Connect with us

Advetorial

DPRD Lampung Tengah Bentuk Pansus LKPJ 2018

Redaksi LT

Published

on

Lampung Tengah : Anggota DPRD Lampung Tengah akan membentuk panitia khusus (pansus) menindak lanjuti Laporan Keterangan Pertanggung jawaban (LKPJ) Bupati Lamteng TA 2018. DPRD menarget satu bulan ke depan akan ada rekomendasi ke Pemkab Lamteng.


Wakil Ketua II DPRD Lamteng Riagus Ria menyatakan pihak masih akan bekerja menyikapi LKPJ. TA 2018 yang disampaikan bupati. “Kita masih akan bekerja. Kita bentuk pansus untuk melihat LKPJ. TA 2018. Satu bulan ke depan akan ada rekomendasi dari DPRD,” katanya via telepon Rabu (3/4).

Perihal apa yang akan disikapi, Riagus menyatakan terkait pendapatan daerah yang tidak mencapai target. “Ya, kita lihat soal pendapatan daerah yang tak mencapai target. Terutama masalah transfer daerah dari pusat yang tidak tercapai,” ungkapnya

Sekadar diketahui, Pemkab Lamteng menargetkan pendapatan daerah 2018 sebesar Rp2.546.700.281.403 dan terealisasi Rp2.474.608.077.334 atau sebesar 97,17%. Ini berdasarkan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj.) Bupati Lamteng TA 2018, Selasa (2/4).

Bupati Lamteng Loekman Djoyosoemarto dalam pemaparannya
Realisasi pendapatan daerah berasal dari PAD, dana perimbangan, dan lain-lain pendapatan yang sah. “PAD sebesar Rp165.411.403.889,54; dana perimbangan Rp1.808.254.062.561; dan
lain-lain pendapatan yang sah Rp496.571.666.757.06,” katanya dalam sidang paripurna DPRD Lamteng, Selasa (2/4).

Kemudian belanja daerah 2018, kata Loekman, ditargetkan Rp2.600.914.765.683 dan terealisasi Rp2.388.867.28l.594,57 atau sebesar 91,85%. “Realisasi belanja ini dipergunakan untuk belanja tidak langsung Rp1.469.643.931.275,86. Yakni untuk belanja gaji pegawai, belanja hibah, belanja bantuan sosial, belanja bantuan keuangan pemprov dan desa, serta belanja tak terduga. Lalu belanja langsung Rp919.223.395.318,71 yang dipergunakan untuk membiayai pelaksanaan program dan kegiatan bidang urusan wajib pelayanan dasar, urusan wajib non pelayanan dasar, urusan pilihan, dan urusan penunjang,” ujarnya.

Selanjutnya pembiayaan daerah, kata Loekman sisa lebih pembiayaan anggaran daerah (Silpa) 2018 sebesar Rp139.955.235.020,15. “Silpa 2018 sebesar Rp139.955.235.020,15,” ungkapnya.(ADV) Candra

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Silahkan Tinggalkna Pesan Anda

Advetorial

Keliling Kampung, Loeakman Djoyosoemarto Cek Progres Pembangunan Infprastruktur Lampung Tengah

Redaksi LT

Published

on

Bupati Lampung Tengah Mengecek Pembangunan Infrastruktur

Lampung Tengah : Bupati Lampung Tengah Loekman Djoyosoemarto, didampingi Kepala Dinas Bina Marga, Ismail dan jajarannya, memonitor hasil dan proses pembangunan infrastruktur yang dibiayai dengan APBD, diwilayah barat kabupaten setempat, Minggu (17/11/2019).

Bupati Lampung Tengah Mengecek Pembangunan Infrastruktur

Diawal tinjauannya, Bupati Loekman mengecek kualitas pembangunan jalan di Kampung Jaya Sakti, Kecamatan Anaktuha. Ditempat itu, bupati menanyakan langsung kepada masyarakat setempat, terkait hasil pembangunan jalan itu.

“Gimana bu jalannya, bagus apa enggak?,” tanya bupati pada masyarakat.

“Alhamdulilah bagus pak. Dengan adanya pembangunan jalan ini, masyarakat yang mayoritas bekerja sebagai petani disini bisa beraktivitas dengan lancar, terutama saat akan mengeluarkan hasil panennya keluar. Tentu kami merasa terbantu, apalagi ruas ini merupakan jalan utama untuk anak-anak yang akan berangkat dan pulang sekolah. Karena sebelumnya, jalan ini rusak parah, terlebih lagi kalau musim penghujan tiba, jalan ini tidak bisa dilewati, karena genangan air nya cukup dalam,” ungkap Mariyatul, warga setempat.

Bupati Lampung Tengah Mengecek Pembangunan Infrastruktur

Setelah itu, bupati mengecek kualitas pembangunan jalan di Kampung Suka Negara, Kecamatan Bangunrejo, dan mengecek langsung pelaksanaan pembangunan rigid beton di Kampung Kalidadi, Kecamatan Kalirejo. Ditempat itu bupati merasa kecewa dengan kualitas hasil pembangunan rigit beton.

“Saya minta konsultan pembangunannya harus ekstra lagi melakukan pengawasan. Kalau sudah ada pengawas tapi hasil nya kurang bagus ya percuma. Kalian harus profesional dalam bekerja. Kalau memang kurang baik ya tolong dibagusin,” tegasnya.

Kemudian bupati meninjau jembatan Kampung Sendang Mukti yang kondisinya sudah rusak parah. Ditempat itu, Loekman menegur supir truk pembawa pasir, yang menurutnya menjadi salah satu pemicu amblas nya jembatan tersebut.

Supono, Kepala Dusun II Sendang Asri, Kampung Sendang Mukti mengungkapkan, bahwa jembatan tersebut dibangun tahun 2016 lalu. Namun, karena banyak kendaraan truk pengankut pasir yang muatannya melebihi kapasitas, sehingga jembatan itu tidak bisa bertahan lama.

“Alhamdulilah pak bupati mau meninjau kondisi jembatan. Dengan begitu bisa mengetahui kondisinya, karena fasilitas bangunannya sudah tidak maksimal dan harus segera diperbaiki. Harapan kami dengan hadirnya pak bupati disini, pembangunan-pembangunan di Kampung kami bisa terealisasi dengan baik dan maksimal,” ujarnya.

Diakhir monitornya, orang nomor satu di Bumi Beguai Jejamo Wawai itu meninjau kondisi jembatan yang ambrol di Kampung Payung Dadi, Kecamatan Pubian, yang informasinya dibangun sejak tahun 1988.

“Jembatan ini sudah lumayan tua pak. Kalau gak salah dibangun 30 tahun yang lalu, sekitar tahun 1988. Harapan kami pak bupati segera memperbaikinya,” ujar Ponimin warga setempat.

Dari hasil monitornya, bupati mengatakan bahwa ada beberapa hasil pembangunan yang kualitas nya kurang maksimal, dan harus diperbaiki. Salah satunya pembangunan rigit beton di Kampung Kalidadi, Kecamatan Kalirejo. Pihaknya juga akan melakukan skala prioritas pembangunan yang diharapkan masyarakat.

“Saya gak mau cuma mendengar laporan, saya mau lihat langsung, dan ternyata ada beberapa tempat yang perlu dikoreksi. Saya sudah katakan bahwa pembayaran pekerjaan akan disesuaikan dengan volume kerjaan yang sudah diselesaikan. Dan kalau tidak diperbaiki, ya kita akan perhitungkan sebagai kerugian negara. Kalau kerugian negara ini tidak diperbaiki, ya masuk keranah pidana. Saya gak mau main-mainlah, dalam hal pembangunan infrastruktur di Lampung Tengah,” tegasnya.

Bupati Lampung Tengah Mengecek Pembangunan Infrastruktur


Menurutnya, selama ini pemerintah daerah hanya menjadi kambing hitam atas ulah dan kesalahan yang dilakukan oknum pihak ketiga, yang mengerjakan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Lampung Tengah.

“Jadi jangan pemerintah daerah yang menjadi kambing hitam. Pembangunan gak beres, kemudian banyak jalan yang rusak pemerintah yang disalahkan. Bagaimana mau bagus infrastruktur kita, kalau kualitas nya gak beres, baru dibangun dan diperbaiki, sebulan dua bulan sudah hancur lagi. Saya minta seluruh pihak ketiga yang menangani proyek-proyek di Lampung Tengah harus jaga kualitas, saya akan tindak tegas,” ungkapnya.

“Kemudian masalah angkutan, saya akan perintahkan Kepala Dinas Perhubungan Lampung Tengah untuk melakukan uji petik.
Kalau muatannya melebihi tonase yang ditentukan, ya harus dibongkar ditempat. Kita tidak bisa lagi main-main dan memberikan toleransi. Kita harus sesuaikan dengan aturan, kalau Lamteng mau baik dan bagus infrastruktur nya. Kita sudah keluar duit banyak, tapi hasilnya tidak memuaskan, ini yang saya kehendaki kedepan,” tandasnya. (ADV/Can).

Continue Reading

Advetorial

Festival Buah Nusantara Meriahkan Festival Way Kambas 2019

Redaksi LT

Published

on

Lampung Timur : Pada hari puncak pelaksanaan Festival Way Kambas ke XIX tahun 2019, Festival Buah Nusantara menjadi perhatian para pengunjung, Minggu (10/11/2019).

Selain Festival Buah Nusantara yang ditempatkan di lapangan konservasi gajah Taman Nasional Way Kambas tersebut, ada juga beberapa kegiatan yang digelar yang antara lain, Adventure Trail 2019, Festival Kuda Lumping dan Pameran Motor Antik, Festival Way Kambas Idol, serta Tari Bedana masal, yang kemudian pembagian hadiah.

Pada pelaksanaan Festival Buah Nusantara tersebut merupakan acara yang sangat ditunggu oleh para pengunjung.

Dimana setelah Bupati Lamtim Zaiful Bokhari meninjau pameran buah tersebut, para pengunjung langsung menyerbu untuk berebut buah yang dipamerkan tersebut.

Sedangkan hari pertama telah dilakukan juga Parade Gajah sebanyak 15 ekor yang sekaligus membawa iring-iringan Bupati beserta tamu undangan dan diiringi penampilan dari kesenian bela diri Kuttau Lampung.
Selain itu ada Fun Bike, Lomba tari melinting, Kemah Saka Pariwisata di Rest Area Taman Nasional Way Kambas.

Kemudian parade budaya yang mana menampilkan berbagai macam keanekaragaman hasil bumi, ciri khas, dan budaya dari 24 kecamatan yang ada di Lampung Timur, Atraksi Polisi Cilik.

Sebelum mentup acara Festival Way Kambas ke XIX tahun 2019, Bupati Lampung Timur Zaiful Bokhari menyampaikan, bahwa kegiatan Festival Way Kambas tahun ini merupakan suatu langkah besar karena di hadiri oleh dua duta besar luar nergeri. Kedatangan dua duta besar luar ini merupakan salah satu yang luar bisa dan kita harapkan dapat semakin memperkuat branding Taman Nasional Way Kambas dan Kabupaten Lampung Timur di kalangan wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara.

Penyelenggaraan festival yang sudah diselenggarakan ke-19 kalinya ini merupakan langkah besar yang dapat kita banggakan dengan menjadi ajang promosi kekayaan alam dan budaya yang dimiliki Kabupaten Lampung Timur. Karena selain festival unggulan di Kabupaten Lampung Timur, dan ajang promosi bagi wisata lain yang ada di Lampung Timur,” ungkapnya.

Continue Reading

Advetorial

Di Era Bupati Loekman, Lamteng Sabet Penghargaan Mitra Bhakti Husada

Redaksi LT

Published

on

LAMTENG : Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah melalui Dinas Kesehatan bersama dengan mitra perusahaan PT. Gula Putih Mataram (PT. GPM), menerima penghargaan Mitra Bhakti Husada dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, atas pelaksanaan Program Gerakan Pekerja Perempuan Sehat dan Produktif (GP2SP).

Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Dirjen Kesehatan Masyarakat dr. Kirana Pritasari, didampingi Direktur Kesehatan Kerja dan Olahraga drg. Kartini Rustandi, M.Kes, pada peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-55 di Jakarta, belum lama ini.

Penghargaan yang diberikan kepada Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah itu diterima oleh Kepala Dinas Kesehatan Lampung Tengah Edy Sunarko, S.K.M, M.K.M, mewakili Bupati Loekman Djoyosoemarto, dan didampingi perwakilan Manajemen PT. Gula Putih Mataram dr. Farida.

Penyerahan piagam penghargaan dan plakat plat emas tersebut, merupakan apresiasi pemerintah pusat atas upaya dan kerja keras Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah, dalam pembangunan kesehatan, demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat, khususnya pada kelompok pekerja wanita di sektor industri formal.

”Di Indonesia ini ada sekitar 400 perusahaan yang dinilai. Namun tahun ini, hanya 12 perusahaan dari 12 kabupaten/kota saja yang dinyatakan layak menerima penghargaan tersebut,” ujar drg. Kartini Rustandi, M.Kes.

Sementara itu, mewakili Bupati Lampung Tengah Loekman Djoyosoemarto, Kadis Kesehatan Edy Sunarko menyatakan, PT. GPM merupakan perusahaan besar berskala nasional, dengan jumlah pekerja formal wanitanya mencapai 300 orang.

”Perusahaan ini memiliki komitmen serta dedikasi yang baik dalam memperhatikan aspek kesehatan wanita secara komprehensif. Hal ini tentu akan berpengaruh posistif terhadap terwujudnya generasi emas, generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter kebangsaan. Perusahaan ini juga menyediakan sarana dan prasarana serta kebijakan yang mendukung program GP2SP,” ungkapnya.

Oleh karenanya, lanjut Edy, pemerintah kabupaten setempat berharap, upaya dari PT. GPM itu dapat menjadi inspirasi bagi perusahaan lain yang beroperasi di Lampung Tengah. ”Ini demi terwujudnya misi Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah di bawah kepemimpinan Bapak Loekman Djoyosoemarto, yaitu dengan mewujudkan sumberdaya manusia yang berkualitas, dan menciptakan generasi unggul di kabupaten kita tercinta,” ungkap Edy.

Sekadar info, penilaian GP2SP didasari 4 fokus utama, yaitu upaya penurunan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB), sampai dengan program pemberian ASI, kesehatan reproduksi, pemberian gizi pekerja, serta program pencegahan penyakit, baik yang menular maupun tidak, melalui penerapan PHBS dan Germas.

”Secara tidak langsung, program-program kesehatan tersebut adalah upaya mencegah terjadinya stunting pada anak, dan mempersiapkan generasi yang unggul dan sehat,” tandasnya. (Adv / Candra )

Continue Reading

Trending