Connect with us

Apa Kabar Lampung

Dewan Lampung Sepakati KUA-PPAS APBD-P 2019

Redaksi LT

Published

on

BANDARLAMPUNG … Pemerintah Provinsi Lampung dan DPRD PRovinsi Lampung sepakati Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Perubahan APBD Provinsi Lampung Tahun 2019.

Kesepakatan ditandai dengan ditandatanganinya nota kesepahaman KUAPPAS oleh Gubernur Lampung Arinal Djunaidi dan Wakil Ketua DPRD Provinsi Lampung. Jumat (9/8/2019) di Gedung DPRD Provinsi Lampung.

Hasilnya, APBD Perubahan TA 2019 mengalami penambahan, Pendapatan Asli Daerah (PAD) diproyeksikan bertambah Rp 56 Milyar menjadi Rp. 7.371 Triliun, begitu pula dengan Belanja Daerah bertambah Rp 56 Milyar sehingga menjadi Rp. 7,489 Triliun.Sementara dari sisi pembiayaan daerah disepakati sesuai dengan rancangan awal dalam artian tidak mengalami perubahan.

Juru Bicara Badan Anggaran DPRD Joko Santoso menungkapkan jika proyeksi penambahan Pendapatan Daerah sebesar 56 Milyar yang berasal dari Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor, Pajak Kendaraan Bermotor, dan Hasil retribusi daerah juga dari pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan dan lain-lain pendapatan asli daerah yang sah.

Secara khusus ia mengatakan, jika kenaikan proyeksi PAD akan dialokasikan beberapa diantaranya untuk menuntaskan rencana kegiatan RSUDAM tipe A sampai dengan 2019, kemudian biaya untuk mengatasi dampak kemarau panjang melalui pembuatan sumur bor di kab/kota.

Sementara itu, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi dalam sambutannya mengatakan penambahan tersebut ditujukan untuk mendukung implementasi prioritas pembangunan daerah dan pelayanan publik. Selain pembangunan bidang kesehatan, juga untuk pemberdayaan perempuan dan kesetaraan gender, kepemudaan, pertanian, kehutanan, perumahan dan kawasan permukiman serta beberapa kegiatan bidang pembangunan lainnya,” ujar Gubernur.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur juga mengutarakan jika Tim Anggaran Pemerintah daerah dan Badan Anggaran DPRD menyepakati asumsi makro ekonomi Provinsi Lampung sebagai berikut pertumbuhan Lampung diproyeksikan 5,3 sampai dengan 5,6. Laju inflasi akan dipertahankan pada tingkat 3,5 hingga 4 persen.

Pendapatan perkapita 40 juta, tingkat pengangguran terbuka pada level 4 persen.
Penduduk miskin akan berada pada level 12,36 persen, IPM pada angka 70 dan Indeks Gini pada angka kisaran 0,32 hingga 0,33. Sedangkan nilai tukar petani pada angka 106.

PAD Provinsi Lampung juga diproyeksikan akan tumbuh menjadi 4,29 persen serta kondisi jalan yang menjadi kewenangan pemerintah Provinsi 78 persen dalam kondisi mantap, terang Gubernur. (Humas Pemprov)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Silahkan Tinggalkna Pesan Anda

Apa Kabar Lampung

HEALTH OF TOURISM, Ini Pesan Reihana Untuk Pesibar

Redaksi LT

Published

on

Pesisir Barat : Dinkes Pesibar melakukan koordinasi, terkait hibah aset Provinsi Lampung kepada Pemkab Pesibar, baik berupa bangunan dan peralatan Rumah Sakit dan Puskesmas yang ada di Kabupaten Pesisir Barat, dalam rangka tertib administrasi, Jum’at (24/01) di Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, ujar Kadiskes Pesibar, Tedi Zadmiko.

Dalam kunjungan ke Dinas Kesehatan Provinsi Lampung tersebut, Kadis Kesehatan Pesisir Barat Tedi Zadmiko didampingi oleh direktur Rumah Sakit KH M Thohir, dr Eva Hadaniah beserta staf. 

Kunjungan diterima langsung oleh Kadis Kesehatan Provinsi Lampung, Reihana, yang dan para staf di lingkup Dinas Kesehatan Provinsi Lampung.

Kadis Kesehatan Provinsi Lampung mengatakan, bahwa koordinasi, konsolidasi, konsultasi dan kerjasama yang baik sangat diperlukan, dalam rangka mewujudkan generasi yang unggul, Lampung Sehat dan Berjaya.

Dinas Kesehatan Provinsi Lampung akan mendukung seoptimal mungkin apa saja yang dibutuhkan Kabupaten Pesisir Barat, dan mempersilahkan umtuk mengajukan pengajuan hal – hal yang dibutuhkan Dinas Kesehatan Pesisir Barat, ujar Reihana.

Dinas Kesehatan Provinsi Lampung juga akan mengakomodir ataupun yang akan menjadi perencanaan pada penganggaran selanjutnya, tambah Reihana.

Reihana berpesan, sebagai daerah wisata yang menjadi destinasi wisata domestik maupun internasional serta telah menjadi tuan rumah pada event surfing internasional, hendaknya Pemkab Pesibar dapat mengembangkan Health of tourism. 

Pemkab Pesibar hendaknya juga membentuk Puskesmas pariwisata, RS pariwisata yang nantinya mampu memberikan pelayanan secara profesional dan handal kepada para wisatawan baik lokal maupun mancanegara, ujar Reihana.

Untuk itu perlu disiapkan sumberdayanya, baik SDM, peralatan, infrastruktur dan lain sebagainya sebagai pendukung. Terkait aset-aset yang selama ini sudah diberikan, baik itu bangunan, alat kesehatan, bahan habis pakai, obat, vaksin dan sebagainya.

Kadis Kesehatan Provinsi Lampung berpesan agar semua tersebut dapat dilakukan pendataan dan inventarisir, kemudian digunakan, dimanfaatkan dan dipelihara dengan sebaik-baiknya.

Sebelum mengakhiri kunjungannya, Kadis Kesehatan Pesisir Barat, Tedi Zadmiko juga mengundang Kadis Kesehatan Provinsi Lampung untuk hadir dalam rangka peresmian RS KH M Thohir pada tanggal 29 Januari 2020 ini, ujar Tedi Zadmiko. 

Mengingat telah beroperasinya RS. KH M Thohir pada 1 Januari 2020 yang lalu, tutup Tedi Zadmiko.

Reporter : Indra
Ediotr : Red

Continue Reading

Apa Kabar Lampung

BTS Tak Berizin Mulai Marak di Lampung Utara

Redaksi LT

Published

on

Lampung Utara : Keberadaan menara (tower) seluler yang diduga tidak memiliki izin masih ditemukan di Lampung Utara.

Dari puluhan menara seluler yang beroperasi di wilayah Lampung Utara, terdapat menara yang terletak di wilayah Kecamatan Abung Timur, disinyalir tidak memiliki izin sejak berdiri di tahun 2014.

Jika benar menara seluler tersebut tidak memiliki izin, tentu Pemerintah Lampung Utara sudah kecolongan dan dari segi ekonomi jelas telah dirugikan, lantaran hampir 5 tahun keberadaannya, tidak ada yang masuk ke kas Pemerintah.

Ironininya, Pemerintah Lampung Utara terkesan lamban dalam menyikapi dugaan tidak berizinnya salah satu menara seluler yang tepatnya berada di wilayah Abung Timur itu.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Lampung Utara Sri Mulyana, beralasan bahwa pihaknya belum bisa mengambil langkah atau tindakan atas adanya salah tower yang diduga tidak memiliki izin.

” (belum bertindak) Ya kita menunggu dari Kominfo. Karena Kominfo yang lebih mengetahui titik koordinat tower seluler yang layak diberikan izinnya (IMB),” ucapnya, ketika dihubungi melalui telepon selulernya, selasa (21/1/2020).

Untuk itu, menurut Sri, jika memang nantinya hasil dari kominfo bahwa salah satu tower seluler yang ada diwilayah Abung Timur tidak sesuai dengan titik koordinat, maka ia memastikan akan menindaklanjutinya sesuai aturan.

” Kalau dari Kominfo sudah ada (hasil titik koordinat menara seluler). Maka, kami akan turunkan bidang Wasdal (pengawasan) untuk mengecek langsung tower seluler tersebut,” tukasnya.

Reporter : Alex BW
Editor : Red

Continue Reading

Apa Kabar Lampung

Road Show ke Pesibar, Ini Pesan Chusnunia Chalim

Redaksi LT

Published

on

CHUSNUNIA CHALIM ROADSHOW KE PESIBAR

Pesisir Barat : Bupati Agus Istiqlal menghadiri acara roadshow Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim dan tim gabungan yang berkunjung ke Kabupaten Pesisir Barat, Senin (20/01).

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan atas nama Pemerintah Daerah dan seluruh masyarakat Kabupaten Pesisir Barat. 

Saya mengucapkan selamat datang kepada Wakil Gubernur Lampung, ibu Hj. chusnunia chalim beserta tim gabungan OPD Provinsi Lampung yang telah berkenan hadir melakukan kunjungan kerja  ke Kabupaten Pesisir Barat pada hari ini, ujar Bupati.

Kami sangat berharap, kunjungan ibu Wakil aGubernur membawa berkah dan harapan untuk kemajuan daerah dan perbaikan kesejahteraan masyarakat yang melalui program pengembangan Kabupaten/ Kota layak anak (KLA), gerakan masyarakat Lampung bebas stunting dan pasar murah, tambah Bupati.

Dalam rangka mendukung percepatan pembangunan, Kabupaten Pesisir Barat telah menjalan beberapa program yaitu:

Pengembangan Kabupaten/ Kota Layak Anak (KLA), dan pencanangan KLA Kabupaten Pesisir Barat mulai dilaksanakan pada tahun 2017, yang anggotanya terdiri dari 30 wakil dinas/ lembaga terkait, ujar Bupati. 

Demi mewujudkan KLA ada beberapa indikator yang telah dipenuhi, diantaranya yaitu:

1. Dengan melakukan sosialisasi ke Kecamatan dan Pekon.

2. Mendorong peran orangtua dalam menjaga anak-anak serta menjamin pemenuhan pendidikan anak.

3. Pemberian makanan tambahan untuk anak dibeberapa sekolah dasar sebagai upaya meningkatkan kesehatan gizi anak.

4. mendorong masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan ramah untuk anak-anak.

Kedepannya Kabupaten Pesisir Barat akan terus mengupayakan terwujudnya Kabupaten Layak Anak (KLA) dan menjadikan Kabupaten Pesisir Barat memjadi lebih baik lagi, ujar Bupati lagi.

Selain itu beberapa upaya yang telah dilakukan dalam mengatasi stunting. upaya tersebut adalah:
1. peningkatann6 penyediaan air minum dan sanitasi berupa akses air minum yang aman dan sanitasi yang layak.

2. peningkatan akses keluarga berencana dan kualitas pelayanan gizi dan kesehatan.

3. peningkatan kesadaran, komitmen, dan praktek pengasuh gizi ibu dan anak melalui sosialisasi dan penyuluhan dinas kesehatan.

4. penyediaan makanan tambahan yang bergizi serta pemberian suplemen gizi pada ibu hamil dan anak balita.

5. peningkanutan fasilitas pelayanan kesehatan masyarakat.

Dengan harapan nantinya, masyarakat Kabupaten Psisir Barat akan terbebas dari masalah stunting termasuk dengan telh dilaksanakannya pasar murah beberapa kali di Kabupaten ini, tegasnya. 

Atas nama Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat dan masyarakat, saya mengucapkan terimaksih yang sebesar-besarnya kepada ibu wakil gubernur beserta rombongan atas kunjungan kerjanya, tutup Bupati.

Hadir pada kesempatan tersebut para kepala OPD beserta jajaranya, forkopimda Kab. Pesisir Barat dan Lampung Barat,  para Camat, dan masyarakat setempat.

Reporter : Indra
Editor Red

Continue Reading

Trending