Connect with us

Apa Kabar Lampung

RPJMD Pemkab-DPRD Lampura Galau

Redaksi LT

Published

on

Lampung Utra : Silang sengkarut atas persoalan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Lampung Utara tahun 2019-2024 membuat pihak Eksekutif dan Legislatif galau.

Diketahui, Tanggal 25 September 2019 menjadi batas waktu pengesahan RPJMD terhitung sejak pelantikan Bupati Agung Ilmu Mangkunegara pada 25 Maret lalu. Penetapan RPJMD sendiri diberikan waktu selambatnya enam bulan sejak kepala daerah terpilih dilantik,

jika tak ditetapkan maka sesuai aturan yang berlaku Pemerintah Daerah dan DPRD Lampung Utara bakal dikenai sanksi.

Pihak Pemerintah dan DPRD pun berencana akan melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan Kementerian Dalam Negeri terkait surat edaran dari Kementerian Dalam Negeri dengan nomor : 160/8945/SJ yang ditandatangani oleh Sekretaris Jenderal Kemendagri, Hadi Prabowo pada 3 September 2019.

” Ya secepatnyalah, Kami (eksekutif dan legislatif) akan berkonsultasi dengan Kemendagri terkait RPJMD ini, ” ucap Ketua Sementara DPRD Lampung Utara, Rendy Apriansyah, di Gedung DPRD, Jalan Soekarno-Hatta, Kotabumi, Senin (16/9/2019).

Sayangnya, Rendy belum dapat memastikan kapan konsultasi itu akan dilakukan karena anggaran untuk itu masih belum tersedia meski waktu yang tersisa hanya tinggal sembilan hari.

” Enggak tahu kapan (konsultasinya), karena uang mau jalan kesana (kemendagri) belum ada, tapi pokoknya kami upayakan secepatnya,” katanya.

Diakui Rendy, Surat Edaran yang sempat diklaim Pemerintah Daerah Lampung Utara bahwa pimpinan sementara DPRD memiliki kewenangan untuk membahas RPJMD, tidaklah memiliki dasar hukum yang kuat. Inilah alasan yang membuat pihaknya beserta pihak eksekutif berencana berkonsultasi dengan pihak Kementerian Dalam Negeri.

” Konsultasi ini untuk memastikan apakah surat edaran dari Kemendagri soal pembahasan RPJMD bisa dilakukan pimpinan sementara DPRD dan dapat dijadikan dasar hukum yang kuat,” ungkapnya.

Pada dasarnya, lanjut Rendy, sepanjang aturan memang membolehkannya, pihaknya pasti siap untuk membahas rancangan akhir dan mengesahkan RPJMD Lampung Utara tahun 2019-2024.

” Pada prinsipnya, kami (DPRD) tidak ada niat menunda-nunda RPJMD ini, tapi kita sekarang ini bicara tentang dasar hukumnya dulu. Kalau dasar hukumnya kuat, produk hukum yang dihasilkan akan benar – benar dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.

Begitu pun sebaliknya, kalau dasar hukumnya lemah, ya saya sebagai Ketua sementara tidak siap membahas RPJMD, ketimbang melanggar hukum,” tandasnya.

‎Penjabat Sekretaris Daerah Lampung Utara, Sofyan membenarkan rencana konsultasi tersebut. Namun, ia belum dapat memastikan apakah akan turut serta dalam konsultasi itu.

“ Kalau memang diajak (DPRD) , tentu saya akan ikut ke sana,” ‎katanya singkat.

Reporter : Alex
Editor : Red

Apa Kabar Lampung

Seolah Tak Takut Aparat, Jambret hingga Curanmor Melakukan Aksi dengan Leluasa di Kota Metro

Zuli Ardiansyah

Published

on

Metro :  Aksi jambret di Kota Metro semakin merajalela, aksinya pun bisa dilakukan kapan saja baik itu siang maupun malam hari, korban incarannya adalah orang yang lemah yakni perempuan hingga ibu-ibu yang sudah lanjut usia. Selain jambret aksi curanmor juga kerap terjadi di Kota Metro dengan leluasanya.

Hal ini yang dialami oleh Lili Suryani, Warga Iringmulyo, Metro Timur, yang hingga saat ini masih mengalami perawatan intensif di Rumah Sakit Imanuel, Bandar Lampung, usai mendapat kekerasan dari aksi jambret pada, Minggu 28 Februari 2021, sekitar pukul 09.00 WIB, di Jalan Terong, 15 A, Iringmulyo, Metro Timur.

Korban yang sehari-hari berprofesi sebagai pedagang ini mendapat aksi jambret ketika berada di jalan depan rumahnya tepatnya di Jalan Terong, 15A Iringmulyo, Metro Timur. Korban tak sempat meminta tolong ketika aksi jambret berlangsung, dikarenakan korban mengalami kekerasan dan terjatuh hingga tak sadarkan diri.

Menurut adik ipar korban, korban dirawat sejak hari Minggu dan sampai hari Kamis mengalami lupa ingatan di ruang perawatan rumah sakit. Diketahui korban membawa harta benda berikut uang di dalam tas yang dijambret kurang lebih Rp 40 juta. “Cici saya lagi dipinggir jalan kemudian dia keluar dari mobil, tidak lama dari itu dijambret dia tarik-tarikan jatuh, terus kebentur kepala,” kata Voni selaku adik ipar korban.

“Hari Senin saya bikin laporan BAP dan hari Senin juga ada yang laporan ke toko menyerahkan dompet kartu di daerah PD (Lampung Tengah), kita kesana melihat TKP, terus ke tempat yang menemukan orang PB, isinya KTP, Kartu ATM, Kartu Kredit, Kartu Flash,” katanya.

Adik ipar korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Metro Timur dengan nomor laporan (LP): B / 06 / III / Reskrim. Menurutnya, pelaku yang berjumlah 1 orang tersebut melakukan aksi dengan leluasa, terlihat dari sejumlah rekaman CCTV yang berada di sekitaran tempat kejadian perkara pelaku seolah mempersiapkan aksinya dengan matang.

Dalam rekaman cctv orang yang diduga jambret tersebut terlihat profesional, karena menggunakan helm fullface, masker, jaket, dan kendaraan bermotor tak diberi plat nomor. Dia berharap pelaku segera ditangkap dan mendapatkan hukuman yang berlaku. “Semoga ditindaklanjuti oleh pihak keamanan, karena kami khawatir di sini banyak cewek-cewek, anak-anak kami khawatir, dikhawatirkan selain penjambretan, perampokan saja berani, saya khawatir nanti sampai terjadi penculikan,” ujarnya.

Aksi jambret hingga curanmor di Kota Metro memang kerap terjadi, dari data yang dihimpun media ini, pelaku seolah tak takut dengan keberadaan aparat penegak hukum hingga melakukan aksinya dengan santai meskipun terekam kamera CCTV. Diketahui, aksi kejahatan juga pernah terjadi sebelumnya di sepanjang Jalan Terong, 15A, Iringmulyo, Metro Timur tersebut. Diharapkan aparat penegak hukum meningkatkan keamanan di wilayah hukum setempat guna menciptakan rasa aman masyarakat.

Pewarta Mery

Continue Reading

Apa Kabar Lampung

Walikota dan Wakil Walikota Tinjau Korban Angin Puting Beliung Di Tejo Agung

Zuli Ardiansyah

Published

on

Metro :  Walikota Metro Wahdi bersama Wakil Walikota Qomaru Zaman meninjau secara langsung rumah korban puting beliung di RT 21/RW 08, Kelurahan Tejo Agung Kecamatan Metro Timur, Kamis (4/3/2021).

Dalam kunjungannya, Walikota Metro Wahdi mengatakan bahwa akibat hujan deras dan angin kencang yang terjadi kemarin mengakibatkan atap rumah salah satu warga mengalami kerusakan kecil ,namun kaena kesigapan warga disekitarnya dengan bergotong royong bersama-sama diperbaiki .

“Saya bersama pak Wakil, turut prihatin atas musibah ini, dan tidak lupa juga kami ucapkan terimakasih kepada masyarakat, RT, RW, dan pak Lurah,camat dan BNPB  yang telah membantu keluarga korban sehingga rumahnya telah diperbaiki dan dapat ditempati kembali,” ucap Wahdi.

Selanjutnya, Wahdi juga mengatakan bahwa semua terlaksana dengan cepat dikarenakan budaya gotong royong masyarakat di Kota Metro masih besar.

“Inilah salah satu tugas kita, melihat kebawah bagaimana keadaan masyarakat. Alhamdulillah, berkat gotong royong kerusakan kecil telah selesai. Disinilah dapat kita lihat bahwa nilai-nilai gotong royong harus dipertahankan. Musibah kapan pun bisa terjadi. jadi, kita harus melihat kaedah-kaedah dalam membangun. Dan bantuan yang kita berikan mudah-mudahan dapat meringankan beban keluarga korban,” pungkas Wahdi.

Sementara itu, Warsiyem mengucapkan terima kasih atas kunjungan dan bantuan Walikota dan Wakil Walikota ke rumahnya.

“Terimakasih pak Wali dan pak Wakil atas kunjungan dan perhatiannya kepada kami. Alhamdulillah, rumah kami sudah diperbaiki dan dapat ditempati kembali. Dan terimakasih juga kepada warga sekitar yang telah ikut membantu kami. Semoga Allah yang membalas semua kebaikannya. Amin,” tutur Warsiyem. (*)

Pewarta: Mery

Continue Reading

Apa Kabar Lampung

Bupati Umar Ahma Launching Pusat Oleh-Oleh Khas Tubaba

Redaksi LT

Published

on

Bupati Tulang Bawang Barat Umar Ahmad, SP .Launching Pusat oleh-oleh hasil kerajinan Kabupaten Tubaba di Rest Area Km 215, Kecamatan Way Kenanga. Selasa (02/03).

Turut adir Wakil Bupati Fauzi Hasan, Sekdakab Novriwan Jaya, Ketua Dekranasda Kabupaten, Wakil Ketua Dekranasda Kabupaten, Ketua Dharma Wanita, pimpinan PT. Hutama Karya, Kadis Koperindag, Kadis Kominfo serta Camat Way Kenanga.

Bupati Umar Ahmad mengatakan.Berdirinya stan Dekranasda tersebut diawali pertemuan ketua Dekranasda Kabupaten Tubaba dengan pimpinan PT. Hutama Karya dengan Kabupaten Tulang Bawang Barat sehingga di berikan tempat di Rest Area 215.

“Stand Dekranasda ini merupakan Etalase Kabupaten Tulang Bawang Barat untuk menampilkan produk – produk unggulan ciri khas Kabupaten Tubaba”.katanya

Lanjut Bupati umar Ahmad.Di sisi lain kita juga bisa mempromosikan destinasi wisata dan kebudayan.” yang ada di Kabupaten Tulang Bawang Barat agar dapat dikenal oleh daerah lain, khususnya oleh pengguna jalan tol Trans Sumatra”pungkas nya.(jonsi putra)

Continue Reading

Trending