Connect with us

Apa Kabar Lampung

Cegah Pernikahan Dini, Pemkab Lamsel Gelar Sosialisasi Kepada Pelajar

Published

on

Lampung Selatan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan melalui Bagian Bina Mental Spiritual dan Kemasyarakatan (BMSK) menggelar Sosialisasi Pencegahan Pernikahan Dini bagi pelajar tingkat SMA/SMK setempat.
Acara sosialisasi yang dilaksanakan di Aula Rajabasa, Kantor Bupati Lampung Selatan itu, dibuka secara resmi oleh Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi Pembangunan (Ekobang) dan Kemasyarakatan Pemkab Lampung Selatan Syahlani, pada Selasa (18/6/2019).
Dalam laporannya, Kepala Bagian BMSK Sekretariat Daerah Pemkab Lampung Selatan, Kholil mengatakan, kegiatan tersebut diikuti 100 orang pelajar Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA)/sederajat dari wilayah Kecamatan Kalianda dan sekitarnya.
“Idealnya ini, memang kita laksanakan di 17 kecamatan. Namun karena keterbatasan anggaran, untuk tahun 2019 ini hanya kita laksanakan bagi 100 orang pelajar. Maka, adik-adik ini harus bersyukur, dari ribuan pelajar yang ada, adik-adik ini yang terpilih,” ujar Kholil.
Adapun kata Kholil, tujuan dilaksanakannya kegiatan itu adalah untuk memberikan pengetahun dan pemahaman kepada pelajar akan baik buruknya menikah di usia dini.
“Tujuannya tak lain agar anak didik kita mengetahui manfaat dan kekurangan jika menikah di usia dini. Sehingga diharapkan, setelah mengikuti sosialisasi ini, adik-adik bisa menjadi duta untuk menyampaikan ilmu yang didapatkan kepada pelajar yang lain,” kata kholil.
Sementara, mewakili Pelaksana tugas (Plt) Bupati Lampung Selatan, Staf Bupati Bidang Ekobang dan Kemasyarakatan, Syahlani mengatakan, pernikahan bukanlah hal yang mudah, karena didalamnya terdapat banyak konsekuensi yang harus dihadapi kedepannya.
“Bagi individu yang telah memiliki kesiapan untuk menjalani kehidupan perkawinan, mungkin akan mudah menjalani dan menghadapi berbagai konsekuensinya. Sebaliknya, bagi yang belum, sebaiknya menunda atau mendewasakan terlebih dahulu usia perkawinan,” imbuhnya.
Lebih lanjut Syahlani mengatakan, idelanya suatu pernikahan adalah apabila antara pasangan suami istri memiliki kematangan, baik dari segi biologis maupun psikologis, bahkan dari aspek kesiapan sosial dan ekonomi.
“Kematangan biologis adalah apabila seseorang telah cukup usia maupun dari segi fisik dan materi. Sedangkan kematangan psikologis adalah bila seseorang telah dapat mengendalikan emosinya dan dapat berpikir secara baik, dapat menempatkan persoalan sesuai dengan keadaan,” ucapnya.
Menurutnya, sosialisasi pencegahan pernikahan dini tersebut sangat penting untuk sama-sama  dipahami dan disosialisasikan kepada masyarakat, terutama kepada para pelajar sekolah yang usianya belum cukup untuk menjalani kehidupan rumah tangga.
Karena katanya, dampak dari pernikahan dini apabila ditinjau dari aspek psikologis, psiologis dan aspek sosial akan  sangat berpengaruh terhadap individu pelaku pernikahan dini tersebut.
“Mengingat begitu pentingnya kegiatan Sosialisasi Pencegahan Pernikahan Dini yang dilaksanakan pada hari ini, untuk itu pada para peserta sosialisasi, saya minta untuk mengikuti kegiatan ini dengan sepenuh hati dan menyimak apa yang disampaikan oleh nara sumber dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya. (Eko/kmf)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Apa Kabar Lampung

Secara Virtual DPW Ikuti Gelar Wicara Nasional

Published

on

Lampung Selatan, Lampungtoday : Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Pusat mengadakan Gelar Wicara Nasional yang digelar secara hybrid, Rabu (7/12/2022).
Kegiatan yang menghadirkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nadiem Makarim, Akademisi dan Praktisi sebagai pembicara ini, juga turut diikuti oleh seluruh Ketua dan Pengurus DWP Instansi Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Indonesia.
Dari Kabupaten Lampung Selatan, jajaran pengurus DWP mengikuti kegiatan itu secara daring melalui aplikasi zoom meeting dari Sekretariat DWP setempat, pada Rabu (7/12/2022).
Ketua Panitia Yani Agung Kuswandono dalam laporannya menyampaikan berbagai rangkaian kegiatan yang telah dilakukan DWP dalam rangka memperingati HUT ke-23 yang dirangkai dengan Peringatan Hari Ibu ke-94 tahun.
Diantaranya yaitu, Kunjungan Kerja ke Desa Binaan yang terletak di Desa Parung Sari, Kabupaten Karawang, lomba senam kesegaran jasmani, bakti sosial berupa pembagian 500 sembako serta seminar nasional yang diikuti oleh 475 peserta dari DWP Instansi Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kabupaten/Kota.
Kemudian, lanjut Yani Agung, pada puncak peringatan yang berlangsung pada hari ini (7/12), dilaksanakan Upacara Resmi, Peluncuran “Gerakan Keluarga Cerdas Membaca”, serta Gelar Wicara dengan tema “Memperkuat Ekosistem Keluarga Untuk Membangun Budaya Literasi”.
“Terdalat 5 kegiatan pokok dalam Kunker tersebut, yaitu pembinaan PAUD Cempaka 1, pembinaan Posyandu dan Poswindu, pelatihan branding bisnis dan kemasan untuk UMKM, pengelolaan sampah dan rumah pangan lestari, serta peningkatan kesadaran hukum dalam kepemilikan dokumen dukcapil,” ungkapnya.
Sementara, Ketua Umum DWP Pusat Solara Franklin Makarim atau yang kerap disapa Franka Makarim berharap, pada umur DWP yang menginjak 23 tahun ini, semakin memperkuat jati diri dan memperkaya aneka ragam pengetahuan.
Dengan demikian, perempuan dalam DWP dapat senantiasa berkembang dan memberikan berkontribusi baik bagi keluarga, masyarakat dan bangsa.
“Sebagai seorang perempuan dengan peran multidimensi, jati diri adalah hal yang sangat penting. Jadi diri adalah hal yang menandakan siapa kita, menjukkan akar kultur kita dan apa yang hendak kita lakukan,” ujarnya.
Menurutnya, peran perempuan bukan hanya sekedar pendamping. Lebih dari itu, perempuan merupakan penggerak keluarga dan masyarakat, perajut mimpi dan cita-cita dari keluarga.
Oleh karena itu, dirinya meminta agar sebagai sesama perempuan yang sejatinya memiliki banyak peran dalam sektor kehidupan, dapat saling menguatkan dan mensupport satu sama lain.
“Menurut saya DWP bisa menjadi rumah untuk menguatkan semangat diri kita. Ibu-ibu saya ingin berkata jujur, peranan saya di DWP ini menstimulasi diri saya untuk banyak belajar, saya menyadari organiasi perempuan merupakan salah satu pilar dari masyarakat yang sangat penting,” terang Franka. (Kmf/Eko)

Continue Reading

Apa Kabar Lampung

Dekranasda Lamsel Kunker ke Jepara

Published

on

Lampung Selatan, Lampungtoday : Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Lampung Selatan lakukan kunjungan kerja ke Dekranasda Kabupaten Jepara Provinsi Jawa Tengah, Selasa (06/12/2022).
Dekranasda Lampung Selatan diterima langsung oleh PJ Bupati Jepara Edy Suprianta, ATD., SH,. MM yang berlokasi di Pendopo Kartini Kantor Bupati Jepara.
Turut hadir pada kesempatan itu Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Jepara Diyar Susanto, Kepala OPD dari Dinas terkait, Ketua DWP Kabupaten Jepara Reni Edi Sujatmiko, sementara dari Lampung Selatan Kepala Dinas Perindag Luthfi Ari Kurniawan RI, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Aryantoni, Kepala Bagian Perekonomian Marlena, Ketua DWP Yani Thamrin.
Ketua Dekranasda Kabupaten Jepara, Eka Edy Suprianta menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi karena telah memilih Kabupaten Jepara sebagai tempat untuk kegiatan kunjungan kerja.
” Kami dari Dekranasda dan Pemerintah Kabupaten Jepara mengucapkan terima kasih kepada Dekranasda Kabupaten Lampung Selatan datang ke Jepara untuk melakukan kunjungan kerja,”ucap Eka.
Dirinya mengatakan, Kabupaten Jepara memiliki kain tenun khas yang dinamakan Troso yang merupakan nama salah satu Desa di Kabupaten Jepara yang mayoritas masyarakatnya membuat kain tenun Troso.
“Troso itu nama Desa yang masyarakatnya membuat kain Tenun Troso nanti ibu beserta rombongan bisa melihat alat tenun kami dan cara membuatnya,” ungkapnya.
Sementara, Ketua Dekranasda Lampung Selatan Winarni dalam sambutannya juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Jepara yang telah menyambut kedatangan dari Kabupaten Lampung Selatan.
Winarni juga menyampaikan, hadirnya bersama rombongan ingin belajar membuat kain Tenun yang ada di Jepara.
Menurutnya, Kabupaten Jepara merupakan kota bersejarah yang menjadi kota kelahiran salah pahlawan wanita yaitu Raden Ajeng Kartini yang terkenal juga dengan kain tenun dan kerajinan ukirnya yang sudah dikenal di Nasional dan Internasional.
“Kami ingin belajar di Jepara untuk kami mengembangkan Kain tenun yang kami miliki. Karena sampai saat ini untuk tenun inuh kami hanya membuat motifnya saja dan untuk membuat lainnya kami buat di Jepara,” kata Winarni.
“Lampung Selatan dengan Pemerintah yang terdahulu memiliki alat tenun tradisional yang belum pernah terpakai maka dari itu kami ingin belajar disini agar alat tersebut bisa berfungsi dan bermanfaat untuk mengembangkan kain tenun ikat Inuh milik Lampung Selatan,” imbuhnya.
Wanita yang akrab disapa Bunda tersebut juga berharap, bisa terus berkordinasi dan berkomunikasi secara berkelanjutan agar Dekranasda Kabupaten Lampung Selatan bisa mengikuti jejak Kabupaten Jepara dalam mengembangkan berbagai jaringan khususnya Kain tenunnya.
Pada kesempatan itu juga, Dekranasda Lampung Selatan dan Dekranasda Kabupaten Jepara saling bertukar souvenir yang diserahkan langsung oleh Ketua Dekranasda Lampung Selatan dan Ketua Dekranasda dan Bupati Kabupaten Jepara.
Setelah itu, rombongan Dekranasda Lampung Selatan diajak berkunjung ke Desa Troso tempat pembuatan Kain Tenun Troso untuk melihat proses penenunan mulai dari penggulungan benang hingg menjadi kain. (Kmf/Eko)

Continue Reading

Apa Kabar Lampung

TP PKK Lamsel Ikuti Seminar Perempuan Secara Hybrid

Published

on

Lampung Selatan, Lampungtoday : Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Lampung Selatan mengikuti Seminar Perempuan dalam rangka peringatan hari ibu ke – 94 secara hybrid dari Sekretariat PKK Kabupaten Lampung Selatan, Senin (05/12/2022).
Seminar yang dilaksanakan terpusat dari Balai Keratun Provinsi Lampung tersebut mengangkat tema “Perempuan Berkarir, Kenapa Tidak” turut dihadiri Wakil Gubernur Provinsi Lampung Hj. Chusnunia Chalim serta dinarasumberi oleh Ketua TP PKK Prov. Lampung, Riana Sari Arinal serta dr. Lula Kamal seorang public figur yang juga berprofesi sebagai dokter.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Lampung, Fitrianita Damhuri dalam laporannya mengatakan, maksud dan tujuan dari acara tersebut adalah mendorong terwujudnya kesetaraan antara perempuan dan laki-laki dalam kehidupan berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
“Selain itu, mendukung penguatan karakter perempuan khususnya perempuan yang memiliki peran ganda yaitu perempuan karir sekaligus ibu rumah tangga dan tetap mewujudkan keluarga yang bahagia dan sejahtera serta meningkatkan ketahanan keluarga sebagai pondasi utama terbentuknya ketahanan nasional,” ucapnya.
Wakil Gubernur Provinsi Lampung Hj. Chusnunia Chalim tersebut yang dalam kesempatan tersebut membuka acara tersebut secara langsung dalam sambutannya menyampaikan, acara ini terselenggara merupakan kerjasama antara PKK Provinsi Lampung dan Dinas Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Lampung.
“Jadi bapak/ibu setiap tanggal 22 setiap tahunnya diperingati dalam momentum hari ibu sebagai bentuk penghormatan kita kepada ibu meskipun setiap harinya tanpa batas waktu kita menghormati ibu,” ungkapnya.
Dirinya juga menyebutkan, semakin hari ruang-ruang bagi kaum perempuan berkontribusi positif semakin terbuka dan artinya perbedaan gender sudah tidak lagi menjadi persoalan justru kesetaraan gender dengan segala kelebihan dan kekurangan perempuan menjadi modal lebih terutama bagi perempuan yang berkarya di Negeri ini.
” Perempuan berkarir baik itu di organisasi pemerintahan maupun di swasta sama-sama punya tantangan tersendiri dan perempuan yang memiliki peran ganda juga harus tetap mengedepankan dalam hal konteks pendidikan anak,” sebutnya.
Hj. Chusnunia Chalim yang pernah menjadi Bupati wanita pertama di pulau Sumatera dalam kesempatan itu juga menerangkan, dalam dunia politik diterapkan afirmasi 30% kuota harus diisi dengan perempuan yang menjadi salah satu syarat khusus untuk dapat lolos mengikuti pilkada.
“Tapi tidak demikian dengan perempuan ASN, karena tidak ada undang-undang khusus yang membahas atau memayungi 30% posisi strategis harus di isi perempuan untuk itu karena dihadapan saya melihat perempuan berkarirnya adalah ASN maka masih harus diperjuangkan afirmasi untuk perempuan-perempuan berkarir dilembaga pemerintahan,” terangnya.
Diakhir sambutannya, wanita yang akrab disapa Nunik tersebut juga mengucapkan terima kasih kepada TP PKK Provinsi Lampung dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Lampung, yang telah menyelenggarakan seminar pada hari ini.
“Saya sepakat pada pernyataan “disamping laki-laki sukses pasti ada perempuan yang menguatkan luar biasa”. Untuk itu sangat penting untuk kita bicarakan seperti apa ruang untuk perempuan-perempuan berkarir serta peluang dan tantangan yang dimiliki,” pungkasnya. (Eko/kmf)

Continue Reading

Trending