Connect with us

Apa Kabar Lampung

Penggunaan Dana BOKB Dinas DPPKB Lampura Diduga Bermasalah

Redaksi LT

Published

on

Lampung Utara : Pengelolaan dana Bantuan ‎Operasional Keluarga Berencana (BOKB) tahun 2018 dan 2019 di Dinas Pengendalian Kependudukan dan Keluarga Berencana (DPPKB) Lampung Utara terkesan ditutupi.

Sekretaris DPPKB Lampung Utara, Fivi Selvia ketika ditemui di kantornya, enggan memberikan secara gamblang informasi terkait pengelolaan BOKB. Fivi beralasan bahwa dirinya baru menjabat di DPPKB yang terletak di Jalan Letjen. Alamsyah RPN. No. 72 Kecamatan Kotabumi Selatan.

” Saya inikan sekretaris (masih terhitung baru), karena saya masuk sini (DPPKB) 2019 akhir. Jadi kalau mau konfirmasi, bukannya saya enggak bisa ya. Jadi minta maaf sekali lagi, saya enggak bisa kasih konfirmasi,” katanya, Selasa (10/3/2019).

Anehnya, ketika disinggung besaran dana BOKB yang diterima DPPKB Lampung Utara? Fivi dengan lugas mengatakan ditahun 2018 dan 2019, pihaknya mendapat kucuran masing-masing sekitar 6 miliaran.

“Ya, sekitar itulah. Tahun 2018 Rp.6 Miliar, dan tahun 2019 juga Rp6 Miliar. Tahun 2020 pun jumlahnya sama, tapi untuk rinciannya (BOKB 2020) belum tahu persis, karena RKA nya belum ada. Yang jelas dana itu juga digunakan untuk pencegahan stunting,” ucapnya.

Selain itu, perempuan berjilbab ini nampak berhati-hati me yikapi adanya kabar pemotongan BOKB dalam penyaluran per-triwulannya.

” Potongan… enggak ada. Karena saya enggak ngelola sih ya… kayaknya enggak… kayaknya enggak (potongan BOKB). Kalau setahu saya enggak, tapi ya enggak tahu ya… Karena saya baru disini dan kegiatan itu sudah berjalan, jadi saya enggak tahu,” katanya.

Diketahui, dalam rangka mewujudkan prioritas pembangunan (Nawacita) sebagaimana tertuang dalam RPJMN 2015-2019 dan renstra BKKBN 2015-2019, yaitu meningkatkan kualitas hidup manusia indonesia melalui program kependudukan , KB dan Pembangunan keluarga (KKBPK) dengan sasaran yang akan dicapai oleh program KKBPK pada tahun 2019, antara lain : menurunkan angka kelahiran total/ total fertility rate (TFR), meningkatkan angka prevalensi pemakaian kontrasepsi/contraceptive prevalence rate (CPR), menurunkan kebutuhan berKB yang tidak terpenuhi (unmet need), menurunnya angka kelahiran pada remaja usia 15-19 tahun/ age specific fertility rate (ASFR) dan menurunkan kehamilan yang tidak diinginkan pada wanita usia subur (WUS) 15-49 tahun.

Untuk mencapai sasaran tersebut, BOKB diharapkan dapat dimanfaatkan dengan optimal dan bersinergi dengan dana transfer lainnya dan APBD.

Reporter : Alex
Editor : Red

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Silahkan Tinggalkna Pesan Anda

Apa Kabar Lampung

Bilik Book Sterilisasi Disinfektan Di Depan Pintu Masuk Pemkot Belum Difungsikan

Zuli Ardiansyah Zuli

Published

on

METRO   :   Sejumlah Wartawan mempertanyakan bilik book sterilisasi Disinfektan yang berada didepan pintu masuk kantor Pemkot Metro yang tidak difungsikan.

Wartawan meminta sebaiknya jika tidak difungsikan lebih baik digunakan untuk Masjid Taqwa atau lokasi lain yang lebih membutuhkan. Hal tersebut terungkap pada Konfrensi Pers di Kantor Pemkot, Rabu (1/4).

Juru bicara Pemkot Sekda A.Nasir menuturkan karena masih adanya pro kontra pernyataan edaran WHO bahwa penyemprotan sterilisasi diinfektan dapat membahayakan, makanya untuk sementara belum digunakan.

Padahal, menurut Kadis Kesehatan Metro book sterilisasi tersebut aman digunakan, karena bahannya mengunakan campuran betadin.

“Jadi menurut Kadis Kesehatan aman untuk digunakan lantaran tidak membahayakan untuk tubuh,”ucap Sekda A.Nasir. Selain itu juga ditambahkannya, pemkot masih kesulitan untuk mendapatkan bahannya lantaran langka. “Kita masih menunggu bahannya, karena sulit untuk mendapatkannya,”tambahnya.

Sebelumnya juga Walikota Metro A.Pairin sempat mengawatirkan jika campuran penyemprotan book sterilasasi  disinfektan bisa membahayakan. Namun, ia telah mendapatkan penjelasan Kadis campurannya aman digunakan tidak membahayakan

Sementara untuk book sterilisasi yang direncanakan akan dipasang di empat pintu masuk perbatasan ke Metro. Menurutnya, besok ini mulai terpasang. Hal itu guna mengamankan penyebaran dan penularan virus Copid-19.

Dikatakannya, Pemkot Metro juga melalui Dinas Kesehatan telah menyiapkan aplikasi untuk memudahkan informasi terkait perkembangan Copid -19. “Masyarakat juga bisa melakukan cek-up kesehatannya melalui aplikasi tersebut, guna mengetahui apakah masuk kategori ODP,”ujarnya.

Hal tersebut dimaksudkan untuk memudahkan mendapatkan informasi atau layanan masyarakat.

Reporter : Zuli

Editor     : Redaksi

 

Continue Reading

Apa Kabar Lampung

DPRD Metro Hentikan Sementara Perjalan Kunjungan Kerja KeLuar Kota

Zuli Ardiansyah Zuli

Published

on

METRO   :    DPRD Kota Metro menghentikan sementara perjalanan dinas kunjungan kerja ke luar kota dalam waktu yang tidak menentu. Hal itu untuk mengantisipasi dan mencegah penularan Virus Copid-19.

“Untuk saat ini perjalanan dinas kunjungan kerja ke luar kota dihentikan guna mencegah penularan virus Copid-19,”ujar Anggota Komisi I DPRD Kota Metro Wasis Riyadi, di ruang kerjanya, Selasa (31/3).

Menurutnya, biasanya perjalanan dinas setiap bulannya dilakukan 2 hingga 3 kali. “Kali ini dihentikan karena adanya wabah Corona,”tambahnya.

Namun, kegiatan dewan tetap berjalan seperti biasanya. Pasalnya, di DPRD tidak ada libur untuk bekerja dirumah masing-masing. “Kita tetap membuka akses ke masyarakat untuk menampung aspirasinya,”tandasnya.

Dikatakannya, setiap harinya tetap mengantor untuk menjalani agenda dewan, seperti, Senin kemarin (30/3), dewan menggelar hearing dengan Dinas Kesehatan dan BPBD, terkait tentang pencegahan penyebaran virus corona dan penanganan bencana.

Dikataknnya, DPRD tetap mensuport dan mendukung apa yang dilakukan walikota dalam menangani virus Copid -19.

Perlu diketahui antisipasi penyebaran virus Copid-19, DPRD juga telah menyiapkan tempat mencuci tangan mengunakan sabun dan saniteser. “Diharapkan masyarakat atau tamu yang akan bertemu dengan anggota dewan di kantor diharuskan membersihkan tangannya lebih dulu, guna pengamanan,”tuturnya.

Reporter   : Zuli

Editor       : Redaksi

 

Continue Reading

Apa Kabar Lampung

Rakor Dengan Tim Kesehatan, Bupati Pesibar Bahas Pencegahan Covid 19

Redaksi LT

Published

on

Pesisir Barat : Bupati Agus Istiqlal mengadakan rapat koordinasi tentang pencegahan penyebaran Covid-19 dengan para tim organisasi profesi kesehatan Kabupaten Pesisir Barat, di ruangan Batu Gukhi, Selasa (31/03/2020).

Agus Istiqlal menjelaskan bahwa virus covid-19 ini lebih berbahaya penularannya, khususnya lewat pernapasan. Kekebalan (Imunitas) seseorang juga sangat berpengaruh untuk menangkalnya, jelas Bupati.

Kita harus melakukan upaya keras untuk melaksanakan upaya-upaya pencegahan. Pola Hidup Bersih dan Sehat harus diupayakan serta menjaga stamina agar tetap prima sehingga tidak rentan dengan penyakit, ujarnya.

Upaya pencegahan bisa dilakukan manakala setiap orang bekerjasama dengan baik, seperti Social Distancing (Menjaga Jarak) saat berinteraksi, mencuci tangan menggunakan sabun serta saling mengingatkan.

” Ini merupakan kunci untuk keberhasilan pencegahan dan pengendalian Covid-19,” ujar Bupati.

Selain itu untuk menngkatkan kewaspadaan penyebaran virus COVID-19, Bupati juga menginstrusikan kepada seluruh masyarakat agar mulai mengurangi aktifitas di luar rumah, tegas Bupati.

Sementara itu Wakil Bupati, Erlina juga menambahkan bahwa untuk menghambat laju penambahan kasus positif Covid-19, masyarakat juga dihimbau untuk melaksanakan kebijakan Pemerintah.

Adapun Himbauan dari Pemerintah saat ini agar bisa mengurangi aktifitas di luar rumah dan menjaga kesehatan. Ini merupakan langkah efektif untuk menghambat penyebaran Covid-19, ujar Erlina.

Cobalah selama ada himbauan dari Pemerintah ini dilaksanakan, seperti membatasi kontak dengan seseorang, dan ini merupakan cara yang paling baik.

Selain itu, masyarakat juga dihimbau agar selalu menjaga stamina agar tetap sehat.

Saya juga ingin menjelaskan maksud dari himbauan Pemerintah untuk tidak melaksanakan aktifitas itu, maksudnya kurangi aktifitas di luar rumah jika memang tidak penting. Jadi bukan dimaknai dengan tidak melaksanakan segala aktifitas apapun, jelas Erlina.

Reporter : Indra
Editor : Red

Continue Reading

Trending