Connect with us

Apa Kabar Lampung

Beri Masukan Rakor Nasional Kehutanan, Gubernur Arinal Instruksikan KPH Mendata Ulang Luas dan Status Hutan Lampung

Redaksi LT

Published

on

BANDARLAMPUNG :
Gubernur Lampung Arinal Djunaidi menginstruksikan seluruh Kesatuan Pengelola Hutan (KPH) di wilayah Provinsi Lampung untuk mendata ulang luas dan status lahan hutan yang ada di Lampung.

Hal itu ditegaskan Gubernur saat menerima Audiensi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan terkait Pelaksanaan Pengelolaan Hutan di Provinsi Lampung yang diselenggarakan di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur Lampung, Rabu (10/7/19).

Audiensi ini sendiri, bertujuan untuk menerima masukan Gubernur Arinal sebagai bahan Rapat Koordinasi Nasional KPH yang akan digelar pada tanggal 24 – 25 Juli 2019 mendatang di Yogyakarta.

Dalam audiensi ini, Arinal menegaskan dirinya tidak akan mentoleransi kesalahan yang dapat menyebabkan hutan rusak dan meminta KPH tetap memperhatikan nilai ekologi hutan meski memiliki wewenang dan peluang dalam mengelola hutan.

“Saya tidak akan mentolelir kesalahan yang dapat menyebabkan hutan rusak, jadi jangan sampai kawasan hutan yang ada saat ini berkembang, akan tetapi nilai ekologi dari hutan tersebut justru berkurang.
Sekalipun KPH diberikan wewenang dan peluang untuk mengembangkan kawasan hutan, tetap harus berpegang teguh untuk mengedepankan ekologi dari hutan itu sendiri,” tegas Gubernur Arinal.

Menurut Arinal, sejauh ini pemanfaatan serta tata kelola hutan yang ada di Provinsi Lampung belum di kelola dengan optimal sesuai dengan status serta peruntukkannya.

“Yang saya tahu, hutan negara itu wajib hukumnya dipertahankan, akan tetapi tidak diharamkan apabila hutan itu dapat bertambah asalkan dengan satu syarat yaitu tidak merusak kawasan hutan itu sendiri.
Oleh karena itu teman-teman KPH harus benar-benar menguasai dan memahami tugas serta tanggung jawabnya masing-masing apabila ingin mengembangkan wilayah hutan tersebut,” tutur Arinal.

Arinal menegaskan bahwa kawasan hutan produksi, kawasan hutan lindung dan kawasan hutan konservasi harus dijaga legalitasnya.

“Semua itu dapat kita lakukan bersama-sama tergantung kepada kemampuan kita untuk mempertahankannya dan kemauan kita untuk memfungsikannya,” ujarnya.

Sementara itu, Bagus Herudojo Tjiptono selaku Direktur Bina Usaha Perhutanan Sosial dan Hutan Adat (BUPSHA) Ditjen Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (PSKL KLHK) menuturkan bahwa tujuan kedatangannya yakni didasarkan atas akan diselenggarakannya Rapat Koordinasi Nasional KPH.

“Saya mengharapkan masukan-masukan dari Bapak Gubernur yang nantinya akan menjadi bagian dari materi pembahasan pada Rakor tersebut,” tutur Herudojo.

Turut hadir dalam audiensi tersebut Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Lampung Syaiful Bahri beserta jajarannya dan seluruh KPH di Wilayah Provinsi Lampung. (Humas Prov)

Apa Kabar Lampung

Gempa Tektonik Guncang Pesisir Barat Lampung

Redaksi LT

Published

on

Pesisir Barat : Gempa bumi tektonik 4,8 Skala Richter mengguncang Kabupaten Pesisir Barat. Gempa terjadi sekitar pukul 00.37 WIB, pada Jum’at (22/11). Guncangan gempa cukup terasa. Terlihat masyarakat di Kecamatan Pesisir Tengah, tepatnya di Pasar Kudan berhamburan keluar rumah.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pesisir Barat, Syaifullah, mengatakan. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa bumi tektonik yang berkekuatan 4,8 SR itu berada pada titik koordinat 5.45 LS – 103.58 BT. Tepatnya berada di Laut pada jarak 48 kilometer (KM) Barat Daya Kabupaten Pesisir Barat Lampung, di kedalaman 27 KM.

Lokasi epicenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan gempa bumi dangkal, akibat aktivitas Zona Subduksi (Megathrust), dimana Lempeng Indo – Australia menyelusup ke bawah Lempeng Eurasia.

Sampai saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan, akibat gempa tersebut, ujar Syaifullah.

Hasil monitoring BMKG juga tidak menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock). Pihaknya menghimbau kepada mayarakat agar tetap tenang, tambanya.

Saya menghimbau kepada masyarakat di Kabupaten Pesisir Barat, agar tidak panik saat terjadi gempa bumi. Bisa saling memberikan informasi jika terjadi gempa atau hal – hal yang bisa menimbulkan dampak bencana alam lainnya, tutup Syaifullah.

Continue Reading

Apa Kabar Lampung

Nanang Ermanto Sampaikan Nota Pengantar Raperda APBD Lampung Selatan Tahun 2020, Estimasi Anggaran Pendapatan Daerah Sebesar Rp. 2,3 Triliun

Avatar

Published

on

Lampung Selatan, Lampungtoday – Pelaksana tugas (Plt) Bupati Lampung Selatan H. Nanang Ermanto menyampaikan nota keuangan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Lampung Selatan Tahun Anggaran 2020.
Penyampaian penjelasan Raperda itu disampaikan Nanang Ermanto dalam rapat paripurna DPRD Lampung Selatan yang dilaksanakan di ruang sidang utama DPRD setempat, Jumat (15/11/2019).
Rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD Lampung Selatan H. Hendry Rosyadi, SH, MH. Dia didampingi Wakil Ketua I Agus Sartono, Wakil Ketua II Agus Sutanto, dan Wakil Ketua III Darol Kutni. Sementara, rapat paripurna itu dihadiri 45 orang anggota dewan dari 50 anggota DPRD yang ada.
Dalam penyampaiannya Nanang mengungkapkan, total Anggaran Pendapatan Daerah pada Rancangan APBD Kabupaten Lampung Selatan Tahun Anggaran 2020 diproyeksi sebesar Rp.2.330.670.777.561,00.
“Anggaran Pendapatan Daerah itu masih didominasi dari dana transfer Pemerintah Pusat dan dana bagi hasil dari Pemerintah Provinsi Lampung,” ujar Nanang.
Nanang menyebut, Anggaran Pendapatan Daerah Tahun Anggaran 2020 terdiri dari, Pendapatan Asli Daerah sebesar Rp. 334.734.497.799 yang didominasi dari Pajak Bumi Bangunan Pedesaan dan Perkotaan, Pajak Penerangan Jalan, serta BPHTB.
Kemudian Penerimaan dari Dana Perimbangan sebesar Rp. 1.481.414.983.400,00 diantaranya bersumber dari Dana Bagi Hasil Pajak atau Bukan Pajak, Dana Alokasi Umum, dan Dana Alokasi Khusus.
“Lalu penerimaaan dari lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp. 514.521.296.362,0. Diantaranya bersumber dari Pendapatan Hibah Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Bagi Hasil Pajak dari Pemerintah Provinsi, serta Bantuan Keuangan dari Pemerintah Pusat yang diperuntukkan untuk Dana Desa,” ucapnya.
Lebih lanjut Nanang menjelaskan, dalam rangka memantapkan substansi program-program prioritas, maka pada Rancangan APBD Tahun Anggaran 2020 tersebut dialokasikan Anggaran Belanja sebesar Rp.2.465.440.087.850,00.
“Anggaran Belanja Daerah Tahun Anggaran 2020 tersebut dialokasikan untuk dua kelompok belanja yaitu, kelompok Belanja Tidak Langsung sebesar Rp. 1.424.495.976.185,40 dan kelompok Belanja Langsung sebesar Rp. 1.040.944.111.664,00,” beber Nanang.
Turut hadir juga dalam rapat paripurna itu, Sekretaris Daerah Ir. Fredy SM, MM beserta para pejabat utama, Kepala OPD, dan camat dlingkungan Pemkab Lampung Selatan, Tim Penggerak PKK dan Dharma Wanita Persatuan, serta sejumlah elite partai politik. (kmf/eko)

Continue Reading

Apa Kabar Lampung

Nanang Ermanto Lepas Kontingen Pertikawan Tingkat Nasional Tahun 2019

Avatar

Published

on

Lampung Selatan, Lampungtoday – Pelaksana tugas (Plt) Bupati Lampung Selatan H. Nanang Ermanto selaku Ketua Mabicab melepas Kontingen Kwarcab Lampung Selatan yang akan mengikuti Perkemahan Bakti Satuan Karya Pramuka Kalpataru dan Wanabakti (Pertikawan) Tingkat Nasional di Bumi Perkemahan Pramuka Cibubur, Jakarta Timur pada tanggal 18-25 November 2019.
Pelepasan itu berlangsung di halaman kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan, Jumat (15/11/2019) pagi.
Turut hadir juga Sekretaris Daerah yang juga sebagai Ketua Kwarcab Lampung Selatan Ir. Fredy SM, MM, para pejabat dilingkungan Pemkab Lampung Selatan, Kwartir Ranting, anggota DKC, dan Ketua dan Wakil Ketua DKR se-Lampung Selatan.
Pimpinan Kontingen Kwarcab (Pinkoncab) Lampung Selatan, Anisatus Sa’adah menyebut, kontingen yang akan mengikuti Pertikawan tingkat nasional tahun 2019 berjumlah 31 orang.
Rinciannya, peserta Kalpataru sebanyak 15 orang terdiri 8 putra dan 7 putri, peserta Saka Wanabakti sebanyak 14 orang terdiri dari 8 putra dan 6 putri. Kemudian Pinkoncab 1 orang dan Pinsaka Cabang 1 orang.
“Moto kegiatan ini adalah Satyaku Kudharmakan, Darmaku Kubaktikan dengan tema Lestarikan Bumi, Sejahterakan Masyarakat,” terangnya.
Sementara, dalam kesempatan itu, Plt Bupati Lampung Selatan H. Nanang Ermanto menitip pesan moral kepada para kontingen untuk selalu menjaga nama baik dan membawa harum nama Kabupaten Lampung Selatan di kancah nasional.
Nanang juga meminta para kontingen senantiasa untuk menjaga kekompakan, kebersamaan dan gotong royong di antara sesama anggota pramuka, baik secara internal sesama kontingen Lampung Selatan maupun dengan kontingen lainnya.
“Selama ini Kabupaten Lampung Selatan selalu menjadi peserta terbaik di tingkat nasional diberbagai event. Seperti kemarin dibidang olahraga ada atlet kita meraih prestasi di tingkat nasional. Dan yang terbaru juga kita berhasil juara III pada Festival Nusantara di Solo, Jawa Tengah. Ini membuktikan bawha Lampung Selatan itu bisa berprestasi di tingkat nasional,” tegas Nanang dalam arahannya.
Diketahui, Satuan Karya Pramuka Kalpataru dan Wanabakti merupakan dua Satuan Karya Pramuka bagi Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega wadah pembinaan IPTEK dan Kewirausahaan dalam pemanfaaan dan pelestarian hutan sumber daya alam dan lingkungan hidup. (eko)

Continue Reading

Trending