Connect with us

Apa Kabar Lampung

MTQ Ke 47, Dekranasda Lamsel Kembali Tampilkan Inuh dan Tukkus

Avatar

Published

on

Lampung Selatan – Beragam kerajinan kreasi pengrajin lokal dari Kabupaten Lampung Selatan kembali tampil dalam pameran produk unggulan pada gelaran Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) ke 47 tingkat Provinsi Lampung, di Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubabar).

Keikutsertaan Kabupaten Lampung Selatan melalui Dewan Kerajinan Nasional (Dekranasda) dalam pameran pada MTQ ke 47 ini, menjadi upaya memperkenalkan produk kerajinan kabupaten berjuluk Khagom Mufakat di event yang diikuti kabupaten/kota se-Provinsi Lampung tersebut.

Pameran yang digelar di Taman Kuliner Keagungan Ratu, Kabupaten Tubabar dibuka secara resmi oleh Wakil Ketua Dekranasda Provinsi Lampung Hasiah Bachtiar Basri ditandai dengan alunan suara angklung dan didampingi Ketua Dekranasda kabupaten/kota yang turut hadir.

Berbagai produk lokal yang dipamerkan dalam stand Dekranasda Lampung Selatan seperti kain tapis, kain tenun Inuh, tukkus, topi dengan motif tapia, gerabahan, kopi Krakatoa dan makanan hasil olahan ikan yang merupakan ciri khas Lampung Selatan menjadi daya tarik tersendiri pengunjung yang hadir.

Bahkan, tukkus yang di produksi oleh CV Khaja Muda Kalianda, telah terjual sebanyak lima buah sebelum acara dibuka secara resmi. Selain itu, ada juga topi motif tapis dan kopi Krakatoa yang ikut dibeli pengunjung.

“Produk yang kami pamerkan ini, murni hasil kreasi pengrajin dan pelaku usaha kecil mikro menengah di Kabupaten Lampung Selatan,” kata Ketua Bidang Pameran dan Kerjasama Dekranasda Lampung Selatan Noviar Akmal.

Sementara, Ketua Dekranasda Lampung Selatan, Winarni mengatakan, produk unggulan yang ditampilkan dalam pameran tersebut adalah kain tenun Inuh, yang diproduksi para pengrajin lokal di kantor Dekranasda Lampung Selatan.

“Selain kain tenun Inuh yang memang ciri khas Lampung Selatan, kita juga punya tukkus, yaitu tutup kepala yang dulu biasa digunakan Pahlawan Nasional Radin Inten II sewaktu berperang mengusir penjajah dari tanah Lampung,” ujar Winarni.

Sebelumnya, Dekranasda Lampung Selatan juga telah mengikuti pameran bergengsi pada Inacraft 2019 di Jakarta, dan pada pameran di Lampung Fair di PKOR Way Halim, Bandar Lampung. (kmf/eko)

Apa Kabar Lampung

Dandim 0429/ Lamtim dan ketua Persit KCK Gelar Jum’at Berkah

Redaksi LT

Published

on

Lampung timur_ Komandan Kodim ( Dandim) 0429/Lamtim Letkol Kav. Muhammad Darwis Bersama ketua Persit Kartika Chandra Kirana ( KCK) Cabang LIV Ny. Hi. Siti Hasmah M. Darwis Melaksanakan Jum’at Berkah, di panti asuhan Bunda Tatik, Jl. KH. Ahmad Dahlan, Breja Rajosari. Kecamatan Beraja Selebah, kabupaten Lampung timur, Jum’at (10/07/2020.)

Kegiatan Jum’at Berkah ini kedepan insya Alloh akan Rutin disenggarakan Oleh Kodim 0429/ Lamtim, Oleh karena itu kami Minta Do’a nya Dari pimpinan Panti, pengurus dan para Santriwan Serta Santriwati Semoga kami Senantiasa Diberikan Rezeki yang Barokah sehingga bisa trus berbagai, ujar letkol Kav. Muhammad Darwis

Hal senada disampaikan oleh ketua Persit KCK Cabang LIV bahwa” Jagan di nilai Bentuknya mudah_mudahan Bantuan yang Kami berikan ditegah Padami Covid_19 ini bisa bermanfaat, pungkas Ny. Hasma.

Sedangkan pimpinan Panti, sopwan Hadi mengatakan, semoga bapak_bapak TNI berseta ibu Persit Tetap melaksanakan hal serupa dalam kegiatan yang berbeda, karena yang kami rasakan sangat membantu masyarakat dan akan dicatat sebagai Amal ibadah” tutupnya.

Untuk di ketahui bahwa panti asuhan Bunda Tatik mengasuh 22 orang’ anak Jatim dan 18 orang santri .

Tutur hadir dalam Jumat Berkah Tersebut diantara nya, Pasipres Kapten Cay. Rahmat Danramil Way Jepara Kapten Arm, Adi Hernizam pasiops Lettu Inf. M. Syadri, pasiter Lettu Kav. Aprijal. Wakil ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cab. LIV Kodim 0429/Lamtim dan seluruh pengurus Persit.

(Desi maisaroh)

Continue Reading

Apa Kabar Lampung

Tim Gugas Covid_19 Lampung Timur Evekuasi Pasien Positif Terpapar Corona

Redaksi LT

Published

on

Lampung timur_ Tim Gugus Tugas Covid_19 kabupaten Lampung timur bergerak cepat mengevakuasi seorang warga yang dinyatakan positif Terpapar Virus Corona.

Memakai APD lengkap Dengan pengawalan dari TNI_ Polri evekuasi berjalan lancar dan Ama di Desa Way areng kecamatan Mataram baru’ Lampung timur.(10/07/20)

Informasi yang di himpun diketahui pasien dinyatakan positif Setelah hasil swab ke.2..

Kronologinya pada hari Rabu tgl.01 Juli 2020 seluruh PPK dan PPS Kec. Mataram baru Memasakkan Rapit dan(1) Orang dinyatakan reaktif Selanjutnya pada hari Jumat tgl 03 Juli 2020 petugas UPTD Kec. Mataram Menyampaikan hasil sweb ke_1 dinyatakan negatif dan dilanjutkan Sweb ke_2.

Hari kami 09 Juli 2020 dari hasil tes Sweb ke_2 dinyatakan positif

Adapun Riwayat Penularan keterangan petugas UPTD Kec. Mataram baru diduga melalui Paket yang di ambil di Kec.Way Jepara Sedangkan untuk Riwayat Perjalanan Maupun kontak fisik baik keluar kota dan Zona Merah Tidak Pernah

( Desi maisaroh)

Continue Reading

Apa Kabar Lampung

Blak-blakan Lekok : Soal ADD, Disiplin dan Lupakan Masa Lalu!

Alex BW

Published

on

By

Lampung Utara : Kehadiran sosok Drs. H. Lekok, M.M. sebagai Sekretaris Daerah Lampung Utara, diharapkan mampu membawa perubahan birokrasi yang lebih baik bagi kabupaten tertua di Provinsi Lampung ini.

Ekspektasi yang begitu tinggi dari khalayak luas terhadap Lekok yang notabene sebagai pimpinan tertinggi birokrasi di daerah, tentu bukanlah tanpa alasan. Karena, beliau dikenal ahli keuangan dan mumpuni dalam ilmu pemerintahan. Tentunya, ini bisa menjadi modal kesuksesan Lekok dalam implementasi reformasi birokrasi di Lampung Utara.

Untuk itu, Sekda yang baru ini, begitu sangat diharapkan mampu membuat kebijakan dan mengambil keputusan yang dapat mengubah tata kelola pemerintahan kearah yang lebih baik lagi.

Lalu, langkah-langkah strategis apa yang akan diterapkan beliau kedepannya untuk Lampung Utara?

Saat ditemui diruang kerjanya, Kamis (9/7/2020), Lekok tidak mau berandai-andai dalam menjalankan tugasnya sebagai Sekda Lampung Utara. Komitmennya untuk membuat yang terbaik bagi Lampung Utara, nampaknya tak perlu diragukan.

” Kita harus kerja cepat. Bukan jalan cepat, tapi berlari cepat. Minggu ini saya gunakan konsolidasi dulu (dengan Kepala Organisasi Perangkat Daerah). Menginventarisasi semua permasalahan, kalau emang ada masalah. Tapi, kalau tidak ada masalah, ya sudah,” ucapnya.

” Nah, minggu depan baru action, mengundang kawan-kawan secara bersama-sama menyelesaikan masalah,” imbuh Lekok.

Mengejutkan, secara khusus pria asli Lampung Utara ini, menyebut semua kalangan di Lampung Utara dengan sebutan kawan-kawan. Nampaknya, Lekok tidak mau ada jarak meski dirinya merupakan pejabat tinggi.

Lekok secara blak-blakan menegaskan semangatnya dalam menduduki kursi Sekretaris Daerah untuk membuat yang terbaik bagi Lampung Utara, bukan untuk memperbaiki. Lekok pun tak mau larut dalam menyikapi opini-opini yang berkembang. Ia pun mengajak, untuk melupakan masa lalu dan memulai dari titik nol serta membuat perubahan dalam bekerja.

” Semangat kita, untuk membuat yang terbaik bukan untuk memperbaiki. Lupakan masa lalu! Kita mulai dari titik nol, lupakan masa lalu, berubah, harus berubah. Kalau biasa begini, ya enggak bisa biasanya enggak. Seharusnya begini, seharusnya menurut norma-menurut hukum, gimana? enggak bisa biasanya. Bener enggak menurut aturan, kalo enggak bener jangan, kalo bener ya lanjutkan,” tegasnya.

Disinggung soal ADD untuk perangkat desa yang hampir setiap tahun anggaran berjalan mengalami tunggakan hingga membuat ‘gaduh’ Pemerintahan Lampung Utara? Lekok, menjamin bahwa di tahun 2020 ini Alokasi Dana Desa (ADD) untuk perangkat desa akan terselesaikan.

” (ADD) Bayar, sampai desember bayar. Kalau sekarang harus bayar. (ADD menunggak) enggak bisa,” katanya.

Meski hingga saat ini kenyataannya ADD 2020 baru dibayar 3 bulan, Lekok menjanjikan secepatnya akan diselesaikan.

” Insyaallah pertengahan bulan ini akan diselesaikan (April-Mei-Juni). Kitakan menunggu permintaan DPMD (Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa). DPMD mengajukan permintaan apabila semua kelengkapan administrasi Desa sudah masuk. Nanti dia mengajukan nota dinas ke Bupati, ya perintah bayar. Uang sudah standby, hahaha,” tandasnya.

Disamping itu, Lekok juga menyoroti kedisipilnan Aparatur Sipil Negara di Pemerintahan Lampung Utara. Menurutnya, tingkat kehadiran pegawai sebenarnya tanggung jawab Kepala Organisasi Pemerintah Daerah (OPD).
Kepala OPD harus lebih aktif memonitor kedisiplinan anak buahnya, sesuai dengan ketentuannya. Apabila melanggar, Kepala OPD yang harus diberikan teguran.

” Saya sudah minta asisten-asisten melakukan kunjungan ke OPD. Saya juga akan roadshow ke OPD, tapi ini bukan Sidak, saya tekankan bukan sidak. Enggak ada sidak-sidak, Saya enggak ada istilah sidak-sidak, silaturahmi, kita kumpul-kumpul dengan jajaran yang ada di OPD, ya ngobrollah,” ujar Lekok.

” Tingkat kehadiran pegawai sebenarnya tanggung jawab Kepala OPD, bukan urusan sekda mau sampai kesana. Karena, kalau sampai ada pegawai yg enggak masuk, berarti salah Kepalanya (Kepala OPD). Kepalanya yang disanksi, enggak masuk kenapa? ya kalau sakit, izin, cuti ya biasalah itu. Kalau enggak masuk karena males, ya berhenti dari pegawai, itu aja, malesnya kenapa, harus ditelusuri dulu,” tukasnya kembali.

Continue Reading

Trending