desa Gunung Tiga yang pada saat itu sedang menggelar aksi di atas gunung akan segera menyelesaikan persoalan tersebut dengan melaporkan terlebih dahulu ke pimpinannya. Namun sayang, hingga aksi demo warga desa Gunung Tiga kembali di lakukan di lokasi penambangan, Pemerintah Lamtim belum juga memberikan keputusan yang jelas.

Alhasil, aksi demo warga desa Gunung Tiga pada Rabu 2 Januari 2019 akhirnya berujung ricuh, Rumah kepala desa Marga Mulya pun menjadi sasaran aksi sejumlah masa dari warga desa Gunung Tiga, bahkan salahsatu anggota intelkam Polres Lamtim menjadi korban dalam kericuhan tersebut.

Aksi pengerusakan ini di duga di picu atas tindakan kepala desa Marg Mulya Kemari yang kembali melakukan penambangan batu di gunung, sementara gunung tersebut merupakan simbol kebanggaan waraga desa Gunung Tiga.

Warga desa Gunung Tiga sendiri tidak menuntut banyak kepada pemerintah Lamtim, hanya meminta kepada pemerintah untuk segera menutup lokasi penambangan batu yang akan merusak simbol desa.

Pada pemberitaan sebelumnya, rumah Kepala Desa Marga Mulya Kecamatan Bumi Agung Lampung Timur rusak berat akibat di serang puluhan masa yang di duga masa dari desa Gunung Tiga Kecamatan Batanghari Nuba Lamtim. Selain itu salahsatu anggota intelkam polres Lamtim yang sedang melakukan pengamanan di lokasi penambangan batu mengalami luka serius di kaki kiri yang di duga akibat senjata tajam, Rabu (02/01/2019).

Di duga aksi anarkis masa itu merupakan buntut dari penambangan batu di gunung yang di lakukan oleh kepala desa Marga Mulya. Sementara gunung tersebut di akui warga desa Gunung Tiga merupakan simbol dari desa tersebut.

Kepala desa Marga Mulya Kemari megatakan bahwa dirinya tidak tahu persis pristiwa pengerusakan rumahnya, karena saat kejadian, dirinya sedang tidak berada di rumah.

“Pada saat pengerusakan, saya masih di ruangan pak Asisten I (Pemda Lamtim), lalu saya mendapatkan informasi bahwa rumah saya di rusak masa dari warga desa Gunung Tiga,”ujarnya.

Kemari menyebutkan, puluhan masa desa dari Gunung Tiga sendiri memecahkan kaca rumah, merusak pintu serta mengambil beberapa barang miliknya. Selain itu, kemari pun membenarkan jika ada anggota polres Lamtim yang mengalami luka di kaki.

“Kaca rumah pecah, pintu rusak Dan ada anggota polres yang melakukan pengamanan di lokasi tambang batu milik saya mengalami luka di kaki,”terangnya.

Di lain pihak, Kapolres Lamtim AKBP Taufan Dirgantoro saat di konfirmasi sejumlah awak media melalui sambungan telpon pribadinya mengatakan, saat ini kondisi di TKP sudah mulai kondusif.

Sedangkan untuk anggota intelkam yang mengalami luka di kaki sedang dalam proses pengobatan.

“TKP sudah kondusif, sementara anggota yang mengalami luka di kaki sedang mendapatkan perawatan medis,”tandasnya.

Saat ini rumah Kades Marga Mulya telah di pasang garis polisi (police Line), sementara dari informasi di peroleh, anggota Polres Lamtim yang mengalami luka di kaki kiri sedang menjalani oprasi di salahsatu rumah sakit di kota Metro.

Pada pemberitaan sebelumnya, Ratusan warga desa Gunung Tiga Kecamatan Batanghari Nuban Lampung Timur menggelar aksi demo di atas Gunung. Aksi ini di lakukan lantaran masa tidak terima atas tindakan kepala desa Marga Mulya kecamatan Bumi Agung yang di duga telah merusak gunung dengan menambang batu di kaki gunung tersebut. Gunung yang merupakan kebanggaan warga desa setempat di ketahui merupakan simbol dari desa Gunung Tiga. Aksi warga ini berlangsung pada Sabtu (10/11/2018).

Dalam aksi itu, Warga desa Gunung Tiga meminta kepada kepala desa Marga Mulya tidak lagi melakukan aktivitas penambangan batu di seputaran gunung, karena warga khawatir dengan adanya penambangan batu di gunung tersebut akan membuat lambang desa Gunung Tiga ini hilang (rata).

Tak jauh dari gunung tersebut terdapat sebuah bangunan pabrik batu yang sudah siap beroprasi. Namun, bukan soal pabrik batu yang di permasalahkan oleh warga, akan tetapi keutuhan simbol desa yang warga perjuangkan.

Bila telah menemukan kesepakatan pemberhentian penambangan batu, warga pun berencana akan melakukan penanaman kembali pohon untuk penghijauan, lantaran saat ini gunung tersebut telah tandus.

Mengetahui adanya aksi demo warga desa Gunung Tiga, Pemerintah Daerah Lampung Timur melalui Asisten I Tarmizi, di dampingi Camat Batanghari Nuban, Kepala Desa Gunung Tiga langsung mendatangi lokasi untuk mendengarkan tuntutan warga.

Pihak keamanan dari Polres Lampung Timur pun dilibatkan untuk mengawal aksi demo tersebut.

Di hadapan warga desa Gunung Tiga, Asisten I Tarmizi menyampaikan agar permasalahan ini dapat di selesaikan dengan kepala dingin serta menyerahkan permasalahan ini ke pihak-pihak terkiat supaya dapat segera diselesaikan.

Tarmizi berjanji akan segera melaporkan permasalahan tersebut kepada pimpinannya.

“Saya minta agar warga tetap sabar, permasalahan ini harus di selesaikan dengan kepala dingin. Dan apa yang telah di sampaikan warga akan kami tindak lanjuti dengan melaporakn terlebih dahulu ke pimpinan,”tegasnya.

Reporter : Mandra
Editor : Red

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Apa Kabar Lampung

Kades Pengaringan Bagikan BLT DD Dan Hewan Ternak, Camat ; Beri Jempol

Alex BW

Published

on

By

Lampung Utara : Pemerintah Desa Pengaringan Kecamatan Abung Barat menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa !BLT-DD) tahap pertama dan Hewan Ternak Tahun 2024 dalam Bidang Ketahanan Pangan yang bersumber dari anggaran Dana Desa, Kamis (18/4/2024).

Kegiatan dihadiri langsung Camat Abung Barat, Lampung Utara, Firmansyah, SE.,MM., Kepala Desa Pengaringan, Sarkasi beserta perangkat Desa, Babinsa Serka Hilaludin, Babinkamtibmas Brigadir I Made Ardy Fredyanta, dan pendamping Desa serta masyarakat atau keluarga penerima manfaat (KPM). Kegiatan berlangsung di Aula Kantor Desa Pengaringan.

Untuk pemberian hewan ternak berupa Sapi jenis Limosin, pemerintah Desa telah menggelontorkan dana sekitar Rp. 144 juta untuk pembelian 12 ekor sapi Limosin jantan dan betina untuk 12 warga Desa Pengaringan. Sedangkan BLT DD selama 3 bulan yang diperuntukkan 50 KPM. Kegiatan ini berlangsung di Aula Kantor Desa Pengaringan.

Menurut Kepala Desa Pengaringan, Sarkasi, pembagian hewan ternak sapi kepada masyarakat untuk menunjang ekonomi kerakyatan agar perekonomian masyarakat menjadi lebih baik dalam rangka mendukung pemerintah pusat mengentaskan kemiskinan.

” Untuk sementara ini Sapi Limosin yang baru datang berjumlah tiga (3) ekor, Satu jantan dan dua betina. Persyaratan untuk penerima Sapi harus menyediakan Kandang dan siap bertanggung jawab,” Ucap Sarkasi.

” Saya berharap ini terus bergulir dan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Pengaringan,” Imbuhnya.

Sedangkan, untuk BLT DD selama 3 bulan, Sarkasi berharap masyarakat penerima dapat menggunakan bantuan BLT DD sebaiknya.

” Belanjakan sesuai peruntukan dan penggunaanya,” Pesan Sarkasi.

Sementara, Camat Abung Barat, Firmansyah, SE.,MM., menyampaikan apresiasi dan memberikan dua jempol kepada Kepala Desa Pengaringan, Sarkasi dan aparatur desanya yang terus melakukan terobosan dalam memanfaatkan bantuan Pemerintah untuk membangun Kesejahteraan Masyarakatnya dalam mendukung Pengentasan Kemiskinan.

” Pergunakan bantuan hewan ternak dengan baik agar dapat bergulir bantuannya kepada warga yang lain. Semoga Desa Pengaringan dapat menjadi Desa Sentra Ternak, sehingga dapat menjadi percontohan bagi Desa-Desa lain dalam membangun Kesejahteraan Masyarakatnya,” Katanya.

” Dan gunakan BLT DD sebaik-baiknya pada kebutuhan yang diperlukan. Saya baru itungan hari di Kecamatan Abung Barat, saya berpesan untuk masyarakat agar segera lapor kepadanya jika mendapati hal-hal yang tidak benar di Kecamatannya,” Tambahnya.

Prosesi berlangsungnya penyerahan sapi berlangsung sangat mendebarkan. Lantaran salah satu sapi pejantan sempat sedikit tidak tenang alias liar, tidak seperti dua sapi betina yang sudah diturunkan dari mobil pengangkut. Namun, berkat kesigapan sang pembawa sapi dan masyarakat, akhirnya Sapi tersebut dapat dikendalikan tidak berbuat hal-hal yang tidak diinginkan.

Usai kegiatan penyerahan sapi, Adzan Dzuhur pun berkumandang, di salah satu masjid yang tidak jauh dari lokasi penyerahan Sapi Limosin. Kepala Desa Pengaringan, Sarkasi pun langsung mengajak Camat Firmansyah, dan Babinsa Serka Hilaludin dan Brigadir I Made Ardy Fredyanta beserta masyarakat untuk menunaikan sholat Dzuhur berjamaah.

” Ini Rahmat dari Allah SWT, yang memudahkan urusan kita hari ini. Adzan telah tiba, mari kita sholat dlu,” Ajak Sarkasi.

Continue Reading

Apa Kabar Lampung

Akrab, Nanang Ermanto Halal Bihalal Marga Legun Kebandaran Way Urang

Avatar

Published

on

Lampung Selatan, Lampungtoday – Bupati Lampung Selatan H. Nanang Ermanto didampingi Sekrataris Daerah Kabupaten Lampung Selatan Thamrin, menghadiri acara silaturahmi dan halalbihalal Marga Legun Kebandaran Way Urang Kalianda, Rabu (10/4/2024).
Bertempat di Lamban Balak Marga Legun, Kelurahan Way Urang, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, halalbihalal dihadiri Pangikhan Sangun Khatu Ya Bandakh II dan putrinya Ruby Chairani Syiffadia yang juga anggota DPR RI terpilih Dapil Lampung 1.

Adapun halalbihalal tersebut bertujuan untuk menjalin silaturahmi dengan saling memaafkan baik antar jajaran pemerintah daerah maupun para tokoh adat Marga Legun.
Bupati Nanang mengatakan, bulan Syawal yang disemarakkan kegiatan halalbihalal merupakan momentum pengingat dan penebus rasa kekhawatiran apabila memiliki kesalahan terhadap orang lain.
“Setelah sebulan menjalani puasa, kita tiba dihari kemenganan Idulfitri dengan silaturahmi dan halalbihalal ini. Harapannya kita dapat kembali suci dan fitri,” ucap Nanang.

Tradisi halalbihalal, yang biasanya menjadi kegiatan tahunan, juga menjadi wadah untuk memperkuat habluminannas, dimana setiap individu diingatkan akan kewajiban saling membantu dan memaafkan.
“Melalui halalbihalal, kita tidak hanya mempererat tali silaturahmi, tetapi juga meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara, serta melakukan muhasabah diri untuk meminimalisir kesalahan,” ujar Nanang. (Kmf/rls)
Continue Reading

Apa Kabar Lampung

THR ANS dan THLS Pemkab Lamsel Cair Hari Ini

Avatar

Published

on

Lampung Selatan, Lampungtoday : Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan memastikan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Tenaga Harian Lepas Sukarela (THLS) atau honorer cair hari ini, Rabu (27/3/2024).
Hal itu ditandai penyerahan THR secara simbolis oleh Bupati Lampung Selatan H. Nanang Ermanto kepada perwakilan ASN dan THLS di Aula Rajabasa, kantor bupati setempat.
Nanang menyampaikan, pemberian THR Idulfitri 1445 Hijriah bagi ASN merupakan amanat yang telah tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 14 Tahun 2024 tentang Pemberian Tunjangan Hari Raya dan Gaji Ketiga Belas kepada Aparatur Negara, Pensiunan, Penerima Pensiun dan Penerima Tunjangan Tahun 2024.

Aparatur negara tersebut antara lain, pegawai negeri sipil (PNS) dan calon PNS, Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), prajurit TNI, anggota Polri dan pejabat negara. Namun, tidak untuk tenaga honorer.
“Pemberian tunjangan keagamaan untuk THLS (honorer) merupakan kebijakan dari Pemkab Lampung Selatan dengan melihat kemampuan keuangan daerah,” kata Nanang Ermanto.
Oleh karena itu, Nanang berpesan kepada seluruh pegawai, agar THR Idulfitri 1445 Hijriah dapat dipergunakan dengan baik untuk memenuhi kebutuhan.
“Ini kewajiban pemerintah daerah yang diharapkan seluruh pegawai. Maka, pemerintah itu harus siap. Alhamdulillah, kita bisa menjalankan amanat Undang-Undang,” ujar Nanang.
Sementara itu, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Lampung Selatan, Wahidin Amin menyampaikan, bahwa THR Idulfitri 1445 Hijriah bagi ASN dan THLS di 53 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sedang dalam proses pencairan.
Wahidin Amin menyebut, besaran THR (Gaji 14) yang diterima oleh ASN sesuai dengan gaji yang diterima pada bulan Maret 2024. Sedangkan, THR untuk THLS sebesar Rp500.000.
“Semua (proses) sudah diserahkan kepada pihak Bank Lampung. Seluruh ASN dan THLS tinggal menunggu payroll,” ujar Wahidin Amin. (Kmf/ko)
Continue Reading

Trending