Connect with us

Apa Kabar Lampung

Awal Tahun 2019, Kasus Peredaran Narkoba Di Mesuji Meningkat

Redaksi LT

Published

on

MESUJI : Dalam kurun waktu 1 bulan mengawali tahun 2019, di bulan januari kemarin, Satuan Reserse Narkoba Polres Mesuji berhasil mengungkap 6 kasus penyalahgunaan narkotika, jauh meningkat dari periode yang sama di tahun 2018 lalu yang hanya 2 kasus.

Hal itu disampaikan Kasat Reserse Narkoba Polres Mesuji, AKP Gigih Andri Putranto, jum’at (1/2), menuturkan, dari 6 kasus yang diungkap itu, diamankan barang bukti berupa narkotika jenis sabu seberat 2 gram.

“Dari 6 kasus tersebut, Tim Operasional Satres Narkoba menangkap 7 orang tersangka laki-laki yang keseluruhannya kini mendekam di Rumah Tahanan (Rutan) Mapolres Mesuji, dan mengikuti penyelidikan lebih lanjut sebelum berkas nya diserahkan ke Kejaksaan Negeri,” katanya saat konferensi pers.

Menurut Gigih, dengan meningkatnya jumlah kasus narkotika di awal tahun 2019 ini, Polres Mesuji semakin berkomitmen untuk lebih mengoptimalkan pengungkapan. Mengingat Mesuji sudah dikategorikan lokasi peredaran narkotika, bukan lagi lokasi perlintasan.

“Cara efektif untuk memutus peredaran narkotika harus dimulai dari ruang lingkup keluarga, berupa bimbingan dari orang tua terhadap anak, kemudian melalui peran aktif dari tokoh agama atau tokoh masyarakat,” terangnya.

Orang tua harus membentengi anak dengan aktivitas positif sejak dini, dan bagi masyarakat juga dihimbau agar segera melapor, apabila menemukan ada aktivitas mencurigakan berupa transaksi narkotika di lingkungan tempat tinggalnya masing-masing.

“Tanpa peran aktif masyarakat, pihak kepolisian akan kesulitan memutus rantai peredaran narkotika, karena dalam hal itu pencegahan lebih baik dilakukan berupa peran aktif masyarakat untuk saling mengingatkan dan menginformasikan,” sebutnya.

Selama tahun 2018 lalu sambung Gigih andri putranto, Polres Mesuji mengungkap 41 kasus narkotika. Dari kasus itu polisi mengamankan barang bukti berupa sabu-sabu seberat 50, 93 gram dengan 48 tersangka, ganja seberat 384 kg ganja.

“Maka dari itu kami ingatkan lagi peran keluarga agar membentengi anak. Kami juga harapkan peran tokoh masyarakat yang cukup dikenal di lingkungan masyarakat dalam menyebarkan informasi bahaya penyalahgunaan narkotika,” ungkapnya.

Sementara Kapolres Mesuji Akbp Edi Purnomo S.H., S.I.K., M.M mengatakan, narkotika adalah musuh kita bersama. Butuh kerjasama semua instrumen masyarakat dalam memeranginya, karena proses peredarannya dilakukan secara sembunyi-sembunyi.

“Mulailah dari lingkungan terkecil kita yaitu keluarga, untuk meningkatkan kepedulian terhadap keluarga, agar jangan sampai menjadi hamba narkotika, dikendalikan oleh barang haram yang sangat membahayakan bagi anak kita khususnya di Kabupaten mesuji itu,” tuturnya.

Reporter : Erwan EP
Editor : Red

Apa Kabar Lampung

Septi Istiqlal Sosialisasi Senam Bersama Untuk Cegah Covid-19

Redaksi LT

Published

on

Pesisir Barat : Ketua TP-PKK Kabupaten Pesisir Barat Hj. Septi istiqlal mengikuti senam bersama, dalam rangka sosialisasi penceghan covid-19 dengan berolahraga di lapangan Labuhan Jukung, Kecamatan Pesisir Tengah, Jumat (25/09/2020).

Septi Istiqlal juga menyampaikan bahwa senam bersama ini bertujuan untuk Sosialisasi senam covid-19 sekaligus untuk meningkatkan imun tubuh, agar supaya seluruh pegawai di dinas selalu tetap sehat.

Septi istiqlal mengingatkan agar selalu mengikuti protokol Covid-19, yaitu melaksanakan 4 M, memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan pakai sabun dan selalu menghindari kerumunan.

Launching senam covid-19 ini agar dapat dilakukan di di setiap Kecamatan dan di OPD Pesisir Barat, ujarnya.
Septi Istiqlal juga berpesan kepada Karang Taruna agar dapat mensosialisasikan wajib memakai masker sebagai langkah awal untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Acara dilanjutkan dengan pembagian masker kepada para pegurus Karang Taruna di beberapa Kecamatan.

Turut hadir dalam senam bersama tersebut perwakilan seluruh OPD Pesisir Barat, para anggota TP-PKK Pesisir Barat dan para anggota Karang Taruna Pesisir Barat. (Indra)

Continue Reading

Apa Kabar Lampung

Pemkot Metro Atur Jumlah Pegawai Dalam Pelaksanaan Tugas Kedinasan

Zuli Ardiansyah

Published

on

www.lampungtoday.com
KABAR LAMPUNG KOTA METRO

METRO — Memperhatikan status penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Indonesia dan untuk mengendalikan penyebaran Covid-19 serta mengurangi risiko penularan yang dapat terjadi di Lingkungan Kantor Instansi Pemerintah Kota Metro, maka Pemkot Metro mengatur banyaknya jumlah pegawai yang melaksanakan tugas kedinasan di kantor paling banyak 75% pada unit kerja instansi yang bersangkutan.

Hal tersebut tercantum dalam Surat Edaran Walikota Metro Nomor 40/SE/SETDA/07/2020 tentang Perubahan atas surat edaran Walikota Metro Nomor 058/23/SETDA/07/2020 tentang Sistem Kerja Pegawai Aparatur Sipil Negara Dalam Tatanan Normal Baru di Lingkungan Instansi Pemerintah Kota Metro.

Dengan dikeluarkannya surat edaran tersebut, Walikota Metro Achmad Pairin meminta kepada Kepala OPD untuk mengatur jumlah pegawai yang melaksanakan tugas kedinasan di kantor sesuai dengan kondisi Organisasi Perangkat Daerahnya masing-masing.

“Saya minta setiap Kepala OPD untuk mengatur jumlah pegawainya masing-masing sesuai surat edaran ini, dan selain itu bagi yang melaksanakan tugas kedinasan di kantor agar dapat mematuhi protokol kesehatan sesuai dengan aturan yang berlaku”, ujarnya.

Diketahui, Surat Edaran Walikota Metro Nomor 058/23/SETDA/07/2020 tentang Sistem Kerja Pegawai Aparatur Sipil Negara Dalam Tatanan Normal Baru di Lingkungan Instansi Pemerintah Kota Metro masih tetap berlaku dan merupakan satu kesatuan dengan surat edaran Walikota Metro Nomor 40/SE/SETDA/07/2020 ini. (Mery/rls).

Continue Reading

Apa Kabar Lampung

Perubahan APBD Lampura Tahun Anggaran 2020 Rp. 1,780 T Dengan SILPA Rp. 0

Alex BW

Published

on

By

Lampung Utara : DPRD Lampung Utara akhirnya menyepakati belanja daerah Pemerintah Daerah Lampung Utara pada perubahan APBD Tahun Anggaran 2020 sebesar Rp. 1,780 triliun dari sebelum perubahan Rp. 1,909 triliun.

Angka itu mengalami penurunan sekitar Rp. 129 miliar dari sebelum perubahan Rp. 1.909.724.853.980,00 menjadi Rp. 1.780.608.504.937,00 sehingga mengalami surplus atau defisit, Rp. 56.931.462.203,00 dari sebelum perubahan Rp. 32.343.500.850,00. Hingganya, Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) tahun berjalan Rp. 0.

Kesepakatan Perubahan APBD Lampung Utara Tahun Anggaran 2020 dilaksanakan setelah mendapat persetujuan dari seluruh fraksi yang hadir terhadap penyampaian hasil pembahasan Badan Anggaran yang disampaikan oleh juru bicaranya Nurdin Habim dalam Rapat Paripurna DPRD Lampung Utara tentang Pembahasan Rancangan Perubahan Kebijakan Umum Anggaran dan Rancangan Perubahan Prioritas Plafond Anggaran Sementara (KUA-PPAS) tahun anggaran 2020, , Kamis (24/9/2020).

Ketua DPRD Lampung Utara, Romli memimpin langsung jalannya rapat paripurna tersebut dengan didampingi Wakil Ketua I, Madri Daud, Wakil Ketua II, Dedi Sumirat dan Wakil Ketua III, Joni Saputra. Hadir dalam kesempatan itu 28 anggota DPRD Lampung Utara, Plt. Bupati Lampung Utara, Budi Utomo beserta jajarannya.

Nurdin mengatakan, setelah dilaksanakan pembahasan maka Banang menyetujui bahwa anggaran belanja daerah pada perubahan APBD ditetapkan sebesar Rp. 1,780 triliun.

Kemudian untuk pendapatan daerah pada perubahan APBD ditetapkan sebesar Rp. 1.723.677.042.734,00 dari sebelum perubahan 1.000.877.381.353,00. Dan, untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) mencapai Rp. 131.271.608.713,00 dari sebelum perubahan Rp.119.774.728.528,00.
Yang merupakan sumber PAD terdiri dari, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, lain-lain pendapatan asli daerah yang sah, Dana Perimbangan, bagi hasil pajak-bagi hasil bukan pajak, Dana Alokasi Umum, Dana Alokasi Khusus, lain-lain pendapatan yang sah, pendapatan hibah, dana bagi hasil dari provinisi dan pemerintahan lainnya dan dana penyesuaian dan otonomi khusus.

” Atas disetujuinya perubahan itu, peningkatan pendapatan diupayakan melalui intensikasi dan ekstensifikasi dan peningkatan kinerja dalam menggali seluruh sumber pendapatan. di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang mengelola pendapatan,” kata Nurdin.

Disamping itu, terus Nurdin, pemerintah harus memprioritaskan program-program yang berkenaan langsung bagi masyarakat luas terutama pendidikan, kesehatan dan sosial masyarakat disamping program-program unggulan di OPD.

” Dan mengoptimalkan realisasi penyerapan anggaran di OPD,” ujarnya.

Menariknya, sebelum meninggalkan mimbar, Nurdin memberikan masukan terhadap Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Utara mengenai Pajak Penerangan Jalan (PPJ) yang seharusnya bisa menjadi tambahan PAD Lampung Utara.

Bak gayung bersambut, Plt. Bupati Lampung Utara, Budi Utomo langsung menginstruksikan Inspektur Inspektorat Lampung Utara, Man Kodri, untuk mengkaji dan meneliti persoalan PPJ yang kini menjadi pertanyaan semua pihak.

Lalu, Budi mengharapkan agar rancangan perubahan KUA-PPAS 2020 dapat dilaksanakan dengan seefektif mungkin mengingat waktu yang sangat terbatas.

” Dan, mengenai Pendapatan Asli Daerah pun juga akan di lakukan dengan segera membuat terobosan baru dan berupaya meningkatkan pendapatan,” katanya.

Continue Reading

Trending