Connect with us

Apa Kabar Lampung

Sah APBD Lampura Tahun 2020 Ditanda Tangani

Redaksi LT

Published

on

Lampung Utara : Pengesahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Lampung Utara Tahun 2020 dilakukan dalam rapat paripurna di Gedung DPRD, Jalan Soekarno-Hatta, Kotabumi, Jum’at (29/11/2019) sore.

Dalam postur APBD 2020, Dana perimbangan Lampung Utara sebesar Rp. 1.297.845.468.000,00-. Sedangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp. 119.774.728.528,00-, dan lain-lain pendapatan yang sah bernilai Rp. 471.354.189.776,00-. Hingganya jumlah pendapatan mencapai Rp. 1.888.974.386.304,00-.

Di APBD 2020 juga seperti APBD tahun-tahun sebelumnya, porsi belanja tidak langsung di Lampung Utara lebih besar dibandingkan belanja langsung untuk kepentingan belanja modal, jasa termasuk untuk infrastruktur. Belanja tidak langsung untuk tahun 2020 senilai Rp. 1.235.215.054.410,00-, dan Belanja langsung hanya mencapai Rp. 686.102.832.744,00-. Pada APBD tahun 2020 mendatang nilai belanja daerah lebih tinggi dari total pendapatan, sehingga akan mengalami defisit sebesar ‎Rp. 32.343.500.850 00-.

Dalam sidang paripurna penandatanganan nota kesepakatan RAPBD 2020 menjadi Perda APBD, dipimpin langsung Ketua DPRD Lampung Utara, Romli yang didampingi unsur pimpinan lainnya. Jumlah anggota DPRD yang hadir berjumlah 36 orang, dan turut dihadiri Plt. Bupati Lampung Utara, Budi Utomo, jajaran Frokopimda, Penjabat Sekretaris Daerah, Sofyan serta unsur pejabat Pemerintah Lampung Utara.

Sidang sendiri sempat molor selama dua jam dari jadwal semula. Sedianya, sidang dijadwalkan digelar pada pukul 15.00 WIB, namun baru dapat digelar sekitar pukul 16.40 WIB.

Juru Bicara Panitia Kerja (Panja) Badan Anggaran (Banang) DPRD Lampung Utara, Nurdin Habim, mengatakan, dalam mengimplemantasikan perubahan mekanisme pengelolaan keuangan daerah maka proses penyusunan RAPBD 2020 telah mengacu tahapan. Dan, format struktur APBD penggunanaan indikator kinerja telah diupayakan secara optimal.

” Dan ‎Hasil pembahasan Panitia Kerja Badan Anggaran, jumlah pendapatan APBD tahun 2020 berjumlah Rp1.888.974.386.304,00-,” ucapnya.

” Total belanja daerah sebesar Rp. 1.921.317.887.154,00-. Sehingga, Defisit di APBD 2020 ini akan ditutupi oleh Sisa Lebih Penggunaan Anggaran/Silpa,” imbuh Nurdin.

Selain itu, kata Nurdin, kewajiban atau beban kepada pihak ketiga (kontraktor) di tahun 2018 telah dianggarkan pada APBD 2020 sebesar Rp. 49 miliar. Dan, kewajiban atau beban pihak ketiga tahun 2019 akan diselesaikan pada perubahan APBD 2020.

” Untuk beban Kerja (BK) ASN (Aparatur Sipil Negara) segera dibayar sesuai dengan kemampuan keuangan daerah dan penyelesaian ADD (Alokasi Dana Desa) diselesaikan tahun 2020,” tandasnya.

Sementara, Pelaksana Tugas Bupati Lampung Utara, Budi Utomo mengungkapkan, tercapainya kesepakatan RAPBD menjadi Perda APBD ini berkat kerja keras dan kerja sama yang baik antara legislatif dan eksekutif.

“ RAPBD ini nantinya akan disampaikan ke Gubernur Lampung untuk dievaluasi. Dan hasil evaluasi, akan kita bahas kembali bersama,” tukasnya.

Reporter : Alex BW
Editor : Red

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Silahkan Tinggalkna Pesan Anda

Apa Kabar Lampung

Bimtek Ratusan Kades di Lampura Terus Menuai Sorotan

Redaksi LT

Published

on

Lampung Utara : Perjalanan Bimbingan Tekhnis (Bimtek) ratusan Kepala Desa di Lampung Utara ke Bali beberapa waktu lalu terus menuai kritikan. Bahkan, DPC Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) Lampung Utara meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas kegiatan bimbingan teknis dari para kepala desa dan ‎aparatur di bawahnya. Pospera merupakan satu-satunya organisasi kemasyarakatan di Indonesia yang pelindungnya presiden (Jokowi).

” Kami minta aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas permasalahan bimtek ‎ke Bali dan sebagainya,” Ucap Sekretaris Pospera Lampung Utara, Yoki Agung Malian, disela-sela aksi unjuk rasa di kantor Inspektorat Lampura, Kamis (5/12/2019).

Yoki menuding bahwa kegiatan bimtek yang menelan dana fantastis hingga miliaran rupiah ini disinyalir tidak sesuai aturan dan hanya untuk memenuhi kepentingan pribadi. Ditinjau dari sisi etika pun, kegiatan ini sangat tidak elok. Kegiatan bimbingan teknis yang diselenggarakan oleh para aparatur desa bersumber dari anggaran dana desa tahun 2019.

” Kegiatan ini dilaksanakan saat Lampura dalam krisis keuangan dan tidak mendapat restu dari Plt. Bupati Budi Utomo. Bahkan, ada kades yang bawa anak dan istri dalam kegiatan itu,” ketusya.

Diketahui, tidak hanya kegiatan bimtek ‎yang dilaksanakan oleh para kepala desa di Bali, Sekretaris Desa pun melakukan perjalanan Bimtek di Yogyakarta. Sejumlah pihak pun mulai menyoroti kegiatan ini.

Kalangan Legislatif turut ikut mempersoalkan perjalanan Bimtek para Kepala Desa dan jajarannya. Direncanakan, DPRD Lampung Utara melalui Komisi I akan memanggil pihak penyelenggara usai memanggil Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia dan Dinas Pemberdayaan Manusia dan Desa.

Reporter : Alex BW
Editor : Red

Continue Reading

Apa Kabar Lampung

Genjot PAD, Pemkab Lampura Pasang Tapping BOX

Redaksi LT

Published

on

Lampung Utara : Upaya Pemerintah Lampung Utara menggenjot pendapatan daerah di tahun 2020 terus dilakukan.

Untuk itu, Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah Lampung Utara melakukan terobosan dalam mengoptimalisasi penerimaan pajak Hotel dan Restoran/rumah makan, menggunakan alat perekam transaksi (tapping box) dibeberapa titik di wilayahnya.

Saat launching pemasangan tapping box di rumah makan Taruko 1 Kotabumi, Kelapa Tujuh, Rabu (4/12/2019), Plt. Bupati Lampung Utara, Budi Utomo, mengungkapkan bahwa tapping box akan membantu para pelaku usaha dalam melaksanakan pencatatan keuangan serta monitoring.

“ Tentu ini tidak memberatkan para pengusaha, karena pajak ditanggung konsumen. Hal ini sebagai wujud transparansi pengelolaan pajak daerah kita. Dan Masyarakat dapat mengontrol sendiri pembayaran pajaknya,” ucapnya singkat.

Reporter : Alex BW
Editor : Red

Continue Reading

Apa Kabar Lampung

Eksekusi Lahan Warga, Nanang : Penyelesaian Harus Berpihak Pada Rakyat

Avatar

Published

on

Lampung Selatan, Lampungtoday – Pelaksana tugas (Plt) Bupati Lampung Selatan H. Nanang Ermanto menemui warga Dusun 6A dan 6B Desa Sidodadi Asri, Kecamatan Jati Agung, Selasa (3/12/2019).
Pertemuan yang berlangsung di Pasar Margo Rukun, Desa Sidodadi Asri itu, terkait percepatan penyelesaian sengketa lahan antara warga Dusun 6A dan 6B dengan pihak PTPN 7.
Dalam kesempatan itu, Nanang turut didampingi Kapolres Lampung Selatan AKBP Edi Purnomo, SH, S.IK, MM, dan Dandim 0421 Lampung Selatan Letkol Kav. Oktovianus Robinson Bessie.
Kepala Desa Sidodadi Asri, Didi Marhadi melaporkan, masalah sengketa lahan bermula adanya surat dari pengadilan yang akan mengeksekusi lahan di Dusun 6A dan 6B. Dimana kata dia, di dua dusun dengan luasan sekitar 435 hektar itu tedapat 450 KK yang telah tinggal selama puluhan tahun.
“Mewakili warga kami menolak eksekusi yang akan dilakukan pengadilan, bahkan warga akan berunjuk rasa di pengadilan. Untuk itu kami laporkan masalah ini ke Pak Bupati supaya warga bisa dimediasi dengan pihak PTPN,” ujar Didi Marhadi dihadapan Plt Bupati, Nanang Ermanto.
Menanggapi hal itu, Plt Bupati Lampung Selatan, H. Nanang Ermanto berjanji akan menyelesaikan sengketa lahan dengan secepatnya. Namun demikian, dia meminta masyarakat bisa bersabar dan tidak melakukan hal-hal anarkis yang justru akan merugikan masyarakat itu sendiri.
“Pesan saya bapak ibu bersabar, jangan anarkis dan berkehendak sendiri-sendiri. Gak usah demo-demo, lebih baik berdoa minta kepada Allah, nanti biar kita carikan solusi yang terbaik untuk menyelesaikan masalah ini,” tegas Nanang meyakini puluhan warga Dusun 6A dan 6B.
Nanang juga menyatakan telah memerintahkan jajarannya agar mengundang PTPN 7 untuk duduk bersama mencari solusi terbaik, sehingga masalah tersebut bisa secepatnya terselesaikan.
“Besok (rabu, red) kita panggil PTPN untuk berdialog. Meskipun putusan pengadilan sudah inkrah, tapi kita selaku pemerintah daerah akan mencari solusi terbaik untuk masyarakat. Saya ini gak mau melihat ada masyarakat saya yang susah,” tandasnya.
Sementara, Kapolres Lampung Selatan, AKBP Edi Purnomo juga meminta warga Dusun 6A dan 6B bisa menjaga situasi dan kondisi yang kondusif.
“Kami dari pihak keamanan tentunya akan menjaga situasi tetap kondusif. Masyarakat juga harus menghadapi permasalahan ini dengan kepala dingin. Pak Kades didata betul warganya, jangan sampai ada penyusup yang justru menjadi provokator dalam masalah ini,” tegas Edi Purnomo.
Senada disampaikan Kapolres. Dandim 0421 Lampung Selatan Letkol Kav. Oktovianus Robinson Bessie juga meminta masyarakat bisa menahan diri dan menjaga suasana yang kondusif selama proses mediasi.
“Jangan sampai niat baik Pemkab Lampung Selatan ini ditunggangi pihak-pihak yang tidak bertangungjawab. Karena upaya Pak Plt Bupati ini luar bisa, tolong didukung dan jangan sampai melakukan hal-hal yang anarkis,” tukasnya. (Eko/Kmf)

Continue Reading

Trending