Connect with us

Apa Kabar Lampung

Wagub Lampung Ajak Anggota DPRD Kabupaten Kota Bersinergi Wujudkan Lampung Berjaya

Redaksi LT

Published

on

BANDARLAMPUNG : Wakil Gubernur Lampung, Chusnunia Chalim (Nunik) ajak anggota DPRD Kabupaten/Kota se- Provinsi Lampung untuk berkolaborasi dan bergandengantangan untuk menciptakan Rakyat Lampung Berjaya.

“Pak Gubernur Arinal dan saya meyakini bahwa kita hanya bisa membangun Lampung Berjaya ini kalau semua berkolaborasi, bergandeng tangan dan bekerjakeras, termasuk juga Lampung Berjaya tercipta kalau ada dukungan dari seluruh stakeholder khususnya anggota DPRD Kabupaten/Kota se- Provinsi Lampung,” ujar Wagub Nunik saat membuka Orientasi/Pembekalan Tugas Bagi Anggota DPRD Kabupaten/Kota se- Provinsi Lampung periode 2019-2024, di Swiss Belhotel, Senin (9/9/2019).

Nunik melanjutkan bahwa hal ini dilakukan agar bisa bersama – sama diwujudkan untuk menjawab kebutuhan dan harapan masyarakat.

“Untuk Lampung yang Iebih aman, berbudaya sejahtera dan berdaya saing, sebagaimana Visi Pemerintah Provinsi Lampung, yaitu mewujudkan Rakyat Lampung Berjaya,” katanya.

Nunik menyebutkan ada empat hal yang menjadi harapan dalam rangka peningkatan kompetensi Sumber daya Manusia sebagai unsur penyelenggara pemerintah daerah.

Disampaikan Nunik yakni memahami tentang fungsi DPRD terhadap Kinerja Pemerintah Daerah sebagai representasi rakyat dengan mendorong percepatan Perekonomian dan Pembangunan Daerah.

Selanjutnya, penguatan hubungan kerja antara DPRD dan Kepala Daerah serta Kapasitas dan kinerja pimpinan dan anggota DPRD.

“Harus juga membangun Mutu Kinerja Operasional Kelembagaan DPRD bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat dan percepatan pemenuhan pelayanan publik serta membangun Transparasi pengelolaan keuangan Negara agar tertib adminstrasi, efisien, ekonomis, efektif dan bertanggungjawab dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan,” katanya.

Nunik juga menyoroti bahwa tugas peran para Anggota DPRD Kabupaten/Kota harus didahulukan apa yang menjadi kebutuhan rakyat dan yang menjadi prioritas daerah masing-masing.

Seperti disampaikan Nunik yakni sektor pertanian, dimana sebagian besar masyarakat Lampung hidup pada sektor tersebut.

“Apa yang menjadi prioritas daerah masing-masing tergantung dari karakter Kabupaten/Kotanya. Diharapkan selama 5 tahun kedepan bapak ibu bekerjasama dengan pemerintah setempat memproduksi peraturan-peraturan yang sesuai dengan prioritas daerah masing-masing,” katanya.

Nunik berpesan untuk pula berhati-hati dalam menentukan peraturan dan membuat kebijakan terkait legislasi.

“Jangan hanya berfikir hari ini, tetapi harus mempertimbangkan untuk kedepannya, kita harapkan semuanya bijak, semuanya dalam membuat peraturan benar-benar prioritas dan bersifat vision terutama dalam era Revolusi Industri 4.0, kita harus menyesuaikan diri dengan perubahan,” ujarnya.

Hal prioritas ini disampaikan Nunik, karena dengan begitu banyak harapan masyarakat kepada Anggota DPRD Kabupaten/Kota yang terpilih untuk bisa memberikan kesejahteraan bagi rakyat Lampung.

“Dipundak kita inilah tanggungjawab untuk memajukan daerah, saatnya sekarang kita kolaborasi, insya allah dengan kita kolaborasi bisa membangun dan membawa daerah ini lebih maju. Saya ingin mengajak tangan-tangan baik dari orang-orang baik disini bergandeng tangan membangun Lampung dengan benar-benar konkrit bukan basa basi,” tandasnya.

Pada kegiatan Orientasi/Pembekalan Tugas Bagi Anggota DPRD Kabupaten/Kota se- Provinsi Lampung periode 2019-2024 ini diikuti oleh 599 peserta terdiri dari dua gelombang.

Untuk gelombang pertama Orientasi/Pembekalan Tugas Bagi Anggota DPRD Kabupaten/Kota dilaksanakan pada tanggal 9-12 September 2019. Kemudian, untuk gelombang kedua dilaksanakan pada tanggal 23-26 September 2019.

Materi yang disampaikan pada proses pembelajaran orientasi pembekalan ini sendiri mencakup 7 tahap pembelajaran yakni mengenai Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan Wawasan Kebangsaan NKRI.

Selanjutnya, Internalisasi Integritas, Sistem Pemerintahan di Indonesia, Pembangunan Daerah dan Pengelolaan Keuangan Daerah, Hubungan Kerja antara DPRD dan Kepala Daerah, Fungsi Tugas dan Wewenang serta Hak dan Kewajiban DPRD serta isu-isu yang aktual di Provinsi Lampung. (Humas Pemprov)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Silahkan Tinggalkna Pesan Anda

Apa Kabar Lampung

Ishak : Insya Allah Masyarakat Lampung Selatan Sejahtera

Redaksi LT

Published

on

Bandar Lampung : Drs. Ishak MM memastikan diri sebagai Bakal Calon Bupati Lampung Selatan pada Pilkada yang akan di gelar 2020 mendatang.

Hal tersebut disampaikan Ishak dihadapan puluhan wartawan pada jumpa pers yanh di gelar di Rumah Makan Begadang Resto Bandar Lampung.

Ishak menegaskan Lampung Selatan memeiliki segudang potensi yang hingga kini belum tergali secara maksimal dan ia berjanji akan memaksimalkan potensi yang ada dengan harapan masyarakat sejahtera.

Tak hanya itu untuk sektor pembangunan Ishak berjanji akan mempercepat pembangunan insprastruktur seperti akses jalan yang ada di pedesaan termasuk pengembangan sektor wisata yang hingga saat ini belum tergali maksimal.

“Niat saya mencalonkan diri sebagai Bupati Lampung Selatan untuk masyarakat bukan untuk kepentingan pribadi”. Tegas Ishak Minggu (19/01/2020).

Reporter : Alfian
Editor : Red

Continue Reading

Apa Kabar Lampung

Lampung Memanas, Foto Dang Ike di Sandingkan Dengan Raja Keraton Agung Sejagad

Redaksi LT

Published

on

Bandar Lampung : Postingan foto Ike Edwin yang di sandingkan dengan foto Raja Kraton Agung Sejagad di Media Sosial Facebook membuat warga Lampung emosi dan meminta kepada pemilik akun bernama Pokrol Bamboe meminta maaf dan mencabut postingan tersebut.

Nitizen menilai postingan tersebut tidak pantas dan menghina Irjen. Pol. Dr. H. Ike Edwin, S.I.K., S.H., M.H., M.M. dimana dalam postingan tersebut menyebutkan bahawa salah satu tokoh berpengaruh di Bumi Lampung itu mirip dengan Raja Kraton Agung Sejagad R.Toto Santoso.

Selain itu warganet juga menilai postingan yang akun bernama Pokrol Bamboe dinilai menyesatkan dan membuat opini negatip di masyarakat Lampung dan Indonesia.

“Kami minta anda segera mencabut postingan anda” Ujar salah satu warga net di komentar facaebook Pokrol Bamboe

Sumber : Akun Facebook POKROL BAMBOE
EDITOR : Red

Continue Reading

Apa Kabar Lampung

Ini Penyebab Dokter Spesialis RS. Ryacudu Mogok Kerja

Redaksi LT

Published

on

Lampung Utara : Gejolak yang terjadi akhir-akhir ini di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ryacudu, Lampung Utara, mulai dari persoalan perekrutan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) hingga mogok kerjanya para dokter spesialis, akhirnya terkuak penyebabnya. Tidak hanya itu saja, bahkan pengelolaan keuangan di RSUD Ryacudu diminta untuk di audit secara terbuka.

Hal ini terungkap saat para dokter spesialis diundang Pemerintah Lampung Utara untuk duduk bersama membahas aksi mogok kerja yang mereka lakukan sejak Senin (13/1/2019) lalu hingga hari ini, Rabu (15/1/2019).

Diruang siger Pemerintah Lampung Utara, Penjabat Sekretaris Daerah Sofyan yang didampingi Inspektur Inspektorat Man Kodri, Kepala Bappeda, Syahrizal, Plt. Kepala Dinas Kominfo dan Direktur RSUD Ryacudu Syah Indra Husada Lubis bertatap muka dengan 14 (empat belas) dokter spesialis yang bertugas di RSUD Ryacudu.

dokter spesialis anastesi RSUD Ryacudu, Joko Susilo yang ditunjuk menjadi Juru Bicara (Jubir) para dokter spesialis, mengungkapkan bahwa aksi mogok kerja yang mereka lakukan bukan hanya karena persoalan insentif tapi dikarenakan buruknya manajement RSUD Ryacudu.

” (Aksi mogok kerja) diframe seolah-olah kami melakukan aksi hanya mengejar uang. Bukan hanya soal insentif, kami ingin adanya perombakan dalam manajemen RSUD Ryacudu,” katanya dihadapan para perwakilan Pemerintah Lampung Utara, Rabu (15/1/2019) sore.

Ditegaskan Joko, manajemen RSUD Ryacudu saat ini merupakan ‎yang terburuk. Sejak kepemimpinan Syah Indra Husada Lubis yang notabene merupakan junior mereka, pengelolaan RSUD Ryacudu tidak profesional, tidak terbuka dan semakin tidak terarah.

” Akibat buruknya manajemen, muncul berbagai persoalan, seperti perekrutan BLUD yang menimbulkan aksi demonstrasi. Ini membuat kami semua tidak nyaman bekerja,” ucapnya.

” Kami minta adanya perombakan di manajemen RSUR. Tolong nantinya Pak Sekda (Sofyan) manajemen RSUD Ryacudu benar-benar diisi orang-orang kompeten, yang paham tentang Rumah Sakit,” imbuh Joko.

dokter spesialis penyakit dalam, saiful turut mengamini buruknya manajemen RSUD Ryacudu. Menurutnya, RSUD Ryacudu seperti tidak memiliki pemimpin, contoh saat para dokter spesialis menghadapi masalah di RSUD Ryacudu.

” Padahal kami bekerja di institusi yang juga ada pemimpinnya. Kami menghadapi masalah itu sendiri, misalkan diduga malpraktek, wah… Itu repotnya bukan main, sampai-sampai kami mau melayani pasien lain itu, sangat sangat sangat terganggu,” keluhnya.

Selain itu, dokter saiful juga meminta agar keuangan RSUD Ryacudu di audit.

” Kami mengharapkan ada audit terbuka untuk keuangan RSUD Ryacudu,” pintanya.

Reporter : Alex BW
Editor : Red

Continue Reading

Trending