Connect with us

Apa Kabar Lampung

Tepati Janji, Pemkab Lampura Berikan Uang Pembinaan

Redaksi LT

Published

on

Lampung Utara : Bupati Lampung Utara memenuhi janjinya kepada para Qari’ Dan Qari’ah yang berhasil menyabet juara umum ke-2 Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-47 tingkat Provinsi Lampung, ‎di Tulang Bawang Barat, dengan memberikan bonus dana pembinaan. Meski tidak berhasil meraih target juara I tapi para Qari’ dan Qari’ah telah mengharumkan nama Lampung Utara.

‎” Dana pembinaan ini bukti kepedulian dan aspirasi dari Bupati Lampung Utara. Semoga bonus (Dana) ini dapat menjadi motivasi Qari’ dan Qari’ah dalam membangun Lampung Utara melalui bidang keagamaan,” ujar Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Lampung Utara, Sofyan, menyampaikan pecan Bupati Agung Ilmu Mangkunegara yang berhalangan hadir, Kamis (27/6/2019).

Sofyan menjelaskan, pembangunan di Lampung Utara tidak hanya fokus di infrastruktur tapi dibidang non-infrastruktur lainnya, seperti bidang keagamaan melalui pembentukan akhlak dengan kegiatan tabligh Akbar, dan insentif guru ngaji, serta perjalanan rohani dan lainnya.

” Pembangunan dalam bidang keagamaan juga sangat penting dan mendapat perhatian khusus beliau (Bupati). Jika akhlaknya tidak baik maka pembangunannya juga tidak akan berjalan dengan baik,” katanya.

Menurut Sofyan, apresiasi yang tinggi disampaikan untuk para Qari’ dan Qari’ah
yang sudah berjuang dengan menorehkan hasil yang sangat membanggakan dengan meraih juara umum ke-2.

” Ini (juara ke-2) sudah prestasi yang membanggakan dan membawa harum nama Lampung Utara. Jangan patah semangat, Insyaallah, MTQ yang akan datang, Kita (Lampung Utara) meraih juara umum pertama,” ucapnya menirukan pesan Bupati Lampung Utara.

Sementara, Kepala Bagian Kesejahteraan Sosial Sekretariat Pemerintah Lampung Utara sekaligus Sekretaris Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ), Bambang Hadiansyah mengatakan, Delapan cabang yang diperlombakan dalam MTQ ke -47, Lampung Utara berhasil memenangkan enam Cabang.

Selanjutnya, untuk besaran bonus yang diberikan kepada Qari/Qariah tidak sama tergantung dengan prestasi yang mereka ukir. Untuk juara I, mencapai Rp. 25 juta. Lalu, juara II uang sebesar Rp. 16 juta, sedangkan juara III mencapai Rp8 juta. Sementara, penghargaan yang diberikan kepada para pembina nilainya mencapai Rp. 50 juta.

“‎ Namun, khusus juara I akan diberangkatkan umroh ke tanah suci Mekkah pada tahun 2020 mendatang,” ungkapnya.

Reporter : Alex BW
Editor : Red

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Silahkan Tinggalkna Pesan Anda

Apa Kabar Lampung

Lampung Memanas, Foto Dang Ike di Sandingkan Dengan Raja Keraton Agung Sejagad

Redaksi LT

Published

on

Bandar Lampung : Postingan foto Ike Edwin yang di sandingkan dengan foto Raja Kraton Agung Sejagad di Media Sosial Facebook membuat warga Lampung emosi dan meminta kepada pemilik akun bernama Pokrol Bamboe meminta maaf dan mencabut postingan tersebut.

Nitizen menilai postingan tersebut tidak pantas dan menghina Irjen. Pol. Dr. H. Ike Edwin, S.I.K., S.H., M.H., M.M. dimana dalam postingan tersebut menyebutkan bahawa salah satu tokoh berpengaruh di Bumi Lampung itu mirip dengan Raja Kraton Agung Sejagad R.Toto Santoso.

Selain itu warganet juga menilai postingan yang akun bernama Pokrol Bamboe dinilai menyesatkan dan membuat opini negatip di masyarakat Lampung dan Indonesia.

“Kami minta anda segera mencabut postingan anda” Ujar salah satu warga net di komentar facaebook Pokrol Bamboe

Sumber : Akun Facebook POKROL BAMBOE
EDITOR : Red

Continue Reading

Apa Kabar Lampung

Ini Penyebab Dokter Spesialis RS. Ryacudu Mogok Kerja

Redaksi LT

Published

on

Lampung Utara : Gejolak yang terjadi akhir-akhir ini di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ryacudu, Lampung Utara, mulai dari persoalan perekrutan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) hingga mogok kerjanya para dokter spesialis, akhirnya terkuak penyebabnya. Tidak hanya itu saja, bahkan pengelolaan keuangan di RSUD Ryacudu diminta untuk di audit secara terbuka.

Hal ini terungkap saat para dokter spesialis diundang Pemerintah Lampung Utara untuk duduk bersama membahas aksi mogok kerja yang mereka lakukan sejak Senin (13/1/2019) lalu hingga hari ini, Rabu (15/1/2019).

Diruang siger Pemerintah Lampung Utara, Penjabat Sekretaris Daerah Sofyan yang didampingi Inspektur Inspektorat Man Kodri, Kepala Bappeda, Syahrizal, Plt. Kepala Dinas Kominfo dan Direktur RSUD Ryacudu Syah Indra Husada Lubis bertatap muka dengan 14 (empat belas) dokter spesialis yang bertugas di RSUD Ryacudu.

dokter spesialis anastesi RSUD Ryacudu, Joko Susilo yang ditunjuk menjadi Juru Bicara (Jubir) para dokter spesialis, mengungkapkan bahwa aksi mogok kerja yang mereka lakukan bukan hanya karena persoalan insentif tapi dikarenakan buruknya manajement RSUD Ryacudu.

” (Aksi mogok kerja) diframe seolah-olah kami melakukan aksi hanya mengejar uang. Bukan hanya soal insentif, kami ingin adanya perombakan dalam manajemen RSUD Ryacudu,” katanya dihadapan para perwakilan Pemerintah Lampung Utara, Rabu (15/1/2019) sore.

Ditegaskan Joko, manajemen RSUD Ryacudu saat ini merupakan ‎yang terburuk. Sejak kepemimpinan Syah Indra Husada Lubis yang notabene merupakan junior mereka, pengelolaan RSUD Ryacudu tidak profesional, tidak terbuka dan semakin tidak terarah.

” Akibat buruknya manajemen, muncul berbagai persoalan, seperti perekrutan BLUD yang menimbulkan aksi demonstrasi. Ini membuat kami semua tidak nyaman bekerja,” ucapnya.

” Kami minta adanya perombakan di manajemen RSUR. Tolong nantinya Pak Sekda (Sofyan) manajemen RSUD Ryacudu benar-benar diisi orang-orang kompeten, yang paham tentang Rumah Sakit,” imbuh Joko.

dokter spesialis penyakit dalam, saiful turut mengamini buruknya manajemen RSUD Ryacudu. Menurutnya, RSUD Ryacudu seperti tidak memiliki pemimpin, contoh saat para dokter spesialis menghadapi masalah di RSUD Ryacudu.

” Padahal kami bekerja di institusi yang juga ada pemimpinnya. Kami menghadapi masalah itu sendiri, misalkan diduga malpraktek, wah… Itu repotnya bukan main, sampai-sampai kami mau melayani pasien lain itu, sangat sangat sangat terganggu,” keluhnya.

Selain itu, dokter saiful juga meminta agar keuangan RSUD Ryacudu di audit.

” Kami mengharapkan ada audit terbuka untuk keuangan RSUD Ryacudu,” pintanya.

Reporter : Alex BW
Editor : Red

Continue Reading

Apa Kabar Lampung

Astagfirullah…RS. Ryacudu Kotabumi Tolak Pasien

Redaksi LT

Published

on

Lampung Utara : Pelaksana Tugas Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Ryacudu Kotabumi, Lampung Utara, Syah Indra Husada Lubis, terpaksa mengambil kebijakan menolak pasien yang memerlukan pertolongan para dokter spesialis.

Kebijakan ini diambil, karena para dokter spesialisnya, hingga berita ini diturunkan masih tetap mogok kerja. Mereka masih bersikeras menuntut pelunasan uang tunjangan bulanan mereka tahun 2018 dan 2019.

” Namun, Pelayanan terhadap anak dan kandungan masih berjalan. Selain pelayanan itu, kami tidak melayani dan sudah kami beritahukan kepada pasien,” ungkapnya, Selasa (14/1/2019).

Manajemen RSUD Ryacudu dan Pemkab Lampung Utara terus mengupayakan solusi terbaik agar pelayanan terhadap pasien dapat kembali normal. ‎Tapi, ia tidak dapat memastikan kapan para dokter spesialis akan kembali menjalankan tugas seperti biasanya melayani pasien.

” Pak Pj Sekda (Sofyan) sudah berikan penjelasan, tapi memang masih belum ada dialog dengan mereka (dokter spesialis) terkait tuntutan tersebut,” ucapnya.

Apakah, para dokter spesialis akan terus melakukan mogok kerja hingga tuntutan mereka terpenuhi?

” Saya tidak bisa komentar itu, mereka (dokter spesialis) yang bisa menjawabnya,” kata Syah Indra Lubis.

Reporter : Alex BW
Editor : Red

Continue Reading

Trending