Connect with us

Apa Kabar Lampung

Jalan Terjal Bupati Lampura Pinjam Uang ke Bank BJB

Redaksi LT

Published

on

Lampung Utara : Tekad Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara ‘ngutang uang’ Rp. 325 Miliar ke Bank Jawa Barat (BJB) kemungkinan tidak berjalan mulus.

Ketatnya aturan yang diberlakukan Pemerintah dalam melakukan pinjaman daerah, belum lagi adanya persetujuan DPRD melalui sidang paripurna bisa menjadi penyebab keinginan sang bupati menemui jalan yang cukup terjal.

Meski Bupati Agung Ilmu Mangkunegara sudah mengajukan usulan tentang pinjaman BJB ke DPRD Lampung Utara bulan yang lalu, tapi hingga kini pembahasan antara Eksekutif dan Legislatif belum menemui titik terang. Bahkan, ‘para pembantu’ Bupati pun sempat melakukan keteledoran dalam usulan pinjaman itu, lantaran menggunakan acuan Peraturan Pemerintah (PP) yang lama yang nyatanya sudah tidak berlaku dan telah dicabut. Menyadari hal itu, pemerintah Lampung Utara pun secepatnya merevisi dengan acuan PP yang baru.

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Lampung Utara, Sofyan, mengatakan, berkaitan dengan pembahasan pinjaman Rp. 325 Miliar, harus secara detail disusun dalam bentuk rencana penggunaan anggaran tersebut.

” Kita sepakati (Permintaan DPRD) rencana pinjaman harus secara detail. Kita harus sajikan dengan RAB (Rencana Anggaran Biaya) dari masing-masing OPD (Organisasi Perangkat Daerah) yang menggunakan pinjaman itu (Dinas PUPR, Dinas Kesehatan dan Dinas Perdagangan),” katanya, kepada awak media, usai Rapat bersama dengan DPRD, Jum’at (5/7/2019) lulu.

” Artinya begini, ini (rencana penggunaan anggaran) sudah mulai disusun, apalagi kaitannya dengan infrastruktur, tentu kajiannnya secara tekhnis bisa dipertanggungjawabkan. Ini harus detail menggunakan konsultan perencanaan, ini sedang berproses/berjalan,” tambah Sofyan.

Dijelaskannya, Pemerintah dan DPRD akan menjadwalkan kembali pertemuan membahas secara detail rencana penggunaan anggaran Rp. 325 Miliar.

” Kita akan coba paparkan secara detail (rencana penggunaan anggaran). Pada saat itulah nanti akan dikaji. Kalau emang disepakati, diteruskan, atau masih ada pertimbangan-pertimbangan lain, ya kita lihatlah,” ucap Sofyan

Disinggung, soal waktu pembahasan yang tidak lama lagi akan memasuki pembahasan KUA-PPAS 2020? Menurut dia, Pemerintah sudah merumuskan soal pinjaman BJB, namun, pihaknya terkendala dengan tahapan-tahapan mekanisme yang musti diikuti dan dilalui.

” Tahapan-tahapan itu enggak mungkin kita lompati. Tapi nanti kita coba diskusikan dengan kawan-kawan DPRD, jika memang bisa percepatan tapi dengan hasil yang baik, bukan percepatan hanya formalitas antara pemerintah dan legislatif,” tukasnya.

Direncanakan, dana pinjaman ke BJB sebesar Rp. 325 Miliar diperuntukkan pembangunan Fly Over, Peningkatan sarana/prasarana RSUD Ryacudu dan renovasi pasar pagi dan pasar sentral.

Sesuai Peraturan Pemerintah nomor 56 tahun 2018, Pemerintah Lampung Utara harus memenuhi prinsip taat pada ketentuan peraturan perundang-undangan, transparan, akuntabel, efisien dan efektif dan kehati-hatian. Disitu juga ada beberapa jenis pinjaman yaitu pinjaman jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang.

Pinjaman jangka pendek hanya untuk menutup kekurangan arus kas. Pinjaman jangka menengah, untuk membiayai kegiatan prasarana dan/atau sarana pelayanan publik di daerah yang tidak menghasilkan penerimaan daerah dan pengembalian harus dilunasi dalam kurun waktu yang tidak melebihi sisa masa jabatan Kepala Daerah di daerah yang bersangkutan.

Sedangkan, pinjaman jangka panjang digunakan untuk membiayai infrastruktur, kegiatan investasi berupa kegiatan pembangunan prasarana/sarana dalam rangka penyediaan pelayanan publik yang menjadi urusan pemerintahan Daerah, dengan tujuan menghasilkan penerimaan langsung, menghasilkan penerimaan tidak langsung dan memberikan manfaat ekonomi dan sosial. Dan, jangka waktu pengembalian pinjaman lebih dari 1 (satu) tahun anggaran dengan kewajiban pembayaran kembali pinjaman yang meliputi pokok pinjaman, bunga, dan biaya lainnya, yang seluruhnya harus dilunasi pada tahun anggaran berikutnya sesuai dengan persyaratan perjanjian pinjaman.

Pemerintah Lampung Utara juga wajib memenuhi persyaratan lainnya, yakni jumlah sisa pinjaman daerah ditambah jumlah pinjaman yang akan ditarik tidak melebihi 75 persen dari jumlah penerimaan umum APBD tahun sebelumnya. Juga memenuhi ketentuan rasio kemampuan keuangan daerah untuk mengembalikan pinjaman yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan. Kegiatan yang dibiayai dari Pinjaman Daerah harus sesuai dengan dokumen perencanaan daerah.

Bagaimana peluang Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara mendapatkan pinjaman kali ini? Lalu, seberapa parah kondisi keuangan daerah kita sebenarnya?.

Reporter : Alex BW
Editor : Red

Apa Kabar Lampung

Gempa Tektonik Guncang Pesisir Barat Lampung

Redaksi LT

Published

on

Pesisir Barat : Gempa bumi tektonik 4,8 Skala Richter mengguncang Kabupaten Pesisir Barat. Gempa terjadi sekitar pukul 00.37 WIB, pada Jum’at (22/11). Guncangan gempa cukup terasa. Terlihat masyarakat di Kecamatan Pesisir Tengah, tepatnya di Pasar Kudan berhamburan keluar rumah.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pesisir Barat, Syaifullah, mengatakan. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa bumi tektonik yang berkekuatan 4,8 SR itu berada pada titik koordinat 5.45 LS – 103.58 BT. Tepatnya berada di Laut pada jarak 48 kilometer (KM) Barat Daya Kabupaten Pesisir Barat Lampung, di kedalaman 27 KM.

Lokasi epicenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan gempa bumi dangkal, akibat aktivitas Zona Subduksi (Megathrust), dimana Lempeng Indo – Australia menyelusup ke bawah Lempeng Eurasia.

Sampai saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan, akibat gempa tersebut, ujar Syaifullah.

Hasil monitoring BMKG juga tidak menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock). Pihaknya menghimbau kepada mayarakat agar tetap tenang, tambanya.

Saya menghimbau kepada masyarakat di Kabupaten Pesisir Barat, agar tidak panik saat terjadi gempa bumi. Bisa saling memberikan informasi jika terjadi gempa atau hal – hal yang bisa menimbulkan dampak bencana alam lainnya, tutup Syaifullah.

Continue Reading

Apa Kabar Lampung

Nanang Ermanto Sampaikan Nota Pengantar Raperda APBD Lampung Selatan Tahun 2020, Estimasi Anggaran Pendapatan Daerah Sebesar Rp. 2,3 Triliun

Avatar

Published

on

Lampung Selatan, Lampungtoday – Pelaksana tugas (Plt) Bupati Lampung Selatan H. Nanang Ermanto menyampaikan nota keuangan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Lampung Selatan Tahun Anggaran 2020.
Penyampaian penjelasan Raperda itu disampaikan Nanang Ermanto dalam rapat paripurna DPRD Lampung Selatan yang dilaksanakan di ruang sidang utama DPRD setempat, Jumat (15/11/2019).
Rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD Lampung Selatan H. Hendry Rosyadi, SH, MH. Dia didampingi Wakil Ketua I Agus Sartono, Wakil Ketua II Agus Sutanto, dan Wakil Ketua III Darol Kutni. Sementara, rapat paripurna itu dihadiri 45 orang anggota dewan dari 50 anggota DPRD yang ada.
Dalam penyampaiannya Nanang mengungkapkan, total Anggaran Pendapatan Daerah pada Rancangan APBD Kabupaten Lampung Selatan Tahun Anggaran 2020 diproyeksi sebesar Rp.2.330.670.777.561,00.
“Anggaran Pendapatan Daerah itu masih didominasi dari dana transfer Pemerintah Pusat dan dana bagi hasil dari Pemerintah Provinsi Lampung,” ujar Nanang.
Nanang menyebut, Anggaran Pendapatan Daerah Tahun Anggaran 2020 terdiri dari, Pendapatan Asli Daerah sebesar Rp. 334.734.497.799 yang didominasi dari Pajak Bumi Bangunan Pedesaan dan Perkotaan, Pajak Penerangan Jalan, serta BPHTB.
Kemudian Penerimaan dari Dana Perimbangan sebesar Rp. 1.481.414.983.400,00 diantaranya bersumber dari Dana Bagi Hasil Pajak atau Bukan Pajak, Dana Alokasi Umum, dan Dana Alokasi Khusus.
“Lalu penerimaaan dari lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp. 514.521.296.362,0. Diantaranya bersumber dari Pendapatan Hibah Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Bagi Hasil Pajak dari Pemerintah Provinsi, serta Bantuan Keuangan dari Pemerintah Pusat yang diperuntukkan untuk Dana Desa,” ucapnya.
Lebih lanjut Nanang menjelaskan, dalam rangka memantapkan substansi program-program prioritas, maka pada Rancangan APBD Tahun Anggaran 2020 tersebut dialokasikan Anggaran Belanja sebesar Rp.2.465.440.087.850,00.
“Anggaran Belanja Daerah Tahun Anggaran 2020 tersebut dialokasikan untuk dua kelompok belanja yaitu, kelompok Belanja Tidak Langsung sebesar Rp. 1.424.495.976.185,40 dan kelompok Belanja Langsung sebesar Rp. 1.040.944.111.664,00,” beber Nanang.
Turut hadir juga dalam rapat paripurna itu, Sekretaris Daerah Ir. Fredy SM, MM beserta para pejabat utama, Kepala OPD, dan camat dlingkungan Pemkab Lampung Selatan, Tim Penggerak PKK dan Dharma Wanita Persatuan, serta sejumlah elite partai politik. (kmf/eko)

Continue Reading

Apa Kabar Lampung

Nanang Ermanto Lepas Kontingen Pertikawan Tingkat Nasional Tahun 2019

Avatar

Published

on

Lampung Selatan, Lampungtoday – Pelaksana tugas (Plt) Bupati Lampung Selatan H. Nanang Ermanto selaku Ketua Mabicab melepas Kontingen Kwarcab Lampung Selatan yang akan mengikuti Perkemahan Bakti Satuan Karya Pramuka Kalpataru dan Wanabakti (Pertikawan) Tingkat Nasional di Bumi Perkemahan Pramuka Cibubur, Jakarta Timur pada tanggal 18-25 November 2019.
Pelepasan itu berlangsung di halaman kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan, Jumat (15/11/2019) pagi.
Turut hadir juga Sekretaris Daerah yang juga sebagai Ketua Kwarcab Lampung Selatan Ir. Fredy SM, MM, para pejabat dilingkungan Pemkab Lampung Selatan, Kwartir Ranting, anggota DKC, dan Ketua dan Wakil Ketua DKR se-Lampung Selatan.
Pimpinan Kontingen Kwarcab (Pinkoncab) Lampung Selatan, Anisatus Sa’adah menyebut, kontingen yang akan mengikuti Pertikawan tingkat nasional tahun 2019 berjumlah 31 orang.
Rinciannya, peserta Kalpataru sebanyak 15 orang terdiri 8 putra dan 7 putri, peserta Saka Wanabakti sebanyak 14 orang terdiri dari 8 putra dan 6 putri. Kemudian Pinkoncab 1 orang dan Pinsaka Cabang 1 orang.
“Moto kegiatan ini adalah Satyaku Kudharmakan, Darmaku Kubaktikan dengan tema Lestarikan Bumi, Sejahterakan Masyarakat,” terangnya.
Sementara, dalam kesempatan itu, Plt Bupati Lampung Selatan H. Nanang Ermanto menitip pesan moral kepada para kontingen untuk selalu menjaga nama baik dan membawa harum nama Kabupaten Lampung Selatan di kancah nasional.
Nanang juga meminta para kontingen senantiasa untuk menjaga kekompakan, kebersamaan dan gotong royong di antara sesama anggota pramuka, baik secara internal sesama kontingen Lampung Selatan maupun dengan kontingen lainnya.
“Selama ini Kabupaten Lampung Selatan selalu menjadi peserta terbaik di tingkat nasional diberbagai event. Seperti kemarin dibidang olahraga ada atlet kita meraih prestasi di tingkat nasional. Dan yang terbaru juga kita berhasil juara III pada Festival Nusantara di Solo, Jawa Tengah. Ini membuktikan bawha Lampung Selatan itu bisa berprestasi di tingkat nasional,” tegas Nanang dalam arahannya.
Diketahui, Satuan Karya Pramuka Kalpataru dan Wanabakti merupakan dua Satuan Karya Pramuka bagi Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega wadah pembinaan IPTEK dan Kewirausahaan dalam pemanfaaan dan pelestarian hutan sumber daya alam dan lingkungan hidup. (eko)

Continue Reading

Trending