Connect with us

Apa Kabar Lampung

Siap-siap Agung Ilmu Mangku Negara Bakal Roling Ratusan Pejabat Lampura

Redaksi LT

Published

on

Lampung Utara : Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara dikabarkan akan merombak besar-besaran komposisi ‘pembantunya’ pada 25 September mendatang. Perombakan dijajaran ‘pembantu’ Agung Ilmu Mangkunegara disinyalir kuat bakal dilakukan lantaran Agung Ilmu Mangkunegara bersama Budi Utomo, pada tanggal 25 September 2019 sudah tepat 6 bulan menjalani jabatan sebagai Bupati dan Wakil Bupati Lampung Utara periode 2019-2024, sejak dilantik pada Senin (25/3/2019) lalu.

Artinya, secara aturan Bupati Agung Ilmu Mangkunegara memiliki hak prerogratifnya untuk mengganti para ‘pembantunya’ demi mewujudkan visi kepemimpinan Agung Ilmu Mangkunegara dan Budi Utomo lima tahun kedepan.

Kasak kusuk pergantian jajaran ‘pembantu’ Agung-Budi pun kini semakin liar. Bahkan, ada salah satu pejabat di pemerintahan Lampung Utara yakni Sekretaris DPRD, Adrie, yang disebut-sebut sudah memberikan sinyal kepada para bawahannya, bahwa tidak akan menjabat lagi pada 26 September mendatang.

‎Salah seorang pegawai Sekretariat DPRD Lampung Utara yang menolak disebutkan namanya membenarkan bahwa pimpinannya ( Sekretaris DPRD, Adrie) tidak akan menjabat lagi. Hal itu disampaikan langsung oleh yang bersangkutan saat apel rutin belum lama ini.

” Yang kami dengar seperti itu. Beliau (Adrie) bilang mungkin sejak tanggal ‎26 September mendatang sudah enggak di DPRD lagi,” ungkapnya, baru-baru ini.

Tidak hanya kabar Sekretaris DPRD, Adrie yang bakal hengkang dari jabatannya, bahkan ‎untuk penggantinya pun sudah santer terdengar bahwa posisi Adrie akan digantikan oleh seseorang yang berinisial H.

“ Yang kami dengar – dengar sih, pak Adrie akan digantikan oleh pejabat yang berinisial H,” kata dia kembali.

Meski tidak secara jelas disebutkan siapa pejabat berinisial H yang dikabarkan akan menggantikan Adrie sebagai Sekretaris DPRD Lampung Utara, namun pejabat berinisial‎ H di Pemkab Lampung Utara tidak banyak.

Untuk di lingkungan Sekretariat Kabupaten Lampung Utara, ada dua nama pejabat yang berinisial H, yakni Kepala Bagian Hukum yang juga Plt. Kepala Pengadaan Barang dan Jasa, Hendry dan Kepala Bagian Umum, Herwan.

Hendri ketika dikonfirmasi seputar kabar itu sempat terkejut dan tak percaya soal isu yang beredar tersebut. Namun, ketika disinggung soal kesiapan dan kemungkinan jika itu terjadi? Hendri dengan diplomatisnya mengatakan bahwa sepanjang hal tersebut memang yang menjadi keinginan pimpinannya, ditempatkan dimanapun dirinya siap.

” Kalau memang itu perintah pimpinan, saya siaplah,” ucapnya, Jumat (6/9/2019), diruang kerjanya.

Ditempat lain, Kepala Bagian Umum Sekretariat Kabupaten Lampung Utara, Herwan, menegaskan, secara administrasi, ‎ia tidak memenuhi persyaratan sebagai Sekretaris DPRD karena golongan PNS-nya bellum cukup.

“Jauhlah. Golongan saya baru IIId, sedangkan golongan Sekretaris DPRD itu harus IVa,” katanya.

Reporter : Alex
Editor : Red

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Silahkan Tinggalkna Pesan Anda

Apa Kabar Lampung

Lampung Memanas, Foto Dang Ike di Sandingkan Dengan Raja Keraton Agung Sejagad

Redaksi LT

Published

on

Bandar Lampung : Postingan foto Ike Edwin yang di sandingkan dengan foto Raja Kraton Agung Sejagad di Media Sosial Facebook membuat warga Lampung emosi dan meminta kepada pemilik akun bernama Pokrol Bamboe meminta maaf dan mencabut postingan tersebut.

Nitizen menilai postingan tersebut tidak pantas dan menghina Irjen. Pol. Dr. H. Ike Edwin, S.I.K., S.H., M.H., M.M. dimana dalam postingan tersebut menyebutkan bahawa salah satu tokoh berpengaruh di Bumi Lampung itu mirip dengan Raja Kraton Agung Sejagad R.Toto Santoso.

Selain itu warganet juga menilai postingan yang akun bernama Pokrol Bamboe dinilai menyesatkan dan membuat opini negatip di masyarakat Lampung dan Indonesia.

“Kami minta anda segera mencabut postingan anda” Ujar salah satu warga net di komentar facaebook Pokrol Bamboe

Sumber : Akun Facebook POKROL BAMBOE
EDITOR : Red

Continue Reading

Apa Kabar Lampung

Ini Penyebab Dokter Spesialis RS. Ryacudu Mogok Kerja

Redaksi LT

Published

on

Lampung Utara : Gejolak yang terjadi akhir-akhir ini di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ryacudu, Lampung Utara, mulai dari persoalan perekrutan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) hingga mogok kerjanya para dokter spesialis, akhirnya terkuak penyebabnya. Tidak hanya itu saja, bahkan pengelolaan keuangan di RSUD Ryacudu diminta untuk di audit secara terbuka.

Hal ini terungkap saat para dokter spesialis diundang Pemerintah Lampung Utara untuk duduk bersama membahas aksi mogok kerja yang mereka lakukan sejak Senin (13/1/2019) lalu hingga hari ini, Rabu (15/1/2019).

Diruang siger Pemerintah Lampung Utara, Penjabat Sekretaris Daerah Sofyan yang didampingi Inspektur Inspektorat Man Kodri, Kepala Bappeda, Syahrizal, Plt. Kepala Dinas Kominfo dan Direktur RSUD Ryacudu Syah Indra Husada Lubis bertatap muka dengan 14 (empat belas) dokter spesialis yang bertugas di RSUD Ryacudu.

dokter spesialis anastesi RSUD Ryacudu, Joko Susilo yang ditunjuk menjadi Juru Bicara (Jubir) para dokter spesialis, mengungkapkan bahwa aksi mogok kerja yang mereka lakukan bukan hanya karena persoalan insentif tapi dikarenakan buruknya manajement RSUD Ryacudu.

” (Aksi mogok kerja) diframe seolah-olah kami melakukan aksi hanya mengejar uang. Bukan hanya soal insentif, kami ingin adanya perombakan dalam manajemen RSUD Ryacudu,” katanya dihadapan para perwakilan Pemerintah Lampung Utara, Rabu (15/1/2019) sore.

Ditegaskan Joko, manajemen RSUD Ryacudu saat ini merupakan ‎yang terburuk. Sejak kepemimpinan Syah Indra Husada Lubis yang notabene merupakan junior mereka, pengelolaan RSUD Ryacudu tidak profesional, tidak terbuka dan semakin tidak terarah.

” Akibat buruknya manajemen, muncul berbagai persoalan, seperti perekrutan BLUD yang menimbulkan aksi demonstrasi. Ini membuat kami semua tidak nyaman bekerja,” ucapnya.

” Kami minta adanya perombakan di manajemen RSUR. Tolong nantinya Pak Sekda (Sofyan) manajemen RSUD Ryacudu benar-benar diisi orang-orang kompeten, yang paham tentang Rumah Sakit,” imbuh Joko.

dokter spesialis penyakit dalam, saiful turut mengamini buruknya manajemen RSUD Ryacudu. Menurutnya, RSUD Ryacudu seperti tidak memiliki pemimpin, contoh saat para dokter spesialis menghadapi masalah di RSUD Ryacudu.

” Padahal kami bekerja di institusi yang juga ada pemimpinnya. Kami menghadapi masalah itu sendiri, misalkan diduga malpraktek, wah… Itu repotnya bukan main, sampai-sampai kami mau melayani pasien lain itu, sangat sangat sangat terganggu,” keluhnya.

Selain itu, dokter saiful juga meminta agar keuangan RSUD Ryacudu di audit.

” Kami mengharapkan ada audit terbuka untuk keuangan RSUD Ryacudu,” pintanya.

Reporter : Alex BW
Editor : Red

Continue Reading

Apa Kabar Lampung

Astagfirullah…RS. Ryacudu Kotabumi Tolak Pasien

Redaksi LT

Published

on

Lampung Utara : Pelaksana Tugas Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Ryacudu Kotabumi, Lampung Utara, Syah Indra Husada Lubis, terpaksa mengambil kebijakan menolak pasien yang memerlukan pertolongan para dokter spesialis.

Kebijakan ini diambil, karena para dokter spesialisnya, hingga berita ini diturunkan masih tetap mogok kerja. Mereka masih bersikeras menuntut pelunasan uang tunjangan bulanan mereka tahun 2018 dan 2019.

” Namun, Pelayanan terhadap anak dan kandungan masih berjalan. Selain pelayanan itu, kami tidak melayani dan sudah kami beritahukan kepada pasien,” ungkapnya, Selasa (14/1/2019).

Manajemen RSUD Ryacudu dan Pemkab Lampung Utara terus mengupayakan solusi terbaik agar pelayanan terhadap pasien dapat kembali normal. ‎Tapi, ia tidak dapat memastikan kapan para dokter spesialis akan kembali menjalankan tugas seperti biasanya melayani pasien.

” Pak Pj Sekda (Sofyan) sudah berikan penjelasan, tapi memang masih belum ada dialog dengan mereka (dokter spesialis) terkait tuntutan tersebut,” ucapnya.

Apakah, para dokter spesialis akan terus melakukan mogok kerja hingga tuntutan mereka terpenuhi?

” Saya tidak bisa komentar itu, mereka (dokter spesialis) yang bisa menjawabnya,” kata Syah Indra Lubis.

Reporter : Alex BW
Editor : Red

Continue Reading

Trending