Connect with us

Apa Kabar Lampung

Ketua DPRD Tuba : Soal Nama Gerbang Tol Tubabarat Harus Ingat Sejarah

Redaksi LT

Published

on

Tulangbawang : Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tulangbawang, memberi apresiasi terhadap pihak pengelola jalan tol Trans Sumatra, yang mana telah memberikan nama pintu keluar exit tol menuju Kabupaten Tulangbawang dan Tulangbawang Barat (Tubaba) dengan nama Gerbang Tol Menggala.

Pasalnya, pemberian nama Gerbang Tol Menggala merupakan sebuah hadiah dari Pemerintah Pusat kepada Kota Tua yang penuh dengan sejarah, dimana nama Menggala sudah ada sejak sebelum Kabupaten Tulangbawang dan Tubaba lahir.

“Pemberian nama Gerbang Tol Menggala merupakan pilihan nama yang tepat, karena memang tujuan keluarnya akan melintasi Kota Menggala, baik yang akan menuju Kabupaten Mesuji ataupun ke arah Palembang,” terang Ketua DPRD Tulangbawang Sopi’i Ashari SH, kepada media melalui telpon, Kamis (16/05/2019).

Selain itu, dalam hal ini, DPRD Tulangbawang mendukung proses selesainya pembangunan jalan tol ini, dengan harapan saat mudik lebaran, para pengendara mudik lebaran dapat melintasinya.

“Kita mensuport apa yang telah di programkan Pemerintah Pusat, sehingga bilamana ada pihak-pihak yang ingin menghambat proses pembangunan, diharapkan tidak melakukannya, karena dapat mencoreng nama baik Kabupaten,” tegasnya.

Sebab dengan adanya pintu exit tol menuju Kecamatan Menggala, nilai strategis wilayah Kota Tua ini, dalam hal geliat perekonomiannya akan kian meningkat, seperti pada masa kejayaanya sebagai wilayah lalulintas perdagangan pada zaman dahulu.

“Dalam setiap pembangunan disuatu wilayah, nilai historis sejarahnya tidak bisa dihilangkan, karena dari situlah kita tau tempat dan asal muasal berdiri dan berkembangnya suatu wilayah, maka dari itu DPRD Tulangbawang menyambut baik pemberian nama Gerbang Tol Menggala,” tutur Sopi’i.

Ditinjau dari aspek sisi historis peranan Kota Menggala dalam berbagai jaringan hubungan baik regional maupun nasional sudah berlangsung sejak zaman Kerajaan Sriwijaya hingga Banten.

“Keberadaan Kota Menggala berawal dari abad ke-19. Saat itu Lampung menjadi daerah protektorat, yaitu dibawah kerajaan Banten. Akan tetapi, sejak Kerajaan Banten dikuasai Belanda, Pemerintahan Menggala pun diatur dengan cara-cara Belanda. Jadi otoritas Lampung menjadi jajahan Belanda,” terang Sopi’i.

Ulasan catatan sejarah tersebut menunjukan betapa centralnya Kota Menggala, karena sebelum menjadi Kota Kecamatan, wilayah Menggala sudah menjadi pusat Kota yang ramai dari kegiatan perekonomian Tulangbawang sejak zaman penjajahan Belanda.

Mengingat Kota Menggala dijadikan tempat transit perekonomian dari aktivitas perdagangan dan hasil perkebunan, yang didukung oleh sarana transportasi sungai yang ramai sehingga menjadikan Kota Menggala semakin berjaya.

“Hingga terbentuknya kabupaten Tulangbawang berdasarkan undang-undang RI No. 2 Tahun 1997 Kecamatan Menggala dimekarkan menjadi 7 (tujuh kecamatan) yakni Kecamatan Menggala, Kecamatan Gedung Aji, Kecamatan Banjar Agung, Kecamatan Penawar Tama, Kecamatan Rawa Jitu Utara, Kecamatan Rawa Jitu Selatan, dan Kecamatan Gedung Meneng, hingga terbentuk Kabupaten Tulangbawang,” bebernya.

Sementara saat itu Kabupaten Tulangbawang Barat dan Kabupaten Mesuji Lampung masih menjadi satu (belum di memarkan) dengan Kabupaten Tulangbawang.

“Artinya dalam hal ini tentu bila ditinjau dari asfek sosial, ekonomi dan sejarah, tentu sudah bijak Pemerintah Pusat atau pengelola jalan tol, memberikan nama Gerbang Tol Menggala, karena melihat dan mempertimbangkan aspek aspek tersebut,” papar Ketua DPRD Tulangbawang dari Praksi Partai PDI-P tersebut.

Reporter : Arek
Editor : Red

Continue Reading
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Apa Kabar Lampung

Bentuk Tim : Pemkab Lampura Siapkan Beasiswa Pelajar Berprestasi dan Hafiz Qur’an

Redaksi LT

Published

on

Lampung Utara : Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara akan segera merealisasikan salah satu janji politiknya memberikan beasiswa pendidikan perguruan tinggi kepada siswa-siswi Hafiz Quran dan berprestasi.

Menurut Assisten II yang juga merangkap sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Lampung Utara, Toto Sumedi, Pemerintah segera membentuk tim kerja beasiswa perguruan tinggi bagi pelajar muslim yang Hafiz Quran (penghafal Al-Quran) dan pelajar non muslim yang berprestasi akademik.

” Inikan (beasiswa Hafiz Quran dan Prestasi) merupakan janji beliau (Bupati Agung Ilmu Mangkunegara) kepada masyarakat. Nah, kita selaku bawahan Bupati harus cepat mengejewantahkannya. Untuk itu, insyaallah, dalam waktu dekat, kita bentuk tim kerjanya. Tim kerja ini, nantinya terdiri dari Dinas Pendidikan, Bapeda dan BPKAD,” katanya, diruang kerja dinasnya, Rabu (19/6/2019).

” Beasiswa ini diberikan kepada pelajar muslim dan non muslim. Syaratnya, untuk pelajar muslim, mereka harus Hafiz Qur’an, sedangkan pelajar non muslim harus memiliki prestasi di bidang akademik,” imbuhnya.

Toto lalu menjelaskan, tim kerja beasisiwa ini tugasnya akan mempelajari, memverifikasi, dan menetapkan siapa saja pelajar yang memenuhi persyaratan. Dan untuk kuota beasiswanya, tahun ini baru untuk delapan orang.

” Kemungkinan tahun berikutnya kuota bertambah, dengan melihat kemampuan anggaran kita. Beasiswa ini hanya akan menanggung biaya kuliahnya saja selama empat tahun. Besaran beasiswa yang akan diberikan, diperkirakan tidak akan sama antara mahasiswa satu dengan mahasiswa lainnya tergantung dengan universitasnya,” jelasnya.

Selanjutnya, kata Toto, pihaknya (Dinas Pendidikan) akan membuat surat edaran ke Sekolah-Sekolah untuk mencari siswa-siswinya yang Hafiz Qur’an dan berprestasi akademik.

” Nantinya, bagi para pelajar yang memenuhi persyaratan, dapat mendaftar di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung Utara. Dan untuk sementara ini, kita baru mau bentuk tim kerjanya mensurvei, memverifikasi dan menetapkannya,” tukasnya.

Reporter : Alex BW
Editor : Red

Continue Reading

Apa Kabar Lampung

Astaghfirullah, Humas Lampung Timur Diduga Mark Up Anggaran Pidato Buati dan Wakil Bupati

Redaksi LT

Published

on

Lampung Timur : Anggaran naskah pidato Bupati dan Wakil Bupati Tahun Anggaran 2018 silam di duga kuat di mark up Bagian Humas Sekertariat Daerah Kabupaten Lampung Timur.

Diketahui dari hasil Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Bupati TA 2018 menyebutkan adanya anggaran pada bagian Humas Sekretariat Daerah Lampung Timur sebesar 315 juta dengan realisasi sebesar 288 juta lebih, yang diperuntukan pada pembuatan naskah pidato Bupati dan Wakil Bupati.

Saat di konfirmasi sejumlah awak media di ruang kerjanya, Kepala Bagian Humas Pemda Lapung Timur Mujianto membenarkan adanya anggaran untuk pembuatan naskah pidato Tahun Anggaran (TA) 2018.

Sementara, lanjut Mujianto, untuk Tahun Anggaran 2019 ini, anggaran pembuatan naskah pidato sudah tidak ada lagi.

Menurutnya, anggaran tersebut terealisasi untuk membayar honor pekerja atau operator pembuat naskah pidato sebesar 25 ribu tiap satu naskah.

“Itu ada untuk bayar tenaga pembuat naskah, total sekitar 200 an juta, tidak benar kalau ada yang bilang lebih dari 300 juta,”Jelas Mujianto, Rabu (19/06/2019).

Ditambahkanya, dalam satu tahun anggaran, Humas menerbitkan naskah pidato kisaran 700 hingga 1000 naskah, dengn anggaran berkisar sebesar 200 juta Rupiah.

Redaksi

Continue Reading

Apa Kabar Lampung

Gelar Halah Bihalal, Bupati Pesibar Siap Berikan Yang Terbaik

Redaksi LT

Published

on

Pesisir Barat : Bupati Pesisir Barat Agus Istiqlal menghadiri Halal Bi halal sekaligus pengajian rutin bulanan badan kontak majlis taklim (BKMT) di Dusun Pengekahan Pekon Way Haru Kecamatan Bangkunat. Selasa (18/6/2019).

Dalam sambutannya Bupati Pesibar menyampaikan bahwa atas nama pribadi, keluarga dan pemerintah mengucapkan “taqobbalallahu minna waminkum, taqobbal ya karim, minal aidin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin”. selamat hari raya idul fitri 1440 h.

Ia menambahkan halal bi halal merupakan suatu tradisi positif yang dilakukan umat muslim diseluruh penjuru dunia tak terkecuali umat muslim seperti yang kita lakukan pada saat ini.

Kemudian Bupati Agus Istiqlal secara tegas mengatakan bahwa Pemkab semaksimal mungkin melakukan negosiasi dengan pihak tnbbs mengenai pembukaan badan jalan menuju pekon pengekahan dengan hak pinjam pakai selama 30 tahun yang tentunya juga tak lupa menjaga kelestarian lingkungan terutama hutan lindung beserta flora dan faunanya yang berada didalam hutan tnbbs ini,karna tamling bengkunat belimbing ini merupakan paru – paru dunia, Kemudian bupati juga menyampaikan mengenai penerangan listrik negara (PLN) pemerintah juga sedang berupaya supaya pekon pengekahan ini bisa semaksimal mungkin mendapatkan penerangan listrik sebagaimana layaknya pekon -pekon yang lain di luar pekon pengekahan ini. “Jelasnya”

Kemudian sebelum menutup sambutannya, bupati menyampaikan permohonan ma’af ibu wakil bupati tidak bisa hadir pada acara ini karna masih urusan pekerjaan yang harus terselesaiinya. “Tutupnya”.

Selanjunya sambutan ketua bkmt kabupaten hj.septi istiqlal menyampaikan permohonan ma’af kepada seluruh warga yang hadir pada hari dan mengajak seluruh ibu dan bapak khusunya yang hadir pada hari ini untuk bisa mengembangkan dan memahami keberadaan BKMT di pekon pengekahan ini karna bkmt merupakan suatu organisasi independent dimana keanekaragaman warna dipersatukan dalam bkmt yang merupakan bagian dari lingkungan sosial yang memiliki kedudukan strategis, berperan sebagai wahana pendidikan yang berusaha menanamkan akhlak mulia, meningkatkan ketaqwaan, pengetahuan dan kecakapan yang diabadikan dengan upaya mencerdaskan kehidupan dan memajukan kesejahteraan umat dalam rangka mencari keridhaan allah swt.

selanjutnya, septi istiqlal juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk selalu mendorong anak-anak kita selaku generasi penerus bangsa untuk selalu membaca, mempelajari dan mengamalkan al-qur’an dalam kehidupan sehari-hari karna salah satu penyebab merosotnya moral generasi muda pada saat ini, dikarenakan anak-anak dan remaja mulai enggan untuk mengaji dan mengkaji al-qur’an. sehingga membuat mereka buta akan aksara al-qur’an dan akan membuat akhlak dan prilaku mereka menjadi kurang bagus terhadap orang tua, saudara, teman dan lingkungan tempat tinggal mereka. dengan demikian mari kita tingkatkan kecintaan kita terhadap al-qur’an dengan mengaktifkan kembali tpa, surau dan mushola sebagai tempat belajar mengaji “harapnya”,

dengan kehadiran bkmt diharapkan mampu berperan dalam setiap bidang kehidupan dan mampu memberikan warna kesejukan dan semangat cinta akan kebenaran dan keadilan. saya berharap kepada segenap pengurus dan anggota BKMT, untuk memaknai peran dan tanggung jawab sebagai pengurus, yang memiliki kedudukan strategis, agar tercipta sinergisitas dalam mengemban amanah sehingga program-program kerja yang direncanakan dapat berjalan dengan baik.”pungkasnya”.

Reporter : Indra
Ediotr : Red

Continue Reading

Trending

%d blogger menyukai ini: